
"Honey, honey kamu datang menjemput aku." Kemal terlihat sangat senang melihat mamanya datang menjemputnya pulang sekolah.
"Ya, hari ini kita akan berpesta ok Boo" Fairi mengangkat Kemal dan berjalan menuju mobilnya.
"Honey tadi aku dapat teman baru dan dia bilang akan menjadi teman ku, dan tadi kami berbagi bekal bersama sungguh sangat menyenangkan." Kemal bercerita banyak hal mengenai sekolahnya dan Fairi mendengarkan dengan sangat senang.
"Honey, apakah kita akan makan diluar hari ini?" Kemal bertanya dengan penasaran.
"Hem, kita akan makan bersama dengan mama Rita dan yang lainnya, bagaimana kamu suka?" Fairi berkata dengan bahagia
"Benarkah honey? Yeee, asik akan ketemu sama istriku, aku sangat suka." Kemal berteriak dengan sangat senang dan Fairi hanya tersenyum bahagia.
Malam itu Fairi membawah kemal untuk makan malam bersama dengan keluarga Fahmi. Dan terlihat Kemal sama Arumi sangat antusias bermain di tempat makan itu, mereka berdua terlihat sangat menikmati permainan mereka. Ya kemal dan Arumi hanya selisih 2 tahun saja, dan sejak Fairi tau kalau Amrita juga melahirkan anak setelah dirinya Fairi menghubungi Amrita kembali dan memintanya untuk merahasiakan hal itu dari Fahmi, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu kembali dan Fahmi sama Amrita menjadi orang yang selalu mendukung Fairi.
"Aku dengar kalau Tyas telah kembali." ucap Fahmi disela - sela makan mereka
"Iya, dan seperti yang kau ketahui. Mereka pasti akan berbuat ulah, tapi aku sudah siap untuk segala kemungkinan yang akan mereka lakukan. Aku tak ingin mengalah lagi seperti dulu." Fairi berkata dan tersenyum melihat Fahmi.
"Bagus, itu sangat bagus. Dan aku akan selalu ada untuk mu." Fahmi berkata dengan penuh keyakinan.
"Mereka sungguh sangat merepotkan, dan apakah kau tau kalau kemaren aku melihat dia masuk kedalam kamar hotel dengan serang pria, dan dia kelihatannya sedang mabuk berat." Amrita yang melihat Tyas masuk hotel bersama dengan Danang menunjukkan rekaman yang dia ambil pada Fairi.
"Siapa pria ini, apa dia kekasihnya atau simpanannya?" Fairi bertanya dengan penasaran.
"Entahlah, tapi sepertinya mereka bermalam bersama malam itu." Amrita berkata sambil mengangkat kedua bahunya.
"Sudah biarkan saja, itu urusan mereka dan aku tak mau tau." Fairi berkata dan menanggapi video itu dengan cuek.
...💔💔💔...
"Kenan apa yang akan kamu lakukan untuk mengejar dan mendapatkan mantan istrimu kembali?" Farid bertanya pada Kenan yang malam itu datang ke restorannya.
Kenan bernafas dalam dan menatap Farid lalu tersenyum, "Entahlah aku tak tau apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkannya kembali, karena yang terlintas dalam otak ku, aku hanya ingin melindunginya dari segala bahaya apa pun, dan aku tak ingin melihat dia menderita atau menangis lagi seperti dulu."
"Hem, sungguh sangat dalam. Kau seperti menjadi orang lain setelah 7 tahun berlalu dengan kepedihan." Farid berkata dan meledek Kenan.
"Kau minta di pukul ya" Kenan tersenyum dan menatap Farid dengan tangan yang diangkat tinggi bersiap untuk memukul.
"Hei apa yang sedang kalian bicarakan berdua saja, kelihatan sangat seru." Dafid ikut bergabung setelah dia pulang kerja.
__ADS_1
"Hei kau tak langsung pulang malah kesini nanti istrimu mencari mu loh." Kenan berkata dan melihat Dafid yang masih membawah seragam dokternya.
"Abaikan aku, aku hanya ingin bersantai sejenak." Dafid berkata dan terlihat sangat lelah, Kenan dan Farid tersenyum melihat sahabatnya itu.
...💔💔💔...
"Selamat pagi Bu Laras." sapa seorang pegawai di kantor dan Fairi tersenyum.
"Ya ampun dia memang orang yang baik dan tak kaku, sungguh beruntung Lina bekerja dengan dia. Karena aku dengar kalau dia bukan atasan yang suka merepotkan bawahannya." ucap pegawai yang tadi menyapa Fairi.
"Permisi, ada kiriman untuk seseorang yang bernama ibu Larasati." ucap seorang kurir pada pegawai di kantor Fairi.
"Oh, Lina, Lina ini ada kiriman untuk bos kamu sebaiknya kamu saja yang menerima." ucap teman kerja Lina saat dia melihat Lina baru melintas.
"Baiklah, saya harus tanda tangan dimana pak?" Lina berkata dengan sopan.
"Di sini bu dan juga ini." kurir itu memberikan dua lembar bukti pengiriman.
"Baiklah, sekarang dimana barangnya saya akan membawahnya." Lina menatap kurir itu dan tak melihat barang yang dibawah oleh kurir.
"Maaf bu, sebaiknya biarkan kami saja yang membantu anda untuk membawahnya, tolong tunjukkan dimana tempat nyonya Larasati." ucap kurir itu sopan dan Lina menatap bingung sampai akhirnya Lina melihat ada sekitar 10 orang lebih yang membawah buket bunga.
"Eh, ada apa Lin? Semua ini apa?" Fairi menatap bingung dengan banyaknya bulet bunga yang memenuhi ruangannya dan hampir tak ada jalan untuk lewat.
"Tidak tau Bu, ada seseorang yang mengirimnya untuk ibu." jawab Lina juga dengan bingung.
"Sudah selesai semua Bu." seorang kurir mewakili teman - temannya.
"Terima kasih." ucap Lina pada para kurir itu.
"Baik kami permisi Bu, terimakasih." para kurir itu pun pergi
Fairi menatap Lina untuk meminta penjelasan atas semua yang terjadi dan beberapa aneka buket bunga yang telah memenuhi ruangnya hingga membuatnya tak memiliki jalan untuk bergerak.
Lina tersenyum bingung bagaimana menjelaskannya karena dia juga tak tau siapa pengirim bunga - bunga itu, dan Lina menggelengkan kepalanya "Saya juga tak tau itu dari siapa Bu, karena saya tadi cuma menerimanya saja, ini berkas yang tadi ibu tanyakan" Lina meletakkan berkas diatas meja Fairi.
"Tapi apa kau yakin kalau semua ini dikirim untuk aku? Dan apa maksudnya, coba lihat tak ada tempat untuk ku bergerak bebas semua penuh dengan buket bunga dan berbagai bentuk, serta semua keranjang itu." Fairi berkata dengan tak sabar.
Lina menggaruk kepalanya yang tak gatal dan tersenyum "Maafkan saya Bu, saya tak tau kalau akan sebanyak ini."
__ADS_1
Fairi menghela nafas dalam dan kembali duduk di kursinya. "Bereskan semuanya dan aku tak mau tau mau kamu buang atau apa terserah."
"Baik, baik." Lina langsung mencari office boy untuk membantunya menyingkirkan bunga - bunga itu dari ruangan Fairi.
"Loh Lina mau dibawah kemana semua ini?" tanya teman kerja Lina.
"Hah, terserah saja kalau kalian suka silakan ambil karena terlalu banyak dan bu Laras membagi - baginya untuk kalian semuanya." ucap Lina pada para temannya.
Dan semua orang sangat menyukainya, mereka merebut semua bunga - bunga itu. Karena terlihat dari rangkaiannya buket bunga itu pasti sangat mahal, terlebih lagi bau harum yang keluar dari setiap buket bunga itu memiliki aroma yang sama harumnya.
"Fairi pesta amal nanti malam ayah ingin kamu yang menemani ayah untuk hadir karena ayah ingin memperkenalkan mu pada banyak orang, sebab selama ini mereka hanya tau tentang namamu saja dan tak pernah melihat mu secara langsung." ucap tuan Adi pada Fairi saat Fairi mendatangi kantornya untuk meminta tanda tangannya.
"Jangan membuat alasan untuk diam - diam datang dan bertemu dengan putraku, aku sudah mengingatkan anda untuk jangan melakukan hal itu lagi." Fairi berkata dengan dingin pada ayahnya.
"Tidak-tidak, karena kita akan datang bersama untuk nanti malam." ucap tuan Adi tersenyum menatap Fairi.
"Baiklah, kita bertemu ditempat acara." Fairi berkata dan langsung keluar dari ruangan ayahnya.
...💔💔💔...
Malam amal pun telah tiba, banyak orang yang hadir dalam acara itu termasuk Kenan dan para pebisnis lainnya. Tuan Adi datang dan menggandeng Fairi yang malam itu terlihat sangat cantik dan memukau. Semua orang menatap kearah Fairi yang merupakan pendatang baru dan wajah baru dalam acara malam itu.
"Tuan Adi, selamat datang. Tak ku sangka anda memiliki pasangan yang sungguh sangat cantik untuk malam ini." ucap seorang pebisnis yang datang mendekati Fairi dan ayahnya.
Sementara dari jauh Kenan menatap dan memperhatikan Fairi dengan seksama, dan tersenyum menatap Fairi yang terlihat sangat cantik dan sangat menggoda. Namun Kenan tak mendekati Fairi karena dia tak ingin membuat masalah dengan wanita itu, sebab Kenan tau persis kalau Fairi datang ke acara itu dengan paksaan dari ayahnya, dan akan fatal akibatnya jika dia memaksa untuk mendekatinya.
"Oh, iya perkenalkan dia adalah..." tuan Adi tak bisa menyelesaikan kalimatnya karena disela Fairi.
"Wakil tuan Adi, saya Larasati yang baru pindah dari perusahaan di Bangko." ucap Fairi memotong kata - kata ayahnya.
Kenan yang dari jauh tersenyum lagi karena dia tau kalau Fairi sedang marah dan kesal dia tak akan membiarkan orang lain bicara untuk dirinya, Kenan duduk dimeja bar dengan segelas jus ditangannya dan terus saja memperhatikan gerak gerik dari Fairi yang terlihat tenang dengan tatapan tajam.
"Tuan Kenan, ku perhatikan dari tadi anda terus menatap wanita yang dibawah oleh tuan Adi, apa anda tertarik pada wanita itu? Dia sungguh wanita yang menggoda, lihatlah semua orang berkerumun padanya dan tak lepas tatapannya dari pandangan wanita itu." seorang pebisnis menghampiri Kenan dan menegur Kenan.
"Ya, dia memang wanita yang sangat menarik dan menggoda. Namun dia adalah wanita yang sangat kejam jika dia tak menginginkannya." Kenan berkata dengan tersenyum
"Wah, apakah tuan Kenan pernah ditolak olehnya?" tanya pebisnis itu penasaran karena dia merasa kalau dari ucapan Kenan barusan, terdengar kalau Kenan sangat mengenal wanita itu.
Kenan tersenyum "Dia wanita yang sulit tapi menarik." jawab Kenan yang tak lepas dari senyumnya.
__ADS_1