
Grace dan Tony sudah sampai diapertemen. Keduanya akhirnya menghalalkan hubungan mereka. Meskipun awalnya mereka adalah dua orang yang saling membenci satu sama lain, namun akhirnya jodoh menyatukan keduanya.
Grace merasa lelah karena seharian harus menvar busana untuk pernikahan mereka yang terbilang mendadak dan tanpa perencanaan, sebab terjadi begitu saja.
Lalu dialnjutkan make up disalon dan langsung melanjutkan acara ijab qabul yang membuatnya hampir melupakan makan malam mereka.
Grace duduk ditepian ranjang, lalu mencoba membuka hijab yang menutupi kepalanya.
"Sayang, tolong jangan dulu dibuka" ucap Tony yang menghampirinya dan duduk ditepian ranjang.
"Memangnya kenapa?" tanya Grace penasaran.
"Kamu sangat cantik dengan menggunakan hijab, Aku ingin mengabadikannya dengan camera" jawab Tony yang mengambil phonselnya dan memotret Grace berulang kali, bahkan merekamnya dengan vedeo dan berdua dengannya.
Grace merasa tersipu malu atas ucapan Tony yang tak biasanya.
"Kamu belum makan malamkan?" ucap Tony mengingatkan.
Grace menganggukkan kepalanya, sebab Ia juga sudah merasa sangat lapar.
"Bentar, Ya.. Aku turun ke bawah untuk mencari makanan" ucap Tony yang ingin beranjak dari duduknya.
"Kamu disini saja, jangan kemana-mana. Makan malam sudah Aku pesan melalui ojek online" ucap Grace yang terdengar manja malam ini.
Tony mengurungkan niatnya untuk pergi, dan kembali duduk dan menatap pengantin wanitanya.
Tak berselang lama, akhirnya pesanan makan malam datang, dan Tony beranjak bangkit untuk mengambilnya lalu membayarnya.
Tony membawa dua boks makaanan cepat saji dan menghampiri Grace.
"Makanlah, setelah ini minum obat" ucap Tony mengingatkan.
Grace terperangah mendengar ucapan Tony, sebab Ia melupakan jadwal makan obatnya.
Setelah makan malam, Tony menyediakan obat yang tinggal beberpa butir lagi.
"Minumlah, agar kamu segera pulih" ucap Tony sembari memberikan obat tersebut kepada Grace.
Wanita itu menerimanya, lalu menelan obat tersebut dan meneguk air putih untuk melancarkan jalan obat tersebut masuk kedalam tenggorokannya.
Grace ingin menyalin pakaiannya dengan pakaian tidur, tidak mungkin Ia tidur dengan menggunakan gamisnya.
__ADS_1
"Mau kemana?" tanya Tony penasaran.
"mau menyalin pakain tidur" jawab Grace yang akan beranjakndari ranjangnya.
"Biar aku ambilkan" ucap Tony, lalu beranjak menuju lemari pakaian yang tak jauh dari ranjang dan mengambilkan satu lingere berwana hitam.
Sementara itu Grace melucuti pakaiannya dan segera menyalin dengan lingere yang dibawa oleh Tony.
Entah mengapa setelah mereka menikah, keduanya terasa seperti canggung dan juga kikuk.
Tony juga menyalin pakaiannya, lalu menghampiri Grace di atas ranjang. Keduanya masih terdiam, dalam kebisuan.
"Apakah Kamu tidak menyesali pernikahan ini?" tanya Tony lirih.
Grace menatap pria itu, lalu menggelengkan kepalanya dengan senyum tipisnya.
"Kalau begitu kita mulai semuanya dari awal. Kita lupakan masa silam yang pernah kita lalui dengan begitu sangat kelam" ucap Tony, lalu memeluk wanita yang kini telah menjadi istrinya.
Tak ada malam pertama, sebab Grace masih dalam masa penyembuhan, namun keduanya kini merasakan arti hidup yang sesungguhnya, dimana jika menjalani sesuatu dengan iklas dan tanpa kenistaan, maka semuanya akan merasa indah dan juga hidup dalam ketenangan.
Grace tak pernah menemukan hidupnya yang begitu damai. Selama ini Ia hanyalah seorang pengejar dunia yang penuh dengan kegermelapan semata.
Baginya uang dan kedudukan adalah yang utama, sehingga Ia menganggap semuanya harus Ia dapatkan dalam diri seorang pria.
Namun Rabb telah memberikan pintu hidayah kepadanya, sehingga Ia kini menuju jalan lurus yang telah diberikan dengan cara yang berbeda.
Keduanya larut dalam kebahagiaan dan tertidur lelap, menyongsong hari esok yang lebih cerah.
Sementara itu, Amyra dan Denny telah sampai dirumah. Keduanya memasuki rumah dengan perasaan lelah sebab seharian berada diluaran untuk mencari kebutuhan dan keperluan si calon dedek bayi.
Begitu banyak barang yang mereka beli, dan semuanya telah mereka lengkapi, sehingga nantinya saat akan kelahiran, tidak akan lagi merasa repot dan kebingungan.
"Mas..Myra lapar banget" ucap Amyra yang tak sabar untuk menyantab makanan yang berasal dari nasi kotak tersebut.
Denny menatap istrinya yang begitu lahab dengan nasi kotaknya, Ia merasa jika orang hamil ada saja kelakuannya yang aneh-aneh.
Namun baginya jika itu membuat Amyra senang, maka Ia tak menjadikannya sebuah persoalan.
"Enak, Sayang? Lahab banget makannya" celoteh Denny sembari menuju lemari pakaian untuk menualin pakaian tidurnya.
Amyra menganggukkan kepalanya "Iya, Mas.. Enak banget, apalgi campur laper, tambah enak" balas Amyra yang masih mengunyah makanannya.
__ADS_1
"Tadi Mas ajak singgah ke rumah makan tidak ma" ucap Denny yang telah selesai memakai pakaian gantinya lalu menuju kearah Amyra yang masih terus mengunyah makanannya.
Denny mengambil satu kotak sisanya, dan ikut menyantabnya, lalu memakannya bersama Amyra yang tampak makanannya sudah mulai habis.
"Enakkan, Mas" ucap Amyra yang telah menyudahi makananya karena telah habis ludes.
Denny mempercepat makannya, karena ingin segera tidur dan esok akan ada rapat yang sangat penting.
Setelah keduanya selesai makan, Denny mengumpulkan sisa boks kotor tersebut dan akan membuangnya kedalam tong sampah.
Namun matanya tertuju pada sebuah tulisan didepan boks yang berdekatan dengan stempel merk suatu rumah makan.
"Happy weding, Grace and Tony" Denny memperjelas penglihatannya, dan ternyata tulisan itu benar tertulis kalimat seperti itu.
Seketkka Denny tertawa geli membacanya "Sayang.. Kamu tahu gak nasi kotak yang sudah kita makan ini pernikahan siapa yang tadi diselenggarakan di Mesjid?" tanya Denny kepada Amyra.
Amyra menggelengkan kepalanya "memangnya pernikahan siapa?" tanya Amyra penasaran.
"Tony dan Grace" jawab Denny menatap Amyra sembari tersenyum
seketika Amyra melongo mendengarnya "Masa Sih? Berarti doa Myra terkabul dong Mas?" ucap Amyra meluncur begitu saja.
Denny mengerutkan keningnya dan menatap pada Amyra, istrinya.
"Maksudnya?" tanya Denny yang penasaran.
"Ya.. Waktu ketemu mereka USG di klinik dokter kandungan, Myra berdoa agar mereka berjodoh dan tidak lagi terjerumus dalam lembah dosa" ucap Amyra sembari menatap Denny dengan senyum tipis.
"Dan sekarang mereka beneran berjodoh" Amyra kembali menimpali ucapannya.
Denny menatap istrinya "Wah.. Manjur juga doa kamu, ya yank" balas Denny dengan cepat.
"Anggap saja tadi kondangan dan makan gratis tanpa amplop" jawab Amyra yang merasa geli telah menghabiskan nasi kotak pernikahan Grace dan juga Tony yang merupakan sosok yang hampir membuat rumah tangganya kacau balau.
"Ya sudah , ayo tidur, esok Mas mau ada rapat penting bersama distributor dalam membahas penjualan produk kita" titah Denny kepada Amyra.
Amyra menatap suaminya" Mas..." ucap Amyra manja.
"Ya.. " jawab Denny dengan cepat.
"Si dedek bayi minta dikunjungi" ucap Amyra menggoda Denny.
__ADS_1
Denny terperangah "Mau malam pertama seperti pengantin baru itu kah?" tanya Denny yang mulai merasakan gelagat yak biasa dari Amyra.
Amyra tersenyum malu-malu, lalu tanpa menunggu lama, Amyra merebahkan tubuhnya disamping Denny, dan keduanya mulai bercumbu rayu.