Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 88


__ADS_3

Sikap si kecil Kemal tak sesuai dengan usianya yang masih kecil, walau saat pemakaman dia menangis meraung - raung setelah Kenan memberitahu dia bahwa mamanya tak akan pernah kembali karena sudah pulang ke rumah Tuhan untuk selanya. Namun kini seolah dia lebih dewasa dari pada Kenan yang mulai menyentuh minuman keras dan lupa dengan ibadahnya lagi.


1 bln yang lalu


"Kenapa, kenapa semua orang menangis?" Kemal bertanya dengan berderai air mata.


"Sayang, maaf. Hari ini mama tak akan kembali sama kita karena mama telah pulang ke rumah tuhan di surga dan kita tak akan pernah bisa melihat mama lagi." jelas Kenan pada Kemal


"Tidak, aku belum cerita sama honey kalau aku menemukan papa. Apa honey marah sama aku karena cerita sama papa kalau honey pergi sama om bule, kenapa aku ditinggalkan sendiri aku mau ikut." Kemal merengek dan mulai lari mendekati peti tempat Fairi berbaring.


"Sayang cucu kakek." Tuan Adi yang baru datang bersama dengan Handoko dan istri serta putrinya menangis melihat Kemal.


*Kakek kenapa honey meninggalkan aku pulang ke surga sendirian aku mau ikut kakek." rengek Kemal dan Kenan tak kuat melihat itu


"Sayang...nak, ayo jangan menangis kasian mama nanti gak bisa jadi Dewi yang akan menyaksikan kamu dari bulan." Tuan Bram mengangkat Kemal menjauh dari peti.


"Tuan, tuan apa yang terjadi. Air tolong ambilkan air." Handoko kaget dan panik saat mendapati bosnya mengalami sesak nafas setelah membuka dan melihat jasad Fairi.


Tuan Adi mulai kesulitan untuk bernafas, Handoko dan orang lainnya kebingungan tapi nyonya Ayu diam saja dan terlihat biasa saja bahkan dia menahan Tyas putrinya untuk tak mendekat. Lalu detik berikutnya saat tuan Adi mulai tak sadarkan diri barulah nyonya Ayu mendekat dengan tangisan yang terlihat sangat menyedihkan.


Ambulance yang datang dan membawah tuan Adi tak bisa menolong nyawanya, karena tuan Adi telah tiada saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Dan saat sampai di rumah sakit hanya disiapkan dan dimandikan lalu dibawah pulang lagi untuk dimakamkan bersama dengan Fairi.


"Mama, kenapa mama pergi meninggalkan Arman. Bukankan kita sudah janji aku akan jadi anak mama dan memanggilmu mama saat aku bertemu dengan papa, mama..." Kemal terus saja menangis sepanjang prosesi pemakaman.


"Sayang sudah ya." Kenan memeluk Kemal erat.


"Tapi aku belum memanggilnya mama, papa. Tolong bawah mama kembali, minta mama untuk kembali aku janji gak akan nakal lagi, tolong bawah mama kembali pa, aku mohon." Kemal terus saja meminta Kenan untuk membawah mamanya kembali.

__ADS_1


Semua orang yang melihat tak bisa menahan kesedihan melihat Kemal yang meratapi kepergian mamanya. bahkan Kemal tak mau digendong siapa pun selain Kenan. Amrita yang berusaha membujuk pun tak bisa membuat Kemal tenang dan Kemal juga menolak untuk pergi bersama dengan Amrita. Baju Kenan basah dengan air mata dan ingus Kemal karena terus menangis dan meminta pada Kenan untuk membawah mamanya pulang lagi, hingga kelelahan menangis dan akhirnya Kemal tertidur dalam dekapan Kenan.


Saat ini


"Nak Kenan ya Allah, kenapa pulang dalam keadaan begini lagi." Bi Mina mendapati Kenan mabuk lagi. "Man ayo man siram dengan air agar dia sadar."


"Apa gak apa ni tuan kita disiram air?" Man Ayub sedikit ragu


"Sudah gak papa siram saja." Bi Ningsih pun ikutan memerintah. Dan dengan cepat man Ayub menyemprotkan air ke arah Kenan.


"Oh hoi...hai...kalian mau bikin aku masuk angin hah?" Kenan yang sadar mulai marah.


"Mau sampai kapan seperti ini, bukannya berubah malah memuja setan. Apa seperti ini yang namanya memberi contoh sama anak. Kalau nak Kenan gak bisa menjaga biar bibi bawah kembali saja, bibi masih bisa menjaga Arman seorang diri." Bi Mina marah besar sama Kenan.


"Iya, iya maaf." Kenan bangun sempoyongan dan man Ayub membantunya untuk masuk kamar.


Hari - hari sulit perlahan telah berlalu dan kini Kenan sudah mulai bisa menerima atas kehilangan Fairi, dan si kecil Kemal telah mendapatkan nenek dan kakek barunya. Bi Mina juga sekarang telah tinggal bersama dengan Kenan di rumah kenan bersama dengan bi Ningsih dan man Ayub, mereka bertiga selalu ada untuk Kemal begitu juga dengan nyonya Tias yang setiap hari selalu ke rumah Kenan bahkan sampai menginap.


1 tahun telah berlalu dari sejak kematian Fairi, hari - hari Kenan terasa kosong dan hanya kemal penyemangat hatinya. Setiap akhir pekan Kenan dan Kemal selalu melakukan kegiatan antara papa dan anak untuk berkemah dan mulai mengikuti komunitas orang - orang yang sering melakukan lemah bersama diberbagai tempat. Dan kegiatan itu telah menjadi kegiatan baru dari keduanya, dan tak ketinggalan Agus untuk dibuat repot oleh keduanya.


...💔💔💔...


Saat semua telah berjalan dengan lancar dan nyonya Ayu mulai berusaha untuk memimpin perusahaan, namun kuasa untuk segala aset milik tuan Adi telah dilimpahkan kepada cucunya Kemal dan selama Kemal masih dibawah umur maka Handoko telah menjadi kuasanya untuk menjalankan dan mengelola semuanya termasuk keputusan apa pun yang akan diambil. Dan dengan kuasanya Handoko menunjuk Fahmi sebagai kuasa hukum dari perusahaan serta menangani segala maslah yang berhubungan dengan hukum.


Dengan segala cara nyonya Ayu berusaha untuk menggulingkan Handoko dan Fahmi serta Lina yang merupakan orang - orang kepercayaan dari tuan Adi dan Fairi. Dan nyonya Ayu hanya bisa menjadi wakil dari Handoko yang merupakan pimpinan perusahaan atas surat kuasa yang ditulis dan diwasiatkan oleh tuan Adi.


"Apa yang akan kau lakukan sekarang. Kita tak bisa melawan Handoko karena dia adalah orang kepercayaan Adi dan juga sangat setia pada Adi." Tuan Bagus berkata dan berunding dengan nyonya Ayu.

__ADS_1


"Kita harus mencari celahnya, bangunan saja masih ada celahnya apa lagi kewaspadaannya. Saat hari ulang tahun perusahan aku akan membuatnya jatuh dan tak akan bisa menunjukan wajahnya lagi didepan semua orang." Nyonya Ayu mulai membuat rencana.


"Apa yang ingin kau lakukan." Tuan Bagus bertanya dengan khawatir karena takut kalau nanti nyonya Ayu akan gagal.


"Tenang saja, selama ini Handoko tak pernah menikah lagi setelah istrinya meninggal dan anak - anaknya berkeluarga pasti dia tak akan tahan jika dihadapkan dengan permainan yang sesungguhnya." Nyonya Ayu tersenyum sambil menunjukkan bungkusan kecil pada tuan Bagus, dan melihat itu tuan Bagus ikut tersenyum.


Setelah melalui perundingan dan perdebatan akhirnya telah diputuskan kalau ulang tahun perusahaan akan diselenggarakan dan semua orang setuju kalau acara ulang tahun perusahaan akan dilaksanakan disebuah hotel ternama karena waktu berkabung juga sudah lewat karena sudah 1 tahun lamanya tuan Adi dan Fairi pergi meninggalkan semuanya.


...💔💔💔...


"Wah nyonya pesta malam ini sungguh sangat meriah, ini sangat luar biasa sekali." puji seseorang pada nyonya Ayu


"Baiklah, terima kasih dan silakan dinikmati semuanya." Nyonya Ayu berlaku bagai bintang malam itu


Dan Tyas juga mendekati Kenan dan dia berusaha untuk mengambil hati Kenan dengan berbuat baik pada Kemal yang merupakan anak Kenan sehari - harinya. Dan Kemal yang menganggap Tyas sebagai bibinya dia tak menaruh curiga pada Tyas karena Tyas selalu baik padanya dan setiap ketemu selalu membawahkan makanan ringan untuknya dan juga Arumi yang saat ini sudah mulai bersekolah bersama dengan Kemal.


Acara malam itu memang sungguh sangat meriah dan juga sangat mewah karena mendapatkan dukungan dan sumbangan dari seseorang yang menyatakan dirinya sebagai pengelolah hotel itu. Nyonya Ayu sangat senang karena dia tak harus mengeluarkan banyak biaya untuk pesta malam itu sebab semaunya ditanggung oleh pihak hotel seluruhnya.


"Tunggu, bolehkah aku tau dan bertemu dengan orang yang memberikan hak istimewa ini kepadaku karena aku ingin menghormatinya." ucap nyonya Ayu pada salah satu pegawai hotel itu.


"Maksud anda nona Ayu atau paman dari nona Ayu?" tanya pegawai hotel itu


"Oh aku tidak tau siapa, karena mereka hanya bilang kalau orang itu adalah pengelolah hotel ini." Nyonya Ayu menjawab dengan bingung.


"Oh begitu, baiklah saya akan coba sampaikan pada atasan saya kira - kira orang yang anda cari siapa." jawab pegawai itu lalu pergi.


"Dasar orang aneh, kenapa dia terlihat seperti menyembunyikan sesuatu, apa memang ada sesuatu dibalik semuanya ini? Tapi apa pun itu aku tak peduli." gumam nyonya Ayu sambil tersenyum.

__ADS_1


"Oh siapa wanita - wanita itu, dia sungguh sangat menawan benar - benar wanita idaman." Dua wanita berjalan masuk kedalam ruang perjamuan dimana diadakan pesta nyonya Ayu.


Saat kedua wanita itu berjalan masuk semua mata menatap mereka penuh kagum, dua wanita yang berjalan dan dengan gaun yang sangat mewah serta senyuman yang menawan berjalan mendekati nyonya Ayu dan tuan Bagus yang saat itu sedang berdiri dan berbincang dengan beberapa orang. Kedua wanita itu melemparkan senyum yang menawan pada nyonya Ayu dan juga memberikan hormatnya.


__ADS_2