
Amyra melirik Denny yang tampak sangat serius dengan pekerjaan kontennya.
Nomor tidak dikenal itu mengirimkan pesan teks " Denny.. datanglah.. Aku akan memberikan saham terbesar diperusahaanmu, namun Kau harus dapat memuaskanku terlebih dahulu" tulis pesan wanita itu.
Amyra tercengang membacanya. Amyra memahami jika wanita itu adalah rekan bisnis suaminya, namun Ia harus tetap waspada dan tidak juga gegabah.
Amyra me-screenshot pesan tersebut, lalu mengirimkan ke nomornya.
Setelah itu Ia menghapus seluruh pesan dan memblokir nomor wanita itu.
"Sudah Myra blokir, Mas.." jawab Amyra dengan lirih.
Denny hanya menganggukkan kepalanya tanpa beban sedikitpun.
Amyra meletakkan phonsel Denny diatas meja nakas dan menarik kursi kosong lalu menggesernya di dekat suaminya.
"Gak capek, Mas? siang kerja, malam juga kerja?" tanya Amyra berusaha memberikan perhatiannya kepada sang suami.
Denny menoleh sembari tersenyum "Kalau capek kan ada tukang pijat profesional yang bisa buat Mas rileks" jawab Denny mencoba menggoda Amyra.
"Oh.. Ya.. Baiklah." balas Amyra, lalu Ia menggeser kursinya dibelakang Denny, lalu memulai pijatannya "Apakah ini sudah cukup profesional?" bisik Amyra yang sembari memijat punggung bagian atas kanan dan juga kiri suaminya.
Denny memajamkan kedua matanya "Ya.. Sangat nyaman dan juga enak, Sayang" jawab Denny mencoba memuji sang istri.
"Benarkah.. Begitu Mas tidak perlu ke tukang pijat lagi, sebab Myra sudah menjadi istri multitalenta" ucap Amyra dengan percaya diri.
Denny tertawa geli mendengar ucapan istrinya "Iya. Kamu sekarang sudah menjadi serba bisa, Sayang" balas Denny yang mencoba meresapi setiap pijatan sang istri.
" ini adalah Keberuntungan dalam memiliki seorang istri itu ya salah satunya mendapat pijat dan service gratis" guman Denny dalam hatinya.
**************
Julia berjalan menyusuri koridor hotel. Saat ini adalah hari terakhir pertemuan dengan pihak perusahaan Denny dalam membahas peluncuran produk baru yang akan di pasarkan.
Setelah meeting ini, Julia tentunya akan sangat jarang sekali untuk bertemu dengan Denny.
Kali ini meeting dilaksanakan dihotel tempat Julia menginap, dimana pihak relasi yang memintanya.
Denny beserta para relasinya memasuki ruangan meeting. Dwy telah membawa seluruh data dan juga dokumen yang akan dipresentasekan.
Denny akan memimpin meeting, Ia telah mempersiapkan segalanya, agar para investor tertarik untuk menanamkan saham diperusahaannya.
Semua relasi mendengarkan dan menyimak apa yang sedang dijelaskan oleh Denny, terkecuali seorang wanita yang sedang duduk sembari menatapnya penuh dengan hasrat menggebu.
Suasana tampak begitu hening, saat Denny mulai menjelaskan segalanya, para relasinya menganggukkan kepala atas ide dan gagasan yang direncanakan oleh Denny.
__ADS_1
Setelah seluruh rangkaian presentase selesai, Denny kembali ke kursinya. Seluruh peserta meeting mengajukan pertanyaan dan juga pendapat untuk mengembangkan ide dan gagasan yang sudah diterangkan oleh Denny.
Setelah semua ide dan gagasan dikoreksi dan diterima, maka kini mereka menikmati hidangan yang disajikan oleh pihak pengelola hotel.
Seluruh peserta meeting menikmatinya.
Tatapan Julia begitu instens, Ia tak lepas-lepasnya terus menatapi pria yang merupakan suami orang tersebut.
Denny merasakan kepalanya tiba-tiba sangat pusing. Tubuhnya panas membara dan kerongkongannya terasa kering.
Sesaat Ia hasratnya menggebu dan ingin tersalurkan dengan segera.
Denny merasa jika sesuatu telah dicampurkan kedalam minuman dan makanannya.
Denny membuka phonselnya dan mencoba menjaga kesadarannya meski terasa sulit.
Ia menghubungi seseorang dengan mengirimkan pesan teks, lalu menyimpan kembali phonselnya.
Rasa hasrat kian memuncak dan semakin tak terbendung. Ia kembali meraih phonselnya dalam kondisi gelisah dan mengirimkan pesan teks dengan cepat, lalu memasukkan kembali phonselnya kedalam tas kerjanya dengan tangan gemetar.
Peserta meeting mulai keluar satu persatu dan meninggalkan ruangan meeting.
Dwy yang mendapat kabar jika anaknya sakit, bergegas berpamitan kepada Denny sang bos yang tidak disadari jika saat ini sedang tersiksa.
Julia yang menatapnya diujung meja tersenyum bahagia. Ia merasakan sebuah kemenangan berada didepan matanya.
Julia meminta seorang pelayan membawa Denny kedalam kamar hotelnya, dengan alasan jika Denny dalam kondisi ingin beristirahat.
Pelayan laki-laki itu menganggukkan kepalanya dan mematuhi perintah Julia.
Julia berjalan sembari tersenyum bahagia saat melihat mangsanya sudah berada didalam genggamannya.
Sesampainya didalam kamar hotel, Julia meminta pelayan membaringkan tubuh Denny diyepian ranjang. Setelah itu Julia memberikan uang tips kepada pelayan tersebut.
Pelayan itu mengucapkan terimakasih kepada Julia dan segera berlalu.
Setelah pelayan itu pergi, Julia menghampiri Denny dan menatap pria itu dengan tatapan lapar dan juga penuh hasrat.
Dalam hidupnya, Ia adalah wanita yang selalu mendapatkan segala keinginannya, dan itu tidak dapat dibantah.
Julia mulai melucuti pakaiannya sendiri. Denny dalam pandangan samar-samar menatapnya dengan nanar "Amyra.. sayang.." ucapnya lirih dalam hasratnya yang kian menggebu.
Julia tersenyum menyeringai. Ia mendekatkan bibirnya ke wajah pria beristri tersebut, lalu memagutnya dengan sangat lapar.
"Amyra.." bisik Denny dalam kekacauannya.
__ADS_1
"Iya, Sayang.. lepaskan segala hasratmu.." jawab Julia memanipulatif Denny yang sudah kacau kesadarannya.
Saat ini Julia yang bekerja dan mendominasi untuk mencapai keinginannya.
Dalam kesadarannya yang sangat kacau, Denny merasakan jika aroma parfum wanita yang sedang mencumbunya itu bukanlah milik Amyra.
Denny mencoba menajamkan pandangannya, dan melihat siapa yang sedang mencumbu dirinya dengan begitu sangat buas.
Wanita itu telah melucuti pakaian Denny dan menyisakan pengaman segitiganya saja.
Ia menyadari jika itu bukanlah Amyra sang istri. Denny berusaha mendorong wanita yang sedang berada diatas tubuhnya dengan sisa-sisa kesadarannya.
"Menyingkir dari tubuhku wanita murahan..!.." ucap Denny dengan kesal dan mendorong Wanita yang mencoba menggagahinya.
Julia terjerembab kesisi ranjang, dan Denny dengan tubuh yang sempoyongan serta Juniornya yang sudah mengacung tegak siap menerkam mangsanya mencoba turun dari ranjang dan hendak memunguti pakaiannya yang berserakan dilantai.
Julia yang sudah tanpa sehelai benangpun turun dari ranjang. Ia tidak ingin menyia-menyiakan kesempatannya.
Ia mendekap tubuh kekar Denny yang sedang merunduk memunguti pakaiannya.
Denny tersentak kaget dan berusaha melepaskan dekapan Julia yang seakan meminta untuk menggagahinya.
Denny masih terus berjuang untuk mempertahankan kesetiaannya, meski saat ini Ia sangat tersiksa mengingknkan pelepasan hasrat.
Denny kembali berusah melepaskan cengkaraman tangan Julia dengan paksa.
Sesaat Ia berhasil melepaskannya dan membuat Julia kembali terjerembab dilantai.
Denny berusaha mencapai pintu keluar dan ingin segera pergi dari kamar tersebut sembari menggunakan kemejanya dengan tangan gemetaran.
Namun Julia tak ingin usahanya sia-sia.
Ia mencengkaram pergelangan kaki Denny, sehingga membuat pria itu kesulitan berjalan.
"Lepaskan.. wanita ja-lang.!"teriak Denny dengan kasar.
Bersamaan saat Denny akan mencapai pintu keluar, pintu hotel terbuka dan berdiri sosok wanita ramping diambang pintu yang menatap Denny dengan pandangan kalut dan tak mampu diungkapkan.
Wanita yang tak lain adalah Amyra, melihat kearah lantai dan tampak seorang wanita tanpa sehelai benangpun sedang mencengkram pergelangan tangan suaminya.
"Sayang.. mengapa Kau begitu sangat lama sekali" ucap Denny lirih dalam kekalutannya. Denny mendekap tubuh ramping Amyra, Ia melepaskan hasratnya dengan segera.
Amyra tak menyahuti ucapan suaminya.
Ia segera masuk kedalam kamar hotel dengan terus didekap oleh Denny, kemudian Amyra menutup pintu dan menguncinya.
__ADS_1