
Denny melirik arlojinya. Sudah waktunya Ia pulang untuk mengantarkan sejenak es campur kesukaan Amyra. Meskipun sopir dapat mengantarkannya, namun jika Ia masih memiliki waktu luang, maka Ia lebih memilih untuk mengantarkannya sendiri jika masih ada waktu luang.
Denny keluar dari ruang kerjanya, dan secara bersamaan tampak Grace baru saja keluar dari ruangan Tony dengan kondisi yang sangat berantakan.
Denny mengerutkan keningnya. Sebagai pria dewasa tentu Ia dapat mengetahui apa yang sedang terjadi, sebab Ia juga mantan penjahat wanita, meski sudah bertaubat.
Namu Denny tak memiliki bukti untuk kelakuan dua karyawannya yang ini, yang mana tentunya akan melanggar aturan dikantornya.
Grace yang baru saja menelan pil penggugah itu mendapatkan reaksi yang begitu cepat dari obat tersebut. Rasa gatal muali menyergap tubuhnya. Melihat Denny yang akan berjalan melintasinya, membuat Grace tersenyum licik.
Ia menarik tubuh Denny dan merapatkannya didinding, lalu menghujani Denny dengan cumbuqn panasnya.
Denny mengeluarkan tenaganya dan mendorong tubuh wanita itu hingga tersungkur dilantai.
"Dasar ja- lang!! Mulai hari ini jangan pernah kamu tampakkan lagi wajahmu dikantor saya!!" teriak Denny dengan berang, lalu merapikan pakaiannya sempat berantakan oleh perlakuan Grace yang dengan tiba-tiba saja.
Lalu Denny memutar tubuhnya dan ingin beranjak pergi. Namun Grace yang sudah terpengaruh obat perang- sang itu tak mampu mengendalikan dirinya.
Ia menangkap pergelangan kaki Denny yang tanpa Denny duga membuatnya terjatuh dilantai koridor.
Belum sempat Denny waspada Grace bergerak bangkit dan menaiki tubuh Denny.
"Menyingkirlah, Ja- lang!!" ucap Denny dengan penuh amarah.
Namun Grace tak memperdulikannya dan terus mencumbu Denny sangat lapar.
Bersamaan dengan hal itu, Fhytri muncul dari dalam lift dan menyaksikan adegan berbahaya itu. Melihat kehadiran Fhytri, Denny berteriak memanggilnya.
"Fhytri.. Bantu saya menyingkirkan wanita ja- lang ini!!" ucap Denny dengan kesal.
Fhytri yang mendengar teriakan Bos-nya segera membantu dengan menarik blush yang dikenakan oleh Grace.
Namun tindakan Fhytri semakin membuat blush Grace terlepas dan hanya menyisakan Branya saja.
Denny terpaksa menendang perut Grace agar dapat menghindari wanita yang sudah terpengaruh oleh obat perang- sang tersebut.
Fhytri lalu menarik lengan Grace dengan sekuat tenaganya, dan ternyata usahanya berhasil.
Denny bangkit dari lantai koridor dan beranjak dengan terburu-buru.
__ADS_1
"Fhytri.. Panggil securti untuk mengamankan Grace dan buat surat pemecatannya" perintah Denny dengan cepat.
"Siap, Pak!!" jawab Fhytri yang nafasnya memburu karena tidak menduga Grace akan senekad itu.
Dengan cepat Grace mebghubungi security dan meminta untuk mengamankannya.
Tak berselang lama, security datang dan melihat kondisi Grace yang sangat berantakan.
"Ada apa, Mbak? Mengapa Mbak Grace sangat kacau sekali?" tanya Security itu dengan heran namun merasa senang, sebab mendapatkan tontonan gratis.
"Saya tidak tahu, namun kata Pak Denny suruh amankan" ucap Fhytri sekenanya, lalu beranjak meninggalkan Grace yang dalam kondisi kacau.
"Maksudnya diamankan kemana, Mbak?" tanya Security itu bingung.
Fhytri merasa bingung "Bawa kerumahnya saja, Pak.. Takutnya jika dilepaskan begitu saja akan seamkin membuat onar" ucap Fhytri menyarankan. Lalu Ia beranjak ke dalam lift dan untuk membuat surat pemecatan kepada Grace.
"Lho, Mbak.. Koq saya ditinggal sendiri sih, bantuin dong" pinta Security itu kepada Fhytri.
Meskipun sangat kesal kepada sikap Grace, Ia tidak tega juga dan membantu security itu membawa tubuh Grace yang terus bergerak bagaikan cacing kepanasan.
Akhirnya mereka bertiga naik lift dan turun kelantai bawa, sebab Fhytri sudah memesankan taksi online untuk security itu mengantarkan Grace ke apertemennya.
Sesampainya dilantai dasar, Grace yang terus menggeliat menjadi pusat perhatian karyawan lainnya.
"penyakit sawannya kambuh" jawab Fhytri sekenanya.
Lalu taksi pesanan itu sudah datang dan Fhytri mengantarkan seceurity dan juga Grace kedalam taksi.
"Pak, antarkan ke alamat ini, Ya" ucap Fhytri dengan nada lirih.
"Baik, Mbak.." jawab pengemudi taksi.
"Pak.. Bawa sampai masuk ke apertemen, Ya.. Ntar hilang pula anak orang" ucap Fhtyri.
"Iya, Mbak" jawab security itu.
Lalu taksi itu membawa Grace dan security ke alamat yang dipinta oleh Fhytri.
Selama perjalanan, Grace yang sudah sangat gatal menggerayangi dan mencumbui seceruty itu dengan sangat lapar. Hal tersebut tentu dilihat oleh sopir taksi dari kaca dashbor.
__ADS_1
"Kang.. Itu mbaknya kenapa, Ya?" tanya Sopir taksi yang sebenarnya juga tak merasa tenang karena adegan panas yang dilakukan oleh Grace.
"Saya tidak tahu, Mas.. saya hanya ditugaskan untuk membawa pulang ke apertemennya. Tapi kalau Mbaknya nyosor begini ya mana saya tahan, Mas" jawab Jujur seceurity yang sudah terbakar hasrat tersebut.
"Sepertinya Mbaknya sudah sangat gatal sekali, Kang.. Kasihan kalau tidak dituntaskan" jawab Sopir itu dengan senyum liciknya.
"Maksudnya, Mas?" tanya Security itu pura-pura tidak tahu.
"Bagaimana kalau kita tuntaskan bareng-bareng, Mas.. Kan lumayan. Mana Mbaknya cantik lagi. Kapan coba dapat kesempatan langka seperti ini?" ucap Sopir itu menyarankan.
Security itu tampak berfikir "Iya juga ya, Mas. Tapi dimana kita garapnya, Mas?" tanya security itu menyetujui ide dari sopir taksi online.
"Kita bawa ketempat sepi saja, nanti didalam taksi kita tuntaskan secara bergantian" ucap Sopir itu tak sabar.
"Terserah deh, Mas.." Ucap Security tersebut dengan nada suara yang bergetar.
Namun belum sempat mereka menemukan tempat sunyi, Grace sudah lebih dahulu mencumbu sang security.
"Waduh.. Gimana ne, Mas. Mbaknya yang duluan ngerjain" ucap security itu kelabakan.
Sopir yang melihat dari kaca dashbor terperangah. Karena niat mereka ngerjain Grace malah berbalik Grace yang mengerjain mereka.
"Ya sudahlah, Kang. gaskan saja. Lagian Mbaknya yang mau koq" ucap Sopir itu yang juga terbakar hasratnya karena melihat adegan terlarang tersebut.
Setelah melepaskan hasratnya, kini Sopir itu tak ingin sia-sia dalam menonton saja, lalu Sopir itu meminta security bergantian untuk mengemudi, sedangkan Ia ingin juga merasakan tubuh molek wanita cantik tersebut.
Dengan kesepakatan antara sopir dan security akhirnya bertukar tempat.
Setelah puas dengan menggarap Grace, keduanya mengantarkan Grace keapertemennya.
Grace berjalan sempoyongan menuju apertemennya. Reaksi dari obat perang- sang itu begitu sangat kuat, sebab Tony memberikannya dua butir sekaligus.
"Tony brengsek..!!" ucapnya sembari membuka pintu dan menutupnya dengan kasar.
Ia berjalan dengan tertatih dan ambruk diranjangnya.
Sementara itu, Seceruty itu minta diantar balik oleh sopir online tersebut. Karena sama-sama merasakan sesuatu yang enak, sopir itu menggratiskan security itu dengan pengantaran offline.
"Ini jadi rahasia kita berdua ya, Kang. Jangan sampai ketahuan sama siapapun" ucap security dengan nada memohon.
__ADS_1
"Ia, Kang.. Sama-sama, yang penting kalau ada laporan apapun kita tinggal bilang saja kalau Mbaknya yang minta duluan.." ucap Sopir itu.
Lalu security itu menganggukkan kepalanya.