
Selama beberapa hari menjelang kelahirannya Fairi sudah mengambil cuti dan dia jadi sering memikirkan Kenan tanpa sebab. Seperti saat ini saat fairi memeriksakan kehamilannya yang sudah mendekati hati persalinan tiba - tiba saja Fairi memikirkan Kenan saat dia melihat hasil USG janinnya dengan 4 dimensi yang bisa melihat wajah dari janinnya, Fairi tersenyum dan dokter mengatakan kalau anaknya berjenis kelamin laki - laki.
"Selamat ya Bu Fairi, sudah dekat dengan hari kelahiran. Jika sampai 2 minggu kedepan masih belum ada tanda - tanda sebaiknya kita harus melahirkan dia secara operasi saja karena beratnya juga sudah cukup." Dokter menjelaskan pada Fairi setelah melakukan pemeriksaan pada kehamilan Fairi.
"Iya, baiklah dokter. Saya akan melakukan apa yang menurut dokter baik saja, karena ini adalah pengalaman pertama saya dan juga saya tak memiliki pengetahuan apa pun mengenai persalinan." Fairi berkata dengan tersenyum dan wajah tak sabar menunggu kelahiran buah hatinya.
"Baiklah, kita usahakan untuk normal dulu sesuai dengan keinginan Bu Fairi, dan ini resep vitamin yang harus Bu Fairi minum secara rutin untuk mempercepat kelahirannya." Dokter memberikan sebuah resep pada Fairi.
"Baik, terima kasih dokter, saya permisi dulu." Fairi pamit dengan dokter
"Iya, berhati - hatilah Bu Fairi." jawab dokter dengan ramah pada Fairi.
...💔💔💔...
"Aneh sekali." gumam Fairi saat sampai di rumahnya
"Aneh, apanya yang aneh?" tanya bi Mina yang mendengarkan gumaman Fairi sambil berjalan masuk kedalam rumah dengan membawah barang belanjaan, karena saat dari rumah sakit tadi Fairi mampir ke swalayan untuk belanja bulanan.
__ADS_1
"Oh, tidak bi. Aku cuma merasa aneh sendiri, karena belakangan ini jadi sering memikirkan Kenan, pria tak tau diri itu." Fairi duduk dan menjawab bi Mina.
"Oalah, itu wajar nak karena kamu sebentar lagi mau melahirkan dan tentunya setiap wanita menginginkan kalau dia ditemani oleh suaminya disetiap proses kelahiran anak mereka, dan mungkin itu juga yang sedang nak Fairi pikirkan, karena bagaimana pun bayi dalam perutmu itu adalah anak nak Kenan juga, seburuk apa pun dia nun tetap saja dia adalah ayah dari anak kamu." Bi Mina berkata sambil menata barang belanjaan
Fairi tersenyum miris mendengar perkataan dari BI Mina, karena Fairi sadar walau bagaimana pun dia menutupi dan menyangkalnya tetap saja anak yang dikandungnya adalah anak Kenan, darah daging Kenan orang yang tak ingin dia ingat lagi. Tapi justru tak akan pernah bisa dibuang sebab mata kecil dan tangan mungil yang akan menatap dan menggenggamnya nanti adalah peninggalan berharga dari Kenan.
Fairi menghela nafas dalam dan berjalan menuju kamar mandi untuk mandi dan menjalankan sholat dhuhur, dan karena perutnya yang sudah sangat besar membuat Fairi sedikit kesusahan melakukan gerakan sholatnya. "Ya Allah, tolong berikanlah kemudahan dan kelancaran dalam saat nanti aku menjalani peroses persalinan, dan berikanlah kesehatan serta kebaikan untuk bayiku, amin." itulah doa yang selalu diminta oleh Fairi disetiap selah doanya.
...💔💔💔...
"Pa apakah benar yang dikatakan oleh Farid kalau Kenan telah berpisah dengan wanita ****** itu? Papa tidak salah dengar kan?" Nyonya Tias yang mendengar cerita dari suaminya itu merasa kaget dan juga senang.
"Hem, kita belum ketemu sama Kenan ma, kita harus bicara sama dia dan memberitahu kalau anaknya itu bukanlah anak kandungnya agar dia tak terikat dengan wanita itu untuk selamanya." Tuan Bram berkata dan nyonya Tias menyetujui saran suaminya itu.
"Baiklah pa, kalau begitu ayo kita ke rumah Kenan sekarang pa dan jangan biarkan masalah ini berlarut terlalu lama." Nyonya Tias sangat antusias.
"Baiklah, kita berangkat sekarang, papa siapkan dulu berkasnya." Tuan Bram bangun dan masuk kedalam ruang kerjanya.
__ADS_1
"Iya, mama coba hubungi apakah ada Kenan di rumahnya." Nyonya Tias dengan semangat menghubungi rumah Kenan.
...💔💔💔...
"Ya begitulah mas Kenan, kebaikan jodoh tergantung pada kebaikan yang kita lakukan. Dan setiap manusia hidup sudah ada garisnya dan catatannya yang dibilang Qadha dan Qadar yang artinya adalah Qadha itu ketetapan Allah SWT sejak zaman azali (zaman dahulu sebelum diciptakannya alam semesta beserta isinya) sesuai dengan kehendak-Nya, tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan mahluk-nya, sedangkan Qadar itu sendiri adalah perwujudan dari qadha atau ketetapan Allah SWT dalam kadar tertentu sesuai dengan kehendak-Nya." jelas pak ustad yang dipanggil Kenan untuk mengajarinya tentang pendalaman agama yang sudah lama ditinggalkan oleh Kenan. Dan selama sebulan itu Kenan telah mempelajari agama karena dia ingin mendalami agama dan memperkuat pengetahuannya tentang agama.
"Jadi itu artinya kita sebagai manusia tak akan bisa melakukan apa pun ya pak ustad" tanya Kenan
"Bukan tak bisa melakukan apa pun mas Kenan, seperti yang saya jelaskan tadi bahwa Qadar-Nya Allah ini juga bisa disebut dengan istilah takdir. Hubungan antara qadha dan qadar yaitu hubungan yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan satu kesatuan. Mengapa begitu? Karena qadha diibaratkan 'rencana', sedangkan qadar sebagai 'perwujudan atau kenyataan' yang akan terjadi pada kita umatnya, karena semua sudah tertulis dari sejak sebelum kita terlahir ke dunia, seperti apa nasib dan jalan hidup kita."
"Itu artinya kita harus menerima segala apa yang terjadi pada diri kita dan kita tak akan bisa merubah jalan nasib kita di dunia ini?" Kenan dengan lesu bertanya lagi
Mendengar pertanyaan Kenan dan melihat raut wajah Kenan yang sendu pak ustad tersenyum "Bukan tidak bisa diubah mas Kenan. Sesuai yang tercantum dalam kitab suci Allah SWT bahwasanya tidak ada yang dapat merubah nasib suatu kaum kecuali mereka yang mengubahnya sendiri. Jadi dapat disimpulkan bahwa qada itu adalah ketetapan yang sudah terjadi (keputusan-Nya) dan yang dapat merubah hal itu adalah diri kita sendiri dengan adanya usaha, ikhtiar, bertawakal dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang kita inginkan."
Mendengar perkataan dari pak ustad membuat Kenan tersenyum dan terpancar aura bahagia karena didalam hati Kenan dia ingin merubah perpisahannya dengan Fairi menjadi sebuah pertemuan dan persatuan yang baik yang diridhoi oleh Allah SWT.
Pak ustad yang melihat Kenan tersenyum juga ikut tersenyum, "Jadi mas Kenan berencana ingin merubah Qadha yang sudah terjadi menjadi suatu harapan yang bisa tercapai sesuai dengan keinginan mas Kenan ya? Bapak hanya bisa mendoakan semoga apa yang diharapkan dan diinginkan oleh mas Kenan terwujud, namun jika pada akhirnya itu tak sesuai dengan harapan maka mas Kenan juga harus ikhlas dan menerima. Jadi sebelum mas Kenan melakukan sesuatu untuk diri sendiri alangkah baiknya agar mas Kenan Beriman dulu pada Qadha dan Qadar."
__ADS_1
"Maksud pak ustad?" Kenan bertanya dengan bingung.
"Maksudnya mas Kenan harus percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menentukan segala sesuatu yang akan terjadi pada mahluk-nya. Setiap manusia, telah diciptakan dengan ketentuan-ketentuan dan telah di atur nasibnya sejak zaman azali (zaman dahulu sebelum diciptakan alam semesta) seperti yang saya bilang tadi. Jadi meskipun nanti mas Kenan sudah berusaha tetapi, bagaimanapun hasilnya, tetap harus dapat menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada, Karena itu merupakan takdir Allah SWT." jelas pak ustad dan Kenan mengangguk karena dia mengerti apa artinya Qadha dan Qadar yang telah dijelaskan oleh pak ustad.