
Sesuai dengan permintaan dari tuan Adi, Handoko telah mempersiapkan dan memilihkan asisten untuk orang yang akan datang dan bekerja di perusahaannya. Orang itu adalah Lina sekretaris tuan Adi yang sudah bekerja dengan tuan Adi selama 10 tahun lamanya, dan selama itu Lina bekerja sangat keras dan juga gigih sehingga Lina dinilai cocok jika harus menemani orang itu.
"Han, apakah kamu sudah memilihkan orangnya?" tuan Adi bertanya pada Handoko karena dia tak ingin membuat kesalahan saat orang itu datang nanti.
"Sudah tuan, saya mengatur kan Lina sebagai asisten yang akan bekerja dan menemani disisinya , karena kinerja Lina sangat bagus selama 10 tahun ini." jelas Handoko
"Hem, Lina ya. Baiklah mereka akan cocok satu sama lain, karena Lina adalah orang yang jujur, baik dan pekerja keras, kalau begitu apakah kamu sudah memberitahu dia secara detail bagaimana caranya dia akan melayani orang itu?" tuan Adi menatap Handoko
"Sudah tuan saya sudah memberitahu Lina tentang detailnya dan sekarang dia sedang mempelajarinya, lalu untuk menggantikan posisi Lina saya mengatur kan orang baru untuk tuan." Handoko menjelaskan pada tuan Adi siapa orang itu dan bagaimana kinerja kerja selama di perusahaan.
"Baiklah tak masalah asalkan dia adalah orang yang dapat dipercaya." tuan Adi menerima orang yang diatur kan oleh Handoko untuknya.
...💔💔💔...
"Hoaaam" Tyas masih saja menguap saat pulang ke rumah Karen dia semalaman telah berpesta dengan teman - temannya, dan melihat itu nyonya Ayu merasa kesal dengan putrinya yang terlihat tak berguna itu.
"Darimana saja kau sampai tak pulang semalaman, apa kah seperti itu caranya kau melakukan segalanya hah?! Aku meminta mu untuk belajar di luar negeri mengenai bisnis agar kau bisa membantu papa mu dan menguasai bisnis serta mewarisinya kau malah mabuk - mabukan dan berpesta tak jelas dengan teman - teman yang tak berguna mu itu." Nyonya Ayu memarahi Tyas begitu melihat Tyas pulang ke rumah dengan keadaan berantakan.
"Kenapa mama selalu mengomel sih, tenang saja ma. Si Fairi itu telah menghilang selama 7 tahun lamanya dan dia tak akan bisa kembali lagi, bukankah mama juga sudah melihat rumahnya yang di Surabaya bahwa rumah itu telah dijual dan dia tak ada disana, terus saat di luar negeri juga aku tak menemukan keberadaannya. Mungkin saja dia sudah mati atau ditelan bumi." Tyas menjawab dengan kesal pada mamanya dan mendorong mamanya untuk keluar dari kamarnya lalu dia tidur lagi.
"Anak ini, benar - benar tak tau apa pun. Dan tak mengerti selicik apa Fairi dan ibunya dulu, aku yakin Fairi pasti akan melakukan sesuatu nanti, pasti itu. Dan sebelum itu terjadi aku harus menghentikannya." Nyonya Ayu bergumam dengan khawatir kalau Fairi akan kembali dan mengacaukan hidupnya yang sudah terasa sangat nyaman ini.
__ADS_1
...💔💔💔...
"Pak rapat hari ini akan segerah dilaksanakan." Agus mengingatkan Kenan akan rapat yang mau diadakan.
"Oh, iya tolong kau siapkan dan tanya Melisa apakah semua berkasnya sudah siap? Kalau sudah suruh dia langsung membawahnya ke ruang rapat" Kenan memerintahkan Agus dan sedang bersiap
"Baik pak" Agus keluar dari ruangan Kenan dan menuju ke meja Melisa.
Setelah bertanya dan melihat kalau Melisa sudah mempersiapkan semua berkasnya mereka berdua berjalan menuju ke ruang rapat, dan terlihat Kenan juga sudah berjalan ke arah ruang rapat.
"Kita mulai rapatnya sekarang." Kenan menginstruksikan pada semua pegawai yang mengikuti rapat hari itu.
Rapat hari itu berjalan sangat baik, tak ada kesalahan yang fatal dan juga laporan soal nilai pemasukan juga bagus. Kenan hanya membetulkan beberapa kesalahan kecil, dan untuk keseluruhan semuanya bagus Kenan pun merasa sangat puas dengan hasil kerja dari para pegawainya. Semua orang yang ada didalam ruang rapat itu juga merasa sangat senang karena mereka bisa memuaskan bos mereka.
"Baiklah, aku setuju dengan semuanya. Silakan kerjakan dan jalankan sesuai dengan rencana dan aku ingin melihat hasilnya setelah semuanya selesai. Rapat selesai dan aku sangat puas dengan semuanya." Kenan mengakhiri rapatnya dan mengatakan kalau dia merasa puas dengan semuanya dan hal itu membuat semua orang juga merasa senang.
...💔💔💔...
"Maaf tuan seperti yang anda dengar, kalau pabrik gula dan teh milik PT. Wijaya memang sudah berpindah tangan walau pun masih berada dibawah naungan dari PT. Wijaya" lapor asisten tuan Bram
"Apakah kau tau siapa pemilik dari dua pabrik itu sekarang? Karena Adi tak mengatakan pada ku dan sepertinya ada yang dia sembunyikan dari ku, karena dia tak biasanya melakukan sesuatu tanpa memberitahu aku, dan ini sedikit terasa aneh bagi ku." Tuan Bram merasa curiga dengan sahabatnya sekaligus rekan bisnisnya itu, yang selama ini selalu berunding dan memberi tahu dirinya. Tapi kali ini dia tak memberitahu dan terlihat sedang menutupi sesuatu.
__ADS_1
"Saya tak mendapatkan siapa orang yang saat ini sedang memimpinnya, dan hal itu sudah terjadi sejak lama, kira - kira semuanya terjadi 5 tahun yang lalu." jelas asisten tuan Bram.
"5 tahun dan Adi tak bilang apa - apa pada ku. Dia yang dulu mengajukan perjodohan putri keduanya dengan Kenan juga tiba - tiba mengirim putrinya itu belajar ke luar negeri, sedangkan dia pabrik yang dulu selalu dipertahankan untuk tak dijual sekarang malah dijualnya sekaligus ini benar - benar sangat aneh." Tuan Bram terlihat berfikir keras.
...💔💔💔...
Disaat pihak tuan Bram penasaran akan kepemilikan dari pabrik yang menjadi anak dari PT. Wijaya di pihak tuan Adi dia berusaha sangat keras untuk menutupi semuanya agar tak ada yang tau siapa pemilik dari pabrik gula dan teh yang saat ini sedang dia persiapan untuk menjadi pewaris dari PT. Wijaya.
"Apakah Bram masih merasa penasaran dengan semuanya?" Tuan Adi bertanya pada Handoko
"Benar tuan, dan tuan Bram sudah mengirimkan orangnya untuk menyelidiki semuanya, namun saya sudah lebih dulu menutup akses untuk mereka bisa masuk dan mengetahui pada siapa anda menjual kedua pabrik itu." jelas Handoko
Tuan Adi tersenyum, "dia tetap saja seperti dulu, kalau tak diberitahu dia akan selalu melakukannya sendiri. Tapi kamu sudah mengamankan semuanya dengan cepat dan benar itu bagus, tapi kamu tetap harus hati - hati karena aku gak mau semuanya bocor sebelum dia datang kemari kamu mengerti kan?" Tuan Adi berkata pada Handoko agar berhati - hati dengan tuan Bram.
"Iya tuan saya sudah melakukannya dengan baik dan tak akan ada yang tau sebelum dia kembali ke sini." jawab Handoko dengan percaya diri.
"Bagus, hubungi kapan dia akan berangkat ke sini." Tuan Adi memerintah Handoko
"Baik tuan, saya kembali dulu" Handoko keluar dari ruangan tuan Adi dan Handoko merasa sangat senang karena kesehatan tuan Adi berangsur angsur membaik sejak 5 tahun ini, seolah ada harapan hidup lagi karena sedang menunggu orang yang sangat dia harapkan dan menjadi alasan baginya untuk berusaha sejauh ini.
Tuan Adi terlihat sangat tak sabar dan ingin segerah bertemu dan menyambut kedatangan orang yang selama 5 tahun ini dia tunggu kehadirannya dan selalu dia rindukan, bagai taman bunga yang layu dan kembali segar kembali saat 5 tahun lalu tiba - tiba dia dihubungi dan diberi kabar kalau orang yang diharapkan telah menerima pemberiannya dan mau berjuang bersamanya dalam perusahaan.
__ADS_1