
Acara pertandingan pagi itu berjalan sangat seru, teriakan para pendukung dari setiap tim memenuhi lapangan dan permainan dari dua tim seimbang sehingga terjadi perlawanan yang sangat sengit dari keduanya.
"Hah gila, ini gila." Putra terlihat sangat kesal
"Kau punya solusi Kem" tanya pak Subandi bertanya pada Kemal
Kemal menatap semua teman - tanya dan terlihat mereka semua sudah kelelahan, lalu kemal tersenyum yang lebih terlihat dingin dan penuh aura membunuh.
"Gila dia lagi." gumam Putra
"Lakukan saja seperti yang kau mau" sambung Putra
"Benar, lakukan apa yang kau inginkan" Bara juga ikut bersuara dan anggota yang lain pun mengangguk setuju
"Tukar posisi, kak Bara kakak yang mimpin." ucap Kemal
"Apa." Bara terlihat kaget.
"Mereka memburu aku, jika aku ada diposisi yang tersudut dan tak menguntungkan maka mereka akan melonggarkan pertahanan karena menurutku mereka telah membaca permainan kita sejak awal." ucap Kemal
"Hem, apa yang dikatakan oleh Kemal benar, karena mereka maju setelah pertandingan pertama kita, jadi mereka pasti sudah membaca setiap gerakan kita." pak Subandi
"Lalu apa rencananya." Bara menatap Kemal
"Lakukan saja sesuai permainan kakak, aku akan mengikutinya." jawab Kemal dan tersenyum.
"Baik, kalau begitu dengarkan semuanya lindungi bolanya dan jangan biarkan mereka mendapatkannya kalian mengerti." Bara mulai menyusun rencana.
Suara peluit terdengar yang artinya waktu istirahat telah berakhir. Kedua tim kembali masuk dalam permainan. Dan memang benar tim lawan selalu menargetkan Kemal.
"Kenapa kau mengikuti ku." Kemal bertanya pada kapten tim lawan
"Aku tau cara main mu." jawab kapten tim lawan
"Benarkah?" Kemal tersenyum
"Apa kau pikir kau bisa" Kemal melewati kapten tim lawan dan lari ke sisi kiri.
"Wisnu." teriak Kemal pada Wisnu yang sedang memegang bola dan Wisnu melempar bola pada Kemal. Dengan cepat dan akurat Kemal melakukan jump shot
"Apa." kapten tim lain kaget melihat itu, dia merasa kesal dan tertipu.
Suara teriakan pendukung tim Kemal berteriak dengan sangat seru, bahkan anggota cheerleader juga ikut bersorak dengan seru.
"Apa yang kalian lakukan!" terlihat kapten tim lain marah pada anggota cheerleader yang malah bersorak memberikan dukungan pada tim lawan.
"Haha lihatlah mereka marah pada anggota pemandu sora mereka." Putra tertawa terbahak dan merasa puas.
"Hei kak jangan lakukan itu, ini adalah game." Kemal menegur Putra
"Ya aku hanya merasa senang saja." jawab Putra santai
Permainan mereka pun berlanjut dan tim lawan menjaga Kemal dan berusaha menghalangi Kemal untuk melakukan jump shot, namun justru mereka kalah poin karena Kemal tak melakukan apa pun dia hanya mengoper bola dan memberikan kesempatan pada teman - temannya untuk mencetak poin.
Dan lagi - lagi tim Kemal memenangkannya dengan perbedaan poin 35 dan 66. terlihat tim lawan kewalahan menghadapi tim Kemal karena setiap saat strategi mereka selalu berubah. Dan permainan pun berakhir dengan kemenangan tim Kemal dengan 66 poin.
Kedua tim pun saling bertemu dan berjabat tangan, lalu mereka masuk kedalam ruang ganti.
"Kemal." Maya langsung lari pada kemal dan memeluk Kemal begitu melihat kemal dan anggota tim nya keluar dari ruang ganti
"Kak." Kemal berusaha untuk mengurai pelukan Maya tapi Maya justru mempererat pelukannya.
Kemal menatap Gani dan mengangkat kedu tangannya dan terlihat Gani mengelus dadanya.
"Aku senang sekali kamu menang." Maya melihat Kemal lalu menarik leher Kemal dan mencium pipi Kemal
"Oh" Kemal terkejud dan menatap Maya bingung.
Maya tersenyum lalu pura - pura cuek dan biasa saja "ayo kita rayakan bersama kemenangan mu."
"Ya ampun apakah gadis itu adalah kekasihnya"
"Entahlah, mungkin saja karena dia memeluk dan juga menciumnya"
"Oh sayang sekali, padahal aku ingin sekali dekat dan mengenalnya."
"Ya tapi dia tampan dan juga sangat hebat gak mungkin kan kalau dia masih sendirian."
Kasak kusuk para wanita dari sekolah lawan sedang membicarakan Maya dan Kemal, dan Maya merasa sangat senang karena semua berjalan sesuai dengan rencananya. Yaitu mendekati Kemal, memanfaatkannya dan menyebarkan rumor kalau dia pacaran dengan Kemal.
__ADS_1
...💔💔💔...
Kemal dan yang lainnya pun kembali ke sekolah mereka dan masuk kedalam ruangan rapat di gedung olahraga, dan Maya sama Gani juga Bandi menunggu kemal di luar gedung.
"Aku sungguh puas dengan permainan kalian yang semakin hari menjadi semakin baik" pak Subandi
"Iya pak dan tak sia - dia aku yang selalu mengurus mereka." Ajeng pun ikut bersuara.
Setelah semua orang pergi Kemal masih tetap tinggal di ruangan itu untuk menghubungi Arumi dan bertanya soal pertunjukannya.
"Apa yang terjadi ini hah? Kau marah padaku, apa kau yakin akan terus marah padaku hem." Kemal
"Memangnya kenapa aku tak bisa" Arumi
"My wife" kemal menyebut kata mesra dan terdengar manja pada Arumi
"Kak." Arumi terdengar malu
"Masih marah padaku." Kemal
"Ya tidak lagi" Arumi
"Kau sangat cantik kalau tersenyum" Kemal
"Gombal, kakak kan ga tau aku tersenyum atau tidak, orang kakak tak melihatku." Arumi tersenyum
"Baiklah aku akan melihatmu kalau gitu" Kemal
"Ada - ada saja, bagaimana pertandingannya" Arumi
"Kenapa, kalau aku menang kau akan memberiku hadiah" Kemal
"Gak tanya aja." Arumi
"Baiklah sampai nanti" Kemal tersenyum dan mematikan sambungan teleponnya dengan Arumi.
"My wife, kenapa kemal memanggilnya my wife" Maya yang mencuri dengar Kemal sedang teleponan sama Arumi merasa tak suka.
"Oh kak, kenapa kakak ada di sini? Sejak kapan." Kemal kaget melihat Maya saat dia keluar
"Baru saja datang, karena aku mencari kamu. Semua temanmu sudah keluar tapi kamu tak ada jadi aku masuk untuk mencari kamu setelah dapat ijin dari pelatih mu." jawab Maya
"Bukannya kita akan merayakan kemenangan mu." Maya menatap Kemal
"Maaf kak, tapi aku benar - benar tak bisa hari ini. Untuk acaranya nanti akan diadakan bersama dengan anggota tim yang lainnya" ucap Kemal dan mengurai genggaman tangan Maya padanya.
Dengan berat hati Maya pun pulang dengan Gani dan Kemal langsung menuju ke kantor Kenan karena Kemal tau kalau Maya akan mengikutinya jadi Kemal tak ingin terlihat berbohong.
Sesampainya di kantor papanya Kemal mandi di kamar mandi ruangan Kenan dan dia berganti baju dengan baju baru yang sebelumnya meminta pada Agus untuk membelikan baju untuknya sebelum dia menghubungi Arumi.
Setelahnya Kemal keluar bersama dengan Agus yang ingin mensurvei gudang dan saat di persimpangan jalan Kemal keluar dan dia pergi bersama dengan Surya dengan mobil Surya.
...💔💔💔...
"Ya ampun mereka semua cantik - cantik ya Kem." ucap Surya yang melihat para model berlenggak lenggok di atas podium untuk meragakan busana yang mereka kenakan.
"Hem, bilang saja kalau kau mau bilang Santi cantik." ucap Kemal
"Sial kau tau ya." Surya melihat Kemal
"Tentu saja, saat kau bilang ingin ikut pergi dengan ku dan menawarkan tumpangan aku sudah tau itu" Kemal menjawab dengan pasti
"Kau memang tak bisa dibohongi. Rasanya aku tak sabar ingin dia cepat lulus dan meninggalkan sekolah dasar itu." ucap Surya dan Kemal terbahak.
"Tapi Kem" Surya
"Hem" Kemal
"Jika kau bersama dengan Arumi lalu apa yang kau lakukan dengan Maya, kau taulan siapa Maya." Surya
"Tau kenapa, aku hanya ingin berbuat baik padanya itu saja." Kemal
"Kau tak takut Arumi akan marah dan meninggalkan mu" Surya
"Dia tak akan pernah bisa pergi dariku." Kemal
"Percaya diri sekali" Surya
"Tentu saja, karena aku segalanya untuknya" Kemal
__ADS_1
"Jangan sok, nanti kalau ditinggal kau nangis" Surya
"Arman." Amrita teriak memanggil Kemal
"Ma" Kemal memeluk Amrita
"Tante" Surya menyapa Amrita
"Hem, ayo masuk." Amrita membawah Kemal dan Surya masuk ke belakang panggung.
"Kakak." Arumi terlihat senang melihat Kemal datang.
"Kau sangat cantik." Kemal mencubit pipi Arumi
"Jangan terlalu dekat kalian masih kecil." Amrita mengingatkan Kemal dan Arumi
"Mama." Arumi merasa kesal sama mamanya dan Kemal hanya tersenyum.
"Gila dia paling tau memenangkan hati wanita." gumam Surya melihat Kemal dan Arumi yang mesrah.
Saat pulang Kemal meminta ijin pada Amrita untuk membawah Arumi ikut dengan mobil Surya dan Kemal meminta pada Arumi untuk membawah Santi.
Setelah mendapatkan ijin dari sang Mama mereka berempat pun pergi untuk bersenang - senang. Terlihat Surya sangat berusaha keras untuk mendekati Santi yang belum tau kalau Surya menyukainya.
"Ayo kita pergi dan tinggalkan mereka berdua, karena Surya ingin mengungkapkan perasaannya pada Santi." Kemal membawah Arumi menjauh dan mereka bermain bersama.
Kemal dan Arumi menghabiskan waktu mereka bersama dengan seru di taman hiburan itu, dan mereka mengabadikan semua tempat dengan berfoto.
"Kau puas" Kemal memeluk Arumi saat mereka naik kincir air
"Iya ini adalah kepuasan yang menyenangkan." Arumi berkata dengan sangat senang.
"Aku mencintaimu" Kemal mencium bahu Arumi
"Aku pun juga mencintai kakak." jawab Arumi malu - malu.
"Aku ingin memakan mu" bisik Kemal
"Kakak mesum ya." sontak Arumi menjauh dan Kemal terbahak.
"Baiklah selamat malam Santi." ucap Surya
"Iya kak selamat malam." Santi menjawab dengan malu - malu
"Bye Rum, kak Kemal" Santi langsung masuk kedalam rumahnya setelah berpamitan pada semuanya.
"Kem kau pindah ke depan." Surya menyuruh Kemal pindah setelah Santi turun.
"Oga." Kemal tak ingin pindah karena dia menggenggam tangan Arumi.
"Ah sial, kenapa aku jadi sopir mu." kesal Surya yang mengantarkan Kemal pulang.
...💔💔💔...
"Terima kasih kak, hati - hati dijalan." ucap amrita pada Surya
"Loh kenapa kamu ikut turun, aku akan mengantarkan mu pulang ke rumahmu." Surya menatap Arumi
"Jangan macam - macam, sana pulang" Kemal memukul Surya dan menyuruhnya pulang
"Ayo" Kemal merangkul Arumi dan mereka masuk kedalam rumah.
"Ho mereka sudah tinggal bersama ya." Surya bergumam dan pergi
Malam itu Arumi menginap di rumah Kemal dan mereka tidur bersama dengan Arlan yang ada ditengah mereka dan menyusup dalam ketiak Kemal sedangkan Arumi menggunakan telapak tangan Kemal sebagai bantal, mereka terlihat seperti keluarga bahagia yang harmonis.
Dalam lelapnya terlihat raut wajah kemal menunjukkan kepuasan karena telah bersenang - senang dan menghabiskan waktunya bersama dengan Arumi.
...💔💔💔...
"Kenan aku dengar kau akan mengadakan acara ulang tahun perusahan mu dengan meriah, haruskah aku menggunakan gaun yang dibuat oleh desainer ternama" ucap Sofiana
Kenan tersenyum mendengar hal itu karena dia tak menyangka kalau Sofiana ini adalah orang yang pantang menyerah.
"Memangnya kau mau kemana sih." Farid bertanya pada Sofiana.
"Kau ini, tentu saja aku akan menghadiri acara ulang tahun perusahaan Kenan." jawab Sofiana
Kenan dan Farid tersenyum dan dia tak tau harus berkata apa pada Sofiana yang terlihat sangat semangat membahas soal pesta dari pada berkas kerja sama mereka. Karena dari awal Sofiana tiba di kantor Kenan dia terus saja bicara ini dan itu soal pesta.
__ADS_1