
"Kemal, halo sayang." Tyas datang menjemput Kemal di sekolahnya "ayo ikut Tante, kita ke kantor papa untuk mengajak papa makan siang bersama."
"Maaf Tante aku tak ikut sama Tante, karena mama bilang akan menyuruh Tante Nita untuk jemput, dan aku juga ada janji sama Tante Nita untuk latihan." tolak kemal pada Tyas yang datang menjemputnya.
Mendapat penolakan dari kemal untuk pertama kalinya membuat Tyas berusaha untuk merayu Kemal dan dia menyempatkan waktu untuk mengunjungi Kemal di sekolahnya hampir setiap hari guna menjemput Kemal untuk diajak ke kantor Kenan. Namun Kemal yang sudah lengket sama Fairi pun tak mau ikut siapa pun yang menjemput apa lagi jika Fairi meninggalkan pesan padanya untuk menunggu orang yang diutus untuk menjemputnya maka Kemal akan patuh bahkan Kenan pun tak akan bisa membujuk untuk ikut dengannya.
Rasa patuh dan sayang Kemal pada Fairi tak ada yang bisa menandinginya, satu kata dari Fairi mampu membuat rem pada hidup Kemal, karena bagi Kemal Fairi adalah segalanya dan tiada tanding bahkan dibandingkan dengan Kenan papanya.
"Kenapa kau tak ingin ikut dengan Tante, apa sekarang kau tak mau berteman dengan Tante lagi? Tante akan sedih loh." Tyas merayu Kemal yang duduk diam menunggu Anita untuk menjemputnya.
"Maaf Tante, tapi aku gak mau membuat mama khawatir jadi aku gak mau ikut Tante." Kemal menolak dengan halus.
"Ar sudah lama menunggu." Anita muncul dan mendekati Kemal "maaf anda siapa ya." Anita menatap Tyas
"Aku Tyas, Tante kemal." Tyas menjawab dan berdiri menghadap Anita.
Anita mengulas senyum dan memperkenalkan dirinya pada Tyas tapi Tyas tak merespon dan langsung pergi meninggalkan Anita begitu saja.
"Apa kau dekat dengannya?" Anita bertanya pada Kemal
"Dekat, dulu dia sering pergi main dan makan sama Tante Tyas dama papa." jawab Kemal dan berjalan mengikuti Anita.
"Nanti kita akan pergi ke rumah baru dan mamamu sudah menunggu disana." Anita menjelaskan pada Kemal.
...💔💔💔...
Kemal melihat ke seluruh rumah yang begitu besar hampir sama dengan rumah Kenan dan Kemal terlihat bingung. Fairi tersenyum melihat Kemal yang terlihat sangat senang dengan rumah peninggalan papanya.
"Mama ini rumah siapa, besar sekali." Kemal ternya dan terlihat kagum
"Kenapa, apa kamu suka?" Fairi bertanya dan tersenyum pada Kemal
"Suka, rumahnya sangat besar seperti rumah papa." Kemal berkata dengan sangat senang
"Ini adalah rumah kakek Adi, dan mulai sekarang kita akan tinggal di sini sama nenek Mina juga. Ayo pilih kamar untuk kamu." Fairi berkata dan kemal langsung lari membuka kamar untuk memilih jadi kamarnya.
...💔💔💔...
Seminggu sudah Tyas membujuk dan mendekati Kemal namun Kemal tak bergeming karena dia telah menemukan mamanya dan tak membutuhkan perhatian orang lain lagi. Bahkan Tyas semakin sulit untuk bisa mendekati Kenan karena dia tak memiliki alasan untuk bertemu dan datang ke kantor Kenan seperti biasanya dia lakukan dengan alasan menjemput Kemal.
__ADS_1
"Ken aku rasa Tyas memiliki tujuan mendekati mu dan Arman, apa kau tak apa melakukan itu." Farid bertanya pada Kenan setelah Tyas pulang dari kantor Kenan.
"Aku tau itu, apa kau pikir aku sebodoh itu sampai tak mengerti dengan tujuannya mendekati ku." jawab Kenan tapa melihat Farid
"Dan kau membiarkan begitu saja, walau kau tau tujuannya mendekati mu? Kau benar - benar aneh." Farid berkata dan menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan Kenan.
Kenan menatap Farid dan tersenyum "kau pikir aku tak punya tujuan dengan membiarkan dia terus berkeliaran di sekitarku sepeti itu. Aku melakukannya karena aku ingin tau dimana nyonya Ayu berada, karena aku yakin dia tau dimana mamanya berbunyi."
"Apa? Jadi kau membiarkan dia mendekati mu karena itu?" Farid menatap kenan dan melihat Kenan mengangguk "aku benar - benar tak habis pikir, atau jangan - jangan tuan Sujono mendekatinya juga ada maksud dan tujuannya sendiri."
"Kalau dia aku tak tau, karena aku tak seberapa kenal dengan Sujono." jawab Kenan.
"Sungguh kalian penuh dengan teka teki" Farid berkata dan pergieninggalkan ruangan Kenan.
"Apa dia pikir aku sebodoh itu sampai tak tau apa tujuan Tyas mendekatiku dan juga Kemal." gumam Kenan setelah Farid pergi.
💔💔💔
Disebuah bar Tyas terlihat sedang menunggu seseorang yang sudah membuat janji dengannya, dengan gelisah Tyas menunggu dan terus menghela nafas dalam dan melihat jam tangannya.
"Sorry kamu menunggu lama ya." seorang wanita datang dengan terburu - buru.
"Iya, iya ini barangnya." wanita itu menyerahkan sesuatu bungkusan pada Tyas
"Pergilah karena aku gak mau dilihat orang lain kalau bersama dengan mu." Tyas berpaling dan mengusir wanita itu.
"Dasar sombong, kalau buka karena aku memiliki tujuanku aku tak akan pernah mau membantunya." gumam wanita itu sambil pergi meninggalkan Tyas, yang ternyata wanita itu adalah Melinda manta istri kedua Kenan.
"Dengar kau harus bekerja dengan cepat dan jangan sampai ketahuan mengerti." Melinda mendatangi seorang pria dan meminta pria itu untuk melakukan sesuatu.
"Baik mbak, tenang saja aku akan melakukannya dengan sangat baik." ucap pria itu dan pergi.
Dari jauh Sujono yang melihat Tyas duduk sendirian sambil main hanpon pun tersenyum dan berjalan mendekatinya. "Selamat malam non Tyas."
"Oh mas Sujono, kebetulan sekali." Balan Tyas dengan senyumannya.
"Benar sekali, ini sungguh sangat kebetulan boleh aku duduk." Sujono berkata dengan lembut.
"Tentu silakan." Tyas bergeser yang artinya mempersilakan pada Sujono untuk duduk disebelahnya.
__ADS_1
"Apa non Tyas sendirian atau sedang menunggu seseorang?" Sujono bertanya dan menatap Tyas.
"Tidak, tadi memang sedang menunggu seseorang tapi sudah bertemu tadi. Kalau mas Sujono sedang sama apa sekarang." Tyas menyilangkan kakinya dan menatap Sujono.
"Aku datang untuk berburu wanita cantik, siapa tau bisa bertemu dengan secantik nona Tyas ini, bukankah aku jadi sangat beruntung." Sujono mulai menggombal pada Tyas
"Hem, mas Sujono bisa saja. Apa tak bareng dengan mas Kenan?" tanya Tyas karena dia pernah melihat dan bertemu Sujono dengan Kenan.
"Tak harus bersama bukan, kalau aku bersama dengan dia sekarang aku yakin kamu pasti akan lebih memilih dia dari pada aku, iya kan." Sujono menggoda Tyas
Perbincangan antara Tyas dan Sujono pun berlanjut dan mereka terlihat sangat seru berbincang bersama. Sujono juga memesankan beberapa minuman dan makanan ringan untuk dinikmati bersama. Mereka berdua jadi semakin akrab dan juga dekat satu sama lain.
Lama sekali Sujono dan Tyas bersama sampai akhirnya handphon Sujono berdering menerima panggilan "wah maafkan aku nona Tyas aku harus pergi karena ada pekerjaan."
"Tentu tak apa silakan." Tyas berkata dengan tersenyum manis.
Saat Sujono pergi seorang pria mendekati Tyas dengan membawah dua gelas dan sebotol minuman, pria itu duduk di sofa sebelah Tyas dan menawarkan minuman pada Tyas.
"Tidak terima kasih aku sudah cukup minum." tolak Tyas
Namun pria itu seolah dia adalah ahlinya dalam merau wanita, entah bagaimana caranya akhirnya Tyas pun luluh dan menerima segelas minuman dari orang itu. Tak menunggu waktu lama Tyas mulai mengantuk dan meracau.
Pria itu tersenyum dan dia dengan cepat membawah Tyas pergi dari bar itu ke suatu tempat. Tyas yang mulai tak sadarkan diri tak tau dirinya dibawah kemana, dalam perjalanan Tyas hanya tidur.
"Non Ayu bukankah dia adalah Tyas saudara tiri anda." Anita menunjukkan pada Fairi wanita yang ada didalam mobil sebelah
"Kau benar, tapi dia bersama dengan siapa? Sepertinya itu bukan tim dari model." Fairi yang melihat merasa aneh
Terlihat pria itu mendekat dan mencium Tyas namun tak ada respon dari Tyas. Fairi yang terus mengawasi jadi merasa curiga kalau Tyas diapa - apain karena dia tak merespon pria yang menciumnya.
"Nita ikuti mobil itu." perintah Fairi saat lampu sudah hijau
Mobil yang membawah Tyas menuju ke sebuah rumah kosong tapi di balik pintu pagar itu terlihat ada beberap orang pria yang sudah menunggu.
"Non sepertinya mereka bukan orang baik, akankah mereka ingin berpesta dan menjadi saudara tiri anda sebagai hidangan." ucap Anita yang sangat familiar dengan kondisi yang saat ini dilihatnya.
"Turun dan bantu dia." Fairi turun lalu mendekati orang - orang itu
Sempat ada cekcok antara Fairi dan prianyang membawah Tyas, dan perselisihan pun tak terelakkan. Beberapa pria yang ada didalam keluar dan mulai menyerang, untungnya Fairi tak sendirian, dia bersama dengan Anita yang jago bela diri dan juga beberapa pengawal yang dari tadi mengikuti mobil Fairi dari belakang.
__ADS_1
Setelah selesai dan orang - orang itu bisa dibekukkan Fairi langsung membawah Tyas ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Yang ternyata Tyas telah terpengaruh oleh obat bius dan penenang yang membuat orang tak sadarkan diri dan tak tau apa pun.