
Setelah menceritakan semuanya Fairi merasa lega dan dia tak lagi merasa takut akan perubahan dirinya yang mungkin tak dikenali oleh orang terdekatnya.
"Maafkan Mama nak, karena mama tak bisa mengenalimu bahkan mama tak pantas disebut sebagai mamamu karena tak bisa membedakan anaknya dengan benar." Nyonya Tias menangis dan meminta maaf pada Fairi.
"Tak masalah karena semua sudah terjadi." Fairi berkata dengan lembut.
"Mama, ini beneran mama kan." Kemal mendekati Fairi setelah menenangkan adiknya yang tadi sempat ketakutan saat melihat Tyas diseret polisi.
"Sayang." Fairi memeluk Kemal dengan erat. "Maafkan mama"
Kemal menangis dalam pelukan Fairi, "kenapa mama selalu mempermainkan aku, kenapa mama selalu ingin pergi meninggalkan aku. Dulu mama menghilang beberapa tahun dan kali ini mama juga pergi dan bersembunyi sangat lama dari ku." Kemal mengeluh pada Fairi.
"Maafkan mama sayang, putra mama yang baik." Fairi mencium seluruh wajah Kemal.
"Tolong jangan pergi lagi ma, aku juga butuh mama. Aku lelah sendirian dan melihat Arlan yang terus mencari mama. Tolong biarkan aku istirahat ma, tolong jangan tinggalkan aku lagi aku tak akan sanggup lagi." Kemal bergelayut pada Fairi.
Kenan merasa bersalah dan menatap tak berdaya pada Fairi dan Kemal yang saat ini sedang melepaskan rindu. Kenan tak berani untuk mendekati Fairi karena dia merasa telah mengkhianati Fairi dengan menolak kebenaran yang sebenarnya dia rasakan namun dia menolak untuk mengakuinya.
Keesokan harinya Tyas dan Melinda telah diadili dan ditahan dengan hukuman atas tindakannya yang merencanakan penculikan, penyekapan, penganiayaan dan penyiksaan serta penggunaan obat - obatan terlarang juga penyalagunaan bahan berbahaya dan membahayakan keselamatan orang lain.
Fairi pun kembali dan berusaha untuk beradaptasi lagi dengan lingkungan sekitarnya dengan penampilan barunya dan wajah barunya.
"Bu Laras aku sangat senang dan juga bahagia karena Bu Laras telah selamat dan kembali di tengah - tengah kami, dan kami juga sangat menyukai wajah ibu yang baru ini. Ibu Laras terlihat sangat cantik dan lebih segar." ucap Lina dan para pegawai yang lainnya ikut mengiyakan ucapan Lina.
"Terima kasih banyak semuanya dan maaf telah merepotkan kalian semua." Fairi berkata dengan malu.
"Kau sungguh mengejutkan kami semua Fa." Lime juga ikut memuji Fairi.
"Lime, terima kasih karena selama ini kamu ikut menjaga anak - anakku." Fairi pun berterima kasih pada Lime
4 bulan telah berlalu, Melinda dan Tyas telah mendekam dibalik tahanan untuk mempertanggung jawabkan atas segala perbuatan mereka, karena mereka ditahan seumur hidup atas segala tindakan yang mereka lakukan dan juga telah menghilangkan nyawa orang atas semua rencananya.
Sedangkan Fairi telah berbahagia bersama dengan Kedua anaknya, dan Kemal mulai mempelajari bisnis bersama dengan Kenan dan terlihat Kemal sangat cepat belajar karena dia dipersiapkan sebagai pewaris perusahaan besar dari 3 perusahaan yang telah menjadi satu. Sedangkan Arlan dia telah pandai bernyanyi, sehingga Fairi mengarahkan Arlan pada bakat yang dia miliki dengan permainan alat musik.
__ADS_1
"Bagaimana kabar mama dan adikmu" tanya Kenan pada Kemal saat mereka belajar bersama.
"Mereka baik pa, apa papa tak ingin menemui mama." Kemal bertanya dan menatap Kenan
Terlihat Kenan tersenyum sekilas dan tenggelam dalam ingatannya 4 bulan yang lalu saat dia mendatangi rumah Fairi dan bertemu dengan Fairi.
Flashback
"Ada apa Ken." Fairi menerima Kenan dan membawahnya ke ruang kerjanya.
"Maafkan aku Fa, sebenarnya aku datang untuk membicarakan soal kita." Kenan berkata dengan hati - hati
"Maafkan Ken, aku tau kita telah menikah walau itu tak aku tolak tapi aku masih bel bisa percaya padamu. Kita hanya suami istri diatas kertas, aku lebih nyaman seperti saat ini. Jadi maaf aku tak bisa menerima kamu tinggal bersama dengan ku dan anak - anak, tapi jika kamu mau juga tak apa kalau kamu mengajukan perceraian aku akan tanda tangan dengan cepat." jawab Fairi tanpa basah basi
"Tidak, aku tak ingin menceraikan kamu, apa pun yang terjadi aku akan melakukannya. Dan aku tak akan pernah menceraikan mu. Aku terima apa pun keputusanmu." Kenan menjawab dengan cepat karena dia tak ingin berpisah lagi dengan Fairi, jadi Kenan terpaksa menerima apa pun keputusan Fairi pada dirinya walau Fairi tak ingin bersama dengan Kenan dan hanya menganggap pernikahan mereka hanya nama diatas kertas saja.
"Pa, papa" Kemal memukul Kenan yang terlihat bengong.
"Oh, iya" Kenan tersenyum dan menghela nafas dalam
"Tidak juga, ayo pulang jika kemalaman nanti kamu dimarahi mamamu."
Kenan dan Kemal pun pulang dan terlihat Kenan berkali - kali menghela nafas dalam karena mengingat apa kata - kata yang diucapkan oleh Fairi padanya.
"Masuk dulu pa, Arlan pasti akan sangat senang ketemu sama papa." Kemal menyuruh Kenan untuk masuk rumah dulu bertemu dengan Arlan.
Dengan tersenyum namun seolah senyumnya menyiratkan kesedihan karena sampai sekarang pun Fairi masih memberinya hukuman atas tindakan Kenan yang dulu.
"Lan lan, kakak pulang." Kemal teriak memanggil adiknya.
Dari atas Arlan langsung lari begitu dia mendengar suara kakaknya memanggilnya, dengan wajah sumringah dia lari menuruni tangga, "kakak..."
Kemal ikut lari maju karena tak ingin adiknya jatuh dari tangga. "Hei, lain kali jangan lari begini kakak gak suka." Kemal memarahi Arlan namun yang dimarahi hanya senyum dan memeluk Kemal lagi.
__ADS_1
"Lihat siapa yang datang bersama kakak." Kemal mengurai pelukannya dan memutar tubuhnya.
"Papa"
"Halo sayang apa kau tak merindukan papa." Kenan membuka kedua tangannya dan Arlan melompat kedalam pelukan Kenan.
"Rindu papa"
"Kau belajar dengan baik?" Kenan mengangkat tubuh Arlan dan membawahnya duduk di sofa.
"Nek mana mama." Kemal bertanya pada bi Mina
"Mama kamu pergi ke rumah sakit untuk kontrol." jawab Bu Mina "nak Kenan makan malam di sini bersama dulu, atau mau menginap biar bibi siapkan kamar untuk nak Kenan."
"Papa tidur sama Lan Lan." Arlan menjawab dengan cepat
"Benar pa, papa menginap saja di sini." Kemal juga ikut bersuara.
"Em..." Kenan terlihat berfikir
"Tidak apa pak, sebaiknya bapak menginap di sini saja. Saya bisa pulang sendiri, saya aka naik taksi." Agus langsung berinisiatif menjawab.
"Tidak tidak, kau bawah saja mobilnya besok pagi kau jemput aku di sini." Kenan berkata dan tersenyum pada Agus.
"Baik kalau begitu saya permisi." Agus langsung pergi
"Loh, tidak ikut makan dulu." Bi Mina menghela nafas
Setelah selesai makan malam Kenan tidur di kamar Arlan dan Kemal juga ada di sana untuk menyelesaikan tugas rumahnya. Arlan terlihat sangat bahagia bermain bersama dengan Kenan. Senyata Kemal diam - diam merekam keseruan adik dan papanya lalu dikirim ke Fairi.
Saat semua anak - anaknya terlelap dalam mimpi Kenan masih terjaga dan dia berkeliling ruang tengah melihat foto Fairi yang sudah diganti dengan wajahnya yang sekarang. Kenan mengambil bingkai foto yang diletakkan diatas meja dan menatapnya sambil duduk.
"Maafkan aku Fa, karena aku memang egois dan memikirkan diriku sendiri dari dulu. Aku terlalu bahagia saat mendapati bahwa Tyas yang menyerupai dirimu menerima cintaku bahkan mau menjalin hubungan kita yang hancur." Kenan mengusap bingkai foto itu.
__ADS_1
"Wajah baru dan orang sama, kau juga terlihat sangat cantik dengan wajah ini. Kau terlihat lebih muda dari usiamu. Aku mencintaimu Fa."