Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
episode 283


__ADS_3

Zain berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Lalu Ia memasuki ruang perawat dan memberikan botol dot berisi ASI kepada perawat tersebut.


Lalu perawat itu menerimanya dan membawa botol tersebut kedalam ruang inkubator untuk diberikan kepada sang bayi.


Zain meminta ijin untuk menjenguk puterinya, dan setelah mendapat ijin dari sang perawat, Zain mengekorinya dari arah belakang.


Saat Ia memasuki ruangan tersebut, rasa haru tak lepas dari hatinya. Ia menatap sang puteri kecilnya berada sendiri didalam kotak kaca sendirian dan tampak mulutnya mengecap meminta susu.


Diruangan itu banyak bayi lainnya yang juga masih dalam kondisi dirawat.


Saat perawat memberikan ASI dalam botol dot tersebut, mulut mungilnya dengan mata yang masih terpejam menyesapnya dengan sangat lahab. Sesekali tangan dan kedua kaki mungilnya menendang-nendang dengan begitu lincahnya.


Zain merekam moment tersebut, dan akan Ia perlihatkan kepada Khumairah. Ia mengetahui jika Khumairah juga merindukan bayinya.


Zain kini merasakan jika Ia adalah seorang ayah dari seorang puteri yang sangat imut, senyum terkembang dibibirnya dengan begitu sangat bahagia.


Setelah puas memandangi puterinya, Ia dipersilahkan keluar, sebab tidak bisa berlama-lama.


Zain keluar dari ruangan tersebut, lalu bergegas menuju ruangan pasien yang mana tak sabar akan memperlihatkan rekamannya kepada Khumairah.


Sementara itu. Amyra menyusui puteranya dan Ia dapat mendekap bayinya karena kondisi bayinya baik-baik saja, sebab Itu Ia dapat bersama puteranya.


Tak berselang lama, Rudy dan Renata mengunjunginya, beserta Najma dan juga Ashraf.


Seketika ruangan tampak riuh oleh celoteh Ashraf yang tampak bahagia karena mendapat adik baru.


Begitu juga Najma, yang kini telah mendapatkan dua orang adik.


"Selamat ya, Sayang" ucap Renta sembari membawakan bingkisan untuk sang cucu barunya.


Amyra tersenyum bahagia. Sebab kelahiran sang bayi ketiga ini Renata bersikap manis kepadanya. Ia merasakan jika saat ini kebabahagiaan telah menaungi kehidupan keluarga mereka.


Rudy menghampiri sang menantu yang kini telah memberikan 3 cucu yang sangat lucu kepadanya.


"Selamat ya, Myra" ucap Rudy dengan senyum tulus dan kesahajaan.


Lalu pintu terbuka, dan tampak Denny membawa plastik keresek berisi obat-obatan bersama seorang perawat yang mengekorinya dari arah belakang.


Lalu Perawat itu memeriksa obat tersebut dan menyiapkan mana saja yang akan diminum setelah Amyra buang angin.


"Den.. Ini makanan buat kamu, ini mama yang masak sendiri, dan makanan kesukaan kamu" ucap Renata sembari memberikan wadah makanan itu kepada Denny.


Pria itu baru menyadari jika Ia juga belum memakan makanan sedari pagi tadi, dan ternyata ia juga ikut puasa karena sibuk dengan urusannya.


Ia pun meraih wadah itu "Makasih, Ma" ucapnya untuk pertama kali memanggil Mama kepada Renata setelah pernikahan Papanya dengan Tantenya itu.

__ADS_1


Hal itu tentu membuat Renata merasa tersanjung.


Denny membuka wadahnya dan memakannya dengan lahab.


Tak berselang lama, akhirnya Amyra sudah buang angin dan diperbolehkan untuk minum, dan makanan tentunya yang disediakan pihak rumah sakit.


Setelah menyantab makanannya, Denny mencolek pergelangan tangan sang Papa, yang membuat pria paruh baya itu menoleh kepadanya.


Lalu dengan kedipan matanya memberi isyarat kepada Rudy agar keluar dari ruangan tersebut.


Lalu Rudy menganggukkan kepalanya dan keluar dari ruangan.


"Sayang.. Mas keluar ya, ada keperluan sebentar dengan Papa"


Amyra menganggukkan kepalanya sembari menyantab makanan dari rumah sakit.


Rudy dan Denny menuju persinpangan koridor rumah sakit dan disana mereka berhenti untuk membicarakan sesuatu hal.


Dan saat bersamaan, Zain berjalan menuju arah koridor persimpangan dengan membawa plastik kresek berisi sebungkus nasi padang yang Ia beli dari luar rumah sakit.


Dan langkahnya terhenti saat namanya disebut seseorang, lalu Ia merapatkan tubuhnya ke dinding, untuk menguping pembicaraan dua orang yang belum Ia lihat wajahnya.


"Pa.. Apakah Papa sudah mencabut laporan itu dan membersihkan nama Zain Hisyam?" ucap Denny kepada sang Papa.


"Sudah.. Itu karena Kau yang memintanya" jawab Rudy santai.


"Terserah kamu saja.. Jika itu menurutmu yang terbaik" jawab Rudy dengan santai.


"Makasih, Pa.." ucap Denny dengan senyum tipisnya.


Rudy menepuk lembut pundak sang putera "Ya sudah.. Mari kembali ke ruangan, papa mau menggendong cucu baru papa" ucap Rudy dengan senyum sahajanya.


Lalu Denny menganggukkan kepalanya, dan mereka kembali ke ruangan tempat dimana Amyra dirawat.


Seketika Zain bernafas lega. Hatinya begitu bahagia. Ternyata mengikhlaskan itu lebih membuat hidup menjadi tenanga dan damai.


Ia berjalan menyusuri koridor menuju ruangan Khumairah dirawat.


Seulas senyum menghiasi bibirnya saat melihat Khumairah yang saat itu sedang makan makanannya setelah pasca operasi.


"Hai.. Sayang.. Ayo makan bareng" sapa Zain sembari mengecup kening Khumairah, lalu duduk di sisi ranjang Istrinya dan membuka bungkus nasinya.


Ia masih terngiang percakapan Denny dan juga Rudy yang telah membebaskannya dari masa tahannannya.


Ia bejanji akan menemui mereka dan mengucapkan terimakasih dan juga meminta maaf atas apa yang sudah diperbuatnya selama ini.

__ADS_1


"Mas.. kapan Kita akan pulang?" tanya Khumairah tak sabar, karena ingin mendekap puterinya dan memberikan ASI nya secara langsung.


"Mungkin 3 hari lagi, Sayang.. " jawab Zain sembari menyuapkan makanannya.


Khumairah tampak mengerutkan keningnya "Mengapa begitu lama?" tanya Khumiarah tak sabar.


"Karena itu prosedur dari rumah sakitnya, Sayang.. Bersabarlah" jawab Zain dengan tenang.


Khumiarah tampak terdiam "Kita kembali ke desakah?" tanya Khumiarah dengan penasaran.


Zain menatap sang istri "Tidak.. Kita tetap dikota ini. Rumah di desa akan jual, dan Mas akan menyiapkan rumah impian untuk kamu" jawab Zain dengan senyum penuh keyakinan.


Lalu Khumairah memganggukkan kepalanya. Baginya tinggal dimanapun tidak masalah, sebab baginya dimana Ia tinggal yang terpenting berasama sang suaminya.


Zain menyudahi makannya. Kini Ia merencanakan sesuatu untuk menyambut kepulangan Khumairah nantinya, yang mana sesuatu yang pastinya tidak akan pernah wanita polos itu bayangkan sebelumnya.


Ditempat lain, Reno yang mendengar Amyra sudah melahirkan datang menjenguk bersama Nazla.


Mereka memasuki kamar Amyra dirawat, dan membawa bingkisan untuk anak Amyra.


Mereka berkumpul dalam penuh kebahagiaan. Tampak Raisya mulai akrab dengan Ashraf, dan mereka saling diperkenalkan dan didekatkan jika mereka adalah saudara sepupu.


Lalu Renata memangku Raisya yang merupakan cucu kandungnya dari Reno dan almarhum puterinya Rania.


Renata akhirnya merasakan hal yang sangat membuatnya bahagia saat Ia melihat cucu-cucunya berkumpul dan saling bercengkrama.


Namun tiba-tiba suasana menjadi gaduh saat Nazla merasakan perutnya memulas dan rasa sakit itu semakin kuat dan intens.


Reno yang melihat hal tersebut bergegas memanggil perawat untuk melihat kondisi Nazla.


Setelah perawat datang memeriksanya, maka mereka menyipakan ranjang troli, dan menyatakan jika Nazla sudah mengalami pembukaan 4 dan akan melahirkan secara normal.


Seketika mereka yang berada diruangan itu tercengang mendengarnya, sebab tanpa secara langsung kunjungan mereka itu membawa Nazla untuk melahirkan juga.


Lalu Nazla dibawa ke ruangan bersalin dan mendapati penanganan oleh bidan yang sudah bersiap siaga menyambut kelahiran dari anak pasangan Nazla dan juga Reno.


Tanpa di duga, Nazla mengalami pecah ketuban dengan cepat, dan Ia melahirkan dengan sangat mudahnya.


Seorang bayi laki-laki lahir dengan cara normal dan juga dalam kondisi sehat dan juga baik.


Renta tak menyangka mendapat kelahiran dua orang cucu sekaligus dalam waktu yang bersamaan.


Kini Reno merasa sangat bahagia sebab mendapatkan seorang putera lagi.


Reno langsung mengadzankan puteranya setelah dibersihkan oleh perawat.

__ADS_1


Nazlah yang tak menduga jika Ia melahirkan dengan semudah itu dan juga dengan tiba-tiba.


Kini perasaan lega dihatinya dan kebahagiaan yang tak terkira saat melihat sang buah hati sudah berada didekapannya.


__ADS_2