Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
part 30


__ADS_3

dalam perjalanan pulang nya pak surya selalu tersenyum karena rencana nya sudah di mulai dari hari ini, beliau mempunyai rencana yang sangat besar untuk mempersulit bian dalam bekerja karena beliau berniat membuat hidup bian hancur sehancur hancur nya karena sudah berani membuat hidup anak nya menderita


"kenapa tuan tidak langsung memecat nya?" tanya diki asisten nya pak surya yang duduk di belakang kemudi


"saya hanya ingin bermain main dulu dengan nya sebelum dia menderita karena sudah berani menyakiti anak ku" geram pak surya


diki diam saja karena sudah mengerti apa yang akan di lakukan tuan nya, dia hanya merasa kasihan pada bian karena sudah berani berurusan dengan pak surya, "malang sekali nasib mu bian karena setelah lepas dari ini kamu bakalan susah untuk mencari pekerjaan" batin diki menggelengkan kepala nya karena merasa prihatin pada bian


"kamu kenapa geleng geleng kepala begitu" tanya pak surya memperhatikan diri yang dari tadi cuma diam dan mengeleng gelengkan kepala nya


"enggak apa apa kok pak" bohong diki "habis ini kita mau kemana pak" tanya nya lagi mengalihkan pembicaraan


"kita langsung pulang saja" jawab pak surya sambil melihat HP nya dan dia tersenyum senang melihat foto foto yang di kirim cucu nya rania yang sedang bermain di tepi pantai bersama kakak kakak nya, "haish lucu sekali sih kalian" kata pak surya tersenyum sendiri

__ADS_1


"akhir nya beliau bisa tersenyum dan sebahagia ini setelah bertemu dengan putri dan cucu cucu nya" diki ikut tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah pak surya yang selama dia ikut dengan beliau dia tidak pernah melihat beliau sebahagia sekarang ini.


"saya ikut senang melihat bapak bisa bahagia seperti sekarang ini" kata diki pada pak surya


"iya dik, semenjak kehadiran anak dan cucu cucu ku, aku merasa hidup kembali tidak seperti dulu yang rasa nya hidup tiada arti tanpa orang yang kita sayangi dan itu adalah penyesalan ku yang paling dalam" pak surya bersedih mengingat kembali kenangan yang telah lalu


"iya pak saya mengerti apa yang bapak katakan dan semoga bapak bisa selalu berbahagia terus seperti sekarang ya pak" diki senang dengan perubahan pak surya dia seperti melihat sisi lembut beliau yang belum pernah beliau tunjukkan pada siapa pun


------------------------------------


"tidak mau, ayo bang kejar aku" teriak rania juga pada kakak nya


mereka bermain kejar kejaran dan bermain air di tepi pantai yang sepi karena pulau yang mereka datangi adalah pulau pribadi punya kakek nya jadi mereka bisa main sepuas nya tanpa ada orang lain yang mengganggu mereka, mereka menginap di sana selama seminggu dan selama itu pula mereka puas menikmati alam di pulau itu, tanpa terasa seminggu sudah berlalu dan mereka anak pulang hari ini

__ADS_1


"bunda nanti kalau liburan lagi kita kesini lagi ya sambil aja kakek juga pasti lebih seru" riang rania


"iya sayang" jawab anita, dia senang bisa melihat binar kebahagiaan yang terpancar di wajah putri nya, "kapan terakhir kali nya aku melihat senyum mu seperti ini nak" batin anita


"bunda, bunda kenapa melamun" tanya vino heran melihat ibu nya terdiam tanpa bicara apa apa lagi


"enggak apa apa sayang, bunda cuma merasa bahagia melihat kebahagiaan kalian karena bunda tidak pernah lagi melihat kalian tersenyum lepas seperti sekarang" tangis anita pecah tapi bukan tangis karena sedih melainkan karena merasa terharu bisa membuat anak anak nya bahagia walau pun tanpa sosok seorang ayah "apa kalian merasa bahagia sekarang" tanya anita


"iya bunda kami merasa sangat bahagia sekarang" balas kiki


"walau pun tanpa ayah kalian" tanya anita lagi


"iya bunda, kami lebih bahagia tanpa ayah daripada punya ayah yang hanya bisa menyakiti bunda saja lebih baik kami tidak mempunyai ayah lagi" tegas sekali jawaban anak sulung ku ini. dia tidak mau ada yang menyakiti ibu nya sekalipun itu ayah mereka sendiri

__ADS_1


"terima kasih sayang" dia memeluk anak anak nya sambil menangis terharu karena mendapatkan anak anak yang begitu luar biasa pengertian nya terhadap diri nya mereka seakan mengerti dengan penderitaan yang dialami nya selama ini padahal dia sudah susah payah menutupi semua nya dari mereka karena dia takut jika anak anak nya nanti akan jadi trauma dengan kejadian yang dialami nya tapi ternyata dia salah karena justru anak anak nya mengerti dengan keadaan nya, dia semakin bersyukur dengan itu semua


__ADS_2