Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Episode 201


__ADS_3

Denny menatap sang sekretaris baru yang menggantikan Dwy.


Tampak wanita muda dengan pakaian aduhai menggoda, wanita itu duduk dihadapan meja kerja Denny sembari menyilangkan salah satu kakinya, memamerkan kulitnya yang berkilau karena suntik kolagen.


Pakaiannya yang super ketat seolah tidak muat untuk menampung dua buah benda kenyal yang berada didadanya.


"Apakah kamu sekretaris pengganti dari Dwy?" tanya Denny dengan memalingkan wajahnya dan menghadap laptopnya.


Seoalah merasa wanita paling aduhai didunia, sekretaris itu membusungkan dadanya " Ya, Pak.." jawabnya manja.


"Apa kompetensi yang kamu miliki sehingga kamu direkomendasikan keperusahaan ini?" tanya Denny dengan nada dingin.


"Ya.. Karena saya sudah banyak membuat berbagai pemenangan proyek pada perusahaan yang saya tangani" jawab Sekretaris itu dengan tetap menatap pada Denny yang mengacuhkannya.


"Siapa namamu?" tanya Denny datar.


"Grace Alea" jawab wanita itu singkat.


"Baiklah.. Untuk bekerja ditempat ini, setidaknya ada masa magang untuk kamu selama 3 bulan, dan saya ingin melihat kemapuan kamu dalam menjalankan peranmu sebagai sekretsris" ucap Denny dengan tegas.


Grace tersenyum nakal, dan menganggukkan kepalanya.. "Baiklah, Pak.. Apa yang dapat saya lakukan sekarang?" tanya Grace dengan nada menantang.


"Temui Fhytri, tanyakan padanya tentang apa saja yang biasa dilakukan oleh Dwy saat bekerja diperusahaan ini" jawab Denny, dan sebelum Grace bertanya lagi, Denny melanjutkan ucapannya " Besok perbaiki pakaianmu, tidak baik bagi seorang wanita menggunakan pakaian yang tampak seperti seorang penggoda" ucap Denny dengan nada menyindir.


Grace merasa tersinggung dengan ucapan Denny, sebab selama ini ditempatnya bekerja mereka dituntut untuk tampil modis dan juga bergaya mempesona.


Namun, kali ini perkataan Denny yang merupakan Bos-nya terdengar begitu menyakitkan ditelinganya.


"Baiklah, Pak" jawab Grace, dengan nada sedikit tak suka, kemudian beranjak dari kursinya, lalu berpamitan keluar dari ruangan Denny.


Sementara itu, Amyra merasakan tubuhnya begitu lemah, ia seperti merasakan berbeda kehamilannya saat ini dengan kehamilan Najma dan juga Ashraf.


Amyra menghubungi Denny, mencoba memberitahu jika Ia merasakan sangat begitu lelah dan tak berdaya.


"Mas, bisa pulang sebentar, Myra merasa sangat begitu lemah hari ini" ucap Amyra dalam panggilan telefonnya. Nada suaranya begitu lirih.

__ADS_1


"Iya, Sayang.. Mas akan segera pulang. Bagaimana dengan Najma dan Ashraf, apakah mereka sudah pulang dari sekolah?" tanya Denny mengingatkan.


"Belum.. Sekitar 3 jam lagi mereka baru pulang, itupun tidak bersamaan" jawab Amyra yang semakin lemah.


Nada suara Amyra membuat Denny semakin panik.


"Baiklah.. Mas akan segera pulang, Kamu bertahan sejenak, Ya?" ucap Denny dengan nada khawatir, lalu mengakhiri panggilan telefonnya.


Kemudian Denny menghubungi Fhytri, agar memberikan perintah kepada sekretaris baru bernama Grace itu untuk menyiapkan dan menyelesaikan pekerjaan yang tertunda karena Dwy mengundurkan diri.


Fhytri mengiyakan perintah sang Big Bos dan segera menyampaikannya kepada Grace.


Denny bergegas mengemasi tas kerjanya, dan segera keluar dengan tergesa-gesa, sehingga tanpa sadar Ia menabrak Grace yang ternyata sedang menuju keruangannya.


"Kamu ini, Kalau berjalan pakai mata" ucap Denny dengan kesal, karena tas miliknya sampai terlempar ke lantai.


Denny memungut tasnya lalu berjalan dengan cepat meninggalkan koridor kantor dan menuju lift.


Sepertinya Grace merasa jika bekerja satu hari ditempat ini bagaikan menemukan seorang bos arogan yang begitu sangat sensitif.


Melihat ruangan Denny yang sudah tertutup dan Denny juga pergi dari ruangan kerjanya, Grace kembali keruangan yang dahulunya milik Dwy. Seaat Ia mendapat telefon dari Fhytri yang mengatakan jika Denny tak berada diruangannya, dan ada beberapa tugas yang akan diselesaikan Grace sebagai tugas pertamanya bekerja.


Denny mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Rasa kecemasan yang melandanya begitu sangat membuatnya seperti tak nyaman.


Tak berselang lama, Ia sampai kerumah, Ia setengah berlari menuju kamar dan membuka pintu.


Ia melihat Amyra terbaring lemah seakan tak berdaya. Denny membopong tubuh Amyra dan membawanya kerumah sakit.


"Bertahanlah, Sayang.. Jangan buat Mas takut" ucap Denny sembari bergegas menuju mobil dan meletakkan Amyra setelah menurunkan jok mobil menjadi datar, dan mengganjal kepala Amyra menggunakan bantal boneka yang ada didalam mobil.


Denny kembali mengemudikan mobilnya kerumah sakit, Ia ingin segera sampai kerumah sakit.


Amyra tampak begitu pucat dan tak mampu berbuat apapun.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya Denny sampai dirumah sakit ternama dengan peralatan medis yang lengkap dan juga terpercaya.

__ADS_1


Denny segera membopong tubuh Amyra dan menuju ruang UGD.


Para perawat segera berlari membawa ranjang troli pasien dan menyambut tubuh Amyra.


Denny mengatakan jika istrinya sedang mengandung dan hamil muda, lalu tiba-tiba mendadak lemah dan kondisinya seperti saat ini.


Lalu perawat menghubungi dokter kandungan untuk memeriksa Amyra diruangan UGD dan Denny diminta untuk mengurus administrasinya.


Dokter kandungan tiba dan memeriksa Amyra, lalu mendiagnosa keluhan Amyra dan meminta Perawat untuk memasang infus untuk memberikan tenaga tambahan.


Setelah melewati berbagai rangkain pemeriksaan, Amyra dibawa keruangan VVIP dengan fasilitas istimewa.


Denny menghampiri Amyra yang kini terpasang jarum infus dipergelangan tangannya.


Wajah Amyra sedikit memudar pucatnya dan terlihat sedikit bertenaga dibanding saat tadi sebelum mendapat penanganan medis.


"Maaf, Pak.. Bapak dipanggil dokter untuk memberikan informasi tentang kondisi Ibu Amyra" ucap seorang perawat yang baru saja memasuki ruangan tersebut.


Dennyenganggukkan kepalanya dan menuju ruangan dokter yang dimaksud oleh Perawat tersebut.


Sesampainya diruangan sang Dokter, Denny dipersilahkan untuk duduk dan bersiap mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh Dokter kandungan yang menangani Amyra.


"Pak Denny.. Istri Anda mengalami sedikit kelainan dalam kandungannya" ucap dokter itu mencoba menjelaskan.


"Kelainan seperti apa maksudnya, Dok?" tanya Denny penasaran bercampur cemas.


"Kandungan istri anda sedikit lemah, maka sebab itu Ia memerlukan istirahat cukup dan harap Anda bersabar untuk tidak melakukan hubungan percintaan selama 6 bulan, agar kandungan Istri Anda benar-benar kuat dan juga ini akan berdampak pada keselematan ibu dan janinnya" dokter itu memberikan penjelasan.


Denny tersentak mendengar puasa 6 bulan dalam hal ranjang, namun Ia juga tidak ingin membahayakan Amyra dan janin yang kini sedang dikandung Amyra.


"Mengapa bisa sampai seperti ini, Dok? Bukankah saat kehamilan pertama dan kedua istri saya baik-baik saja" tanya Denny dengan nada penasaran.


"Setiap kehamilan memiliki bawaan yang berbeda, dan semua itu memang sudah lumrah dalam hal kehamilan" ucap Dokter itu sembari menghela nafasnya.


"Bahkan ada sebagian kehamilan yang melakukan hal-hal aneh, dan terkadang terkesan menyeleneh, namun itu memang masih hal lumrah" ujar sang dokter kembali memperjelas kepada Denny.

__ADS_1


Denny menganggukkan kepalanya, dan berpamitan untuk keluar dari ruangan.


__ADS_2