Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Episode 235


__ADS_3

Amyra menggeliatkan tubuhnya, perutnya yang semakin membuncit membuatnya tidur serbah salah. Ia melihat Denny yang tampak meringkuk di ranjang dengan selimut berantakan.


Amyra yang ingin mengakhiri sandiwaranya karena tak tega terus-menerus mendiamkan suaminya, mencoba membenahi selimut itu.


Namun saat mencoba menarik selimut yang berantakan tersebut, Ia tampa sengaja menyentuh kulit lengan suaminya, terasa panas, dan sepertinya Denny terserang demam.


Sesaat Amyra merasa khawatir, sedangkan saat ini menunjukkan pukul 10 malam. Amyra menyentuh kening Denny, panas sekali. Lalu Ia beranjak dari ranjang, membuka laci nakas dan mengambil thermometer lalu meletakkan di ketiak Denny, dan saat alat itu berbunyi, tertera angka 38° C.


Sektika Amyra merasa cemas. Ia meraih handuk kecil, lalu berjalan kekamar mandi, dan membasahinya.


Sembari berjalan tertatih dan memegangi pinggangnya yang terasa sakit karena proses kehamilannya, Ia membawa kain yang sudah dibasahinya itu dan menempelkannya dikening suaminya.


"Kenapa pakai demam, Sih Mas" guman Anyra lirih, lalu mengambil minyak kayu putih, dan membalurkannya keseluruh tubuh Denny, dan memijatnya dengan lembut.


Denny yang tersadar, berpura-pura tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Amyra dan semakin berpura-pura menggigil.


Melihat hal tersebut, Amyra memeluk tubuh Denny, rasa kahwatirnya semakin kuat, hendak memanggil dokter namun sudah hampir larut malam.


"Jangan gini donk, Mas.. Buat Myra khawatir saja" gumannya lirih.


Denny tersenyum tipis melihat aksinya berhasil memperdaya Amyra.


"Heeem.. Ternyata harus sakit dulu baru mau bicara lagi" guman Denny dalam hatinya.


Melihat Kompres dikepala Denny sudah mengering, Amyra beranjak ke dapur, mengambil wadah plastik untuk mengisi air dingin yang akan digunakan untuk mengompres kening Denny.


Lalu Ia membawanya kekamar dengan tertatih.


Amyra meletakkan wadah itu ke atas meja nakas, dan merendam kembali handuk kecil tersebut dengan air dingin yang dicampurnya dengan beberapa balok kecil es batu.


Setelah itu Ia melihat kotak p3k dan mengambil paracegmtamol untuk diberikannya kepada Denny. Ia menuangkan segelas air putih dan mencoba membangunkan Denny.


"Mas.. Mas.. Bangunlah.. minum obatnya, suhu tubuh kamu banget" ucap Amyra dengan lirih.

__ADS_1


Setelah beberapa hari tidak bertegur sapa, akhirnya Amyra membuka mulutnya untuk berbicara kepada Denny.


Denny menggeliatkan tubuhnya dan mencoba menegerjapkan kedua matanya. Tatapannya dibuat sesayu mungkin agar Amyra merasa iba padanya.


"Bangunlah, minum obatnya, suhu tubuh kamu terlalu panas sekali, Mas" ucap Amyra dengan nada lirih.


Denny lalu beranjak bangkit, meraih tablet paracetamol dan menelannya dengan menggunakan bantuan air putih, lalu kembali berbaring miring.


Meskipun sebenarnya tubuhnya memang sakit, namun setidaknya Ia senang, sebab Amyra masih peduli padanya.


Amyra kemudian memijat kepala Denny dengan membuhuhkan minyak kayu putih disekitar ubun-ubun dan bagian kepala Denny, memijatnya dengan lembut, hingga akhirnya Ia tertidur lelap tanpa sadar.


Mengetahui Amyra tertidur, Denny menatapnya, lalu mengecup lembut kening wanita yang kini begitu sangat berarti dihidupnya.


Ia tahu jika sebenarnya Amyra masih mempercayainya, tidak mungkin Ia berpaling dari wanita yang begitu tulus mencintainya dan juga tangguh dalam menghadapi segala persoalan hidup yang pernah dilaluinya.


Kemudian Denny memejamkan matanya dan tertidur lelap karena pengaruh obat yang baru diminumnya.


****


Amyra sepertinya sedang berada didapur. Ia memasak bubur dengan sup sayuran.


Meskipun berat tubuhnya kian bertambah karena janinnya yang terus berkembang, sehingga membuatnya tertatih berjalan sembari membawa nampan berisi semangkuk bubur dan sup sayuran.


Ia membawanya ke meja nakas lalu duduk ditepian ranjang "Mas.. Bangunlah.. Sarapan, ini Myra buatkan bubur sup sayuran kesukaan, Mas" ucap Amyra yang sudah sedia dengan semangkuk buburnya.


Denny mengerjapkan kedua matanya, lalu berusaha beranjak dari tidurnya dan duduk bersandar.


"Nih.. Makanlah" ucap Amyra sembari menyuapkan bubur tersebut dengan sesendok penuh.


Meskipun sedang tidak berselera, namun karena istri tercintanya yang menyuapkan, membuat selera makannya bertambah.


Denny makan dengan lahab, lalu meminum obatnya kembali, dan panas suhu tubuhnya mulai menurun, meski kepalanya masih terasa berat.

__ADS_1


Denny mengingat jika Ia kemarin terkena hujan panas saat berada dilapangan meninjau pembangun gudang penyimpanan stok bahan produksi.


Setelah selesai sarapan dan meminum obat, Ia kembali berbaring. Tak berselang lama sebuah pesan masuk kedalam phonsel Denny, dan satu nomor dari Fhytri.


"Mas.. Fhitry mengirimkan pesan" ucap Amyra memberitahu.


"Buka saja, balaskan padanya jika Mas tidak masuk hari karena masih sakit. Dan kirimkan pesan padanya agar menyelesaikan laporan mingguan" ucap Denny dan kembali terpejam, Ia begitu sangat mengantuk.


Amyra membuka pesan WA dari Fyhtri. Dan saat membuakanya, seketika mata Amyra membola dan sembari menutup mulutnya agar tak dicurigai Denny.


Dalam pesannya Fhytri menjelaskan jika vedeo vulgar itu direkam sendiri oleh Grace dannitu terbukti dari tayangan waktu pembuatan vedeo dan saat Denny keluar dari ruang kerja.


Lalu Fhytri juga menjelaskan skandal Tony dengan Grace yang sudah cukup bukti memecat keduanya secara tidak hormat.


Fhytri juga mengatakan bersiap untuk menjadi saksi jika diperlukan.


Meskipun Amyra sudah mendapat penjelasan dri Rudy sebelumnya, namun Ia tak menduga jika Grace semarah itu kepada suaminya karena sebab tak berhasil di rayu. Ia memandang suaminya yang terbaring miring memunggunginya dengan tubuh masih meringkuk.


Ia menyadari jika Denny benar-benar telah bersungguh untuk berubah dan menjaga kesucian cinta mereka.


Ia tersenyum tipis, lalu meletakkan kembali phonsel tersebut setelah membalas pesan yang diminta ileh Denny.


Amyra membenahi selimut Denny, membelai lembut rambut Denny yang tebal dan mengecup punggung pria itu, lalu beranjak dari ranjang.


Amyra sedang menyiapkan infus water berisi potongan lemon dan madu. Ia akan memberikannya kepada Denny saat terabngun nanti.


Rasa cinta dan kepercayaannya kian tumbuh dan semakin berkembang.


Sementara itu, Denny masih terlelap dalam tidurnya. Ia menjemput mimpinya dalam kebahagiaannyang nyata.


Kini Ia tak lagi khawatir jika Amyra masih ngambek padanya. Meskipun harus dengan cara sakit demam, akhirnya Ia dapat kembali merebut hati Amyra, yang mana Ia tahu jika wanitanya masih mencintainya sama seperti sebelumnya.


Ternyata dibalik sakitnya Denny ada hikmah yang dapat diambil. Dimana Amyra yang selama beberapa hari mendiamkannya tiba-tiba berbicara secara reflejs dan merawatnya yang sedang sakit dengan ketulusan, meskioun Ia sendiri butuh istirahat karena kehamilannya yang kian membuncit.

__ADS_1


Meskipun Amyra merasa pingganganya ngilu akibat kehamilannya yang sangat turun, namun Ia tetap mencoba untuk merawat sang suami.


Ia merasa bersalah karena terus bersandiwara selama ini, namun itu membuktikan jika Denny bersungguh mencintai, sebab suaminya tampak begitu gigih ingin membuat keluarganya tehap utuh dalam satu ikatan.


__ADS_2