Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 84


__ADS_3

Hampir 2 Minggu Handoko menyelidiki soal Sujono namun dia tak mendapatkan informasi apa pun tentang Sujono yang lebih akurat dan tepat, seolah data tentangnya sengaja disembunyikan dan disamarkan bahkan dihapus untuk menutupi kebenaran yang sebenarnya tentang dirinya. Bahkan orang - orang Handoko yang terbilang handal dalam hal menyelidiki orang dan mencari tau informasi orang sesulit apa pun tak dapat menemukan apa - apa tentang Sujono selain dirinya yang bekerja di hotel Janson dan menjadi anak angkat dari sebuah keluarga yang sederhana serta belum berkeluarga sampai usianya yang terbilang cukup tua.


"Ini aneh sekali, kenapa data soal jati dirinya tak ada yang penting sama sekali ya. Kenapa dia jadi anak angkat dan kapan dia mulai bekerja di hotel Janson semuanya tak ada, dan hanya menjelaskan kalau dia seorang pegawai yang baik dan pimpinan yang baik pada semua bawahannya, kenapa aku curiga kalau dia bukanlah orang sembarangan. Tapi siapa dia sebenarnya ya." Handoko menatap bingung saat dia membaca data yang dia dapatkan tentang Sujono


Setelah itu Handoko pun menghentikan penyelidikan tentang Sujono dan dia tak lagi mengirim orang - orangnya untuk mengintai karena keseharian dari seorang Sujono selalu sama, dari rumah ke kantornya dan dari kantor pulang ke rumah, tak ada kegiatan lain yang menarik yang bisa membuat dia menunjukkan ketertarikan lain selain pulang dan bekerja.


"Han kau datang, papa ada di ruang kerjanya." sambut nyonya Ayu saat dia melihat Handoko datang


"Baik nyonya." Handoko menjawab dan langsung masuk kedalam ruang kerja tuan Adi.


"Hei Han, kau datang." Tuan Adi terlihat sangat lelah.


"Tuan, kenapa wajah anda sangat pucat. Apa anda bekerja sampai larut lagi? Jangan lakukan itu tuan ingatlah anda baru saja sembuh dari sakit. Dokter sudah bilang kalau anda tak boleh terlalu lelah dan stres karena daya tahan tubuh anda lemah." Handoko terlihat khawatir pada tuan Adi.


"Han bawah minuman itu dan jangan lupa untuk melakukan tes. Aku harus bisa mengambil resiko atas semuanya kan, dan sebelum semuanya terjadi aku ingin menyelesaikan semua pekerjaan ini." Tuan Adi berkata seolah dia sudah siapa untuk segala akibatnya.


"Apa tuan mencurigai nyonya?" Handoko berkata sambil berbisik

__ADS_1


"Aku tak bisa tak mencurigainya, karena aku merasa ada yang dia sembunyikan dari ku." Tuan Adi menjawab dengan lemah.


"Baiklah tuan, sesuai dengan perintah anda. Oh iya, saya sudah mengirim orang untuk mengkonfirmasi pada tuan Sujono kalau anda ingin bertemu dengan dia untuk kerja sama. Tapi anda harus hati - hati, karena orang itu sangat misterius dan data tentang dirinya tak bisa dimengerti." Handoko menjelaskan dengan panjang lebar pada tuannya.


"Apa yang sedang dibicarakan oleh mereka, tapi sebelum semuanya terlambat aku harus bisa melakukannya lebih cepat karena aku mulai tak percaya pada papa. Sejak putrinya itu datang lagi papa jadi jauh dengan ku dan juga sering menutupi sesuatu." Nyonya Ayu juga mencurigai tuan Adi melakukan sesuatu dibelakangnya.


Dengan cepat nyonya Ayu menghubungi tuan Bagus dan menceritakan rencananya, karena dia tak ingin terusir dari rumah dengan tangan kosong, jadi sebelum dia diusir nyonya Ayu berencana untuk pergi terlebih dahulu dari rumah dengan membawah beberapa yang harus dia bawah, sehingga saat nanti tuan Adi tau dan mengusirnya dia sudah siap untuk melawan balik.


...💔💔💔...


"Sayang nanti mama akan pergi ke Bogor untuk kerja selama 3 hari, kamu baik - baik sama nenek ya gak boleh nakal ok." Fairi menasehati Kemal


"Iya aku gak akan nakal, tapi aku boleh main sama Arum kan honey karena sudah lama sekali tak bertemu dengan dia." rengek Kemal pada mamanya.


"Iya kamu boleh main sama Arum tapi jangan bikin Tante Amrita susah ya. Nanti yang antar jemput kamu sekolah adalah Tante Amrita." Fairi mengatakan dengan lembut pada putranya.


"Yeeee...asik." Kemal berteriak dengan senang

__ADS_1


"Apa kau mencurigai ibu tirimu Fa, dan apa ada bukti untuk memberatkannya." Fahmi bertanya karena dia takut kalau Fairi hanya menuduhnya tanpa bukti yang kuat dan akurat


"Aku akan melakukan kunjungan ke rumah sakit tempat ibuku dulu dirawat setelah menyelesaikan maslah di Bogor, dan untuk itu aku minta tolong pada mu untuk melakukan penyelidikan untuk ku mengenai semua aset yang dimiliki oleh ibuku, karena kamu pernah jadi penasehat hukum ayahku pasti kamu tau kan caranya dan juga letaknya? Nanti Lina akan membantumu." Fairi menjelaskan pada Fahmi.


"Ya aku tau dan kau akan pergi sendirian ke Bogor?" Fahmi bertanya dengan khawatir.


"Tidak, aku akan pergi dengan tuan Jhon sebagai mitra kerja samaku karena aku menggunakan produksi di pabriknya." jawab Fairi dan tersenyum


"Eh, honey akan pergi dengan orang bule itu? Aku akan memberitahu papa untuk itu." gumam Kemal dan dia diam - diam mengirim pesan pada Kenan melalui ponsel mamanya untuk mengatakan kalau mamanya akan pergi ke Bogor dengan tuan Jhon.


"Aku minta maaf sayangku, aku lama sekali di luar negeri jadi aku tak tau menahu soal apa yang terjadi padamu di sini, pasti itu sangat menakutkan ya, maafkan aku." Amrita memeluk Fairi dan meminta maaf karena meninggalkannya seorang diri di sini setelah Fairi kembali.


"Iya tak apa, aku tau kamu sibuk dan telah menjadi bintang yang hebat." Fairi membalas pelukan sahabatnya itu.


"Tapi kamu jangan khawatir, mulai sekarang aku akan selalu menjaga mu dengan baik karena aku sudah selesai kontrak dengan pihak luar dan akan melakukan semua pekerjaan di sini. Jadi aku bisa selalu menjagamu ok" Amrita memperlakukan Fairi seperti adik kecil yang menggemaskan


Ya persahabatan antara Amrita dan Fairi memang sangat dalam karena mereka berteman dari sejak sekolah dasar dan selalu bersama sampai mereka kuliah dan mereka selalu mendukung satu sama lain sampai mereka menjadi sukses seperti saat ini. Dan persahabatannya dengan Amrita memberikan kekuatan pada Fairi untuk menghadapi kesulitan, begitu juga dengan dukungan dari Fahmi yang mereka kenal dan bertemu saat mereka SMA serta menjalin hubungan baik hingga sekarang. Hanya Amrita dan Fahmi lah yang selalu ada disisi Fairi saat dia menghadapi kesulitan dan kesengsaraan saat dia harus menanggung semua beban karena terusir dari rumahnya dan harus merawat ibunya yang sakit kejiwaan karena tekanan yang terlalu besar akibat ayahnya menikah lagi dan membawah masuk wanita itu beserta anaknya dalam satu rumah.

__ADS_1


__ADS_2