
Setelah 1 Minggu akhirnya Fairi mengambil keputusan kalau dia akan menerima usulan dari ayah angkatnya dan dia akan menerima perjodohan yang dibuat oleh mereka. Siang itu setelah Fairi datang ke kantor tuan Bram dia langsung bekerja.
"Hei kenapa Fa? Kau terlihat sedang memikirkan sesuatu?" tanya Sri yang melihat Fairi jadi sering melamun setelah keluar untuk makan siang dengan orang tua angkatnya.
Fairi bernafas dalam dan menatap Sri "semoga apa yang aku putuskan dan pilih ini adalah hal yang baik"
"Memang ada apa?" tanya Sri semakin bingung menatap temannya itu
"Aku baru saja menemui papa dan membicarakan soal perjodohan yang dibuatnya dan katanya dia sudah menceritakan itu pada ayah. Awalnya aku tak tau harus menjawab apa dan tadi aku mengatakan kalau aku akan menerimanya." jawab Fairi dan dia lagi - lagi bernafas dalam serta berat
"Em, memangnya dia menjodohkan kamu dengan siapa? Apakah kamu tau dan mengenal orang itu" Sri terus saja bertanya dan hal itu membuat Fairi akhirnya tersenyum
"Dibilang kenal aku kenal, dibilang tidak aku juga tak kenal, karena sejak aku masuk sekolah menengah atas aku sudah keluar dari rumah orang tua angkat ku karena dia tak menyukai ku. Dia adalah anak tunggal orang tua angkat ku l" jawab Fairi menatap Sri
"Itu artinya kamu tau dengan dia kan, apakah dia menerima perjodohan ini?" Sri kembali bertanya
"Tidak, aku tak pernah melihat dia. Dulu saat aku tinggal di rumah itu dia keluar dari rumah dan memilih tinggal di asrama dan saat aku keluar dari rumahnya barulah dia kembali pulang. Dan aku selalu menghubungi bi Asih atau pak Sueb setiap kali mau ke rumah itu karena aku tak ingin bertemu dengan dia." jawab Fairi
"Jadi kamu tak pernah bertemu dengan dia sama sekali selama ini. Dia pasti sudah berubah dan dia pasti tak akan setuju dengan perjodohan kalian kalau dulu saja dia tak suka dengan mu" ucap Sri menatap Fairi
"Aku tau, tapi hanya ini caranya agar aku tak lagi berurusan dengan ayah ku. Karena aku tak ingin melihat istri dan juga anak dari ayahku setiap kali dia menghubungiku dan memintaku untuk datang makan malam atau melakukan sesuatu yang tak aku inginkan." jawab Fairi dengan nada lemas.
"Bagaimana jika pria itu tak menerima perjodohan kalian? Apa yang akan kau lakukan, aku akan memaksanya atau kau akan menerima keputusannya" Sri menatap Fairi dan menunggu jawaban dari Fairi yang diam termenung.
"Aku tak tau, yang jelas aku akan menerima semua keputusan yang akan diajukan olehnya selama itu tak merugikan aku, dan aku minta padamu untuk tak mengatakan apa pun pada siapa pun. Karena aku tak menginginkan pernikahan yang mewah, aku akan mengadakan pernikahan rahasia." jelas Fairi dan Sri mengangguk lalu memeluk Fairi.
...💔💔💔...
Sementara di rumah taun Bram menceritakan kepada istrinya kalau Fairi telah menerima perjodohan itu, dan mereka terlihat sangat senang.
"Tapi bagaimana pa kalau Kenan tak setuju?" Nyonya Tias bertanya dengan khawatir
"Papa akan memaksanya ma, dia harus memilih dan itu semua ada ditangannya." jawab tuan Bram penuh keyakinan.
"Kalau begitu kita bicarakan dengan mas Adi pa" nyonya Tias memberikan usulan
__ADS_1
"Iya kita akan bertemu dengan dia nanti malam ma, papa sudah reservasi restoran untuk nanti malam ma" tuan Bram menjawab dan tersenyum
"Ya Allah papa cepat sekali ya" nyonya Tias tersenyum
"Karena papa ingin cepat ma, dengan begitu kita akan memenuhi janji kita pada Laras untuk menjaga dan melindungi putrinya." Tuan Bram menjawab dengan bangga.
Setelah pembicaraan itu tuan Bram dan nyonya Tias memanggil Kenan dan mengajaknya untuk bertemu di rumah karena kenan yang sudah bekerja hampir tak pernah pulang ke rumah Karana dia telah membeli apartemen di kawasan elit.
"Mas Ken sudah ditunggu bapak sama ibu didalam" sambut bi Asih yang melihat Kenan datang
"Ada apa memangnya bi, kenapa mereka terlihat sangat serius." tanya Kenan pada bi Asih dan dia merasa penasaran
"Bibi juga tidak tau mas." jawab bi Asih dan mengantarkan Kenan masuk kedalam ruang kerja tuan Bram
Didalam ruangan itu sudah ada tuan Bram dan nyonya Tias yang menunggu Kenan, dengan bingung Kenan masuk dan menatap kedua orang tuanya yang terlihat sangat serius.
"Ada apa ma, pa. Kenapa kalian terlihat sangat serius." tanay Kenan dan berjalan mendekat
"Duduklah dulu" ucap tuan Bram
"Kau pasti tau dengan berkas itu, dan kau pasti juga tau maksud mama dan juga aku memanggilmu ke mari." Tuan Bram berkata dan menatap Kenan
"Em, Ken tau pa. Tapi ada apa karena papa dan mama menatap Ken dengan serius seperti ini membuat Ken jadi takut." jawab Kenan dan berusaha untuk tersenyum
"Bagus, kau harus memilih dua hal yang akan papa katakan. Semuanya keputusan ada di tangan mu."
"Kau memilih untuk mendirikan dan mengembangkan perusahaan mu sendiri dan menerima perjodohan yang kami ajukan atau kau tetap bergabung dengan perusahaan utama namun harus mengikuti aturan yang ada dan tinggalkan semua wanitamu itu." ucap tuan Bram
"Apa?!" Sontak Kenan kaget
"Ya itu adalah pilihan mu." sambung tuan Bram
"Apa maksud papa ini, perjodohan? Pa ini jaman apa, kenapa masih ada kata perjodohan Ken tak setuju." tolak Kenan
"Ok, kalau begitu mulai sekarang kau hanya akan mengikuti peraturan yang ada di perusahaan." jawab tuan Bram santai
__ADS_1
"Pa. Ma, apa mama hanya diam saja, ini tak adil untuk Ken ma" Kenan menjawab dan melihat pada mamanya
"Mama juga berkata sama dengan papamu, jika kamu ingin berkembang sendiri maka kamu harus menikah dengan Fairi dan itu adalah keputusan final ku. Karena aku tak akan mau menerima wanita manapun yang kamu bawah selain Fairi." jawab nyonya Tias dengan tegas.
"Fairi, maksud papa dan mama Fairi yang telah menjadi anak angkat kalian dan orang yang menyebabkan Ken jadi anak tiri dan selalu mendapatkan banyak tugas itu." Kenan berkata dan tersenyum tak percaya pada kedua orang tuanya
"Iya, mama sudah memutuskan untuk menikahkan kalian berdua, karena dengan begitu maki bisa menjaga dan melindungi dia untuk selamanya." Nyonya Tias menjawab dengan tatapan serius pada Kenan
"Apa dia mau, apa kalian sudah tanya padanya soal ini." tanay Kenan dengan emosi
"Dia adalah anak yang baik dan juga lembut, kami sudah memastikannya dan dia telah menerima dengan baik" jawab tuan Bram
Kenan mengusap kasar wajahnya dan menahan emosinya yang hampir meledak karena semua kabar itu. Kenan menatap kedua orang tuanya dengan tatapan kesal dan marah yang berusaha untuk ditahan dengan keras.
"Terserah, jika kau setuju maka semua akan papa setujui dan jika kamu memilih tak setuju maka kau harus mengikuti ku, itu terserah kamu" tuan Bram berkata dengan santainya dan hal itu membuat Kenan semakin kesal.
"Apa yang akan ku dapat jika aku setuju" tanya Kenan
"Perusahaan mu, keputusan ada ditangan mu sepenuhnya dan bantuan dari ku untuk semua hal" jawab tuan Bram
Kenan tersenyum dan menatap tak percaya dengan kedua orang tuanya yang lebih memilih anak orang lain dan membuat hidupnya selalu sulit selama ini.
"Ok, Ken setuju, tapi ada syaratnya. Aku gak mau ada pernikahan yang mewah dan hanya keluarga ini saja dan juga jangan jangan pernah ikut campur dalam rumah tangga Kenan nantinya." Kenan membuat penawaran pada kedua orang tuanya
"Ken kau." Nyonya Tias ingin bicara namun ditahan oleh tuan Bram
"Papa setuju." jawab tuan Bram dan mereka menanda tangani perjanjian pecah perusahan menjadi 2 antara perusahaan Kenan sendiri dan juga tuan Bram sendiri.
"Ku harap papa menepati janji papa." ucap Kenan dan dia pergi dari rumah orang tuanya dengan kesal.
...💔💔💔...
"Selidiki orang yang bernama Larasati yang bekerja sebagai pengganti model dan laporkan semuanya padaku dalam 24 jam"
Kenan menghubungi seseorang untuk menyelidiki Fairi dan dia merasa kesal serta marah dengan minum di rumahnya.
__ADS_1
Tak menunggu lama Kenan langsung mendapatkan informasi semua mengenai Fairi dalam 24 jam dari orang yang disuruhnya, dan datanya sangat lengkap mulai nama lengkapnya teman - temannya dan juga tempat tinggalnya.