
Fairi yang berdiri didepan jendela yang terbuka setelah mengambilkan air mineral untuk Kenan dari lemari es terdiam mendengarkan ucapan dan permintaan Kenan yang tak pernah diduga oleh Fairi.
Dan Kenan menatap semakin kagum pada kecantikan Fairi yang semakin dilihat semakin membuat diri tak sabar untuk memilikinya, terlebih lagi temaram cahaya bulan dan sapuan angin malam yang melambaikan rambutnya yang panjang menyapu wajah Fairi membuat Fairi terlihat semakin cantik dan menawan.
"Bagaimana menurutmu Fa, tidakkah aku memiliki harapan lagi? Kalau bisa tolong berikan kesempatan pada ku untuk memperbaiki segalanya dan memulai lagi semuanya dari awal Fa." Suara dan pertanyaan Kenan membuyarkan lamunan Fairi yang tertegun oleh kata - kata Kenan.
Fairi berbalik membelakangi Kenan dan berjalan kearah jendela lalu menatap jauh keluar jendela dan memandang sampai ketitik terjauh pandangannya. Kenan yang melihat itu mendekati Fairi dan menatap Fairi dari samping, terlihat Fairi mengulas senyuman tipis di bibirnya dan bernafas dalam.
"Fa, Fairi." Kenan menyentuh bahu Fairi dan menatapnya.
"Oh, maafkan aku." Fairi terlihat bingung harus menjawab apa atas pertanyaan Kenan tadi.
Fairi kembali melihat kearah luar jendela dan melihat ketitik terjauh lagi "semua yang kau lakukan untuk Arman selama 1 tahun ini aku sangat berterima kasih pada mu, tapi semua tidak bisa semudah itu untuk menjadi alasan kita memulai lagi. Karena..."
"Aku tau kamu masih merasa sakit atas sikap dan perbuatan ku padamu dulu. Aku mengaku salah dan berdosa pada mu untuk semuanya. Tapi aku ingin kita bisa memulainya lagi." Kenan berusaha untuk meyakinkan Fairi.
"Bagaimana pun dan apa pun status kita, kita masih bisa menjadi orang tua bagi Arman. Aku tak akan membatasi mu untuk bertemu dan bermain dengannya. Yang harus kita lakukan hanyalah memberikan dukungan padanya itu saja." Fairi menjawab berbeda dan tak memberikan jawab yang diinginkan oleh Kenan atas permintaan Kenan untuk bersama lagi.
"Kau benar, tapi...aku minta satu hal untuk mu, dan ku harap kau mengijinkannya Fa." Kenan menatap Fairi.
"Katakan." Fairi berbalik dan menatap Kenan.
"Tolong ijinkan aku untuk mengejar mu, aku ingin membuktikan pada mu kalau aku sangat mencintaimu dari sejak dulu. Sejak kita berhubungan untuk pertama kalinya." ucap Kenan dengan serius pada Fairi.
Fairi tersenyum sekilas dan kembali berbalik menatap keluar jendela. "Aku tak bisa menjanjikan apa pun pada mu Ken, luka yang terpatri terlalu dalam akan lama sembuhnya, dan walau sudah ditambal luka itu masih saja membekas dan tak akan sama lagi, ku rasa kau tau itu. Waktu memang bisa menyembuhkan segalanya, tapi waktu juga menyimpan segalanya. Sebaiknya sekarang kita fokus pada pekerjaan dan perkembangan Arman saja, karena aku juga ingin bisa mengembangkan bisnis ayah." jawab Fairi dan hal itu membuat Kenan terdiam.
"Baiklah, aku akan mengikuti apa katamu. Tapi aku tetap mengatakan padamu kalau aku akan mengejar mu, selama kau tak mengatakan tidak ku anggap itu adalah persetujuan." Kenan berkata dan tersenyum.
"Semua apa yang kau rasa dan kau inginkan adalah hak mu, aku tak bisa melarang mu dan kau tak bisa memaksamu. Kita bisa jadi seperti saat ini ku anggap itu bagus." Fairi berbalik dan menatap Kenan dengan senyumnya.
"Ya, terima kasih. Aku akan terus berusaha untuk menjadi ayah yang terbaik dan pasangan yang baik juga, ku harap suatu hari kau bisa membuka hatimu lagi untuk ku. Maafkan aku." Kenan menatap Fairi dan yersenyum.
"Fa, bolehkan aku memeluk mu." tanya Kenan dan Fairi mengangguk
Kenan merasa sangat senang lalu menarik tangan Fairi dan memeluk Fairi "baiklah aku balik dulu kau istirahatlah."
__ADS_1
"Ya, terima kasih." Fairi tersenyum dan mengantarkan Kenan sampai pintu depan.
"Maafkan aku Ken, aku belum bisa menerima mu atas segala yang pernah kau lakukan padaku dulu. Saat ini aku bersedia menjadi teman mu hanya untuk kebaikan Arman saja. Karena bagaimana pun dia membutuhkan ayahnya." gumam Fairi dalam hati dan kembali masuk kedalam.
...💔💔💔...
Keesokan paginya Fairi kembali lagi masuk kantor dan dia mulai aktif lagi, Fairi menempati ruangan ayahnya dan menjadi pimpinan. Suasana kantor terlihat sangat damai dan juga tertib.
Para karyawan yang lama dan yang sudah mengenal Fairi mereka tak menyangka kalau orang yang dulu begitu pendiam dan tak pernah ikut campur dalam urusan perusahaan dan hanya mengerjakan pekerjaannya sendiri telah menjadi orang yang begitu tegas dan tanpa ampun untuk orang - orang yang telah membuat kerugian bagi perusahaan.
"Bu Laras ini adalah dokumen pemasukan selama ini dan ini juga dokumen pemasaran selama 1 tahun terakhir." Lina menyerahkan semua dokumen pada Fairi untuk diperiksa.
"Baiklah, siapkan ruang rapat 30 menit lagi. Aku akan memeriksa ini sebentar." jawab Fairi pada Lina.
"Baik Bu." Lina keluar dan menyiapkan ruang rapat untuk rapat darurat dan juga melihat kinerja para pegawai baru yang ditunjuk oleh Fairi atas saran Handoko.
"Ya ampun aku tak pernah menyangka kalau dia adalah orang yang hebat, dan sikap tenang serta diamnya selama ini adalah untuk memantau semuanya."
"Apa kau tau, aku bahkan tak pernah menyangka kalau tuan Bagus adalah dalang dibalik semua kejadian yang membuat keributan perusahaan selama ini"
"Benar - benar, untungnya Bu Laras selamat dari kecelakaan maut itu, yang katanya itu adalah rencana dari tuan Bagus dan juga nyonya Ayu."
"Ya ampun mereka kejam sekali."
"Hei, lalu bagaimana dengan Tyas putri nyonya Ayu itu. Akan kah dia membalaskan dendam atas penghinaan untuk mamanya itu."
"Kau ini bicara apa, bagaimana itu bisa dibilang penghinaan. Itu adalah rencana jahat atas tindakan kasar yang mencelakai dan mengancam nyawa orang."
Semua pegawai sedang bergosip dan berkasak kusuk membicarakan tentang semua yang telah terjadi di perusahaan dan juga tindakan atasan mereka yang tak pernah mereka sangka sebelumnya.
Siang itu setelah mengadakan rapat darurat Fairi kembali bekerja dan sibuk dengan segala catatan dan juga dokumen yang menumpuk diatas meja kerjanya. Karena Fairi sekarang adalah pimpinan utama dan dia harus mengerjakan semuanya sendiri dengan bantuan para asisten dan juga pegawainya.
"Fa, sudah makan siang?" Kenan yang datang ke kantor Fairi dan membawah makanan untuk Fairi
"Hei kenapa kau ada di sini" Fairi melihat kaget karena Kenan datang tanpa pemberitahuan.
__ADS_1
"Tadi aku ketemu sama Lina dan dia bilang kau baru saja selesai rapat dan belum makan siang, aku datang membawakan makan untuk mu. Karena aku juga belum makan, ayo kita makan bersama." Kenan tersenyum menatap Fairi.
"Kau tak seharusnya melakukan ini Ken." Fairi bangun dari kursinya dan duduk di sofa sama Kenan
"Tak apa, aku memang ingin melakukannya." Kenan menyiapkan makanan yang dibawahnya.
"Hem ini enak sekali." Fairi memuji makan yang dibawakan oleh Kenan.
"Beneran enak, apa kau menyukainya?" Kenan terlihat senang melihat reaksi Fairi.
"Iya benar enak ini, ini sangat lezat dan aku suka. Ini sangat segar baik bandeng dan juga salahnya." jawab Fairi memuji olahan pindang dan salad sayur yang dibawah Kenan.
"Syukurlah jika kau menyukainya dan sesuai dengan selera mu." Kenan merasa sangat senang melihat reaksi Fairi yang makan dengan sangat lahap.
"Hei makan pelan - pelan tak ada yang akan merebut makananmu." Kenan menahan tangan Fairi dan mengusap bibir Fairi dengan tisu karena ada sisa makanan disudut bibir Fairi.
"Ah, terima kasih. Maaf aku sangat menikmatinya karena ini benar - benar nikmat, salad sayurnya sangat segar, pindang bandeng nya juga segar dan semuanya nikmat. Kamu beli dimana ini?" Fairi berkata dengan sangat senang.
"Jika kau suka aku akan membawakannya untukmu setiap makan siang." jawab Kenan dengan sangat puas.
"Hei tidak usah, kau cukup katakan saja dimana kau membelinya aku bisa beli sendiri, karena aku gak mau merepotkan mu. Kamu pasti juga sangat sibuk dengan pekerjaan mu." Fairi berkata dengan menikmati makanannya.
"Tidak repot, nanti aku akan membawakan mu yang lainnya untuk kau cicipi juga. Dan aku senang melakukan ini untuk mu." jawab Kenan tak mau memberitahu dimana tempat Kenan membeli makanan rumahan yang dia bawah hari ini.
"Hem, terserah kau saja. Tadinya aku ingin makan bersama dengan Arman, karena dia paling susah untuk makan sayuran." Fairi berkata sambil menikmati makanannya.
"Kalau begitu nanti aku akan datang untuk makan malam dan akan ku bawakan masakan dari tempat yang sama untuk dinikmati bersama." ucap Kenan seketika.
"Oh tidak usah Ken." Fairi menolak
"Tidak aku akan datang nanti malam, ingat jangan masak aku akan memasakkan, oh tidak akan ku bawakan masakan yang sama." jelas Kenan bingung pada Fairi.
"Baiklah kalau begitu, kalau ada salah sayur kau beli yang banyak dan kalau bisa yang ada wortelnya." Fairi pun mulai request salad pada Kenan.
"Tentu, baiklah aku pergi dulu." Kenan pamit setelah selesai makan siang sama Fairi.
__ADS_1
"Terima kasih makanannya Ken, aku tunggu nanti malam." Fairi berkata tanpa canggung lagi pada Kenan.