Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
episode 245


__ADS_3

"Ayo Kita pulang" ucap Tony kepada Grace, dan dijawab sebuah anggukan oleh Grace.


Namun Ia masih terlihat kesulitan berjalan, masih ada nyeri disana.


"Sini, Aku bantu" ucap Pria itu, perlahan dengan sigap menggendong tubuh lemah Grace yang kini tampak tak berdaya.


Perasaan benci dan dendam yang pernah tumbuh dihatinya, kini berubah iba dan perlahan menjadi getar-getar cinta yang tak tau entah kapan datangnya.


Selama dalam hidupnya, Grace tak pernah merasakan perlakuan manis seperti itu, sehingga apa yang dilakukan oleh Tony membuatnya begitu berbunga.


Pria yang pernah Ia benci karena hanya seorang karyawan rendahan, kini menarik perhatiannya dan juga membuat hatinya sedikit meruntuhkan kesombongannya.


Tony meletakkannya dijok mobil dengan sangat hati-hati, dan setelahnya mengemudikan mobil menuju apartemen mereka.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya mereka sampai di apartemen milik Tony, dan Lagi-lagi Grace masih dalam kesakitan, dan mengharuskan pria itu menggendongnya dengan menaiki lift.


Sesampainya didalam apartemen, Tony bergegas menuju ranjang, dan meletakkan tubuh lemah itu ke tepian, dengan posisi senyaman mungkin.


Kemudian Tony turun kembali parkiran membawa beberapa obat dan makananan yang tadi sudah dibelinya.


Grace saat merasakan tubuhnya remuk redam. Ia baru pertama kalinya mengalami hal kekerasan dalam prilaku menyimpang kedua langgannannya barusan.


Ia membayangkan jika sampai mendapat pekanggan seperti itu berulang kali, maka dipastikan akan membuat tubuhnya hancur.


Tony kembali memasuki apartemen, membawakan makanan dan obat yang tadi dibelinya.


"Makanlah obat ini, antibiotik dan juga pereda nyeri" ucap Tony, sembari membuka bungkus obat yang berada ditangannya, lalu menyerahkannya kepada Wanita tersebut.


Grace meraihnya, lalu menelan obat tersebut dengan cepat, dan Tony memberikan segelas air putih untuk melancarkan obat itu masuk melewati tenggorakannya.


Setelah meminumnya, grace meletakkan gelas itu diatas meja nakas.

__ADS_1


"Ini uang yang mereka beri tadi, ambillah" ucap Tony mengeluarkan uang jasa dsri layanan kedua pria asing yang sudah membuat Grace begitu kesakitan.


Grace menatap lembaran uang yang disodorkan oleh Tony, dan tampaknya Tony tidak mengambilnya untuk dibagi dua.


"Kamu tidak mengambilnya?" tanya Grace lemah.


Tony menggelengkan kepalanya, dan menatap wanita itu.


"Kamu mau berhenti dari pekerjaan ini?" tanya Toni dengan hati-hati.


Grace terdiam, namun ada keraguan dihatinya.


"Jika aku berhenti, bagaimana dengan kehidupanku selanjutnya?" tanya Grace dengan bingung.


Tony menatapnya "Uang BPJS ketenagakerjaan kan belum kita cairkan? Mungkin 2 minggu lagi setelah di nonaktifkan dari perusahaan, pihak BPJS akan mencairkannya. Aku sudah lama kerja diperusahaan, dan pastinya itu sangat banyak" ucap Tony menuturkan.


"Jika untuk membuka toko kecil di disekitar sini mungkin itu cukup untuk berjualan voucher listrik dan juga voucher phonsel serta accesoris phonsel" Tony kembali melanjutkan ucapannya.


"Uang pesangon kamu kan belum kamu ambil, mungkin untuk membuat isi toko ramai, kamu bisa menjual alat kosmetik" Tony kembali menyarankan.


Grace kembali terdiam, Ia menghela nafasnya dengan berat.


"Apakah kita akan hidup seatap terus tanpa ikatan?" tanya Grace yang meluncur begitu saja.


Tony menatapnya, dan meraih jemari tangan wanita itu, kamu mau menikah denganku? Namun kamu harus belajar hidup tanpa barang mewah dan branded?" jawab Tony cepat.


Grace membalas tatapan pria itu, lalu mencoba menganggukkan kepalanya, mungkin sudah saatnya Ia harus meninggalkan dunianya yang penuh dengan kemewahan dan kesenangan sesaat.


Tony tersenyum tipis, lalu memeluk wanita itu, kali ini bukan pelukan hasrat semata, namun Ia merasakan jika pelukannya itu adalah sebuah kasih sayang yang tak pernah hadir didalam hidupnya, dan kini datang dengan tiba-tiba.


"Nanti Aku akan menghubungi Fhytri, meminta semua berkas-berkas resign milik kamu, agar perusahaan segera mencairkan pesangon milik kamu" ucap Tony menjelaskan.

__ADS_1


Grace menganggukkan kepalanya dalam dekapan pria tersebut, dan kini Ia baru menyadari, jika hidup dengan cinta itu lebih indah daripada mencari sebuah kesenangan dunia belaka.


"Apakah masih sakit?" tanya Tony yang saat tadi sudah melihat semuanya, dan tampak luka lecet serta memar dibagian organ inti wanita itu.


"Sudah sedikit reda, terimakasih atas perhatian yang telah kamu berikan" ucap Grace dengan lirih.


"Maafkan Aku, sebab karena Aku yang terlalu serakah membuat kamu menanggung semuanya" jawab Tony dengan penuh penyesalan.


"Apakah Kamu tidak menyesali menikahiku yang seorang wanita kotor?" tanya Grace dengan lirih, dan tanpa sadar air matanya meluncur dari sudut matanya.


Tony melepaskan pekukannya, menyeka air mata tersebut, dan mencoba menatap wanita yang dulu pernah menghinanya itu "Aku juga lelaki kotor dan penuh lumur dosa, lalu apa bedanya Kau dan Aku? Mungkin benar, jika laki-laki baik-baik itu akan berjodoh dengan wanita baik-baik, dan laki-laki pendosa juga akan berjodoh dengan wanita pendosa" ucap Tony yang seketika otaknya mulai lancar sedikit.


Grace menatap pria itu, dibalik sisi gelap Tony, ternyata masih ada kebaikan didalam hatinya.


"Maukah Kau mengulangi semuanya dari awal? Kita hidup normal tanpa ada sesuatu yang membuat kita terjerumus kembali kedalam lembah dosa yang pernah kita jalani?" tanya Tony dengan lembut.


Grace menganggukkan kepalanya, ternyata perlakuan dua pria asing tersebut membuat Grace menyadari jika ternyata tubuhnya begitu sangat murah dan tidak berharga, sehingga siapa saja dapat melecehkannya karena telah membayarnya.


Ia kini ingin mengubah status hidupnya dari seorang wanita penghibur menjadi seorang wanita bergelar istri yang mana kelak akan mengangkat martabatnya dimata pria manapun.


Mungkin ini adalah jalan baginya untuk mengakhiri segala perbuatan kotor dan juga hina dalam setiap langkah kehidupan selama ini.


"Baiklah.. Untuk sementara kita menikah sirri, dan setelah itu kita akan mendaftar di KUA untuk meresmikan pernikahan ini, dan kita mulai semuanya dari awal. Jika perlu Aku akan menjual apartemen ini dan membeli rumah sebuah yang sederhana dan sisanya kita buat untuk usaha "ucap Tony mengutarakan idenya.


"Dan Aku akan melamar pekerjaan diperusahaan luar negeri yang dapat memperkejakan karyawannya dari rumah" ucap Tony yang tiba-tiba saja terbuka jalan fikirannya.


Ternyata ketika memiliki niat untuk kejalan yang lebih baik, Rabb-Nya membuka jalan untuk para insan itu menapaki jalan rezekinya yang sudah diatur oleh sang Penguasa alam.


Hidayah yang diberikan kepada Prncipta-Nya itu terkadang datang kepada siapa yang dikehendaki-Nya, meskipun insan tersebut adalah pendosa sekalipun.


Grace menganggukkan kepalanya, Ia juga akan mengikuti langkah Tony, melamar pekerjaan yang mempekerjakan karyawannya dari rumah, sebab Ia memiliki pengalaman dalam bekerja yang sebenarnya sudah diakui oleh berbagai perusahaan, namun karena ambisi dan juga sikap serakah, membutakan matanya untuk menjadi wanita nakal dan akhirnya menjerumuskannya kedalam lembah jurang kenistaan.

__ADS_1


Kini Ia ingin mengubah segalanya menjadi lebih baik, dan merasakan betapa manisnya hidup dalam apa adanya.


__ADS_2