
Dalam perjalanan pulang Fairi tak banyak bicara dan Arlan pun juga tak berani untuk bicara dengan mamanya, dia hanya bergumam menyebut nama kakaknya dengan lirih.
"Kakak, kak Ar."
"Assalamualaikum nek" Kemal masuk kedalam rumah
"Iya waalaikumsalam." jawab bi Mina dari dalam rumah
"Loh kemana semua orang nek kok sepi rumah." Kemal melepas sepatu dan jaketnya
"Mamamu pergi mengantarkan adikmu ke rumah nak Kenan. Sudah makan belum mau nenek siapkan sesuatu." Bi Mina berdiri didekat meja makan
"Tidak usah nek." jawab Kemal dan mau masuk ke kamarnya.
"Kakak..." Arlan langsung teriak dan lari menghambur kedalam pelukan Kemal
"Oh ada apa, ma. Mama." Kemal bingung menatap mama dan adiknya yang langsung menangis dalam pelukan nya.
Bi Mina yang berjalan ke dapur kembali keluar dari arah dapur dan menatap Fairi dengan bingung juga, karena tak pernah melihat Fairi membiarkan anak - anaknya menangis dan mengabaikan mereka begitu saja.
"Dimana mamamu" Kenan terlihat panik
"Pa, mama di atas." jawab Kemal
"Ada apa sebenarnya." Kemal semakin bingung dengan tingkah mama dan papanya serta adiknya.
"Hei sudah jangan menangis lagi, ayo masuk ke dalam kamar kakak. Sudah jangan menangis." Kemal menghapus air mata Arlan dan membawahnya masuk ke kamarnya
Bi Mina pergi ke dapur lagi untuk membuatkan jus dan susu. "Sebenarnya kenapa mereka, apa mereka bertengkar lagi."
"Sayang cucu nenek ayo minum dulu susunya, berhentilah menangis." Bi Mina menyerahkan susu pada Arlan
"Kakak mama marah padaku, apa mama tak sayang lagi sama Lan Lan, nanti mama pergi lagi" Arlan menangis lagi
"Hei bukan seperti itu, mama menyayangi kita dan tak akan meninggalkan kita lagi, sudah jangan menangis dan minum susunya." Kemal membujuk adiknya.
Kenan yang langsung menerobos masuk kedalam kamar Fairi mendapatkan amarah dari Fairi dan dia didorong paksa oleh Fairi untuk keluar.
"Tidak dengarkan penjelasan ku dulu." Kenan menahan tangan Fairi agar tak mendorongnya
"Aku tak butuh penjelasan apa pun dari mu cepat keluar. Kau tak bisa dipercaya, kau bilang mencintaiku tapi kau malah main - main dengan wanita lain, keluar kau Ken." Fairi mendorong Kenan lagi.
"Tidak, aku tak pernah bohong padamu Fa." Kenan mendorong Fairi masuk dan mengunci pintu kamar Fairi.
"Apa yang kau lakukan Ken." Fairi menatap tajam pada Kenan.
"Aku tak pernah mengkhianati mu dan selalu mencintaimu, dan hanya kamu wanita yang ada didalam hatiku apa kau tau itu hah?!" Kenan menahan tubuh Fairi ke dinding.
"Bohong aku tak percaya pada mu." Fairi berontak dan mendorong Kenan.
__ADS_1
"Aku tak pernah bohong dan aku berkata jujur." Kenan membawah Fairi kedalam pelukannya
"Aku gak mau Ken, jangan lakukan ini padaku. Pergilah dari hidupku." Fairi terus berontak dan mulai menangis
"Tidak akan, dan jangan katakan itu Fa. Karena aku tak akan sanggup lagi jika harus tanpa dirimu." Kenan semakin erat memeluk Fairi
"Lepaskan aku gak mau, biarkan aku pergi Ken." Fairi masih berontak
"Tidak, tolong jangan katakan itu. Aku tak akan pernah membiarkan mu pergi lagi, tak akan pernah. Tolong jangan katakan kalimat itu, ku mohon." Kenan menahan dengan kuat tubuh Fairi sampai akhirnya Fairi diam dan tak melawan lagi.
"Itu menyakitkan Ken, sakit, sungguh sangat sakit." Fairi berkata sambil menangis
"Maafkan aku, aku benar - benar minta maaf padamu. Tapi semua yang kau lihat tidaklah benar, itu semuanya tidak benar Fa" Kenan menenggelamkan wajahnya di leher Fairi.
"Tapi aku telah melihatmu menciumnya di kantor hari itu, dan sekarang kalian bermesraan di rumah." Fairi mulai membalas pelukan Kenan
"Tidak itu semua tidak benar, aku berani bersumpah kalau itu semua tak benar." Kenan ikut menangis dan mempererat pelukannya.
"Bisakah kau meninggalkan Lime dan datang padaku Fa, ku mohon karena aku tak akan bisa hidup tanpamu lagi." Kenan memohon dengan sangat serius pada Fairi
"Lime?" Fairi mengurai pelukannya dan menatap Kenan
"Iya tolong kembalilah padaku Fa, putuskan Lime." Kenan menatap Fairi dalam
"Apa yang kau katakan Ken, Lime tak pernah menyukaiku, ya memang dulu dia pernah menyatakan perasaannya padaku tapi aku hanya bisa menganggapnya sebagai teman dan saudara" Fairi
"Tapi aku melihat dia menyatakan perasaannya lagi padamu dan aku juga melihat kalian pergi ke rumah sakit dan terlihat sangat bahagia bersama, bahkan di acara Sujono dia secara terang - terangan bilang merindukan mu tanpa canggung." Kenan
"Maksud mu apa?" Kenan ikut duduk di samping Fairi
"Kau tak mendengarkan sampai selesai. Lime menyatakan cintanya padaku hanya untuk latihan saat dia menyatakan semuanya pada Sri, dan saat di rumah sakit hanya ada dia yang bisa mengantarkan aku karena saat aku menghubungi Agus dia bilang kau sedang rapat, lalu saat di pesta om Jono itu karena kami menggoda Sri. Aku memang dekat dengan Lime karena aku menganggap dia sebagai saudara dan kami memperlakukan satu sama lain sebagai saudara tak lebih, semua itu mengalir begitu saja tanpa canggung karena kami telah mengenal satu sama lain, dan dia banyak membantuku saat aku masih di Bangkok." jelas Fairi pada Kenan untuk semaunya.
"Jadi kalian tak bersama?" Kenan menatap Fairi
"Tidak, dia mencintai Sri dan mereka akan merencanakan pernikahan." Fairi menatap Kenan
"Syukurlah, maafkan aku yang salah paham dengan semuanya. Dan untuk Sofiana yang kamu lihat semua tak seperti yang kau lihat. Aku tak mendekatinya dan tak pernah mencintainya, dia memang mencium ku waktu itu tapi semua tak berarti apa - apa bagiku." Kenan ikut menjelaskan
"Lalu siapa dia, kenapa kau bisa begitu dekat dengannya. Jika kalian hanya mitra bisnis haruskan sampai sepeti itu." Fairi merasa curiga
Kenan tersenyum. "Maaf aku memang mengenalnya dan dia adalah mantanku waktu kami masih sekolah dulu."
"Tapi aku sudah tak ada perasaan apa pun lagi padanya, aku juga sudah menegaskan semuanya padanya kalau aku sudah tak memiliki perasaan apa - apa lagi untuknya." Kenan berkata dengan serius dan menarik tangan Fairi untuk digenggamnya.
"Benarkah." Fairi
"Tentu saja karena aku hanya mencintai mu dari sejak kau pergi meninggalkan ku dulu." Kenan
"Baiklah, aku percaya padamu" Fairi
__ADS_1
"Apa artinya ini kau memaafkan aku?" Kenan
"Tapi aku tak ingin pergi ke rumah itu lagi." Fairi berkata dan menunduk
"Apa, tentu kau tak perlu datang lagi ke rumah itu." Kenan langsung mencari ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Halo, kau jual rumah ku dan lakukan dengan cepat. Aku ingin besok rumah itu sudah beres. Lempar berapa pun yang mereka tawarkan karena aku sudah tak menginginkan rumah itu."
Kenan menghubungi seseorang dan meminta agar orang itu menjual rumahnya dan dengan cepat tak peduli berapa pun harga yang akan didapatkan asal rumah itu terjual dengan cepat.
"Kau menjual rumah mu?" Fairi menatap tak percaya.
"Iya, aku tak ingin rumah yang tak ingin kau masuki." jawab Kenan enteng.
"Apa kau sudah gila Ken." Fairi menatap tak percaya.
Kenan kembali duduk di samping Fairi "Lupakan masalah rumah, biarkan aku tidur di sini malam ini ya Fa."
"Tidak pulanglah." tolak Fairi tegas
"Malam ini saja tolong ya Fa" Kenan memohon
"Tidak Ken" Fairi menatap tajam
"Hanya tidur aku tak akan melakukan apa - apa." Kenan tetap memohon
"Aku bilang tidak Ken, pernikahan kita masih belum sah dan aku belum mengakuinya dan aku juga gak mau ada kesalahan, jadi cepatlah pulang." Fairi berkata dengan nada tinggi karena kesal pada Kenan yang tak mengerti.
"Pernikahan belum sah, kesalahan" Kenan berfikir
"Oh baiklah kalau begitu ayo kita menikah lagi, aku akan menyiapkan semuanya besok dan kita akan menikah besok." Kenan
"Apa kau sudah gila." Fairi
Kenan tersenyum "Besok aku akan datang kemari ya, aku pulang dulu." Kenan bergegas dan pergi dengan semangat dan wajah penuh dengan senyuman.
...💔💔💔...
"Ada apa sayang, siapa lagi yang menghubungi mu." Amrita bertanya pada Fahmi yang menerima panggilan dua kali dan terlihat semakin kesal dengan panggilan terakhir yang dia terima.
"kenan, apa dia sudah gila ya. Bagaimana ada kantor yang buka jam segini apa dia tak tau waktu." jawab Fahmi kesal
"Memang dia minta apa?" Amrita bertanya penasaran
"Dia ingin menjual rumahnya dengan segerah dan tak peduli dengan harganya, lalu dia bilang barusan kalau dia ingin menikah dengan Fairi besok dan paling lambat sore hari. Memangnya ada semuanya di peroses dengan dadakan dan buru - buru seperti ini." jelas Fahmi
"Oh mereka mau menikah? Itu artinya Kenan sudah serius sama Fairi. Bagus cepat lalukan kalau begitu sayang, beli rumahnya dan nanti akan kita jual lagi, dan cepat proses semuanya, selesaikan dengan cepat, dan sana cepat pergi jangan biarkan Fairi menunggu lagi." Amrita bangun dari tempat tidur dan mendorong Fahmi keluar kamar
"Sayang tapi ini malam loh." Fahmi berkata dengan bingung
__ADS_1
"Hei kau kan pengacara, apa tak bisa melakukan sesuatu hah. Jangan pulang jika belum selesai, sudah sana." Amrita menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam
"Ada apa ini, gak bos dan gak istri kalau berhubungan dengan Fairi semuanya menggila dan bikin aku jadi ikutan gila" Fahmi mengacak rambutnya dengan kesal.