
pov bian
malam ini aku pulang lagi kerumah ibu karena bosan melihat istri yang penampilan nya kucel dan jelek
"kamu udah pulang" tanya ibu sewaktu aku baru masuk ke rumah
"sudah bu tapi malas liat wajah istri yang jelek, jadi aku numpang menginap disini lagi ya" kata ku karena
"kok bimbang? ini kan juga rumah kamu nak" ibu duduk disambung ku
"nak ibu minta uang dong, uang belanjaan ibu sudah habis nih" kata ibu menyodorkan tangan nya tanda kalau dia meminta uang
"tapi bu, aku kan sudah kasih ibu uang lima juta kemarin, masa sudah habis bu" kata ku heran dengan gaya hidup ibu ku
"ya karena ibu mesti bayar listrik dan bayar lain lain nya nak" kata ibu lagi
"bu, istri ku saja cuma aku kasih setengah uang dari ibu dan dia bisa cukup memenuhi semua nya, kok ibu jumlah uangnya lebih besar malah gak cukup sih bu" kata ku sudah agak emosi
"kamu mau bandingin ibu sama istri mu yang norak itu? " tanya ibu mulai emosi
"yang lahirin kamu tuh siapa yang besarin kamu juga siapa, istri mu itu cuma orang luar yang tinggal menikmati hasil dari kerja keras kamu, masa' kamu sama ibu bisa seperti itu dan bandingin ibu sama dia, maksud kamu apa? " ibu mengomel, itu yang aku paling tidak suka jika ada yang mengomel karena aku butuh ketenangan jadi lah uang keluar lagi padahal tadi nya uang itu mau aku gunakan buat keperluan disaat mendesak nanti, tapi apa mau di kata daripada ibu ngomel ngomel terus
"nih bu uang nya, aku mau makan bu udah lapar banget nih dari tadi belum makan" kata ku meminta makan
"ya ampun jadi tadi kamu belum makan dirumah mu? " tanya ibu kaget
"iya bu"
"istri mu itu kerjakan nya apa aja sih di rumah, udah gak bisa ngurus rumah ngurus suami gak becus sekarang juga gak masak, jadi untuk apa kamu punya istri" omel ibu lagi
padahal anita tadi masak tapi karena kesal liat wajah nya aku jadi gak selera makan.
"aku makan di luar saja kalau begitu bu" kata ku karena gak akan selesai ibu ngomel nya
" ya sudah kalau begitu, jangan lupa bawa pulang juga buat ibu ya"
"iya bu"
__ADS_1
ujung ujung nya aku tetap makan di luar
"keluar uang lagi deh kalau begini terus gimana aku bisa punya tabungan" kepala ku sudah mau pecah rasa nya
sepulang kerja aku singgah sebentar ke mini market untuk membeli barang yang aku butuh kan, setelah nya aku menuju ke kasir untuk membayar belanjaan ku
"bian" aku menoleh ke belakang karena ada yang menepuk pundak sambil memanggil nama ku
"agnes" kata ku ketika melihat siapa yang memanggil ku tadi
"iya kamu benar, kamu masih ingat sama aku ya" tanya agnes sambil tersenyum menggoda
"ya masih lah, masa' sama mantan sendiri lupa sih? " kata ku balik menggoda nya
"eh, kamu habis ini mau kemana?" tanya nya
"aku rencana nya sih mau pulang"
"oh gitu ya, gimana kalau kita minum kopi dulu, aku yang traktir deh itung itung buat ngerayain pertemuan kita sekarang ini" ajak agnes yang langsung aku setujui
"loh, mumet kenapa? " tanya agnes penasaran
"ya gitu deh, istri ku tu kucel dan jelek bikin aku jadi gak betah tinggal di rumah gak kayak kamu yang modis dan masih cantik kalau dulu aku nikah sama kamu pasti aku bakal jarang keluar rumah" rayu ku yang membuatnya tersenyum manis
"masa' sih bian" tanya nya genit
"iya sayang" goda ku
"kamu kan udah punya istri bian, apa kamu tidak takut jika dia akan marah" tanya nya sambil memegang tangan ku
"untuk apa aku takut sama dia, dia juga aku yang kasih makan lagian ya salah nya sendiri yang tidak bisa merawat tubuh nya agar bisa menarik perhatian ku seperti dirimu"
"Iih bian bisa saja deh" kata nya malu malu
"iya beneran, ngomong ngomong kamu udah nikah belum" tanya ku penasaran dengan status nya saat ini
__ADS_1
"aku baru aja cerai sama suami ku" kata nya sedih
"kok bisa"
"ya bisalah, dia selingkuh dan mempunyai anak dari selingkuhan nya, jadi dia lebih memilih selingkuhan nya daripada aku"
"kok ada ya lelaki bodoh seperti suami mu itu," kataku bermaksud menghibur nya
"kenapa",
"ya dia bodoh karena sudah meninggalkan istri secantik kamu hanya untuk selingkuhan nya saja" kata ku yang yakin dia akan terkesan dengan apa yang aku katakan
"tapi aku tidak bisa punya anak buah maka nya dia ninggalin aku" dia masih sedih dengan perceraian nya
"sudah jangan dipikirin lagi laki laki seperti itu"
"tapi bian, aku masih mencintai nya"
"kamu masih mencintai dia? sedangkan dia sudah lupa sama kamu" kata ku menekan kan agar dia bisa move on
"sudah jangan sedih lagi, disinii masih ada aku yang mencintai mu sampai sekarang" kata ku serius
aku seakan lupa pada istri dan anak anak ku dirumah saking asyik nya menghibur agnes,
hari sudah mulai gelap jadi aku mengantar kan agnes pulang ke apartemen nya yang serba mewah.
"nes ini apartemen kamu ya" kata ku kagum
"iya yan, apartemen ini di kasih sama mantan suami ku"
"berarti suami mu orang kaya dong nes"
"iya dia emang kaya, kaya banget malah tapi dia sudah mencampak kan aku" agnes mulai sedih lagi jadilah aku disini menghiburnya lagi dan tanpa disadari tidak tahu siapa yang mulai duluan kami melakukan hubungan terlarang ini
"bian bisa tidak kamu jangan pulang hari ini, aku masih kangen" katanya manja
"tapi aku harus pulang"
__ADS_1
"kamu tega ya sama aku, aku sudah nyerahin semua buat kamu, masa' kamu ninggalin aku gitu aja, udah kayak sampah aja aku dibuang gitu aja" kata nya memperlihatkan wajah sedih nya
"jangan ngomong gitu dong sayang, ya sudah aku tidak jadi pulang, aku akan temani kamu terus" kata ku