Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Episode 174


__ADS_3

Zain merasakan hari-harinya didalam penjara yang begitu sangat menyiksa dan membuatnya harus bertahan dari segala kemungkinan yang ada.


Rasa dinginnya lantai jeruji penjara membuatnya harus mengigil setiap malam dalam kedinginan.


Setiap hari Ia harus menahan segala siksaan dan juga kekejaman dari penghuni tahanan yang sudah lama mendekam didalam penjara tersebut.


Kehidupan penjara membuatnya begitu sangat keras. Ia tak pernah membayangkan jika dirinya harus menjalani hidupnya selama 4 tahun didalam penjara.


Makan-makanan yang disediakan apa adanya dan juga kehidupan liar didalam sel tahanan yang sangat tak terkendali.


Bayangkan saja, jika didalam penjara itu, jika ada salah satu yang terkuat, maka Ia akan menyenggamai sesama tahanan disana yang dianggap lemah. Hal tersebut menyebabkan meluasnya penyakit HIV & Aids.


Kehidupan sesak yang berkumpul dalam satu sel, banyaknya pakaian kotor yang bergelantungan. Membuat udara terasa terasa pengap dan juga bau.


Bahkan tak jarang mereka harus berebut toilet untuk membersihkan diri.


Zain yang tergabung bersama para tahanan kasus pembunuhan, harus bersiap menjadi bulan-bulanan para tahanan yang sudah lama mendekam disana.


Kehilangan kakinya sebelah kiri menjadikannya orang yang harus bersiap dalam mengahdapi segala kemungkinan yang ada.


Zain berjalan dengan tertatih dan menuju sebuah lapangan. Hari ini para tahanan sedang berada diluar halaman karena waktunya membersihkan halaman dan bergotong royong.


"Heei.. Kamu..!! Apakah Kamu itu tuli, kemari" teriak seorang pria bertubuh gempal dengan tato hampir diseluruh tubuhnya.


Sebuah tato bergambar tengkorak melingkar di lengannya.


Zain tak ingin menggubris apapun teriakan pria itu, Ia berusaha mengabaikannya dan beranjak dari tempatnya untuk menghindari perintah tersebut.


Merasa diabaikan, dan dianggap remeh. Pria itu memanggil beberapa orang bawahannya dan memerintahkan untuk memberi pelajaran kepada Zain.


Saat itu Zain sedang bergabung dengan para tahanan lain yang sedang mencabuti rumput dan juga menyapu halaman.


Lalu datang 5 orang berbadan kekar sedang menghampiri Zain yang tadi sudah membuat bos mereka tersinggung.

__ADS_1


Kelima orang itu mengerumuni Zain dan seseorang diantaranya mencengkram pundak Zain dengan kasar.


Zain menolehkan wajahnya dan melihat siapa yang sedang mencengkram bahunya. Saat Zain melihat wajah orang tersebut, sebuah pukulan keras mengenai wajahnya hingga Ia tersungkur dihalaman.


Lalu terjadi pengeroyokan yang tidak seimbang. Beberapa tahanan yang mencoba untuk melerai pengeroyokan itu ikut mendapat imbasnya. Mereka juga menjadi bulan-bulanan para tahanan yang merasa sok jagoan itu.


keributan itu menimbulkan kekacauan, sehingga petugas sipir datang untuk memeriksa.


Namun para tahanan lainnya yang tidak terima atas perlakuan dari kelompok itu, berkesempatan melakukan perlawanan dan dan mengambil benda apa saja untuk balik menyerang. Mereka merasa bosan dengan perlakuan semena-mena yang dilakukan oleh kelompok tersebut.


Lalu kericuhan terjadi dan tidak terkendali. Beberpa tahanan merusak fasilitas dan entah siapa yang memulainya, mereka membakar beberapa fasilitas yang membuat suasana semakin tidak kondusif.


Lalu kericuhan besar terjadi. Api yang membumbung tinggi dan asap hitam yang menggumpal membuat para tahanan merasa sesak.


Lalu mereka beramai-ramai mendobrak pintu keluar yang terbuat dari baja. Mereka merusak kuncinya, dan pintu tahanan berhasil dibuka.


Lalu para tahanan berhamburan melarikan diri dan berlari tanpa tujuan.


Ia memasuki perkampungan, dan terus sekuat tenaga mengayuh tongkatnya mencapai hutan yang tak jauh dari perkampungan tersebut.


Ia melewati perkebunan singkong milik warga, Ia merasa lapar dan dengan sisa-sisa tenaganya Ia mengorek pohon singkong itu untuk menemukan umbinya.


Setelah mendapatkannya Ia mengambil 1 buah umbi singkong yang berukuran selengan orang dewasa dan membawanya masuk kedalam hutan.


Setelah merasa cukup jauh berjalan dan memasuki hutan, Zain mengumpulkan ranting kayu dan membuat perapian.


Ia membakar singkong tersebut dan duduk menyandar disebatang pohon.


Sementara itu, aparat pemadam kebakaran dan juga aparat kepolisian datang mengamankan para tahanan yang tampak berlarian kerumah-rumah warga dan jalanan.


Suara sirene mobil kebakaran dan juga suara sirene mobil polisi terdengar riuh. Mobil pemadam kebakaran dan para pemadam yang berusaha memadamkan api yang terus menjalar kebangunan tahanan telah kosong tanpa penghuni itu tampak berwarna orange dengan hawa panas yang menyengat.


Beberapa tahanan berhasil ditangkap dan dibawa kemobil tahanan untuk dibawa dan dipindahkan sementara waktu ke rumah tahanan yang ada di kota sebelah sembari pemerintah kota memperbaiki rumah tahanan tersebut.

__ADS_1


Zain melihat singkongnya sudah mulai hangus dan Ia memastikan jika umbi dalamnya sudah matang.


Zain mengeluarkannya dari dalam bara api, lalu Ia membelahnya menjadi dua bagian dan mulai memakannya.


Setelah menghabiskan singkong bakarnya, Ia memadamkan sisa bara api dengan cara mengencinginya.


Setelah bara api itu padam, Mengutip sisa arang dan membuang kejurang agar tidak menimbulkan jejak. Lalu Ia menyutupi bekas pembakaran itu dengan dedaunan dan ranting kayu.


Zain perlahan meminggalkan lokasi tersebut menuju arah barat.


Ia terus berjalan menjauhi lokasi dan mencoba sekuat tenaganya agar dapat menjauhi lokasi.


Luka lebam dan darah yang mengalir dilukanya tak lagi Ia hiraukan. Ia ingin hidup bebas dan menjalani hidupnya didunia luar.


sementara itu, Beberapa tahanan yang berhasil ditangkap dan didata untuk dilakukan pemeriksaan dan dijadikan saksi atas terjadinya kerusuhan dan kekacauan yang menyebabkan banyak kerugian yang harus ditanggung negara dan pemerintahan daerah.


Beberapa nama tahanan yang berhasil kabur dan belum ditemukan kini menjadi buronan dan dilakukan pencarian.


Pihak kepolisian mencoba menyisir setiap jalanan dan juga rumah-rumah penduduk bahkan mereka mendatangi rumah kerabat para tahanan yang kemungkinan didatangi oleh para tahanan yang berhasil kabur.


Berita tentang terjadinya kericuhan dan kerusushan ditmrumah tahanan itu menjadi berita yang terus diulang dan diberitakan di televisi nasional dan juga televisi swasta.


Saat ini Denny melihat berita tersebut. Bahkan pihak kepolisian mengkonfiramsi jika dari ratusan nama tahanan yang menghilang, ada nama Zain Hisyam yang berhasil kabur dan polisi menghimbau jika warga melihat dari sekian ratusan nama tahanan yang kabur dengan disertai foto yang disebarkan agar bekerja sama dan melaporkannya kepada pihak yang berwajib.


Denny melihat foto wajah pria tersebut, dan Ia memandangnya dengan penuh arti.


Dilain sisi, Amyra juga melihat pemberitaan yang begitu gencar diberitakan di televisi.


Perasaan Amyra mulai tak nyaman saat mengetahui Zain berhasil kabur dari penjara karena insiden kerusuhan yang menyebabkan kebakaran rumah tahanan dan ratusan darinpara tahanan melarikan diri.


Amyra merasakan hatinya sedikit kacau. Ia takut jika saja Zain berhasil kabur dan membalaskan dendam kepadanya yang bisa saja Ia dapat muncul kapanpun dan dimanapun.


Amyra mulai merasa harus waspada terhadap kemungkinan yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2