
Setelah menunggu beberapa jam akhirnya Kenan sampai juga dan Farid menyebut kedatangan Kenan bersama dengan mandor dari pabrik teh, Melisa dan juga Dafid. Terlihat Kenan sangat tak sabar dan buru - buru. "Dimana dia." tanya Kenan langsung pada Farid begitu turun dari mobil.
"Siapa maksud mu, apa kau tanya soal Fairi atau Laras?" Farid menatap Kenan dengan kesal karena Kenan bertindak sembarangan saat berada didepan mandor yang seharusnya disapa dulu oleh Kenan.
"Katakan dimana dia siapa pun namanya, karena mereka adalah satu orang sama." Kenan sudah tak sabar.
Melisa menatap bingung dengan sikap Kenan yang biasanya tenang tiba-tiba saja hari ini menjadi gusar dan tak sabaran. Dan Melisa menatap Farid serta Dafid bergantian yang menurut Melisa sepertinya mereka berdua tau apa masalahnya. Sementara mandor dari pabrik teh menatap bingung.
"Maafkan saya pak, saya adalah Kenan pimpinan dari PT. Prayoga industri yang menjalin kerja sama dengan atasan anda, dan saya datang ingin bertemu dengan atasan anda karena ada perlu." Kenan memperkenalkan dirinya pada mandor dengan sopan.
"Oh Bu Laras, beliau sudah pergi dari tadi pak Kenan." jawab dari mandor pabrik
"Farid." Kenan menatap Farid dan Farid mengangguk.
"Kalau begitu aku pergi dulu aku akan menyusulnya." Kenan berbalik dan mau menuju mobilnya.
"Kenan berhenti, apa kau tau dia kemana hah? Kau sudah berjam - jam nyetir istirahatlah dulu." Farid mencegah Kenan karena dia tak ingin ada apa - apa pada Kenan nantinya.
"Aku tak tau tapi aku akan mencarinya sekarang." Kenan bersih keras.
"Kenan, dia tak akan pergi kemana - mana, dengarkan aku. Dia adalah pimpinan dan pemilik dari perkebunan ini, dan yang lebih penting lagi dia adalah orang yang saat ini sedang menjalin kerja sama dengan mu. Kamu bisa menemui dia saat di kantor nanti dan kalian pasti akan bertemu nantinya, kau mengerti? Sekarang istirahatlah dulu." Dafid menjelaskan dan membujuk Kenan untuk istirahat.
"Benar Ken, dia tak akan pergi kemana - mana. Dia adalah mitra bisnis kita saat ini dan 1 minggu lagi aku mengusulkan untuk rapat dengannya membahas soal kerja sama ini, disaat itulah kamu akan bertemu dengan dia. Ayo masuk, istirahat dulu, tenangkan pikiran mu jangan gegabah." Farid membujuk dan membawah Kenan masuk kedalam rumah peristirahatan yang sudah disiapkan oleh pegawai Fairi.
"Sebenarnya apa yang terjadi ini?" Melisa merasa bingung dan mulai mencari penjelasan dari kakak dan juga suaminya mengenai sikap Kenan malam ini.
"Oh, sayang ayo kita kembali ke kamar kita dulu, dan aku akan jelaskan disana ok." Dafid membawah Melisa masuk kedalam kamar mereka.
__ADS_1
Dengan pelan dan jelas Dafid mulai menceritakan pokok masalahnya dan cerita dari awal sampai akhir tentang siapa Fairi sebenarnya bagi Kenan. Melisa merasa sangat terkejud karena dia baru tau kalau orang yang selama ini dia kenal dan tinggal bersamanya selama bekerja di hotel Jhonson adalah istri dari Kenan orang yang telah dia anggap sebagai kakaknya sendiri.
"Jadi maksud dari kak Dafid adalah, mbak Fairi sebenarnya istri dari kak Kenan. Dan karena kesalahan kak Kenan sehingga mbak Fairi pergi meninggalkan kak Kenan dan menceraikannya?" Melisa menegaskan lagi cerita dari suaminya. Dafid mengangguk karena itulah yang dia dengar dari cerita Farid selama ini.
"Jadi itu berarti Kemal adalah anak dari kak Kenan." gumam Melisa dan Dafid mengerutkan keningnya.
"Maksud mu apa sayang? Bocah kecil itu anak Kenan? Pantas saja dari tadi aku merasa dia sedikit familiar dan menyebalkan sama kayak Kenan." Dafid berkata dengan kesal karena selama Melisa dan Farid rapat Dafid bermain sama Kemal dan terus saja dikalahkan oleh Kemal serta diejek oleh Kemal
"Ya aku juga tak tau pastinya, aku hanya menebak saja. Karena selama di Beijing mbak Fairi tak pernah berhubungan dengan seorang pria, juga dia datang sudah dalam keadaan hamil 3 bulan." jelas Melisa
"Tunggu kalau begitu kita jangan ikut campur urusan ini. Biarkan Kenan menyelesaikannya sendiri urusan dia, karena Kenan berniat untuk mengejarnya kembali jika bertemu lagi dengan mantan istrinya itu." Dafid berkata dengan memeluk Melisa "Pasti akan seru melihat Kenan kalang kabut, karena aku merasa kesal sama dia yang selalu mempermainkan aku selama ini. Dan aku yakin Kenan akan sulit untuk memenangkan hati wanita seperti Fairi itu." Dafid tersenyum licik.
"Kamu jahat sekali sih sayang." Melisa memukul suaminya, namun Melisa juga setuju sama suaminya karena Kenan harus merasakan akibatnya dari konsekuensi perbuatannya yang telah menyakiti hati Fairi.
...💔💔💔...
"Om, dimana Fairi kenapa om selama ini menyembunyikan Fairi dari ku?" Kenan dengan tak sabar bertanya pada tuan Adi mengenai keberadaan Fairi
"Kenan, kau sudah tau rupanya" tuan Adi berkata dengan santai "Tapi jika kamu bertanya dimana dia aku minta maaf karena tak bisa membantu mu. Aku sama dengan mu tak diterima dan tak diakui olehnya, dia tak pernah peduli dengan ku, juga tak pernah cerita dia kemana dan dimana." Tuan Adi berkata dengan raut wajah sedih dihadapan Kenan.
"Apa maksudnya ini, bukankah selama ini om yang sudah mencekal dan menghapus semua data tentang Fairi saat aku sedang berusaha untuk mencari keberadaannya." Kenan berkata dengan tak sabar.
"Mas Kenan tolong bersabarlah. Saya akan menceritakan semuanya pada mas Kenan." Handoko berkata dengan lembut dan membuat Kenan tenang.
Kenan pun duduk di sofa dan Handoko mulai menceritakan semuanya dari awal sampai hari ini bagaimana Fairi menghubungi tuan Adi dan meminta pada tuan Adi untuk menjual perkebunan teh padanya, dan harga yang dibayar oleh Fairi adalah dengan menjadi karyawan dari perusahaan ini juga menjadi pewaris dari 85 persen dari kekayaan serta pemegang saham 50 persen dari sebagian saham yang ada.
"Maksudnya Fairi sendiri yang menghubungi om?" Kenan bertanya dan merasa tak percaya.
__ADS_1
"Awalnya aku tak menyangka kalau Fairi akan menghubungi ku karena dia membenci ku, namun hari itu dia menghubungi ku dan meminta ku untuk menjual perkebunan teh padanya. Serta memintaku untuk memblokir seluruh informasi tentang dirinya dari dunia luar. Dan sebagai gantinya atas perlindungan ku dia berjanji akan mengelola perusahaan cabang juga seluruh pabrik teh dan kopi. Bagai disiram air es tentu saja aku menerima tanpa bertanya lagi apa alasannya." jelas tuan Adi
Kenan tersenyum mendengar hal itu karena dia tak menyangka kalau musuh bisa menjadi kawan disaat yang dibutuhkan. "Sungguh luar biasa, dan aku tak pernah menyangka kalau ini yang akan terjadi. Harusnya aku langsung bertanya saja pada om tak perlu bersusah paya mencarinya dengan segala usaha yang ku lakukan selama ini."
"Ya, aku tak tau apa yang telah kau lakukan padanya sampai membuat dia begitu tak ingin bertemu dengan mu dan seluruh keluarga mu yang dulu begitu sangat menyayanginya dan melindunginya." Tuan Adi menatap Kenan dengan seribu pertanyaan.
"Maafkan aku om, semua memang salah ku. Dan sekarang aku ingin berubah dan memulainya dari awal dengan baik - baik." Kenan berkata dengan penyesalan yang dalam.
"Hem, aku tak bisa membantu mu untuk hal itu, karena Fairi akan sulit membuka hatinya untuk orang yang telah menyakitinya dan dia tak akan pernah mau berhubungan dengan orang itu walau dia nantinya telah memaafkan orang itu, seperti yang kamu lihat pada ku. Dia hanya mengatakan selama ada keuntungan timbal balik tak maslah jika dia berada di sisiku." Tuan Adi berkata dengan raut wajah sedih.
Kenan pun meminta maaf pada tuan Adi dan dia mengatakan kalau dia menyesali semua perbuatannya, dan tuan Adi mendengarkan dengan seksama semua cerita Kenan. Begitu juga dengan tuan Adi dia juga menceritakan semuanya kepada Kenan atas perbuatannya pada Fairi dan alm. Ibunya atau nyonya utama keluarga Wijaya.
...💔💔💔...
Disisi lain nyonya Ayu yang menyewa seorang detektif untuk menyelidiki suaminya telah mendapatkan kalau putri pertama dari keluarga Wijaya telah kembali dan sekarang telah memegang dua pabrik milik Wijaya, sehingga nyonya Ayu merasa sangat marah dan kesal pada Fairi. Dan dia langsung menghubungi putrinya yang sedang belajar diluar negeri.
"Apa maksud mama? Jadi si ****** itu sudah kembali dan bahkan sekarang dia telah bergabung dengan perusahaan?" Tyas yang mendengar kabar dari mamanya lewat panggilan telepon merasa sangat marah.
"Baik ma, aku akan melakukan segalanya untuk membuat dia tak bisa berkutik, lihat saja aku tak akan membiarkan dia berhasil dalam usahanya. Aku tak akan pernah membiarkan dia merebut apa yang seharusnya menakan kembali dalam 3 hari ini mama." sambung tulus dengan nada marah.
...💔💔💔...
Semua orang punya rencana mereka untuk mengganggu Fairi dan yang menjadi target justru baru pulang dari Surabaya setelah menyelesaikan segala urusannya untuk rumah peninggalan ibunya. Fairi terlihat sangat bersemangat dan juga sangat siap untuk menghadapi segalanya, karena saat ini Fairi bukan lagi Fairi seperti 7 tahun lalu yang menggantungkan diri pada orang lain dan selalu merasa tertindas dalam setiap masalah yang dia hadapi. Sekarang Fairi adalah seorang ibu dan juga wanita karier.
"Selamat pagi Bu Laras, bagaimana dengan liburan Bu Laras apakah menyenangkan?" Lina yang datang untuk menjemput Laras lagi setelah liburan itu telah siap untuk rapat pertamanya.
"Baik, bagaimana dengan mu? Kamu tak menyibukkan diri selama aku tak ada kan?" Fairi bertanya dengan tersenyum dan hal itu membuat Lina semakin menyukai bekerja dengan Fairi. Menurut Lina Fairi adalah atasan yang baik dan juga tak banyak menuntut atas pekerjaannya.
__ADS_1