Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Episode 214


__ADS_3

Tony melajukan mobilnya membelah jalanan kota dengan kecepatan tinggi. Ia tersenyum penuh kemenangan, sebab sakit hatinya telqh terlampiaskan.


"Rasakan pembalasanku, Grace.. Wanita munafik sepertimu sepertinya harus mendapatkan pelajaran yang setimpal.


Tiba-tiba saja suara phonsel berdering "Hallo, Pak?" terdengar Tony menjawab sebuah panggilan masuk dari seseorang.


"Saya lupa beritahu kamu, kalau Grace ada dikamar hotel nomor 214" ucap Denny dari seberang telefon.


"Oh.. Iya. Ini sudah bersama saya dan akan menuju pulang" jawab Tony menjelaskan.


"Oh.. Ya sudah.. Hati-hati dijalan, besok buatkan laporan untuk hasil meeting siang tadi" titah Denny.


"Ok, Pak.. Akan saya kerjakan." Tony mengakhiri percakapannya, dan meletakkan phonselnya.


Grace yang duduk disisi kemudi bersama Tony merasakan dirinya sangat sial. Ia tak menduga jika apa yang direncanakannya diluar ekspektasi.


Ia merasa curiga jika Tony jugalah yang menukar minuman untuk Denny dan memberikan kepadanya.


"Minumlah, mengapa Kau begitu sangat cemberut sekali? Bukankah Aku sudah memberimu ke nikmatan gratis?" ucap Tony dengan mencibir sembari menyodorkan sebotol air mineral.


Grace mendengus kesal, sebab selama ini Ia tidak pernah menyasar karyawan rendahan, targetnya adalah para pemilik atau presedir perusahaan.


Baginya bercinta dengan Tony sangatlah merndahkannya sebagai wanita yang biasa disebut memiliki bayaran tertinggi setiap kali melayani para Bos-nya.


Grace meraih botol air mineral itu dengan kasar, lalu meneguknya. lalu Ia melemparkan begitu saja diatas nakas mobil.


"Mengapa Kau begitu sangat kesal terhadapku? Apakah karena misimu mendapatkan Pak Denny gagal?" ucap Tony dengan nada sinis.


Grace melirik kepada Tony dengan kesal "Siapa bilang Aku gagal? Aku masih belum gagal dan aku akan mencobanya sampai aku berhasil mendapatkan apa yang Aku inginkan" ucap Grace sengit.


Tonny tertawa dengan tawa yang sangat terdengar mengejek.


"Heei.. Andaipun Pak Denny dapat terjerat dalam perangkapmu, Ku pastikan Dia akan tetap memilih istrinya" ucap Tony sembari yerus menyetir.


Grace menatap Tony tak suka karena meremehkannya.


"Apa Maksumu?" tanya Grace berang.

__ADS_1


"Punya kamu itu sudah longgar, sepertinya sudah terlalu banyak yang memasukinya" ucap Tony setengah berbisik.


Seketika wajah Grace memerah, dan dengan cepat Ia memukul Tony menggunakan botol air mineral diatas nakas mobil.


Tony menepikan mobilnya dengan segera. Lalu menggunakan lengannya untuk melindungi dirinya dari serangan Grace.


"Brengsek, Kau.. Aku selalu merawatnya, dan Ku yakin semua para Bos yang memakaiku merasa terpuaskan, bagaimana bisanya pegawai rendahan sepertimu mengatakan hal tersebut"ucap Grace dengan sangat kesal, dan dengan nafas tersengal Ia menghentikan pukulannya.


"Heei.. Aku yang mencobanya, makanya Aku tahu bagaimana rasanya. Aku ini penjaja wanita, bamyak wanita yang sudah ku nikma- ti, dan Aku tahu setiap perbedaan rasanya dari wanita satu ke wanita yang lainnya" ucap Tony dengan tatapan sinis.


Grace semakin berang dan Ia merasa jika kali ini Ia salah orang. Bagaimana mungkin seorang karyawan seperti Tony memiliki kebiasaan yang sama sepertinya, sama-sama tidak pernah puas dengan satu orang saja.


"Ini masalhnya bukan karena milikku yang longgar, tetapi juniormu yang terlalu kecil" balas Grace mencibir.


Tony menoleh kearah Grace dengan tatapan sinis "Heeh. Sebentar lagi Kau juga akan merengek meminta untuk dipuaskan oleh Juniorku, akui sajalah, Kau saat diranjang tadi menik matinya.." ucap Tony terenyum mencibir.


Grace membolakan matanya "Brengsek, Kau. !! Kau mencampur minuman ini dengan obat Perang sang?" ucap Grace yang sedari tadi merasakan desiran-desiran dialiran darahnya.


Seketika Tony tertawa dengan penuh kemenangan dan melanjutkan menyetir dengan kecepatan yang tinggi.


Sementara itu, Grace sudah merasakan tubuhnya sangat panas dan tenggorakannya kering.


Tony sudah membawa Grace sampai didepan apertemennya dan membiarkan wanita itu untuk turun dari mobilnya, namun tampaknya Grace enggan untuk turun.


"Turunlah.. Mengapa Kau tetap berada didalam mobil?" tanya Tony dengan tatapan sinisnya.


Grace tak menyahuti ucapan Tony, yang Ia inginkan adalah pria yang dapat menyalurkan hasratnya dengan segera.


"Mengapa Kau menatapaku dengan begitu sangat menghiba? Apakah Kau ingin Aku menuntaskan keinginanmu?" tanya Tony yang sengaja menyiksa Grace.


Grace hanya mendesis bagaikan ular yang menahan setuap gejilak yang terus mendesaknya.


Tony meraih phonselnya, lalu akan mulai merekam "Baiklah, Aku akan menuntaskanmu, namun Kau harus mengikuti segala apa yang ku katakan! Apa Kau faham?" tanya Tony dengan nada perintah.


Grace hanya menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, Ayo kita mulai" titah Tony kepada Grace.

__ADS_1


Lepaskan dulu semua pakainmu, dan Ikuti segala ucapanku"titah Tony.


Kemudian Grace melucuti sendiri pakaiannya dan mengikuti segala ucapan Tony karena saat ini Ia sudah dikuasai oleh hasratnya yang menggebu.


"Katakan Jika Kau adalah pela- cur Tony" titah Tony kepada Grace.


"A-Aku adalah pe-lacur Tony.." ucap Grace mengikuti segala ucapan Pria itu.


"Aku Ja-langnya Tony" titah Pria itu dengan terus merekam aksi Grace yang sudah tampak gelisah bagaikan cacing kepanasan.


Grace terus mengikuti segala ucapan Tony, hingga Ia sudah tak tahan lagi untuk terus menahan gejolak hasratnya.


Setelah mendapatkan rekaman Vedeo yang diinginkannya, Tony keluar dari mobil dengan perlahan dan meninggalkan Grace yang sudah tampak tersiksa.


Tony memesan taksi online dan membiarkan Grace yang tampak seperti dalam ketersiksaan.


"Sialan Kau Tony!" maki Grace yang meninggalkannya begitu saja.


Grace merasa sangat tersiksa dan tak dapat menahan lagi semuanya, sedangkan Tony sudah naik taksi online dan pergi begitu saja.


Grace yang sangat tersiksa, melihat security menghampiri mobil kantornya karena menghalangi jalan.


Security itu menggedor ointu mobil, dan mencoba mengintai penumpang didalamnya. Grace membuka pintu mobil, dan tentu saja Security itu tercengang melihat kondisi Grace yang tampak sangat berhasrat.


Karena waktu sudah hampir tengah malam dan kondisi seoi, Grace menarik security itu masuk kedalam mobil.


Kali ini Ia terkena karmanya, saat Ia melecehkan Tony dengan sebutan karyawannrendahan, maka kali ini Ia tak lagi menilai dengan siapa Ia akan bercinta, bahkan jikapun ada pemulung yang lewat didepannya, Ia akan memnafaatkanya.


Securty yang tak pernah merasakan bercinta dengan orang berkelas, seperti mendapatkan rezeki yang luar biasa.


Denagn senyum seringainya, Ia menerkam Grace dan menggarap Grace yang sudah sangat kelaparan.


Sementara itu, Tony sudah sampai kediamannya. Ia memasuki kamar dan tersenyum dengan senang.


"Bagaimana Grace? Sangat menyakitkan bukan? Ditinggal saat kamu lagi ber has rat.. Pasti kamu sangat menderita malam ini" Tony berguman dalam hatinya, dan menuju kamarnya untuk beristirahat.


Kini balas dendamnya telah tercapai, dan Ia memejamkan kedua matanya untuk menemui mimpinya.

__ADS_1


Disisi lain, Grace terus mendesis bagaikan ular saat Security itu terus menggarapnya dengan sangat rakus, maklum, istri security tersebut kalah cantiknya dengan Grace, sehingga merasa mendapat durian runtuh.


__ADS_2