
Malam itu Fairi datang ke acara pernikahan Sujono dan Sabrina, Fairi terlihat sangat cantik malam itu. Banyak sekali orang yang menyapanya karena Fairi terlihat berbeda dari yang dulu, dan hal itu membuat mereka yang mengetahuinya jadi bertanya - tanya kenapa Fairi melakukan operasi sampai merubah seluruh bentuk wajahnya.
Fairi terlihat sangat santai menjelaskan pada semuanya, tak ada raut wajah kesal atau malu karena telah melakukan perubahan wajah secara menyeluruh. Bahkan Herman sebagai tuan rumah pun ikut menjelaskan alasan kenapa Fairi harus merubah wajahnya secara menyeluruh.
"Ken." Sujono terlihat sangat bahagia senyum terus menghiasi wajahnya.
"Wah selamat ya, aku tak pernah menyangka kalau ternyata kamu akan memilih sekretaris dan pengawal cantik seperti Sabrina sebagai nyonya rumah mu." Kenan menggoda Sujono
"Kau hanya tak tau saja." Sujono menjawab dengan sangat bahagia dan senyum terus mengembang di wajahnya
"Dan kau Sabrina, aku juga tak pernah menyangka kalau ternyata kau adalah wanita yang bisa tersenyum secantik ini, karena pertama aku melihat mu dan Anita kalian sungguh sangat kaku dan selalu menunjukkan wajah serius tanpa senyuman." Kenan pun menggoda Sabrina
"Terima kasih tuan Kenan, semuanya bisa dikondisikan." Sabrina berkata dengan sopan dan penuh dengan senyuman
"Tapi kau jangan senang dulu Ken, walau aku sudah menikah aku masih bisa mengambil Fairi dari tangan mu jika ku lihat kau menyakitinya dan membuatnya kecewa lagi." Sujono mengancam Kenan
"Ku rasa tak akan ada lagi hal semacam itu." Kenan tersenyum pada Sujono
"Non Ayu selama ini sudah cukup menderita, tolong jaga dia dengan baik tuan Kenan." Sabrina pun meninggalkan pesan pada Kenan dan Kenan hanya bisa tersenyum
"Dia ada didalam bersama ayah, ku pikir kalian akan datang bersama tadi, masuklah." Sujono meminta Kenan untuk masuk setelah memberitahu kalau Fairi sudah ada di sini.
"Sepertinya Fairi belum mengatakan pada mereka kalau dia dan Lime telah bersama." gumam Kenan dalam hati dan berjalan masuk ke ruang tamu vip
"Oh benarkah" Fairi
"Tentu saja, apa kau tau kalau semua itu membuat aku jadi sangat merindukanmu Fa." Lime
"Kau bisa saja" Fairi
"Jangan lebai ya jadi orang, dasar orang luar." Sri
"Oho..ok ok Sri" Lime
"Lime, sudah ku katakan berkali - kali jangan memanggilku Sri tapi Sita. Si-ta kau ingat itu" Sri
"Ok ok nona Sita, kau puas." Lime
"Puas." Sri
__ADS_1
"Kalian benar - benar ya." Fairi
"Lihatlah bahkan dia mengenalkan Lime dengan tanya dan mereka bisa bercanda dengan sangat seru seperti itu. Tapi dia tak pernah mengenalkan aku pada temannya apa lagi membawah aku dalam obrolan yang begitu seru." gumam Kenan yang melihat keseruan antara Fairi dan Lime yang terlihat berbincang serta bercanda dengan seru bersama dengan Sri teman Fairi.
"Oh Ken, kau baru datang." Lime menyapa Kenan dengan ramah saat dia melihat Kenan
"Hem, ku lihat kalian sangat seru." Kenan berkata dan duduk di kursi sebelah Fairi.
"Aku tinggal lihat om Jono dan Rina dulu." Fairi bangun dan pergi
"Bahkan saat aku datang pun dia langsung pergi." Kenan tersenyum dan bergumam dalam hati melihat Fairi pergi.
Tamu undangan yang datang sungguh sangat banyak dan Fairi terlihat sangat sibuk menerima tamu bersama dengan Herman sehingga dia tak bicara sama sekali dengan Kenan.
"Em Fa mau pulang bersama ku." Kenan mencoba untuk menawarkan tumpangan saat acara telah selesai.
"Tidak terima kasih Ken, aku akan pulang bersama Sri dan Lime saja." tolak Fairi.
"Baiklah kalau begitu aku balik duluan." Kenan pun pamit pulang.
...💔💔💔...
"Baiklah terima kasih Lime, hati - hati di jalan dan jangan ngebut." Fairi berkata dengan lembut pada Lime
"Ok, aku balik dulu ya Fa. Selamat istirahat dan selamat malam" Lime memeluk Fairi dan Fairi pun membalas pelukan Lime
"Lihatlah mereka sungguh sangat romantis, selamat malam dan selamat istirahat." gumam Kenan yang melihat interaksi Lime sama Fairi dari lantai 2 rumah Fairi.
Fairi melambaikan tangannya dan masuk saat mobil Lime sudah menghilang dari pagar rumahnya. Fairi menuju ke dapur dan mengambil air untuk diminum.
"Begitu malam, acaranya selesai dari jam 10 malam apa masih belum cukup juga waktu bersama kalian." tegur Kenan yang sudah tak sanggup lagi untuk menahan sesak di dadanya setiap kali melihat Fairi dan Lime bersama.
"Apa maksudmu, aku membantu om Jono dan Rina beres-beres dulu baru pulang." jawab Fairi tak peduli dengan Kenan.
"Oh, lalu kenapa kau masih juga belum bilang pada mereka kalau kau dan Lime bersama. Sebaiknya kau ceritakan yang sebenarnya pada mereka agar mereka tak salah paham." Kenan berkata dengan kesal.
"Apa, sebenarnya apa yang kau bicarakan kau mabuk ya." Fairi berjalan melewati Kenan dan masuk kedalam kamarnya.
"Aku dalam keadaan sadar sepenuhnya. Sebaiknya kau katakan yang sebenarnya pada mereka yang selama ini menjagamu, karena aku tak ingin di salah pahami oleh mereka semuanya." Kenan menerobos masuk kedalam kamar Fairi.
__ADS_1
"Apa yang harus aku ceritakan, harusnya kau yang cerita dan jagalah jarak mu karena aku gak mau kalau nanti aku kena maslah dengan wanitamu itu." Fairi mengeraskan suaranya.
"Apa, wanitaku. Siapa yang kau maksud, sebaiknya kau jangan membalikkan faktanya." Kenan pun mulai mengepalkan tangannya karena kesal dengan tuduhan Fairi.
"Membalikkan fakta, aku tak pernah membalikkan fakta apa pun, dan juga tak pernah menyembunyikan apa pun jadi sebaiknya kamu mengoreksi diri sendiri sebelum menyalahkan dan menuduh orang lain." Fairi mulai emosi
"Menyalah, menuduh. Aku bahkan tau dan mendengar pernyataan cinta dari Lime untukmu dengan sangat jelas dan aku tak mungkin keliru." Kenan meninggikan suaranya.
"Kau, dari dulu sampai sekarang kau hanya bisa menyalakan orang lain. Aku pun juga melihat dengan mata kepalaku sendiri bahwa kau dan wanitamu itu melakukan hal yang tak seharusnya dilakukan di kantor. Dan jangan pernah kau mengulanginya atau putraku melihat perbuatan mu itu." Fairi berteriak pada Kenan
Kenan terdiam karena dia memang melakukan kesalahan waktu itu "semua yang kau lihat tak sepenuhnya benar."
"Aku tak peduli, yang jelas aku tak ingin kau melakukan perbuatan itu dan ketahuan oleh putraku. Jadi saat kau tak bisa untuk menahannya kau bisa membawah wanitamu itu pergi ke hotel atau kemana pun yang kau mau asal jangan sampai putraku melihat perbuatanmu itu." Fairi mulai menurunkan suaranya namun dia menekan disetiap kata - katanya
"Fa, kau salah paham dengan itu" Kenan mendekat dan meraih tangan Fairi
"Keluar, aku tak ingin berdebat lagi dengan mu." Fairi menepis tangan Kenan
Kenan terlihat frustasi dan dia memukulkan tangannya di dinding berkali - kali hingga terluka karena menahan kesal dan juga beban dalam hatinya.
"Sial!!" Kenan duduk dengan lunglai.
Sedangkan Fairi didalam kamarnya juga menangis dan mengacak - acak rambutnya serta memukuli dadanya sendiri setelah Kenan keluar dari kamarnya.
...💔💔💔...
"Apakah kau yang bernama Fairi dari PT. Wijaya." sapa Sofiana pada Fairi dalam sebuah acara lelang saham
"Siapa anda, sepertinya kita tak pernah bertemu." Fairi merasa bingung
"Aku adalah orang yang telah anda batalkan janjinya Sofiana dari PT Warsa Air." ucap Sofiana dengan angkuh
"Oh, jadi anda orang yang tak memiliki kedisiplinan waktu dan berbuat sembarangan dengan waktu. Aku rasa menolak dan tak jadi kerja sama dengan anda adalah pilihan yang tepat, karena aku tak ingin bekerja sama dengan orang yang tak punya aturan dan suka sembarangan." jawab Fairi dengan santai
"Kau?!" Sofiana terlihat kesal.
"Sebaiknya sebelum anda membuka ucap dan berkata anda harus memperbaiki diri anda dulu, permisi." Fairi berkata dan pergi meninggalkan Sofiana.
"Ya ampun dia memilih lawan yang salah, ingin menjatuhkan orang eh malah dia sendiri yang terpojok."
__ADS_1
Ucap beberapa orang yang melihat dan tau soal perbincangan antara Fairi dan Sofiana.