Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
episode 243


__ADS_3

Denny memasuki ruangan kerjanya, Ia kembali lega sebab Dwy sudah kembali bekerja, dan tentu akan membuatnya tidak lagi kerepotan akan segala pekerjaan yang tertunda.


Ruangan khusus untuk Dwy dan anaknya telah selesai dibangun dan membuat Dwy merasa nyaman dalam mengerjakan pekerjaannya.


Denny sedang sibuk mempromosikan barang produksi mereka di berbagai aplikasi novel dan juga media sosial lainnya.


Denny mencoba menjangkau konsumen dari berbagai kalangan dan keseluruh penjuru negeri.


Selain memiliki kemampuan dalam membuat konten animasi yang diaplikasikannya sebagai iklan yamg mana akan menunjang penjualan produk mereka.


Saat Ia sedang fokus, tiba-tiba sebuah ketukan dipintu membuatnya menghentikan sejenak pekerjaannya.


"Masuk" ucap Denny tanpa menoleh kearah pintu.


Terdengar suara derap langkah kaki sepatu pria yang begitu bersahaja.


Denny menolehkan wajahnya melihat siapa yang datang sepagi ini ke ruang kerjanya.


Ia sedikit terkejut ketika melihat sosok pria itu adalah Rudy papanya. Sebab tidak biasa papanya datang sepagi ini.


Rudy duduk di sofa, Ia membuka kacamatanya, memijat batang hidungnya yang bangir dan sempurna.


Lalu Ia mebyandarkan kepalanya disandaran sofa sembari memejamkan kedua matanya.


Melihat hal tersebut, Denny menutup layar laptopnya dan menghampiri Rudy yang tampaknya sedang dalam kondisi sedikit berbeda, ada sesuatu yang disembunyikan dari papanya.


"Apa kabar, Pa?" sapa Denny, sembari mencium punggung tangan Rudy, dan pria paruh baya itu mengerjapkan kedua matanya, tampaknya papanya itu sangat lelah dan mengantuk, kemungkinan berjaga sepanjang malam.


Rudy menatap Denny, ada sesuatu yang ingin diungkapkannya, namun tampaknya terlihat ragu, dan hal itu membuat Denny semakin penasaran.


"Ada yang bisa Denny bantu, Pa?" ucap Denny mencoba membuka keheningan.


Rudy menghela nafasnya dengan sangat berat, lalu menatap nanar lurus kedepan.


"Saat Amyra sedang mengidam, Ia pernah meminta sesuatu yang aneh apa tidak?" ucap Rudy, dan tentu saja pertanyaan itu membuat Denny semakin bingung, sebab itu bukan type papanya yang begitu kepo dengan sesuatu hal yang kecil.


"Ada.. Setiap hari harus dibawakan es campur yang ada diseberang kantor, dan pernah terlupa membelikannya aku harus keliling kota untuk mencari es campur yang rasanya sama dengan es campur yang dijual oleh pedagang itu" jawab Denny dengan santai.


Namun ada sedikit hal yang mencurigakan dari pertanyaan papanya.


Ia memandang Rudy yang tampak terdiam dan sepertinya sedang memikirkan sesuatu.


"Papa ada amsalah apa?" tanya Denny penuh selidik.


Rudy hanya terdiam, Ia tampak sedang memikirkan sesuatu, sepertinya tampak begitu serius.

__ADS_1


"Pa.." ucap Denny.


Seketika Rudy tersentak dari lamunannya, dan hal itu membuat Denny semakin penasaran. Papanya tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, dan ini sangat mencurigakan buat Denny.


"Papa ada masalah apa?" tanya Denny dengan penuh hati-hati.


Rudy menghela nafasnya, dan terasa berat, lalu Ia membenahi posisi duduknya.


"Tantemu mengidam" ucap Rudy, sembari menatap Denny.


Seketika Denny terperangah mendengar ucapan papanya. Bagaiamana mungkjn diusia 50-an tahun tante sekaligus mama sambungnya itu dapat mengandung lagi.


Saking kagetnya, Denny hingga melongo, dan tak tahu harus mengatakan apa.


"Apakah Kamu marah?" tanya Rudy tiba-tiba.


Denny menolehkan wajahnya kepada papanya, Ia tidak tahu harus mengatakan apa, sebab ini sangat diluar dugaannya.


Denny mengatupkan mulutnya, dan menelan salivanya.


"Kenapa bisa? Kan tante sudah tua" ucap Denny tanpa sadar.


Rudy menatap lurus kedepan "Karena Ia masih subur" jawab Rudy dengan tenang.


Apalagi nantinya anak Denny yang ketiga akan lebih tua dari adiknya.


Denny melihat kembali wajah papanya yang menatikan jawaban dari anak pertamanya itu.


"Ya.. Kalau sudah terjadi mau bagaimana lagi. Mungkin Aku ditakdirkan memiliki adik lagi setelah berumur dan memiliki anak" jawab Denny pasrah.


Jikapun Ia marah apa gunanya, sebab itu semua datangnya dari Rabb-Nya dan Ia tidak bisa menolaknya.


"Kamu tidak marah atau malu?" tanya Rudy dengan penuh selidik.


Denny menarik nafas panjang, lalu menghelanya "Mengapa harus malu? bagaimanapun juga itu adikku, dan juga merupakan pewaris dari Papa" jawab Denny dengan tenang.


Seketika Rudy merasa lega, Ia menduga jika Denny akan malu atau marah kepadanya, sebab akan memiliki adik yang bersamaan dengan anaknya.


"Heemm.. Baiklah.. Papa permisi pulang, karena Tantemu minta dibelikan es kelapa muda" ucap Rudy sembari beranjak dari sofanya.


"Sepagi ini minta es kelapa muda?" tanya Denny penasaran.


Rudy menganggukkan kepalanya, dan segera berlalu.


Denny menggelengkan kepalanya dan tak menduga jika wanita yang sedang mengidam itu terkadang suka aneh-aneh.

__ADS_1


Setelah Rudy pergi meninggalkan ruang kerjanya, Ia kembali ke meja kerjanya dan mengerjakan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda.


Disisi lain, Grace sedang menerima pesanan pria yang membookingnya. Tony mengantarkannya ketempat tujuan dimana mereka janji bertemu.


Tony menemui sang pria penyewa jasa layanan Grace, lalu melakukan transaksi dan meminta Grace untuk lebih dahulu berada kedalam kamar hotel yang telah dijanjikan.


Grace menunggu dikamar tersebut. Meskipun Ia merasakan organ intinya sangat perih, karena setiap hari melayani 3 hingga 4 orang dalam sehari, namu Ia harus melakukannya, sebab Ia tak bisa menolak uang yang datang, dan Tony selalu membubuhkan obat perang-sang kedalam minumannya, sehingga mau tidak mau Ia harus melayani semua pria yang menyewanya.


Kali ini Tony merahasiakan siapa penyewa jasanya, namun Tony menjanjikan uang yang banyak untuk jasa layanan Grace kali ini.


Sesaat pintu kamar diketuk dan terlihat dua orang pria Asing berkulit hitam memasuki kamar sekligus.


Grace terperangah melihatnya, sebab organ intinya masih terasa perih karena semalaman melayani pria hidung belang.


Namun karena Tony yang licik sudah membubuhkan obat perang-sang kedalam minumannya, membuat Ia tak dapat menolak tuntutan hasratnya.


Kedua pria Asing dengan tubuh kekar itu mengunci pintu kamar dan menatap Grace dengan tatapan liar.


Grace membayangkan tubuhnya akan remuk redam jika digarap sekaligus oleh keduanya. Namun keduanya telah membayarnya melalui Tony, dan Ia harus melayaninya.


Tanpa menunggu lama, Grace disergap keduanya, dan pria Asing itu sangat brutal dalam memperlakukannya. Bahkan mereka tak perduli mendengar jerit kesakitan Grace saat keduanya menggarapnya secara bersamaan baik jalur depan dan jalur belakang, hingga membuat Grace gak sanggup lagi menahan kebrutalan keduanya.


Grace merasakn tubuhnya sangat lelah, dan setelah keduanya merasakan kepuasaannya, mereka meningalkan Grace yang terkulai tak berdaya.


Grace menghubungi Tony, memintanya untuk membawakan makanan dan juga obat pereda nyeri.


Seketika Tony datang dan membawa apa yang diminta oleh Grace.


Sesampainya didalam kamar hotel, Ia melihat Grace yang terkulai lemah.


Lalu Tony menghampirinya, membawakan makanan dan obat penambah stamina serta obat pereda nyeri untuk diminum dan hmjuga salep.


Akhirnya Tony mengoleskan salep itu kebagian organ inti Grace yang tampak lecet parah dan jalur belakangnya sampai mengeluarkan darah.


"Kamu kenapa tidak bilang jika yang memesan dua orang sekaligus?" ucap Grace lemah.


"Tapi mereka membayar mahal" ucap Tony sembari menyebutkan angka nominal yang membuat Grace terperangah.


"Tapi jangan terima orderan dulu ya, semuanya masih sakit, aku tidak sanggup dan ingin istirahat" ucap Grace menghiba.


"Baiklah.. Hari ini aku cancel dulu, menunggu lukamu sembuh" ucap Tony yang merasa tak tega juga melihat luka yang tampak serius diarea jalur depan dan juga jalur belakang milik Grace.


Ternyata para pria asing itu bukannya hanya menggunakan senjata mereka, namun menggunakan berbagai alat yang sangat aneh dalam menggarap Grace sebagai fantasi mereka. Bahkan tampak buah melon Grace juga lecet dibagian area ujung melonnya.


Tony menggelengkan kepalnya melihat fantasi liar pria asing tersebut, lalu membiarkan Grace beristirahat dan memulihkan tenaga serta lukanya.

__ADS_1


__ADS_2