Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 147


__ADS_3

Setelah pengumuman atas pernikahan dan juga pernyataan bahwa mereka adalah suami istri yang sah, dan sudah diketahui oleh banyak orang Kenan jadi lebih leluasa menunjukkan perhatian dan juga cintanya pada Fairi, bahkan dia tak peduli kalau harus terlihat mesra didepan karyawan atau orang lain yang melihat.


Tingkah laku Kenan sudah tak membuat Fairi merasa kaget lagi, karena Kenan sama persis seperti anak kecil saat dia berada didekat Fairi, bahkan saat jalan keluar pun Fairi bagai mengasuh dua anak kecil yaitu Kenan dan Arlan. Kedua pria itu selalu membuat Fairi pusing setiap kali makan diluar atau sekedar jalan - jalan santai.


"Mama Lan Lan mau es krim itu" Arlan menunjuk tukang es krim keliling saat mereka berjalan santai disebuah taman


"Aku juga mau ya sayang." Kenan pun ikut lari bersama dengan Arlan.


"Sayang yang bayar ya pak." ucap Kenan lalu dia pergi bersama dengan Arlan


"Iya honey ku yang bayar" teriak Arlan


"Benar honey." Kenan


"Eh tuan sayang siapa? Honey itu siapa?" tukang es krim merasa bingung "lah aku harus mencari kemana orang yang bernama sayang dan honey." tuang es krim menggaruk kepalanya


"Maaf pak biar saya yang bayar" Fairi berkata dengan malu


"Oalah nona toh sayangnya tuan tadi, maaf saya sempat bingung karena disebut sayang dan honey." tukang es krim


"Maaf ya pak, putra dan suami saya membuat anda bingung" Fairi berkata dengan tersenyum malu


"Hei kalian mau kemana hah?! Tidur di luar atau berhenti, pilih yang mana" teriak Fairi dengan lantang


"Ya ampun kasian sekali nona itu, suami dan anaknya sama - sama nakalnya. Dia pasti kelelahan setiap hari." tukang es krim itu bergumam dan menatap Fairi dengan kasian.


"Kalian mau lari sampai mana lagi aku sudah tak sanggup tau, dan kau Ken jangan mengajarkan kata yang aneh pada Bee." Fairi bernafas dengan tersengal karena mengejar Kenan dan Arlan.


"Mama lelah" Arlan meniup wajah Fairi


"Baiklah ayo kita pulang sekarang karena kita akan menjenguk adek bayi nanti." Kenan mengangkat Arlan dan mereka berjalan pulang.


Tanpa mereka sadari kalau ada seseorang yang memperhatikan mereka sejak dari tadi dan orang itu merasa tak suka dengan kebahagiaan Fairi dan Kenan


"Kenapa mereka harus bahagia dan tertawa sedangkan mereka telah merampas kebahagiaanku." gumam Maya dengan kesal


"Kau tak menyukai mereka?" Sofiana yang ada didekat Maya kaget mendengar kalau Maya juga membenci Fairi


"Tante siapa?" Maya menatap Sofiana dengan mengerutkan alisnya.


"Kamu tak perlu tau siapa aku, karena orang yang kita benci sama seharusnya kita bekerja sama bukan" Sofiana mencoba untuk memanfaatkan Maya.


"Aku tak butuh." Maya pergi dan tak peduli


"Aku tau kelemahan mereka, dia adalah wanita yang telah melakukan operasi plastik untuk merubah bentuk wajahnya dan anaknya memiliki gangguan trauma dan dalam masa pengobatan." Sofiana berkata dan Maya berhenti saat mendengar itu


"Apa maksud Tante, anaknya memiliki gangguan mental?" Maya berkata dengan kaget.


"Begitulah." Sofiana berkata dan mendekati Maya lalu membisikkan sesuatu pada Maya.


...💔💔💔...


"Sayang belajar yang rajin ya, dengarkan apa kata Bu guru ok" Fairi memberitahu Arlan yang saat ini mengantarkan Arlan pergi ke sekolah karena Kenan ada pekerjaan di luar kota.


"Iya ma." Arlan terlihat sangat ceria.


Setelah itu Fairi mengawasi anaknya masuk dan mulai berjalan sama beberapa temannya dan Fairi pun pergi ke kantornya.


...💔💔💔...


Setelah menjalankan semua kesibukannya Fairi tak tau kalau ada panggil ke nomernya berkali - kali dan saat dilihat sudah ada sekitar 10 panggilan tak terjawab yang berakhir 30 menit yang lalu.

__ADS_1


"Halo, maaf tadi saya tak membawah ponsel saya. Apa ada masalah Bu?" Fairi menghubungi balik nomer itu yang ternyata adalah guru di sekolah Arlan.


"Apa yang anda katakan, lalu dimana sekarang putra saya?" Fairi terlihat panik


"Baik saya akan kesana sekarang juga." Fairi langsung lari meninggalkan kantornya dan dia tak menghiraukan walau Lina teriak memanggilnya.


Fairi memacu mobilnya dengan sangat cepat karena dia merasa khawatir dengan putranya yang saat ini telah mengunci diri dan histeris pada semua orang.


...💔💔💔...


"Bee, dimana putra saya Bu" Fairi langsung lari dan bertanya pada seorang guru


"Dia ada diatas Bu Laras, tadi dia lari ke atas." ucap seorang guru


Fairi lari ke atas ke arah atap sekolah bersama beberapa guru yang lainnya, terdengar teriakan Arlan dengan suara tangisnya yang histeris.


"Bee..." Fairi menatap putranya meringkuk di pojok dengan membawah sebuah papan kayu dan tubuh penuh dengan luka - luka.


"Apa yang terjadi sebenarnya" Fairi menangis menatap putranya


"Kami tidak tau apa yang terjadi Bu, saat kami datang dia sudah meringkuk dan penuh dengan luka" jelas guru itu pada Fairi.


"Tolong menjauh lah, tinggalkan dia dan jangan mendekat, tolong tinggalkan kami berdua. Berikan putra saya ketenangan" Fairi menatap semua orang dan meminta mereka untuk pergi


"Tidak, tidak" teriak Arlan dan menutup kepalanya dengan tangan saat didekati oleh Fairi


"Sayang, Bee, ini mama nak" Fairi berusaha untuk mendekati lagi


Arlan melempar apa pun yang ada didekatnya dengan tubuh bergetar dan tatapan takut.


"Sayang ini mama, sayang lihatlah ini mama." Fairi tetap berusaha mendekati Arlan


Fairi mendekati perlahan dan menyanyikan lagu Twinkle, Twinkle little star yang biasa dia nyanyikan bersama dengan Arlan saat mereka sedang bermain dan latihan musik.


"Iya sayang ini mama sayang." Fairi membuka kedua tangannya lebar


"Mama" Arlan lari dan masuk kedalam pelukan Fairi.


"Sayang tidak apa, ada mama di sini." Fairi memeluk erat Arlan.


Tubuh Arlan menggigil gemetar dan juga panas tinggi, seketika Arlan langsung pingsan begitu dalam dekapan Fairi. Dengan cepat Fairi membawah Arlan pergi dari sekolahnya dan menuju ke rumah sakit.


...💔💔💔...


"Fa apa yang terjadi?" Dafid terlihat panik saat dia bertemu dengan Fairi setelah tadi dihubungi Fairi kalau dia akan ke rumah sakitnya


"Aku tak tau tolong dia." Fairi berkata sambil mengais


Hati Fairi terasa hancur saat dia melihat dan mendapati putra yang tadi diantar dengan baik - baik ke sekolah dan sekarang penuh dengan luka disekujur tubuhnya.


"Bagaimana kenapa dengan dia, apa dia tak papa?" Fairi bertanya dengan panik pada Dafid yang keluar dari ruangan rawat.


"Sepertinya dia mengalami penganiayaan, karena ada beberapa luka lebam seperti habis dipukul dan juga cubitan." jelas Dafid


"Apa, siapa yang tega melakukan ini padanya. Siapa yang melakukan itu pada anak kecil." Fairi menangis dan semakin hancur karena menganggap dirinya tak bisa melindungi putranya.


"Maafkan mama sayang, tolong maafkan mama. Ini salah mama, Bee." Fairi terus menangisi Arlan saat dia sudah dipindahkan ke ruang rawat inap


"Fa jangan menangis terus." Amrita menemani Fairi dan menenangkannya


"Sayang, bagaimana dengan cucu mama." Nyonya Tias pun datang dan dia langsung memeluk Fairi

__ADS_1


Fairi semakin menangis dalam pelukan nyonya Tias dan nyonya Tias pun jadi ikutan menangis.


"Bagaimana hasilnya, siapa yang melakukan hal itu pada cucuku." Tuan Bram bertanya pada Dafid


"Hem, Fahmi dan kak Farid masih menyelidikinya pa." Dafid


"Tenanglah sayang, papa akan melakukan semuanya. Papa tak akan membiarkan orang yang menyakiti cucuku bisa selamat." Tuan Bram menepuk bahu Fairi


"Sayang, Fa ada apa dengan putra kita." Kenan menerobos masuk dan langsung menarik Fairi dalam pelukannya


"Tenanglah, aku tak akan memaafkan siapa pun orangnya" Kenan mendekap erat Fairi.


Seminggu pun telah berlalu dan Arlan telah mengalami trauma lagi, dia tak bisa didekati oleh siapa pun dan dia juga selalu histeris dan memukul siapa saja yang mendekatinya.


"Maaf Bu ini akan sangat berbahaya karena dia bisa mencelakai orang, sebaiknya anda serahkan saja sama dokter dan perawat." cegah seorang perawat pada Fairi.


"Apa maksud anda, dia adalah putra saya." Fairi berkata dengan nada tinggi


"Fa sebaiknya dengarkan apa kata perawat, biarkan Bee mendapatkan perawatan Fa. Kau baru pulih dari sakit" Kenan menahan Fairi


"Tapi dia putraku kenapa kalian menahan ku, lepaskan aku Ken." Fairi bersih keras


"Fa, tapi kau baru saja pulih" Kenan membentak Fairi


"Aku tak peduli, aku hanya ingin putraku" Fairi berontak.


Ya Fairi mengalami gegar otak karena tak sengaja kejatuhan almari yang menimpah dia saat dia mendekati Arlan yang sedang histeris dan Fairi harus dirawat selama 1 Minggu karena tak sadarkan diri.


"Bu jangan" seorang perawat menahan Fairi tapi Fairi mendorong perawat itu.


Fairi menyayikan lagu Twinkle little star dan berjalan mendekat perlahan pada Arlan yang duduk meringkuk di sudut kamar dengan darah yang keluar dari bekas selang infus yang tercabut.


"Mama, mama" Arlan menangis dan bangun mendekati Fairi.


"Sayang putra mama, sayang ini mama nak" Fairi memeluk Arlan dan dokter memberikan suntikan penenang pada Arlan


"Mas aku tak ingin putramu terus disuntik obat penenang, aku ingin membawah putraku pulang saja" Fairi


"Tapi sayang" Kenan


"Ku mohon, aku ingin merawat dia sendiri, ku mohon" Fairi memohon pada Kenan


"Baiklah kita bawah dia pulang" Kenan pun setuju dan dia membuat pernyataan pulang paksa pada pihak rumah sakit.


Selama sebulan Fairi melatih Arlan dan mengajarinya lagi dari awal, serta membuat Arlan untuk bisa beradaptasi lagi dengan dunia luar.


Fairi fokus pada kesehatan Arlan dan di menyerahkan semua urusan pekerjakan pada Kenan dan Lina. Setiap hari selama 24 jam Fairi selalu berada didekat Arlan untuk membiasakan Arlan mengenalinya tanpa harus meminum obatnya. Karena Fairi telah menurunkan sendiri dosis obat yang seharusnya diminum 3 kali dalam sehari Fairi hanya memberikan 1 kali sehari.


3 bulan berlalu dan Arlan mulai tenang walau dia masih memiliki tatapan yang kosong dan hanya mengenali Fairi dan Kemal serta hanya bisa didekati oleh Fairi dan Kemal saja.


"Prince, kemarilah" Kemal membawah Arlan keluar rumah


"Dengarkan kakak, saat kau merasa takut dan sendirian maka tutup matamu dan bayangkan kalau mama ada bersama dengan mu, dengarkan dan kenali langkah kaki mama, dan kenali aroma tubuh mama, lihatlah mama dengan hatimu bukan matamu. Kekuatanmu ada dalam hatimu dan keberanianmu berasal dari hatimu, jangan pernah takut prince karena mama akan selalu ada bersama dengan kita, jika kau tak dapat menemukan mama atau melihatnya maka lakukan semua yang kakak ajarkan, temukan mama dalam dirimu dan carilah mama dengan semua indra yang kau miliki" Kemal menutup mata Arlan dan mengajari Arlan untuk pekan dan membayangkan keberadaan Fairi


Setiap seminggu sekali Kemal memberitahu Arlan dan mengajarkan pada Arlan untuk mencari keberadaan mamanya dan menemukan dimana mamanya berada dalam rumah itu, dan secara bertahap pun Arlan mulai bisa mengenali aroma tubuh mamanya karena setiap hari dia tidur dalam dekapan Fairi, serta merasakan langkah Fairi yang setiap pagi masuk kedalam kamarnya untuk membangunkannya, hingga Arlan terbiasa dan bisa langsung bangun setiap kali Fairi masuk membuka pintu kamarnya.


6 bulan telah berlalu dan kepekaan Arlan terhadap Fairi semakin baik bahkan Arlan bisa menemukan Fairi dengan cepat karena Arlan bisa langsung menuju ketempat dimana Fairi berada tanpa harus mencarinya dengan berkeliling lagi.


Perlahan Arlan telah tersenyum dan mulai berinteraksi dengan orang lain selain Fairi, Kemal dan Kenan. Bahkan Kenan pun juga ikut melatih Arlan dan keberanian Arlan terhadap orang lain. Bahkan Kenan mengajari Arlan cara menghindari serta mengenali orang - orang yang ingin melakukan perbuatan yang dianggapnya tak nyaman pada dirinya.


Membutuhkan waktu yang lama lagi bagi Fairi untuk membuat Arlan bisa bersosialisasi lagi seperti dulu, dan 1 tahun telah berlalu. Setiap hari Fairi membawah Arlan pergi ke kantor untuk melihat dan bertemu dengan banyak orang. Bahkan Fairi juga mendatangkan guru musik pribadi untuk melatih daya ingat dan kesabaran Arlan seperti dulu lagi, agar dia tak histeris setiap saat.

__ADS_1


Dari mulai pengobatan dan melatih sudah berjalan selama 1 setengah tahun dan Arlan menunjukkan perkembangan, bahkan Kemal yang berada di luar negeri juga selalu pulang setiap seminggu sekali untuk menepati janjinya dengan sang adik dan juga selalu melakukan panggilan video setiap hari dengan Arlan dan mengenalkan teman - temannya untuk melatih Arlan berinteraksi dengan orang baru yang baru dia lihat dan dia kenal.


Arlan juga mulai menjalani Homeschooling karena Fairi tak ingin terjadi hal buruk lagi pada Arlan, dan juga Arlan masih belum begitu bisa beradaptasi dengan orang baru yang ada didekatnya.


__ADS_2