
Grace menarik Pergelangan tangan Tony hingga menjauh dsri toko yang mana tadinya terdapat Denny dan juga Amyra yang sedang berbelanja.
"Kita keluar saja dari Mall ini, dan cari butik saja" ucap Grace yang tampak tak ingin bertemu dengan Denny ataupun Amyra.
"Oke..oke.. Hari juga hampir senja, kita jangan sampai terlambat" ucap Tony yang mencoba menenangkan Grace.
Keduanya akhirnya memutuskan untuk keluar dsri Mall dan mencari butik terdekat.
Tony mengendarai monilnya keluar dari parkiran Mall. Ia melaju dengan kecepatan sedang dan sembari celingukan ke kanan dan ke kriri jalan untuk mencari Butik.
"Ke situ saja" ucap Grace, sembari menunjuk sebuah butik yang terlihat di sisi bagian kiri mereka.
Tony menganggukkan kepalanya dan menepikan mobilnya didepan butik yang ditunjuk oleh Grace.
Keduanya memasuki butik tersebut, lalu milai mencari busana couple yang mereka inginkan.
Setelah mendapatkan sepasang pakaian couple berwarna peach, keduanya keluar dari butik, lalu menuju salon untuk me make up Grace agar terlihat saperti pengantin lainnya.
Tony kembali ke apartemen sembari menunggu Grace selesai di make up.
Pria itu menghubungi sahabatnya dan membicarakan mengenai pernikahan Ia dan Grace yang akan dilaksanakan malam ini.
Tony keluar dari apartemennya dan akan menemui sahabatnya untuk membahas tentang apa yang akan dibutuhkan untuk pernikahannya.
Meskipun tanpa adanya pesta pernikahan yang meriah, namun Ia dan Grace akan merasa pernikahan ini akan menjadi awal untuk mereka menapaki kehidupan yang lebih baik.
Waktu menunjukkan hampir pukul 8 malam, dan Tony menjemput Grace disalon dan akan membawanya ke mesjid untuk melakukan ijab qabul.
Sesampainya di salon, Tony memasuki salon dengan perasaan penasaran karena ingin melihat penampilan Grace saat di make up pengantin.
"Apakah sudah selesai calon pengantin wanita saya?" Tanya Tony kepada karyawan salon tersebut.
__ADS_1
"Sabar, Pak, sedikit lagi selesai, silahkan duduk dahulu" ucap Karyawan salon itu mempersilahkan Tony untuk duduk dikursi tunggu.
Tak berselang lama, tampak seorang wanita yang menggunakan pakaian gamis berwarna peach keluar dari ruang ganti dan saat ini Ia mengenakan hijab karena akan melakukannakad nikah.
Seketika Tony terperangah, Ia menatap tak percaya menyambut wanitanya "Kamu lebih cantik dengan hijab ini" ucapnya lirih.
Lalu Ia meraih jemari wanita itu dan membawanya kedalam mobil dan menuju mesjid yang mereka jadikan sebagai tempat mereka akan mengikat janji suci pernikahan.
Selama perjalanan, tak hentinya Tony melirik kearah Grace. Mungkin ini pertama kalinya Ia melihat Grace dalam balutan busana yang menutup seluruh auratnya.
Tony menyadari jika Grace lebih terlihat cantik dalam balutan busana yang dikenakannya saat ini, sebab selama ini Grace selalu menggunakan pakaian yang terbuka dan tentunya menampilkan tonjolan lekuk tubuhnya.
Keduanya telah sampai di depan mesjid dan wali hakim beserta saksi telah menunggu mereka didalam ruangan mesjid.
Tampak beberapa jamaah shalat isya yang baru sempat untuk shalat melihat sejenak ke arah para calon pengantin yang akan melakukan ijab qabul.
"Mas, Kita shalat Isya disini saja, Ya.. Ntar sampai dirumah tinggal tidur saja" ucap Amyra yang barus pulang berbelanja dengan Denny dan kemalaman.
"Ya sudah, Kita singgah di mesjid ini, dann sepertinya nazir mesjid masih membukanya untuk warga yang tertinggal shalat berjamaah dan akan shalat secara sendiri" jawab Denny, lalu menepikan mobilnya dan memasuki area pelataran mesjid.
Denny melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Amyra "Oh.. Baguslah, bukankah pernikahan itu dianjurkan, daripada harus ber zinah" ucap Denny menimpali ucapan Amyra.
"Ya, sudah. Ayo kita ambil wudhu, Mas temeni kamu dulu" ucap Denny, sebab kamar berwudhu sudah sepi, Ia tidak ingin jika nantinya Amyra merasa takut untuk memasuki kamar wudhu sendirian.
Amyra menganggukkan kepalanya, lalu menuruni mobil dan menuju ke ruang wudhu wanita. Denny mengantarnya hingga pintu masuk, dan mencoba menunggui istrinya dari depan pintu dan mencoba mengawasi kondisi sekitar.
Sementara itu, acara ijab qabul pernikahan Tony dan Grace berjalan dengan lancar, dan saat wali hakim mengatakan kata 'Sah', maka di ikuti oleh saksi dan akhirnya pernikahan itu Sah di mata agama.
Keduanya kini telah sah menjadi suami istri dan tidak ada lagi halangan apapun yang menjadikan mereka akan dapat melakukan apapun yang mereka inginkan tanpa adanya dosa zinah yang kini selalu mereka lakukan.
Grace dan Tony membagikan nasi kotak kepada para jemaah mesjid yang masih melakukan shalat Isya sendiri, lalu melihat masih ada calon jemaah yang mengambil wudhu, maka mereka menyisakan dua kotak nasi tersebut didekat kotak amal yang dituliskan gratis dan boleh diambil.
__ADS_1
Lalu setelah acara selesai, keduanya meninggalkan mesjid dan akan menuju pulang ke apartemen mereka.
Sementara itu, Amyra baru selesai berwudhu dan menuju kedalam mesjid, lalu Denny mempercepat menhambil wudhunya, sebab tampaknya mesjid akan segera ditutup, sebab acara pernikahan yang tadi dilakukan telah usai dan waktu juga menunjukkan waktu hampir pukul 9 malam.
Amyra mengerjakan shalatnya dan berdoa diakhir ibadahnya agar melahirkan dengan lancar tanpa hambatan apapun, meskipun Ia harus kembali operasi cesar.
Setelah selesai shalat, Amyra melihat dua kotak nasi bungkus yang tersisa dua kotak dan bertuliskan gratis dan boleh diambil.
Namanya juga emak-emak hamil, Ia tiba-tiba menginginkan nasi kotak tersebut.
Denny menghampirinya, dan mengajaknya pulang, sebab nazir mesjid sudah mematikan lampu mesjid dan akan mengunci pintu mesjid.
"Sayang, Ayo pulang" ajak Denny kepada Amyra.
"Mas.. Kita ambil ya nasi kotaknya" ucap Amyra dengan nada merengek.
"Ya, ampun, Sayang.. apaan sih, mungkin itu milik orang lain dan tidak boleh ambil sembarangan" jawab Denny mencoba menolaknya.
Namun tampaknya Amyra tetap ingin mengambil masakan dari nasi kotak tersebut.
Sesaat nazir mesjid datang menghampiri keduanya sebab akan mengunci pintu mesjid.
"Mas.. nasi kotaknya boleh diambil, anak dalam kandungan saya memintanya" ucap Amyra beralibi.
"Wah.. Ambil saja, Bu.. Itu juga tadi emang disisakan buat Bapak dan Ibu, dan sengaja diletakkan disistu karena tadi Bapak dan Ibu masih berwudhu. Itu ucapan syukur dari pasangan pengantin yang tadi baru saja menikah" ucap Nazir mesjid itu menjelaskan.
"Wah.. Terimakasih, ya Pak.." ucap Amyra sumringah.
Denny menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Amyra. Masa iya mau nasi kotak saja pakai alasan anak mereka yang didalam perutnya memintanya.
"Ya ampun, Sayang, kitakan bisa beli di ruamah makan" ucap Denny mengingatkan.
__ADS_1
"Myra mau yang ini" jawab Amyra kekeh dengan keinginannya, lalu menyambar kedua nasi kotak yamg terdapat di atas kotak amal tersebut.
Denny menyelipkan uang ratusan ribu kedalam kotak amal dan segera berlalu mengikuti Amyra yang sudah terlebih dahulu menuju mobil dengan menenteng kantong plastik kresek berisi nasi kotak tersebut.