Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 155


__ADS_3

2 bulan telah berlalu dan Sofiana terlihat sangat marah karena dia telah mendapatkan peringatan dan terancam dipecat dari perusahaannya yang telah membuat dia terkenal dan hidup nyaman serta mewah selama ini.


Dan kerja sama antara perusahaannya dengan perusahaan Kenan telah dialihkan ke Tanti sebagian penanggung jawabnya sekarang, karena Sofiana telah mendapatkan skorsing dari pihak perusahaan untuk kedisiplinan.


...💔💔💔...


"Semuanya telah mengaku dan mereka mengatakan telah bersalah" ucap Handoko pada Fairi saat Fairi datang ke kantor polisi.


"Apakah mereka mengakui semua perbuatan mereka om? Aku ingin mereka mendapatkan hukuman yang layak atas perbuatan mereka yang telah mereka lakukan pada Tyas selama 2 tahun ini hingga merusaknya." Fairi berkata dengan sangat emosi


"Sayang tenanglah" Kenan merangkul Fairi


"Seperti tuntutan yang bu Laras ajukan, kami akan memproses semuanya dan akan menjatuhkan hukuman sesuai dengan hukum yang ada, karena mereka adalah para penjahat yang juga sedang kami cari karena beberapa kejahatan yang telah mereka lakukan." ucap kepala polisi itu pada fairi dan Handoko serta Kenan.


"Iya terserah pak polisi saja, yang jelas saya ingin orang - orang yang telah menyakiti saudara saya mendapatkan hukuman sesuai dengan perbuatan mereka itu saja." ucap Fairi


"Baik Bu." kepala polisi


...💔💔💔...


Disaat Fairi sibuk dengan urusan kasus Tyas dia melupakan Maya untuk menanyakan kebenaran soal Arlan, tapi tanpa diduga justru ada seseorang yang mengirimkan beberapa bukti foto serta keterkaitan antara Maya dengan kasus yang menimpah Arlan hingga membuat Fairi melarikan Arlan ke luar negeri.


"Maya apa yang telah kamu lakukan hah?!" Danang marah pada putrinya saat dia mengetahui kalau tindakan Maya telah membuat Dandi hampir terancam


"Apa maksud papa, kenapa tiba - tiba papa marah padaku tak jelas, bahkan saat aku baru saja pulang." Maya merasa kesal pada papanya yang langsung dimarahi saat baru pulang sekolah.


"Marah - marah tak jelas katamu, ini semuanya apa." Danang melempar foto - foto Maya saat dia bersama dengan Dandi sebelum Dandi mendapatkan pukulan keras dalam traumanya


"Papa dapat semua ini darimana?" Maya terlihat kaget dan memunguti foto yang berserakan didepannya.


"Katakan dulu pada ku apa yang telah kau lakukan pada adikmu hah?!" Danang marah besar


"Aku tak melakukan apa pun, aku hanya mengajaknya bicara dan membawahnya bertemu dengan..." kalimat Maya terhenti karena dia ingat ancaman Sofiana


"Apa kau tau apa yang telah dialami olehnya, dia hampir kehilangan dirinya dan setelah bersusah paya keluar dari rasa itu kau malah membuatnya kembali ke masa itu lagi, apa kau pernah berfikir apa akibatnya jika dia tak mampu mengatasi traumanya." Danang


"Bukankah dia sudah tak apa, dan baik - baik saja. Kenapa papa marah padaku dan membesarkan masalah ini." Maya


"Maya!!" Danang


"Kenapa hanya dia, kenapa hanya dia yang mendapatkan segalanya dengan baik, kenapa pa?! Bukankah harusnya aku juga memiliki segalanya jika saja papa tak datang." Maya marah dan berteriak pada Danang


"Maya cukup, kau harusnya tau dan mengerti kalau semuanya tak akan bisa menjadi seperti yang kau harapkan." Danang merendahkan suaranya


"Tidak, semuanya akan baik - baik saja jika saja papa tak datang dan membiarkan aku menjadi anak orang lain." Maya


"Kau tak mengerti, bahwa tak ada yang menerimamu. Dan jika kau memaksakan diri itu hanya akan menyakitimu saja." Danang


"Bodoh. Aku tak peduli lagi, aku ingin berjalan seperti apa jalanku sendiri." Maya pergi meninggalkan Danang

__ADS_1


"Maya. Maya berhenti, Maya." Danang terus saja berteriak memanggil namun tak dihiraukan oleh Maya.


...💔💔💔...


Fairi dan Kenan kembali pulang ke rumah setelah melihat semua orang - orang yang telah menyakiti Tyas dan salah satu diantara mereka ada yang mengatakan kalau dia telah menargetkan Fairi atas perintah seorang wanita, dan juga dia bersama dengan temanya telah melakukan perbuatan yang membuat seorang anak kecil mendapatkan pukulan mental agar mengalami ketakutan yang berlebih dan dia juga menunjukkan foto orang yang menyuruhnya karena dia tak tau siapa nama dari orang itu.


"Aku ingin permainan ini segerah terselesaikan, aku tak bisa menunggu lagi." Fairi berkata dengan menahan rasa kesal


"Tenanglah sayang semuanya akan berjalan sesuai dengan rencana, aku pasti akan melakukan yang terbaik." Kenan berkata dengan penuh keyakinan.


"Aku ingin dia mendapatkan rasa yang memukul dia hingga membuat dia putus asah" Fairi berkata penuh dengan amarah.


Handoko diminta Fairi untuk mendekati orang - orang dari keluarga petinggi yang ada di kotanya Handoko di Bogor. Dan Fairi ingin menangani langsung orang - orang itu.


...💔💔💔...


Dalam malam amal yang terjadi 1 Minggu setelah semua masalah di kantor polisi Fairi datang sendiri dia tak bareng dengan Kenan, sedangkan Kenan datang setelah Fairi dan terlihat mereka berdua berjauhan dan tak saling tegur sapa.


"Hei bukankah itu adalah istri tuan Kenan, kenapa dia datang sendirian dan tuan Kenan juga datang sendiri"


"Kau benar, sepertinya mereka sedang tak akur. Karena sejak dari tadi aku melihat dan memperhatikan kalau mereka berjauhan"


"Kau benar, mereka juga tak saling tegur sapa. Kalau dari rumor yang terbaru yang ku dengar katanya mereka sudah berpisah bahkan tak lagi satu rumah."


"Benarkah? Ya ampun orang kaya selalu saja ya buat sensasi."


"Apa yang terjadi, apakah Kenan dan Laras sedang berselisih?" Sofiana yang malam itu juga datang mendengarkan gosip itu dan merasa penasaran.


"Apa yang sedang kalian bicarakan" Sofiana mendekati mereka yang tadi bergosip dan bertanya.


"Oh itu, pimpinan perusahaan besar tuan Kenan dan Bu Laras sepertinya mereka sedang dalam proses berpisah. Karena mereka datang sendiri - sendiri, dan saat ini terlihat Bu Laras sedang dekat dengan tuan Jhonson dari luar pemilik hotel Jhonson dan perusahaan ternama yang memiliki banyak cabang." jelas seorang wanita dengan sangat antusias.


"Oh." Sofiana merespon biasa saja, namun dalam hati dia sangat senang dengan kabar itu.


Malam itu dijadikan Sofiana sebagai aksi pendekatan pada Kenan lagi, Sofiana berusaha untuk mengambil hati Kenan dan dia terlihat sangat senang dengan respon Kenan yang baik dan juga hangat.


...💔💔💔...


"Sofiana apa yang telah kamu lakukan ini" Alika


"Diam lah dan jangan ikut campur kamu hanya karyawan biasa sebaiknya kamu diam saja." Sofiana


"Tapi ini tak benar, kamu membawah orang ke hotel. Jika ketahuan sama tuan Sujono atau taun Jhonson kau akan kena masalah" Alika


"Diam.! Jika kau tak membuka mulut maka tak akan ada yang tau, awas jika kau berani berkata" Sofiana mengancam Alika


"Alila sudahlah biarkan saja itu bukan urusan kita." Dayu menarik Alika pergi


"Kita bisa kena kalau membiarkan dia" Alika masih bersih keras.

__ADS_1


"Hei sudahlah, apakah kau tak kenal dengan Sofiana. Dia itu adalah orang berpengaruh dan kepercayaan bos jika kita membuat masalah dengannya maka hanya kita yang akan kena, sudah biarkan saja biar bos tau sendiri perbuatannya. Yang jelas kita sudah mengingatkan dia dan berusaha untuk mencegahnya." Dayu menasehati Alika.


Malam itu Sofiana membawah Kenan ke hotel setelah dari acara amal karena Kenan sedang dalam masa sulit dan mulai menerima Sofiana dengan baik. Dan sofiana terlihat sangat senang karena Kenan tak menolaknya saat dia menyentuhnya dan merayunya.


"Ken apakah kau sadar apa yang sedang kita lakukan sekarang?" Sofiana duduk disamping Kenan sambil bersandar pada bahu Kenan.


"Aku tau kenapa, kau tak suka?" jawab Kenan ringan sambil menghisap rokoknya.


"Aku sangat senang kamu telah kembali kepada dirimu yang dulu Ken." Sofiana


"Harusnya kita tak di sini, aku ingin kita di rumahmu saja. Aku kenal dengan atasan hotel ini dan aku takut kalau nanti akan ada masalah." Kenan berkata dan menatap Sofiana.


"Begitukah menurut mu" Sofiana menatap Kenan


"Hem." Kenan mengangguk


"Baiklah, ayo kita pergi" Sofiana


...💔💔💔...


Beberapa hari kemudian tersebar kabar kalau Kenan menjalin hubungan dengan Sofiana karena Fairi sebagai seorang istri tak bisa menjaga dan melayani Kenan dengan baik, dan dia lebih suka sibuk dengan pekerjaannya tanpa menghiraukan Kenan.


"Apa ini sebenarnya kenapa ada pengungkapan seperti ini" Farid terlihat tak percaya kalau Kenan melakukan pengungkapan yang diluar dugaan bahkan dia dengan santai menyatakan kalau dia telah bersama dengan Sofiana lewat wawancara yang diadakan beberapa hari lalu.


Papa dan mama Kenan juga merasa kaget dan marah besar dengan apa yang telah dilakukan Kenan saat ini, karena Kenan secara terang - terangan menunjukkan kedekatannya dengan Sofiana didepan umum. Bahkan berkali - kali terlihat dan tertangkap kamera kalau Kenan dan Sofiana pergi kesuatau tempat bersama dan mereka saling bergandengan tangan.


"Fa apa kau tau apa yang sedang terjadi saat ini" Amrita berkata dengan tak sabar saat mereka sedang berkumpul di rumah Farid untuk merayakan ulang tahun putra Farid dan putri Melisa.


"Benar, kenapa kau malah diam saja dan membiarkan semuanya begitu saja." Sri pun merasa kesal


"Memangnya kenapa, bukankah itu hanya rumor." jawab Fairi santai


"Rumor?" Amrita dan Sri berkata bersamaan dan saling menatap tak percaya dengan apa respon Fairi


"Kenapa kalian heboh, aku mempercayai Kenan, dan aku juga yakin dengan dia." jawab Fairi lagi


"Fa!!" Amrita dan Sri kembali berteriak tak sabar.


"Apa maksudmu dari mbak Laras, percaya, yakin, bahkan aku melihat sendiri kalau Sofiana itu selalu gentayangan di kantor hanya untuk merayu kak Ken." Melisa merasa gemas dengan Fairi


"Apa kau sudah tak bisa membedakan antara kenyataan dan bukan Fa" Farid pun ikut gemas dengan Fairi


"Hei, ini adalah hari baik dan hari perayaan bertambahnya usia anak - anak kita kenapa kalian malah membahas hal yang tak baik, sudah lupakan. Ayo kita bersenang - senang." Fairi mengalihkan pembicaraan


"Kau benar - benar tak peduli dengan semuanya Fa?" Farid masih tak percaya dengan semua yang terjadi


"Aku tak apa dan aku baik - baik saja"


Fairi menanggapi biasa saja soal rumor yang tersebar atas pengungkapan Kenan pada Sofiana bahkan Fairi tak peduli dengan semua cerita yang dia dengar dari banyak orang.

__ADS_1


__ADS_2