
Denny mengendarai mobilnya dengan sangat kesal. Ia sudah tidak tahan lagi mempertahankan sekretaris bernama Grace. Bagaimanapun Ia laki-laki normal yang jika terus-menerus di goda akan runtuh imannya.
Denny meraih phonselnya, lalu menghubungi seseorang "Hallo, Dwy apa kabar?" ucap Denny dalam panggilan telefonnya.
"Eh. Pak. Alhamdulillah baik" Jawab Dwy terdengar tergagap karena tak biasanya bos-nya itu menelefonnya.
Denny menghela nafasnya dengan berat "Bagaimana kabar anak kamu?" tanya Denny berbasa-basi.
"Alhamdulillah mulai membaik, Pak" jawab Dwy dengan sedikit gugup.
Denny terdiam sejenak, tampak hening, dan Ia terus menyetir.
"Apakah kura-kira kamu bisa masuk kerja lagi? Akan saya sediakan layanan menjaga anak khusus buat kamu, dan ruangan kamu juga akan saya renovasi, agar kamu dan anak kamu nyaman" ucap Denny dengan nada sedikit memohon.
Dwy terdiam, Sepertinya Ia sedang memikirkan sesuatu. "Beri saya waktu satu atau dua hari lagi Ya, Pak? Nanti akan saya kabari" jawab Dwy dari sambungan telefonnya.
"Baiklah.. Kabari segera" ucap Denny.
"Ok, Pak" jawab Dwy. Lalu sambungan telefon terputus.
Disisi lain Dwy terdiam sembari merawat anaknya. Sebenarnya Ia juga membutuhkan biaya untuk perawatan anaknya, namun karena selama ini tidak ada kebijakan yang memperbolehkan membawa bayinya ke kantor, maka Ia lebih memilih resign.
Mempercayakan bayinya pada seorang baby sisiter tidaklah hal mudah, sebab babynya membutuhkan perawatan ekstra dan ketelatenan.
Tak berselang lama, kembali phonselnya berdering, satu panggilan masuk dari Fhytri sahabatnya.
"Hallo, Fhyt.. Ada apa?" tanya Dwy penasaran. Ia tahu pasti sahabatnya itu akan bergosip ria padanya.
"Hallo, Dwy.. Ada gosip terhangat, tau gak sih?" ucap Fhytri nyerocos sembari tak sabar ingin menceritakan apa yang sedang terjadi didalam kantor.
"Gak tau, Fhyt.. Kan kamu belum beri tahu" ucap Dwy mencoba menanggapi ucapan sahabatnya dengan berkelakar.
Terdengar suara tawa renyah Fhytri dari ujung seberang telefon.
"Iya.. Ini baru juga dikasih tau.." jawab Fhytri.
"Iya. Buruan apaan? Buat aku penasaran saja" ucap Dwy tak sabar.
"Ini tentang Grace!" ucap Fhytri seakan memelankan volume nada suara bicaranya.
__ADS_1
"Grace..? Sekretaris baru yang menggantikanku itu?" tanya Dwy semakin penasaran.
"Iya.. Grace itu, siapa lagi kalau bukan Dia yang ku maksud" jawab Fhytri cepat.
Dwy terdiam, sepertinya ada sesatu yang sangat heboh dan berita hangat di dalam kantor. Apalagi tadi Denny tidak biasanya menelefonnya dan memintanya kembali bekerja, apakah semuanya ada hubungannya dengan permintaan Denny barusan.
"Berita hangat apa yang dapat ku dengar darimu, Say" ucap Dwy, sembari meraih anaknya yang menangis dari dalam boks bayi. Lalu memberinya ASI.
"Grace terlibat skandal dengan pak Tony.." ucap Fhytri mulai bergosip.
Dwy terdiam, sebab Ia sudah tau sepak terjang Grace selama ini, dan sangat senang merayu atasannya. Namun Tony bukanlah typenya, sebab Grace akan membidik para CEO ataupun Presedir perusahaan.
Namun mengapa kali ini Grace mengincar Tony yang hanya karyawan dibagian keuangan? Entahlah.. Dwy juga tidak ambil pusing, toh tidak ada hubungannya dengannya.
"Terus.." ucap Dwy mencoba mendengrkan celoteh Fhytri yang tampak bersemangat.
"Aku memergoki mereka sedang bercinta diruangan pak Tony, dan aku merekamnya" Fhytri kembali mengoceh.
"Apa? Gila kamu Fhyt.. Orang sedang kuda-kudaan kamu intip dan pakai direkam lagi" jawab Dwy sembari terkekeh mendengar aksi konyol sahabatnya.
fhytri juga tertawa dari ujung seberang telefon, "Niatku buat aku laporin ke Pak Denny, sebab jika mereka terus-menerus berbuat maksiat didalam kantor, bisa berdampak negatif pada keberkahan perusahaan, Dwy" ucap Fhytri yang mencoba menyampaikan maksud dari niatnya tersebut.
"Terus.." jawab Dwy yang semakin penasaran dengan kelanjutan cerita gosip dari Fhytri.
"Apa? Grace mencoba merayu Pak Denny? Tanya Dwy mengulangi penjelasan Fhytri barusan.
"Iya.. Sampai Pak Denny berteriak minta tolongin aku buat menjauhkan Grace yang tampaknya lagi gatel" jawab Fhytri dengan nada kesal.
Seketika Dwy baru menyadari, jika ini alasan Pak Denny menelefonnya dan memintanya kembali bekerja dikantor.
"Lalu bagaimana status Grace dikantor?" tanya Dwy penasaran.
"Oak Denny memintaku untuk membuat surat PHK untuk Grace, sepertinya Pak Denny sudah mulai berubah" ucap Fhytri dengan mengecilkan volume bicaranya.
Dwy mengerutkan keningnya "Maksudnya, apa?" tanya Dwy penasaran.
"Pak Denny sepertinya sudah benar taubat, tidak menjadi kucing garong lagi" ucap Fhytri sangat pelan.
Lalu keduanya tertawa menahan geli "Huuuus.. Ntar kedengaran orangnya dihukum lagi, mewek kamunya" jawab Dwy mencoba mengingatkan.
__ADS_1
"Issh. Jangan nyumpahin sahabatmu yang paling cantik ini dong" ucap Fhytri menyela.
"Emmmm.. Insya Allah aku akan kembali bekerja" jawab Dwy. Ia mencoba menerima kembali tawaran dari Denny untuk masuk bekerja, setelah memikirkan semuanya. Namun Ia akan menunggu ruangan kerjanya sekesai direnovasi
Dwy juga tidak tega kepada Bis-nya yang kini sudah berubah dan tidak ingin bermaksiat lagi, dan Ia harus mendukungnya.
Seketika Fhytri terlonjak senng "Benarkah. Akhirnya bestie.. Kita ketemu lagi" teriak Fhytri dengan nada sangat senang.
"Iya, bestie.. Sebab sebelum kamu menelefon tadi, Pak Denny baru saja menelfonku yntuk kembali bekwrja, dan Ia berjanji mengijinkanku membawa bayiku dan juga menyediakan baby sister dikantor" ucap Dwy menjekaskan.
Fhytri terperangah "Wow.. Seniat itukah Pak Denny mendepak Grace..? Semoga saja semuanya akan baik-baik saja dan sesuai rencana" ucap Fhytri dengan penuh semangat.
"Ok, lah.. Sekian dulu laporan dariku.. Ku tunggu kedatanganmu bergabung lagi, Bestie.." ucap Fhytri mengakhiri panggilan telefonnya.
"Ok.." laku panggilan telefon terputus.
Dwy kemudia mn mencari satu nama diriwayat panggilan masuk, lalu Ia menelefon satu nama, Denny.
"Hallo, Pak.." ucap Dwy dari seberang telefon.
"Iya.. Dwy. Apakah kamu akan memberika n jawabannya sekarang?" tanya Denny dari seberang telefon, dan Ia sudah sampai dikamar unruk memberikan es campur yang diberikannnya kepada Amyra.
Amyra mengerutkan keningnya, mencoba menguping pembicaraan Denny yang tampak serius dalam panggilan telefonnya.
"Iya, Pak.. Tapi Saya masuk kembali sesudah renovasi ruangan saya selesai" ucap Dwy mencoba meminta pengertian Bos-nya.
Sebab jika Ia masuk kondisi ruangan dalam terenovasi, tentu akan berdebu dan anaknya akan alergi dan debu membuat bayinya iritasi dan alergian.
"Baiklah.. Saya akan persiapkan segalanya" jawab Denny dan mengakhiri panggilan telefonnya.
Amyra sedikit merasa curiga apa yang dibicarakan oleh suaminya "Siapa, Mas?" tanya Amyra kepo.
"Emmmm... Dwy.. Dia bersedia kembali masuk bekerja" jawab Denny mencoba menjelaskan.
"Oh.. Begitu.. Kirain apaan. Tetapi kan sekretaris baru ada, mengapa mebambah banyak sekretaris?" cecar Amyra dengan cepat.
"Sudah Mas pecat!" jawab Denny dengan cepat.
Amyra mengerutkan keningnya "Kenapa dipecat Mas?" tanya Amyra penuh selidik.
__ADS_1
"Karena tidak berkompeten" jawab Denny mencoba menutupinya.
Amyra menganggukkan kepalanya, lalu menyeruput es campurnya.