Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
episode 238


__ADS_3

Seorang bocah laki-laki yang sedang berlatih mengukir tulisan kaligrafi sedang tampak serius mencoret-coret hasil karyanya.


Mereka saat ini bebas untuk menuliskan nama siapa yang akan mereka buat untuk tugas kali ini. Wajahnya tampak begitu bersemangat sumringah.


Saat semua santri mengumpulkan karyanya, Ia begitu sangat terlambat karena masih mewarnai lukisannya.


Sesaat Ia mengumpulkan hasil karyanya yang terakhir dan saat Buya yang bertugas mengajarkan kaligrafi itu membacanya, Ia menatap santrinya sembari tersenyum simpul.


"Siapa pemilik nama ini?" tanya sang Buya kepada Santrinya yang bernama Adnan itu.


Adnan merundukkan kepalanya, merasa sangat sungkan dan juga tersipu malu.


"Boleh Buya tau siapa pemilik nama ini?" tanya Buya itu dengan sangat lembut dan tenang.


"Teman sejak kecil saya, Buya" jawab Adnan tak mampu menengadahkan kepalanya. Ia begitu ceroboh dengan mengukir nama itu, sehingga tidak sadar jika itu menjadi penilaian dalam hasil ujiannya kelak.


Sang Buya hanya tersenyum dengan penuh ketenangan.


"Ini.. Ambillah. Buya sudah menilainya, dan mungkin kamu akan memberikannya sebagai kenang-kenangan" ucap Buya itu sembari tersenyum.


Adnan semakin tersipu malu, dan tak mampu mengatakan apapun sembari meraih hasil seni lukisan kaligrafinya.


"Adnan" ucap Buya itu dengan tenang sebelum pergi meninggalkan santrinya.


"Ya, Buya" jawab Adnan lirih.


"Cintai dan bencilah seseorang itu karena Allah, dan ingat, jangan terlalu mencintai seseorang secara berlebihan, sebab orang yang kamu cintai akan menjadi orang yang kamu benci, dan jangan pula membenci seseorang secara berlebihan, sebab suatu saat orang kamu benci itu dapat menjadi orang yang kamu cintai" ucap Sang Buya yang tampaknya dapat menebak isi hati bocah santrinya.


Adnan tersentak mendengar ucapan sang Buya yang mana dapat menebak isi hatinya.


"Maka.. Cintai dan bencilah seseorang sewajarnya, sebab cinta yang utama itu adalah kepada Allah dan Rasulmu, lalu kedua orangtuamu, baru kepada insan lainnya" ucap Buya itu mencoba memberikan nasihat kepada Santrinya yang dalam memasuki masa pubertas.


Adnan mencoba menyerap apa yang dikatakan oleh Sang Buya yang merupakan suatu nasehat yang harus ia tanamkan didalam hatinya.

__ADS_1


"Iya, Buya" jawab Adnan lirih dan mencoba menatap pria yang menjadi pembimbingnya itu.


Setelah sang Buya pergi meninggalkan ruang kelas, Adnan menatap hasil seni kaligrafinya. Satu nama yang Ia ukir dalam benaknya dan Ia juga hatinya, namun hingga kini mereka belum juga bertemu untuk waktu yang kesekian lamanya.


Namun Ia hanya memiliki jika suatu saat nanti Ia akan bertemu dengan satu nama yang telah Ia ukir didalam hatinya.


Adnan berlari menuju ruang kamarnya, tempat tidur yang memiliki rak-rak hingga sampai 3 tingkat dan sebuah loker sederhana tempat memyimpan barang-barang dan pakaian yang seadanya.


Adnan memasukkan kertas berukir nama sang pencuri hatinya itu kedalam sebuah plastik transparan yang berasal dari pakaian baru untuk shalat yang baru saja dibeli oleh ibu sambungnya Ummi Nazla.


Ia menatapnya, lalu meletakkannya dibawah pakaiannya.


Bocah laki-laki itu kembali menutup lokernya dan menguncinya, lalu berlari menuju Mushallah untuk melakukan shalat berjamaah, karena adzan telah berkumandang.


Dilain sisi, Najma masih menyelesaikan animasinya. Ia menggambar wajah seseorang yang begitu melekat diingatannya.


Ia tidak tahu mengapa sosok itu tidak pernah lagi hadir ke rumahnya, bahkan rumahnya juga sudah lama tertutup tanpa ada orang yang menghuninya.


Najma tidak pernah diberitahu kemana perginya penghuni rumah itu. Bahkan Ia tidak bertemu dengan sosok itu untuk terakhir kalinya.


****


Para santri membubarkan dirinya setelah selesai shalat berjamaah. Kini mereka harus kembali menghafal hafalannya.


Adnan termasuk anak yang cerdas, Ia begitu cepat dalam mengingat apa yang dipelajarinya dan kini Ia telah menambah jumlah hafalannya dengan begitu sangat cepat.


Setelah merasa sudah mendapat hafalannya dengan sempurnah, maka Ia akan menyetorkannya kepada ustazah Nazla yang juga merupakan Ibu sambungnya.


Bersama Nazla, Adnan tumbuh menjadi sosok bocah laki-laki yang begitu mandiri, penurut, dan juga bijaksana.


Nazla semakin menyayangi anak sambungnya, sebab Adnan semakin memperluhatkan kemajuan dalam hafalannya, sehingga Nazla merasa bangga.


"Teruslah menghafal dan selesaikan dengan tuntas, sesuai janji Umi, nanti Kamu akan Umi kirim ke Mesir untuk melanjutkan perguruan tinggi Kamu" ucap Nazla memberikan dukungan dan juga motivasi yang kuat untuk putera sambungnya.

__ADS_1


Adnan tersenyum penuh semangat, Ia terus berjanji tidak akan mengecewakan Ustazah Nazla yang sekaligus Ibu sambungnya.


*****


Dilain tempat, seorang wanita yang tampak mabuk berat dengan tubuh penuh lebam karena baru saja melayani tamu terakhirnya yang merupakan seorang pemilik kelainan Se-ks yang mana menyiksanya dengan mengikat dan mencambuk sang wanita penghibur.


Wanita itu adalah Grace. Tubuhnya penuh luka dan terdapat bercak darah dari luka bekas cambukan di bagian tubuhnya.


Namun pria yang menjadi tamunya itu memberikan uang tips tambahan diluar dari yang telah dibandrol oleh Tony, sehingga Grace memilih bungkam, meski sekujur tubuhnya terasa perih dan juga ngilu.


Tubuhnya bagai remuk redam, namun semua demi uang semata, dan Ia akan membeli salep untuk pereda nyeri pada luka di sekujur tubuhnya.


Ia berjalan dengan tertatih, sebab seharian melayani 4 orang tamu yang telah memesannya.


Tony melihatnya dari kejauhan dengan mengerutkan keningnya "Apa yang terjadi?" Tanya Tony sembari membuang sisa puntung rokoknya.


"Tamu yang terakhir ini memiliki kelainan, lihatlah kulitku memerah karena dicambuknya, dengan menyiksaku Ia mendapatkan kepuasan se-ks nya" ucap Grace sembari memperlihatkan bekas luka dibagian lengannya.


"Kita harus mengobati lukamu, sebab kamu tidak dapat memuaskan pelanggan berikutnya jika kulitmu tidak lagi halus" ucap Tony, lalu berjalan sembari memakai kacamata hitamnya menuju mobil.


Grace menganggukkan kepalanya, lalu mereka menuju apotik, mencari saleb Zambuk untuk mengobati luka memar yang dialami oleh Grace.


Setelah membeli yang dibutuhkan, Tony membawa Grace pulang ke apartemen. Sesampainya di apartemen, Ia membantu Grace mengobati luka memar tersebut, bukan tanpa alasan, namun karena esok hari sudah ada 3 pelanggan yang membooking Grace untuk mendapatkan layanan plus-plus.


"Setelah ini, kamu harus minum jamu lagi, agar stamina kamu tetap terjaga" ucap Tony yang telah selesai mengoleskan salep tersebut ke luka memar Grace.


Lalu Tony mengambil jamu yang disimpannya didalam lemari es. Jamu itu Ia beli dari tukang jamu yang biasa lewat didepan apartemen.


Jamu itu berisi campuran kunyit, asam jawa, gula aren, manjakani dan pinang muda.


Sebagai wanita penggoda dan juga bekerja menjual apam, maka Grace harus tetap menjaga apamnya tetap terasa gurih.


Namun disisi lain, Grace melupakan jika kelak virus mematikan siap untuk menyerang tubuhnya karena bergonta-ganti pasangan.

__ADS_1


Sebab dimana Grace tidak pernah tahu siapa diantara tamunya yang membawa penyakit berbahaya untuknya.


~Setelah novel ini tamat, nanti akan ada novel yang membahas tentang kisah cinta Adnan dan Najma. semoga para reader masih tetap setia🙏🙏❤❤❤~


__ADS_2