Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Ekstra Kemal dan Arlan


__ADS_3

Selama Arlan tinggal bersama dengan tuan Herman sesekali Kemal datang berkunjung untuk melihat adiknya dan memberinya pengertian kalau dia tak sendirian.


"Kakak kapan kakak akan datang lagi? Aku ingin tinggal sama kakak." rengek Arlan saat dia dikunjungi Kemal


"Prince dengarkan kakak, kamu harus jadi orang yang kuat dan berani. Kakak akan datang setiap Minggu untuk mengunjungi kamu dan ingat kamu harus patuh sama kakek Herman dan Tante Nita ok." Kemal membujuk Arlan agar tak terus merengek


"Iya." Arlan menjawab dengan wajah sedih dan terpaksa karena dia tak ingin dianggap kakaknya sebagai anak manja.


"Hei ayo kita main petak umpet, kau harus bisa menemukan kakak dan harus dengan cepat" Kemal berkata dan tersenyum pada Arlan


"Ya, aku pasti akan bisa menemukan kakak." Arlan berkata dengan senang


"Hitung sampai seratus ya baru bergerak untuk mencari kakak." Kemal mulai bersembunyi dan Arlan menghitung dengan mata ditutup.


"100, kakak" Arlan mulai mencari kemal didalam rumah Tian Herman yang sangat luas dan besar


"Hei Arlan mau kemana?" tanya Anita yang melihat Arlan bingung seperti mencari sesuatu yang hilang.


"Aku sedang mencari kakak Tante." Arlan menjawab dan terus lari mencari kesana kemari.


"Hem, mereka tak ada diamnya kalau sudah bersama" gumam Anita tersenyum melihat Arlan.


Tak lama kemudian Arlan menemukan Kemal dan dia terlihat sangat senang, hari berikutnya pun juga begitu. Tapi semakin hari Arlan semakin cepat menemukan Kemal. Sedangkan tuan Herman yang menyaksikan dengan diam menyadari sesuatu yang dimiliki oleh Arlan yang tak dimiliki oleh orang lain.


"Arlan bisa begitu cepat menemukan persembunyian kakaknya, sepertinya dia sudah hafal dimana saja tempat yang digunakan untuk bersembunyi oleh Arman." ucap anak buah tuan Herman


"Tidak, dia bukan melihat kebiasaan kakaknya. Tapi dia mengikuti aroma sama seperti anjing, dan sepertinya Arlan memiliki sensitivitas yang tinggi pada aroma tertentu." Tuan Herman berkata karena dia selalu mengawasi Arlan dari cctv setiap dia bermain dengan Kemal


"Eh, apakah ada yang seperti itu tuan?" tanya anak buah Herman


"Ada, ada beberapa orang yang memiliki kemampuan itu dan aku pikir Arlan adalah salah satunya. Dan Arman sepertinya menyadari itu. Panggil Arlan kemari setelah mereka selesai bermain." perintah tuan Herman


"Baik tuan" anak buah Herman pun pergi dan memberitahu pada Kemal kalau tuan Herman ingin bertemu.


"Kek, kakek mencari aku" Kemal masuk ke ruangan tuan Herman


"Hem duduklah karena ada sesuatu yang ingin ku tanyakan pada mu" ucap tuan Herman


Kemal pun duduk di sofa depan tuan Herman dan menatap bertanya - tanya kenapa kakek Herman memanggilnya secara khusus.

__ADS_1


"Apa kau sengaja melatih adikmu dengan ketajaman penciumannya, karena aku awasi sepertinya Arlan memiliki kemampuan untuk mengenali aroma." tanya tuan Herman pada Kemal


"Rupanya kakek mengetahuinya ya." Kemal tersenyum dan mengangguk


"Bee bisa mengenali aroma dari sejak dia kecil kek, aku tau saat mama menghilang dan dia tak mau dengan orang lain. Di situ dia selalu tau dimana aku berada dan dia selalu ingin bersama dengan ku karena aku memakai parfum milik mama"


"Ku pikir awalnya itu akan membantu dia untuk nyaman jika dia mengenali aroma mama, tapi saat aku meminta pada nenek Tias untuk memakainya dia tetap tak mau bersama dengan nenek"


"Lalu aku menggunakan parfum ku sendiri dan Bee tak menunjukkan reaksi penolakan, jadi aku melatihnya untuk mengenali aroma dan itu berhasil. Dia bukan mengenali orang dari aroma parfumnya, melainkan dari aroma tubuh orang itu. Apa pun jenis parfum yang digunakan akan berbeda jika sudah tercampur dengan aroma tubuh dan dia mengenali dari itu"


Kemal menjelaskan panjang lebar pada tuan Herman, dan terlihat tuan Herman bingung dengan penjelasan Kemal karena dia berfikir kalau selama ini Arlan mengenali aroma wewangian. Tapi dari penjelasan Kemal dia mengenali aroma tubuh.


"Kakek bingung ya" kemal tersenyum menatap tuan Herman dan terlihat tuan Herman mengangguk.


"Jadi jenis parfum yang sama jika disemprotkan ke orang yang berbeda aromanya akan berbeda bagi Bee." jawab Kemal


"Aromanya akan tercium berbeda" ucap tuan Herman


"Iya, 3 bulan ini aku selalu menggunakan parfum yang berbeda setiap bertemu dengannya, saat dia belum terbiasa dengan parfum ku dia akan sedikit lambat untuk menemukan ku, tapi jika dia sudah sering mengenalnya maka dia akan cepat mengenalinya itu sebabnya semakin hari Bee semakin cepat dapat menemukan aku sembunyi di mana." jawab Kemal tersenyum dan menatap tuan Herman.


"Jadi kau melatih ketajamannya dalam mengenali aroma asli dari tubuhmu." Tuan Herman menatap Kemal dan tersenyum


"Ok, bagus kalau begitu. Nanti aku akan mencoba untuk melatih dia mengenali orang - orang yang ada di sini." Tuan Herman terlihat bersemangat.


3 bulan pun Arlan tak bertemu dengan Kemal karena Kemal memasuki masa ujian dan harus fokus pada pelajarannya, sehingga dia hampir tak datang untuk bertemu dengan adiknya, karena Kemal sedang tinggal di asrama.


"Arlan, ayo makan dulu setelah itu latihan lagi." Tuan Herman memanggil Arlan untuk makan siang


"Kakek besok aku mau pergi ke sekolah sendiri, aku sudah berani." Arlan datang dan duduk di meja makan


"Kau yakin?" Tuan Herman bertanya dan menatap Arlan yang terlihat sudah mulai stabil


"Em" Arlan mengangguk dengan cepat


"Baik, ayo makan dulu." ucap Tuan Herman


"Terima kasih pak." ucap Kemal pada supir taksi yang menurunkan Kemal didepan rumah Herman


Kemal melangkahkan kakinya dan membawah koper karena dia sudah selesai ujian dan akan pindah tinggal bersama dengan adiknya, karena dia memilih untuk keluar dari asrama agar bisa bersama dengan adiknya.

__ADS_1


Didalam rumah Arlan tertegun dan menghentikan makannya, seperti dia sedang merasakan sesuatu yang aneh pada makanannya.


"Ada apa, apa tak suka dengan makanannya" tanya tuan Herman melihat Arlan yang terdiam


"Kakak, kakak datang." Arlan melompat dari kursi dan lari turun dari lantai dua dengan cepat.


Ya rumah tuan Herman yang bagian bawah adalah tempat latihan dan bagian atas adalah tempat istirahat serta ruang makan dan ruangan yang lainnya.


"Kakak." Arlan lari dengan cepat menghampiri Kemal yang berjalan dihalaman rumah


"Oh." Kemal tersenyum dan membuka kedua tangannya serta memeluk erat adiknya saat Arlan lompat kedalam pelukannya.


"Kau merindukan ku princes" ucap Kemal memeluk Arlan


"Hem, gak mau." Arlan menolak untuk diturunkan dan ingin tetap digendong kakaknya yang sudah 3 bulan tak dilihatnya.


"Baiklah ayo masuk." Kemal memeluk erat Arlan dan berjalan masuk


"Mereka seperti ada ikatan yang kuat satu sama lain, apa kau sudah menyiapkan kamar untuk Arman" ucap tuan Herman yang melihat Arlan dan Kemal dari atas


"Sudah pak." jawab anak buah Herman.


"Sungguh sangat senang bisa bersama dengan kakak ya" Anita tersenyum pada Arlan.


Setiap hari Kemal berlatih sama Arlan dan setiap kali Arlan lepas kendali Kemal selalu mengingatkan dan menyadarkan Arlan.


"Princes, princes lihat kakak."


Kemal memanggil dan tersenyum


"Kak, oh maafkan aku om" ucap Arlan setelah dia sadar telah mengunci lawan latihannya.


"Tak apa bagus, pertahankan dan terus berlatih." ucap Anita pada Arlan, sedangkan orang yang menjadi lawannya terbatuk serta tersengal karena hampir saja kehabisan nafas karena cengkraman Arlan.


Setiap hari Arlan meminta maaf dan mengatakan kalau dia menyesal, serta selalu membawakan minuman serta rokok pada orang itu. Dan hal itu membuat Kemal merasa sangat bangga pada adiknya, karena Arlan telah bisa berinteraksi dengan Baim sama orang lain.


Kemal juga melatih Arlan dengan permainan piano untuk merilekskan syaraf Arlan setiap selesai latihan tempur dan juga melatih kemampuan pengendalian diri melalui musik, sehingga Arlan pun menjadi pemain musik yang bagus dan juga selama di sekolahnya dia telah mengikuti banyak pertunjukan musik dengan didampingi Kemal yang tak pernah melepas Arlan dari pandangannya.


10 tahun pun telah berlalu dan dilewati bersama dengan kebersamaan Arlan dan Kemal, kini mereka telah tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sangat hebat. Kemal telah mencapai kematangan untuk menggantikan bisnis sang papa, sedangkan Arlan telah menjadi musisi sesuai dengan bakat dan hobinya selama ini.

__ADS_1


Arlan memilih kembali untuk bersama dengan sang mama yang sangat dia rindukan karena ditinggal selama 10 tahun lamanya, dan Arlan mengambil kuliahnya di Indonesia untuk bisa bersama dengan keluarganya sebab sang kakak yang dia ikuti juga kemabli untuk menggantikan sang papa.


__ADS_2