
Pagi itu Fairi sibuk dengan pekerjaannya dan dia tak memperhatikan kalau segala kegiatannya diawasi oleh seseorang yang sejak tadi duduk didalam ruangan Fairi, tapi Fairi terlalu fokus pada pekerjaannya.
"Apa kau tak lelah terus menatap ke layar komputer itu, tak bisakah kau berhenti sebentar dan bersantai." tegur orang itu dan itu membuat Fairi tersenyum menatapnya.
"Sejak kapan ayah Herman ada di sana, kenapa ayah datang tak bilang - bilang." Fairi memiringkan kepalanya.
"Ya, seperti yang kau lihat. Ayah sudah sejak tadi di sini, ayah datang karena ayah menemukan sesuatu keganjalan." ucap Herman dan hal itu membuat Fairi mengerutkan kening
"Tyas, yang saat ini bukanlah Tyas dia adalah orang lain." Herman berkata dan menatap khawatir pada Fairi.
"Apa maksud ayah. Tyas bukan lah Tyas, lalu siapa dia?" Fairi bangun dan berjalan mendekati Herman
"Itulah yang masih diselidiki. Dan soal Arlan dia adalah putra orang bernama Danang, nama aslinya yang diberikan adalah Dandi Putra, dia mengalami kekerasan fisik dan mental yang dalam dari sejak dia dilahirkan." Herman menjelaskan setelah Fairi memintanya untuk menyelidiki keberadaan Arlan.
"Kekerasan fisik dari sejak dia dilahirkan, lalu apakah ayah tau siapa ibunya. Akankah itu Melinda?" Fairi bertanya dengan tak sabar
"Sepertinya bukan, dia tak ada hubungannya dengan itu." Herman
"Benar Bu Laras, saya sudah menyelidiki dengan dalam dan terakhir Danang berhubungan dengan Tyas dan Melinda itu 4 tahun yang lalu, sejak hari itu Tyas dan Melinda menghilang. Hanya ditemukan putri Melinda Mayang yang saat ini tinggal di panti asuhan dan Danang mengalami stres berat." jelas pengawal dari Herman.
"Danang mengalami stres berat, dia memiliki anak dengan Melinda bernama Mayang yang saat ini ada di panti asuhan dan putra bermana Dandi yang saat ini ada bersama dengan ku." Fairi bergumam dan berfikir dalam "lalu, siapa yang meletakkan Dandi di depan pintu panti asuhan yang aku asuh. Dan kenapa mereka tak dijadikan satu dengan kakaknya Mayang, jika memang mereka sama - sama putra Danang."
"Hem, ayah juga berfikir begitu. Tapi yang ayah temukan justru Tyas yang saat ini bukanlah Tyas yang sebenarnya. Dimana dia dan dimana keberadaannya tak ada yang tau." Herman juga terlihat berfikir.
"Orang - orang saya sudah mengawasinya dan semua aktifitasnya." jelas pengawal Herman.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan Tante Ayu." Fairi bertanya dan menatap pengawal Herman.
"Ibu Ayu dia sekarang telah dipindahkan dan dalam pengawasan ketat, dia tak diijinkan menerima tamu selain dari pihak berwajib dan para dokter serta perawat." jelas pengawal itu pada Fairi.
"Aku tak mengerti, kenapa ini semua jadi begitu rumit. Tante Ayu yang tiba - tiba mengalami gangguan jiwa saat ditemukan dan harus dirawat, Tyas yang saat ini bukan Tyas, Danang juga mengalami stres berat, dan Tyas sama Melinda menghilang bersama" Fairi berfikir keras.
"Kau tenang saja, ayah akan menyelidikinya dengan benar, dan Sujono bilang akan pulang besok, dia akan ada bersama dengan mu." Herman berkata dan meringankan beban pikiran Fairi. "Baiklah, kau lanjutkan pekerjaan mu ayah pergi dulu."
"Iya hati - hati." Fairi mengantar sampai depan pintu ruangannya.
Fairi duduk dan tenggelam dalam pikirannya sangat dalam, dia tak menyangka kalau Arlan putra yang dia rawat saat ini adalah putra kandung Danang. Fairi merasa sedikit bingung setelah mengetahui kebenaran Arlan.
"Fa, Fa, Fairi. Hei Fa" Kenan menggoyang Fairi untuk menyadarkan Fairi dari lamunannya.
"Oh, kenan kapan kau datang." Fairi terkejud dan bertanya pada Kenan dengan bingung.
Fairi menghela nafas dalam dan menatap Kenan, "barusan ayah Herman datang, dan dia mengatakan penyelidikan soal Arlan sudah diketahui, dia mengalami penyiksaan sejak dari dia dilahirkan, dan yang lebih mengejutkan lagi dia adalah putra kandung Danang orang yang dulu menjalin hubungan dengan Tyas dan membantu Tyas melakukan segala kejahatannya." jelas Fairi dan Kenan kaget.
"Kenapa kau melakukannya Fa, bukankah aku sudah pernah bilang padamu untuk tak melakukan itu hah, apa yang akan kau lakukan sekarang, kau akan mengembalikannya." Kenan berkata dengan kesal.
"Aku hanya ingin tau saja Ken, aku tak ada maksud untuk mengembalikan dia." jawab Fairi
"Lalu untuk apa kau harus tau, apa aku tak cukup dengan memberikan kasih sayangku dan membuatnya menjadi putra ku." Kenan terlihat kesal "bagaimana jika dia mencari dan meminta untuk dikembalikan apa kau akan mengembalikannya hah."
"Danang tak mungkin melakukan itu, ayah Herman bilang kalau saat ini Danang sedang mengalami stres berat. Jadi dia tak akan bisa merawatnya." jawab Fairi.
__ADS_1
"Aku tak habis pikir dengan mu, kau yang ngotot untuk mengadopsi dia, dan kau juga yang menyelidiki tentang dia. Terserah apa yang akan kau lakukan." Kenan pergi meninggalkan Fairi dengan kesal.
"Kenapa dia marah, aku kan hanya menceritakan soal kebenaran saja. Dan aku melakukan itu karena aku ingin tau kebenarannya saja tak lebih, dia sungguh aneh. Belakangan ini dia sering uring - uring an tak jelas, apa dia sedang mens ya." gerutu Fairi setelah Kenan pergi.
...💔💔💔...
Malam itu diadakan pesta amal seperti setiap tahunnya dan kali ini Fairi ikut serta dalam pesta malam itu, dia datang bersama dengan Kenan sebagian perwakilan dari perusahaannya. Tampilan Fairi malam ini sangat cantik dan menawan sehingga membuat pasang mata semua orang menatap kagum padanya, karena selain masih muda dan sukses Fairi adalah orang yang sangat baik, dan itu membuat semua orang menyukai Fairi.
"Wah, wah ibu Laras anda sungguh sangat cantik malam ini." sapa seorang pebisnis pada Fairi
"Terima kasih pak Heru, anda juga terlihat sangat keren dengan stelan anda saat ini." balas Fairi dengan ramah.
"Hahaha...anda bisa jasa." Heru menjawab dengan tertawa ringan.
"Bu Laras maukah anda bergabung dengan mereka, karena mereka sudah menunggu anada dari tadi, mereka sangat senang saat mendengar kalau anda akan hadir malam ini" pasang Heru membawah Fairi bergabung dengan para wanita lainnya.
"Tentu, dengan senang hati" Fairi pun pergi meninggalkan Kenan dan Heru.
"Wah tuan Ken bagaimana, apa anda masih saja belum berhasil mendapatkannya. Aku rasa dia semakin kesini dia menjadi semakin matang dan lebih cantik dari sebelumnya." Heru berkata dan menggoda Kenan.
Kenan tersenyum mendengar pertanyaan dari Heru yang tau soal Kenan yang mengejar Fairi sejak dari dulu, namun sampai sekarang masih saja tak mampu mendapatkan hati Fairi.
"Kau jangan hanya tersenyum saja, karena aku dengar Lime akan segerah kembali. Kau akan bersaing dengan dia lagi nanti." Heru berkata dan menatap Kenan
"Hubungan ku dengan Fairi lebih dalam dari yang kau ketahui, jadi aku tak akan terganggu dengan kedatangannya. Karena akan sama saja seperti sebelumnya." jawab Kenan ringan dan percaya diri.
__ADS_1
"Hooo..anda sungguh percaya diri sekali ya, aku suka. Tapi coba lihatlah itu" Heru menunjukan pada Kenan yang saat ini Fairi sedang berbincang dengan beberapa pria lain di pesta itu dan terlihat sangat seru.
Ya karena sejak Fairi mulai muncul di setiap pesta dan berbagai undangan lainnya membuat di semakin terkenal dan banyak didekati orang, mulai pria dan wanita. Apa lagi Fairi sangat ramah sama semua orang.