
Khumairah masih merasa trauma akan kejadian yang menimpanya saat itu.
Ia tidak menyangka kehidupan di kota begitu sangat menakutkan. Ia pernah disentuh Zain saat mereka belum terikat pernikahan ketuka masih tinggal ditepi hutan.
Namun saat itu Zain tidak melanjutkan aksinya karena meminta maaf dan mengatakan mereka belum menikah. Lalu Zain mengingatkannya tidak boleh ada pria yang boleh menyentuh anggota tubuhnya kecuali Zain, suaminya.
Khumairah ingin mengatakan peristiwa itu pada suaminya, namun Ia tidak memiliki keberanian dan itu sangat membuatnya dilema.
Zain masih dengan pekerjaannya, Ia mengumpulkan hasil keuntungan dagangnya sedikit demi sedikit untuk biaya operasi yang mencapai belasan juta rupiah.
Sebenarnya jika Ia bisa saja mendapat biaya operasi gratis dari program pemerintah, namun Zain harus mengurus semua administrasinya secara lengkap.
Dan hal ini akan membuatnua sangat ribet dan tentunya akan membahayakan penyamarannya yang mana akan terbongkar dan tentunya Khumairah akan tersiksa karena tidak ada yang merawatnya.
Demi untuk menjaga semuanya, Zain memilih jalur umum dan harus mengeluarkan dana yang saat ini baginya cukup besar.
Romlah tampak berjalan menuju warungnya, meskipun sebenarnya Zain tampak risih dengan janda tersebut, namun Ia hanya seorang pemilik warung yang mana harus bersikap ramah kepada pelanggannya.
Janda pemilik buah melon besar itu datang hanya dengan menggunakan tank top dan celana pendek ketat yang membentuk lekuk tubuhnya.
"Bang.. Beli mie instan satu bngkus, telurnya dua, dan kopi susu dua sachet" ucap Romlah dengan nada genit dan sengaja menggoyang tubuhnya membuat kedua melonnya terguncang.
Zain mengambilkan barang yang diminta oleh Romlah lalu menghitungnya dan memasukkan kedalam kantong plastik.
Khumairah yang saat ini sedang duduk diruang tamu yang mana berisi banyak barang dagangan. Ia memperhatikan Romlah yang tampak begitu genit kepada suaminya.
Kumairah mengerutkan keningnya saat melihat Romlah tampak menggoda sang suami, namun Zain tak menanggapinya.
"Apakah perempuan kota juga sama seperti pemuda kemarin yang menggoda suami orang?" Khumairah mencoba memperhatikan apa yang dilakukan Romlah.
"Ini belanjanya, Mbak. totalnya 12 ribu" ucap Zain memberikan kantong plastik berisi barang belanja itu kepada janda tersebut.
Romlah mengambilnya "Bang, uangnya kurang dua ribu, hutang dulu ya, tapi kalau mau bayarannya sama ini juga boleh" ucap Romlah sembari menunjukkan kedua melonnya.
__ADS_1
Zain mengalihkan pandangannya "Saya catat saja ya, Mbak. Biar gak lupa" ucap Zain mengambil secarik kertas dan mencatat nama Romlah dengan nilai jumlah hutangnya, lalu memasukkan kedalm kaleng biskuit kosong.
Romlah terperangah "Ya Ampun, Bang. Dua ribu doank di catat? Perhitungan banget sih" ucap Romlah yang sedikit kesal.
Zain hanya tersenyum datar dan mencoba tak menggubris ucapan Romlah.
Dengan perasaan kesal, Romlah kembali kerumahnya dengan bibir yang manyun.
Saat memasuki rumah kontrakannya yang berhadapan dengan rumah kontrakan Zain, janda itu membanting pintunya dengan sangat kuat saat menutupnya, dan itu terdengar oleh Zain dengan sangat jelas.
Zain tersenyum datar melihat kelakuan janda tersebut, dan Zain yakin itu sangat berhubungan dengannya barusan.
Tak berselang lama, beberapa tetangga datang membeli beberapa kebutuhan dan Zain kembali sibuk melayani pembeli.
Khumairah masih bingung dengan paa yang dilakukan oleh Romlah, sebab itu sama dengan Romlah sedang marah dan dalam kondisi yang sangat kesal karena tidak mendapatkan apa yang sudah direncanakannya.
Melihat gelagat yang dilakukan Romlah, jelas jika wanita itu sedang merasa ingin mendapatkan sebuah belaian seorang pria yang sudah lama tak dapat dirasakannya.
******
Zain mencoba menyipitkan kedua matanya, mencoba mengenali siapa pemuda itu.
Ia menggali ingatannya, dan ternyata pemuda itu adalah pemuda yang pernah membeli rokok kepadanya dan mencoba untuk menggoda Khumairah.
Zain hanya menggelengkan kepalanya dan berpura-pura tak melihatnya, lalu mengemasi barang belanjanya dan segera menutup pintu rumahnya.
Dilain sisi, ternyata Romlah sudah mengadakan temu janji dengan pemuda yang masih berstatus pekerja serabutan itu.
Pemuda bernama Roby itu sudah memasuki rumah Romlah melalui pintu dapur sang janda.
Lama menjanda membuat Romlah begitu haus akan sentuhan seorang pria. Mendapati Roby yang mendaptkan no WA-nya dan melakukan chat me- sum kepadanya, dengan sangat senang hati Romlah meminta pemuda itu datang ke rumah kontrakannya yang tak jauh dari rumah kontrakan Si pemuda.
Bahkan Romlah berniat memanasi Zain yang siang tadi menolaknya, dan ingin membuktikan jika Ia juga masih laku dengan pemuda brondong.
__ADS_1
Namun siapa sangka jika Zain tidak perduli dengan apa yang dilakukan oleh janda tersebut, sebab tinggal di kota harus merasa measa bodoh dengan apa yang dilakukan oleh tetangganya.
Romlah sangat yakin jika Zain tadi melihat Roby mengendap-endap masuk kerumahnya, sebab Romlah terus mengintai apa yang dilakukan oleh Zain melalui tirai jendela kaca.
Zain menutup pintu, tirai jendela dan mematikan lampu untu ruang tengah namu lampu teras dibiarkan menyala dengan terang benderang.
Melihat Zain menutup tirai jendela membuat Romlah semakin kesal, sebab Ia menginginkan Zain melihat apa yang akan dilakukan olehnya.
Zain menuju kamarnya, melihat Khumairah sedang berbaring miring ditepian kasurnya yang terbilang tipis, sebab mereka mengontrak dan harus dapat menggunakan barang seadanya.
Zain kembali kekamar mandi, lalu mebersihkan tubuhnya dan kembali ke kamarnya.
Tampak Kumairah sedang tertidur lelap dan Ia menyalin pakaiannya, lalu membuka kaki palsunya dan mencoba menghampiri Khumaira dengan cara mengesot dan memeluk Khumaira dengan ikut tidur miring.
Zain membelai lembut perut Khumairah hingga akhirnya Ia tidur terlelap.
Sementara itu, Roby yang mendapatkan apam gratis tentulah sangat senang. Tak dapat menggaet Khumairah, dapat Romlah pun jadi.
Keduanya terlibat asmara terlarang dan melakukannya suka sama.suka.
Disisi lain Khumairah merasa sesak pipis dan Ia merasakan jika Zain sedang memeluknya dari arah belakang.
Khumairah berusaha beranjak bangkit dari kasur tipisnya dan melepaskan dekapan Zain.
Ia berjalan tertatih menuju kamar mandi yang terletak didapur.
Saat akan keluar dari kamar, Ia melihat samar dari tirai jendelanya yang sangat berbahan tipis, jika dari rumah Romlah tampak seorang pemuda baru saja keluar dari sang janda.
Khumaira yang penasaran, mencoba mengintai melalui kaca jendela, dan alangkah terkejutnya Ia jika pemuda yang baru saja keluar dari rumah Romlah adalah pemuda yang pernah hampir berbuat tak seno-noh terhadapnya.
Khumairah merasa bingung, mengapa Janda didiepan rumahnya membiarkan pemuda bejad itu memasuki rumahnya.
Khumairah semakin bingung dengan kehidupan masyarakat kota yang baginya sangatlah membingungkan.
__ADS_1
"Apakah janda itu juga diperlakukan hal yang sama oleh pemuda itu saat menjamahku didapur?" Khumairah berguman lirih dan memilih beranjak pergi ke dapur menuju kamar mandi.