Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
episode 279


__ADS_3

Zain menghampiri Khumiarah "Ada apa, Sayang?" tanya Zain dengan cemas.


Khumairah hanya meringis menahan rasa sakitnya dan Ia menunjukkan jika pakaian bawahnya telah basah.


Seketika Zain tersentak karena kaget, Ia menjadi sedikit gugup dan khawatir. Ia mencoba memeriksa kondisi Khumairah dengan menyingkap daster bagian bawah istrinya.


Selain cairan bening yang diduga Zain adalah pecahan ketuban, ada juga bercak darak meskipun hanya sedikit.


"Ketuban Khumairah tampaknya pecah, dan Aku harus segera mmebawanya ke rumah sakit. Aku harus mencari cara agar tidak dicurigai oleh para aparat tersebut" Guman Zain lirih.


Ia mengambil tas ransel yang berisi perlengkapan bayi, uang yang Ia sembunyikan didalam botol air mineral untuk biaya operasi Khumairah, dan juga kelengkapan surat-surat identitas Khumairah.


Meskipun Zain sebenarnya panik, namun Ia mencoba tenang agar gerak-geriknya tidak menimbulkan kecurigaan.


Setelah mengumpulkan semua yang dibutuhkan. Zain mengikat rambutnya, lalu mengenakan topi dan memasukkan rambutnya yang telah diikatnya kedalam topi tersebut.


"Bentar, Sayang.. Mas panggil tetangga dulu untuk minta bantuan mengangkat kamu ke mobil, Kamu bertahan, Ya.." bisik Zain, lalu mengecup kening Khumirah dan beranjak keluar dari kamarnya mencari bantuan kepada tetangganya untuk membawa Khumairah ke dalam mobil.


Di tempat lain, Amyra yang baru saja keluar dari kamar mandi merasakan perutnya sangat mulas. "Mas.. Perut Myra kenapa mulas sekali ya?" ucap Amyra yang saat ini berjalan tertatih menuju ranjanganya dengan rasa sakit yang sangat menderanya.


"Apa kamu mau melahirkan, Ya Sayang?" tanya Denny yang baru saja mengenakan dasinya.


Amyra meringis dengan wajah penuh kesakitan "Mjngkin juga, Mas. Tapi jadwal operasi dua hari lagi" jawab Amyra yang terus meringis dan membuat pandangannya sedikit kabur.


Denny menghampiri Amyra, mencoba membelai perut sang istri.


"Mas telfon dokter dulu, Ya" Denny meraih phonselnya dan menghubungi dokter yang untuk menginformasikan kondisi Amyra saat ini.


Sementara itu, Zain mengintai dibalik jendela ruang utama, dan mencoba melihat jika ada tetangganya yang melintas. Lalu dua orang pria yang merupakan tetangga di ujung ruamh kontrakannya tampak berjalan hendak pulang karena baru saja melihat rumah belakang yang sedang ramai oleh kejadian penembakan dan penggerebekan tersebut.

__ADS_1


Zain segera membuka pintu rumahnya, dan memanggil ke dua pria tersebut "Bang.. Bisa minta tolong?" ucap Zain kepada ke dua pria tersebut.


"Minta tolong apa, Mas?" tanya keduanya hampir bersamaan.


"Bantu saya angkat istri saya ke dalam mobil, soalnya mau melahirkan" ucap Zain dengan wajah menghiba.


Dengan cepat keduanya menganggukkan kepala dan membantu Zain mengangkat tubuh Khumairah yang sudah basah dengan cairan ketuban yang sudah merembes keluar secara terus menerus.


Kedua tetangga itu mengevakuasi Khumairah, dan membawanya ke mobil, sedangkan Zain membawa tas yang berisi semua perlengkapan dan mengunci pintu rumahnya.


Proses evakuasi Khumairah mendapatkan perhatian dari warga dan mereka melihat Khumairah yang tampak sedang meringingis kesakitan.


Setelah Khumairah berada didalam mobil, Zain kembali meminta tolong agar tetangganya meminta polisi menggeser truck yang menghalangi jalannya menuju ke luar dari gang.


Tetangga itu dengan ikhlas membantu Zain, dan mencoba berkomunikasi kepada petugas agar menggeser mobil truck yang digunakan untuk mengangkut barang bukti yang sitaan tersebut bergeser dari tempatnya, sebab ada warga yang akan mengeluarkan mobilnya untuk membawa istrinya ke rumah sakit.


Aparat itu memandang Zain yang tampak berdiri di ddepan pintu mobilnya, ada sedikit kecurigaan disana, namun Ia menganggukkan kepalanya dan meminta sopir tersebut untuk menggeser mobil truck dan memberi jalan bagi warga yang akan keluar dari gang tersebut.


Aparat itu mengernyitkan keningnya, dan mencoba mendalami cii-ciri DPO yang sekarang sedang mereka cari.


Lalu mobil Zain berhasil keluar dan menuju jalan raya untuk segera membawa Khumairah ke rumah sakit.


Aparat tersebut menghidupkan alat komunikasinya, lalu menghubungi kantor, dan menyampaikan informasi yang baru saja didapatnya dan menyebutkan nomor plat mobil yang dikemudikan oleh Zain beserta warna dan typenya.


Khumairah masih meringis dengan rasa sakit sakit yang luar biasa. Ia merapatkan gigi-giginya yang untuk menahan rasa yang terus menerus datang.


Bahkan Ia mencengkram pinggang suaminya untuk membantu menahan rasa sakit tersebut.


Saat yang bersamaan, Amyra juga mengalami rasa sakit yang sama, dan menurut keterangan dokter, Amyra diminta dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

__ADS_1


"Sayang.. Kita ke rumah sakit, kamu harus diperiksa, sebab jadwal kelahiran bisa saja maju dan juga bisa mundur. Jika Kamu harus melahirkan sekarang, biar Mas sekalian bawa saja tas perlengkapan bayi yang sudah kamu siapkan" ucap Denny, lalu membuka lemari mencari tas perlengkapan bayi yang sudah disediakan sebelumnya.


Lalu Denny mengambil satu pakaian daster untuk Amyra, sebab setelah keluar dari kamar mandi, Amyra belum sempat mengganti pakaian dan masih menggunakan kain handuk saja.


Denny memakaikan daster tersebut dan underware tanpa bra.


Setelah selesai, Ia mencari hijab sang istri untuk dikenakan, lalu Denny menggendong tubuh Amyra keluar dari kamar menuju mobil.


Setelah meletakkan tubuh Anyra didalam mobil, Ia kembali mengambil tas perlengkapan bayinya dan memberikan perintah kepada Mbak Ridha agar mengurus Ashraf dan Najma saat pulang sekolah nanti.


Setelah itu, Ia kembali ke mobil dan membawa Amyra menuju rumah sakit.


Sementara itu, Khumairah tampak sangat pucat saat rasa sakit yang terus- menerus menderanya itu semakin memuncak.


Perjalanan ke rumah sakit sekitar 30 menit lagi "Sabar, Ya sayang.. Bertahanlah.. Sebentar lagi Kita akan sampai" ucap Zain mencoba memberikan semangat kepada sang istri.


Seketika Zain melihat di depannya ada polisi yang melakukan razia dengan tiba-tiba. Seketika Zain memperlambat laju mobilnya dan memutar arah mencari jalan alternatif lain.


Mungkin membutuhkan waktu tambahan untuk sampai ke rumah sakit, namun Ia tak memiliki pilihan lain.


Zain segera mencari jalan alternatif menuju rumah sakit.


Sesampainya dijalan tersebut, Ia mencoba menambah kecepatan laju mobilnya agar segera sampai ke rumah sakit dan Khumairah mendapatkan pertolongan.


Kini Ia sudah menemukan jalanan utama, lalu dengan segera melajukan mobilnya, sebab Khumairah sudah terus merintih dengan rasa sakitnya.


Saat bersaaan, dari arah simpang komplek perumahan mewah, sebuah mobil juga meluncur dengan kecepatan yang tak biasa, tampaknya mobil itu juga sedang terburu-buru, dan..


Ciiiiiiitttt..buuuuummm...

__ADS_1


Tabrakan yang terelakan antara mobil hitam dan mobil Zain, namun tidak terlalu parah, dan karena sama-sama mengejar waktu, keduanya tak sempat untuk berdebat lalu kembali melanjutkan perjalanan ke rumah sakit, meski badan mobil mengalami kerusakan yang sedikit parah.


Lalu tanpa diduga, ternyata kedua mobil yang tadi saling bertabrakan kini berada disatu parkiran yang sama rumah sakit dan pengemudinya sibuk memanggil perawat untuk membawa pasien yang saat ini dalam kondisi sama hendak melahirkan.


__ADS_2