
Sudah 1 Minggu Fairi bekerja dari rumah karena kakinya yang sakit, dan semua pekerjaannya dikirim oleh Lina ke rumahnya. Sehingga Lina harus bolak balik kantor dan rumah Fairi, bahkan kadang Lina menginap di rumah Fairi karena terlalu lelah dan malas untuk pulang.
Sementara yang mengantar Arlan untuk datang ke kelas pianonya adalah Kemal, sehingga selama 1 Minggu pula Kemal tak mengikuti kegiatan klub basketnya. Bahkan saat pergi ke sekolah Kemal memilih diantara oleh papanya dan pulang naik taksi bersama dengan adiknya.
"Arumi, aku dengar kau dekat dengan kak Kemal benarkah itu?" tanya teman Arumi yang bernama Angel dengan nada mengejek.
"Oh kak Ar, ya aku memang dekat dengannya kenapa?" Arumi menjawab dengan santai
"Tapi aku tak pernah melihat mu bersama dengannya, bahkan aku juga tak pernah dengar kalau dia menyebut namamu, atau itu semua hanya menghayal mu saja dekat dengan dia yang terkenal dan populer karena dia adalah kapten basket." ucap Angel pada Arumi dan menatap Arumi dengan remeh.
"Apa maksudmu, untuk apa aku menghayal. Aku memang dekat dengan kak Ar dan aku juga sudah berteman dengannya sejak kami kecil." Arumi mulai kesel sama temannya.
"Benarkah, lalu apakah sekarang kau tau dia dimana, kalau kau memang dekat dengan dia pasti tau kan." Angel mulai memprovokasi Arumi
"Tau, dia sekarang sedang ke sekolah piano adik Lan Lan." jawab Arumi
"Benarkah jangan - jangan kau mengarang." ucap Angel
"Tentu saja tidak, dia sekarang ada di sekolah musik dan seni mentari." Arumi mulai kesal.
"Akan ku buktikan awas kalau kau bohong." ucap Angel pada Arumi dan pergi meninggalkan Arumi.
"Bagaimana?" tanya Sarah
"Sekolah musik dan seni mentari." jawab Angel
"Bagus ayo kita ke sana dan berpura - pura untuk kebetulan bertemu di sana" ucap Sarah
"Ok, ayo kita ke sana." Angel berkata dengan semangat.
...💔💔💔...
"Masuklah kakak tunggu di sini." Kemal menyuruh Arlan untuk masuk kedalam kelas dan dia menunggu diluar dengan memainkan game di handphonenya.
Tak lama setelah itu Angel dan Sarah memang datang ke sekolah seni mentari dan mulai bertanya - tanya pada bagian pendaftaran lalu dia masuk dengan alasan untuk melihat - lihat, sampai mereka melihat Kemal yang duduk santai dan fokus pada handphonenya.
"Hei dia beneran ada di sini, ya ampun dia terlihat sangat keren, ganteng banget gak sih Sar." ucap Angel
"Kau benar, ayo kita dekati dia" Sarah berkata dengan semangat.
"Halo kak Kemal kakak ada di sini, apa kakak sedang mendaftar atau menunggu seseorang?" tanya Angel pada Kemal saat dia tepat di depan Kemal
"Oh, kalian adalah?" Kemal berkata dan melihat kedua wanita yang berdiri dihadapannya.
"Kami adalah teman teman sekelasnya Arumi kak." jawab Angel
"Oh, kau adiknya Agung ya." Kemal berkata dan Angel terlihat sangat senang.
"Ah iya kak, namaku Angel kak, aku sungguh sangat senang di kenal oleh kapten basket seperti kak Kemal" Angel berkata dengan wajah malu - malu.
"Bolehkah kami duduk di sini kak." sambung Sarah
"Hem tentu." Kemal berkata dan menanggapi dua wanita itu dengan biasa saja.
__ADS_1
"Hei bicaralah." Sarah menyenggol Angel
"Apa yang harus aku katakan lagi, dia dari tadi menjawab semua pertanyaan yang ku tanyakan dengan singkat." Angel berkata sambil berbisik sama Sarah.
"Kakak." Arlan berjalan keluar kelas dan Kemal menyambut sang adik dengan kedua tangan terbuka serta senyuman lebar.
"Ya ampun aku gak tau kalau kak Kem memiliki senyuman yang sungguh sangat bagus dan juga dia terlihat sangat manis saat tersenyum" Sarah bergumam dan Angel mengiyakan.
"Wah kak Kem apakah dia adik kakak, lucu sekali dia terlihat sangat mirip dengan kakak." Sarah bangun dan menghampiri Kemal dan Arlan
"Iya benar dia terlihat sangat lucu dan sama tampannya dengan kakak." Angel pun ikutan bersuara.
"Mereka teman kakak." Arlan bertanya pada Kemal
"Bukan, mereka adalah tema kak Arumi. Beri salam pada mereka." Kemal menyuruh Arlan menyapa kedua wanita itu.
"Salam kenal kak, namaku Dandi." ucap Arlan dengan sopan.
"Dandi,.wah nama yang bagus." Angel dan Sarah berkata bersamaan.
"Nama kakak adalah Sarah dan ini teman kakak namanya Angel." ucap Sarah mengenalkan diri pada Arlan.
"Iya kak Sarah, kak Angel" Arlan berkata dengan sopan lagi.
"Baiklah kami pergi dulu, ayo kita pulang my prince." Kemal mengajak Arlan pergi.
"Kak Arman tungguin, bye kak Angel dan kak Sarah." Arlan melambaikan tangannya pada Angel dan Sarah lalu lari mengikuti Kemal
...💔💔💔...
"Hei jangan lari - lari nanti jatuh." Fairi teriak dari arah dapur.
"Kakak." Arumi tersenyum
"Kau datang." Kemal juga tersenyum dan terlihat senang melihat Arumi datang.
"Kakak Arum, apa aku dibawakan Lego lagi." Arlan mendekat dan memeluk Arumi.
"Tidak kakak gak bawah Lego tapi kakak bawah roti lapis isi susu." jawab Arumi mengangkat Arlan dan membawanya ke sofa.
"Baiklah aku mandi dulu." Kemal mengusap kepala Arumi dan Arlan sebelum pergi.
"Tadi aku dan kakak bertemu dengan teman kakak Arum." Arlan pun cerita panjang lebar sama Arumi dan siapa saja orang yang tadi bertemu dengannya.
Arumi menanggapi cerita Arlan dengan tersenyum dan terlihat biasa saja walau sebenarnya didalam hatinya dia merasa khawatir kalau Kemal akan tertarik pada Angel atau Sarah yang selalu meremehkan dirinya setiap kali ketemu di kelas.
"Ma, apa papa tak akan datang hari ini?" Kemal yang baru selesa mandi bertanya pada Fairi yang sedang sibuk di dapur.
"Mama tidak tau, karena papa mu tak ada menghubungi mama sama sekali hari ini. Memangnya ada apa? Coba kau hubungi dan tanyakan saja sendiri." Fairi menjawab dengan biasa karena Fairi sudah merasa biasa saja dengan kehadiran Kenan.
"Nomernya tak bisa dihubungi ma, makanya aku tanya sama mama. Barangkali papa ada menghubungi mama tadi." Kemal terlihat bertanya - tanya
"Oh, tidak ada kabar dari papa mu sama sekali. Coba kamu hubungi nomer om Agus." Fairi memberikan saran.
__ADS_1
"Nanti saja deh ma, takutnya masih sibuk." Kemal meletakkan ponselnya dan membantu Fairi di dapur.
"Memangnya ada apa." Fairi bertanya penasaran
"Tak ada ma, cuma papa minta pada ku untuk menyelesaikan proposal penjualan dan aku ingin menunjukkan pada papa kalau papa datang ke sini." jawab Kemal yang mulai sibuk membantu Fairi dan bi Mina masak.
"Nanti coba mama tanya kalau selesai masak." Fairi meringankan pikiran Kemal.
Setelah sibuk dengan masakan dan Arumi yang menjaga Arman mereka semua pun duduk di meja makan untuk makan malam bersama, dan terlihat Kemal terus saja main mata dengan Arumi hingga membuat gadis cantik itu salah tingkah.
"Assalamualaikum, selamat malam semuanya." ucap salam Kenan yang datang ditengah - tengah acara makan malam itu.
"Papa..." Arlan terlihat sangat senang melihat Kenan.
"Halo sayang." Kenan menghampiri Arlan dan mengecupnya serta membelai kepala Arumi dan juga Kemal
"Bagaimana keadaanmu, apa sudah baikan atau masih sakit." tanya Kenan pada Fairi
"Alhamdulillah sudah agak baikan dan tak terasa nyeri lagi." jawab Fairi dan Kenan tersenyum serta mengusap kepala Fairi penuh dengan rasa sayang dan Fairi membalas dengan senyuman.
Perlakuan Kenan pada anak - anaknya dan Fairi tak jauh beda. Dan sejak Fairi sakit dia juga tak menolak sikap ramah dan perhatian dari Kenan, bahkan dia juga sering berbincang ringan dengan Kenan bahkan sentuhan Kenan yang selalu mengusap kepala Fairi secara tiba - tiba pun tak membuat Fairi terganggu lagi karena sudah seperti kebiasaan yang dilakukan oleh Kenan pada anak - anak mereka.
...💔💔💔...
"Sar apa kau tau siapa kak Kem sebenarnya?" Angel
"Apa, kenapa emangnya" Sarah terlihat penasaran
"Ternyata kak Kem adalah putra orang kaya, papa dan mamanya sama - sama seorang pebisnis tau. Dan kalau latihan basket dia selalu bawah mobil sendiri dan itu pun mobil balap ya ampun keren banget ga sih." Angel bercerita dengan sangat antusias
"kamu kata siapa, apakah itu benar?" Sarah sangat tertarik
"Tentu saja benar, karena sepupuku adalah anggota tim basket juga. Apa kau masih ingat waktu kak Kem mengenali aku sebagai adik Agung, dia adalah kakak sepupuku dan dia yang cerita sama aku kalau kak Kem adalah anak orang kaya dan juga sangat kaya raya. Ya ampun kalau jadi istrinya pasti akan makmur sekali karena semua kebutuhan akan tercukupi dengan baik." Angel mulai menghayal akan jadi istri Kemal.
"Oh iya apa kamu bisa minta tolong pada sepupumu itu untuk membuat kita bisa datang ke latihan kak Kem? Aku pasti akan berbuat baik pada mu nanti dan kita akan menjadi teman sejati" Sarah berkata pada Angel dengan sangat serius.
"Aku coba nanti semoga saja dia mau membantu kita, karena nanti sore katanya ada latihan untuk mereka dan itu tertutup." Angel berkata dengan penuh semangat.
Sesuai dengan rencana sore itu Sarah dan Angel meminta Agung sepupunya Angel untuk membantunya agar mereka bisa masuk dan melihat latihan basket sore itu, karena untuk latihan sore memang hanya beberapa orang saja yang bisa melihat dan hampir semua adalah anggota serta bagian dari orang yang mereka kenal.
Terlihat beberapa orang sudah mengisi barisan kursi penonton dan hari itu tak seperti biasanya karena lumayan banyak penonton yang melihat latihan mereka.
"Hei kenapa jadi begitu banyak yang datang sih." Ajeng terlihat kesal
"Ya elah Mak, sebagi penyemangat kami untuk latihan gak apa kali." celetuk Putra yang memang selalu bermusuhan dengan Ajeng.
"Penyemangat pala mu, apakah aku saja tak cukup hah?!" Ajeng memukul Putra dengan kertas gulung
"Kalau kayak gitu mereka akan berisik dan itu akan mengganggu konsentrasi Kemal apa kau tau, dia kan tak suka kebisingan saat sedang latihan." Ajeng berkata dengan keras pada putra.
"Ya kali ini saja biarkan, biar nanti aku yang bilang pada Kemal untuk meminta pengertiannya." Putra masih menawar pada Ajeng
Sore itu kemal datang terlambat dan semua anggotanya tau kesibukan Kemal yang harus mengantar adiknya untuk ke sekolah musik dulu setiap sepulang sekolah, dan itulah sebabnya latihan diadakan di sore hari agar Kemal bisa mengikutinya.
__ADS_1