Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
episode 227


__ADS_3

Setelah OB itu pergi, Fhytri menatap pada Grace.


"Mbak.. Kita perlu bicara" ucap Fhytri dengan tatapan yang penuh sahaja.


Grace mengerutkan keningnya, lalu menganggukkan kepalanya meski Ia tak senang.


Fhytri membawa Grace ke ruang kerjanya, setelah keduanya berhadapan, Fhytri lalu menarik sebuah amplop berwarna coklat dan menyerahkannya kepada Grace.


"Ini surat pemutusan hubungan kerja Mbak dengan perusahaan. Mulai hari ini Mbak tidak lagi bekerjasama dengan perusahaan ini" ucap Fhytri kepada Grace.


Seketika Grace terperangah, lalu menatap pada Fhytri dengan tatapan terkejut "A-apa? Saya dipecat?" ucap Grace mengulangi ucapan Fhytri barusan.


Fhytri menganggukkan kepalanya "Maaf, Mbak. Ini saya hanya mengikuti perintah atasan" jawab Fhytri mencoba bersikap tenang.


Grace menekan bibir atasnya kebawah dan merapatkan giginya dengan geram "Apa alasan saya di pecat secara sepihak?! Ini tidak adil!" ucap Grace dengan emosi.


Fhytri hanya diam memandang Grace yang tampak emosi "Saya hanya menjalankan perintah atasan saja, Mbak" jawab Fhytri.


"Saya tidak terima, Saya harus meminta penjelasan kepada Pak Denny mengapa Ia memecat saya!" ucap Grace dengan nada tinggi.


Lalu Ia beranjak dari ruang Fhytri dan bergegas pergi meninggalkan Fhytri yang masih bengong.


"Mbak.. Jangan keruangan Pak Denny" Fhytri mencoba mencegah Grace, namun langkah wanita itu lebih cepat dari Fhytri.


Grace sudah berada didepan pintu Denny dan menerobos masuk kedalam ruang kerja Denny lalu menutup pintu itu kembali.


Sementara Fhytri meeasa serba salah, apakah ikut masuk atau menunggu di luar.


Denny yang melihat kedatangan Grace dengan raut penuh amarah tampak tenang menghadapinya.


"Pak.. Apa maksud bapak memecat saya secara sepihak? Ini tidak adil bagi saya. Jika bapak ingin memecat saya, maka jelaskan apa kesalahan saya?!" Emosi Grace memuncak bagaikan tak terkendali.


Denny menatap mantan sekretarisnya dengan tatapan tak suka.


"Bisakah Kau masuk dengan mengetuk pintu terlebih dahulu, lalu berbicara yang sipan kepada atasanmu? Sepertinya attitude sangat kurang sekali?" ucap Denny yang mana semakin membuat Grace kesal.

__ADS_1


Grace memandang Denny dengan tatapan semakin penuh amarah.


"Bagaiamana saya tidak emosi, jika saya diperlakukan dengan semena-mena oleh perusahaan ini!" ucap Grace dengan nada mencibir.


Denny masih duduk dikursi kebesarannya, dan menatap Grace dengan tatapan sarkas.


"Turunkan nada bicaramu, dan segera keluar dari ruangan saya. Apapun keputusan yang telah ditetapkan kamu harus terima. Baik itu kamu suka atau tidak suka, ini sudah menjadi keputusan mutlak. Perusahaan memutuskan hubungan kerja denganmu karena memiliki alasann yang kuat" ucap Denny dengan nada penuh penekanan.


Grace tersenyum sinis "Oh.. Begitukah? Ini kah cara perusahaan ini memperlakukan pekerjanya? Baiklah.. Sepertinya bapak belum mengenal siapa saya" Ucap Grace yang tanpa diduga melucuti pakaiannya sendiri.


Denny terperanjat melihat prilaku Grace yang Ia nilai sangat tidak beritika.


"Brengsek.!! Keluarlah Kau dari ruanganku ja- lang!!" ucap Denny yang semakin murka.


Namun Grace tidak mengindahkan ucapan Denny, kini Ia telah membuka selurh pakaiannya tanpa sehelai benangpun.


"Tenanglah, Pak.. Ini hanya Kita berdua saja yang tahu, Bapak hanya belum pernah merasakan layanan saya, sebab itu bapak menghindari saya terus-menerus" ucap Grace sembari berjalan melenggokkan tubuhnya menghampiri meja kerja Denny.


Dengan cepat Denny menghubungi security untuk mengamankan Grace yang tampak sudah tidak waras.


Saat Grace sudah hampir dekat dengan meja kerja Denny, tiba-tiba pintu ruang kerja Denny dibuka oleh seseorang, dan Denny tersentak saat mendapati siapa yang membuka pintunya.


"Sial..!! Enyahlah Kau wanita brengsek!!" ucap Denny dengan kasar dan menghubungi kembali security itu dengan nada emosi.


"Mengapa Kau sangat lamban?! Seret keluar wanita sialan itu dari ruang kerja saya. Sekarang!!" ucap Denny dengan nada tinggi.


"I-iya, Pak.. Lift lagi padat, jadi saya naik tangga darurat" jawab Security itu panik, karena suara emosi dari Denny yang terdengar sangat penuh amarah.


Lalu Denny keluar meninggalkan Grace dan melihat Fhytri dikoridor "Kamu lagi.. Cepat masuk keruangan saya, dan amankan wanita itu!" ucap Denny dengan penuh amarah.


Seketika Fhytri ngacir menuju ruangan kerja Denny dan membuka pintu ruang kerja, yang mana mendapati Grace tanpa busana.


Fhytri memunguti pakaian Grace yang berserakan, lalu membawanya kepada Grace yang masih berdiri didepan meja kerja Denny.


"Kamu ini buat repot saja" ucap Fhytri sembari memakaikan kembali pakaian itu kepada Grace.

__ADS_1


Bersamaan dengan hal itu, security itu baru saja sampai dan melihat Fhytri yang sedang mengomel meminta Grace memakai underwarenya.


Melihat kehadiran security itu, Grace kemudian dengan sendirinya memakai pakaiannya, sedangkan security itu tersenyum dengan raut wajah sumringah melihat tontonan gratis.


Fhytri membolakan matanya kepada security itu dan dengan tatapan agar memutar tubuhnya dan tidak melihat Grace sedang mengenakan pakaian.


"Heem.. Mbak Fhytri kan tidak tahu kalau saya juga bukan hanya melihat, tapi juga sudah merasakan tubuh Mbak Grace" guman sang security dengan cibiran, sembari memutar tubuhnya mengjadap pintu masuk.


Setelah Grace selesai mengenakan pakaiannya, security itu menggiring Grace keluar dari ruang kerja Denny.


Sepanjang perjalanan koridor, Security itu memandangi bokong Grace yang tampak semok dan memantul saat berjalan bagaikan bola bekkel.


"Ya ampun, Mbak.. Mbak ini sungguh menggoda sekali, tapi sayangnya Pak Denny tidak tergiur, mungkin karena istrinya lebih mantab, Mbak" ujar security itu yang terus memandangi tubuh bagian belakang Grace.


Seketika Grace berhenti dan memutar tubunya menghadap security yang membuat telinganya sangat panas.


"Eh.. Pak.. Bisa diam gak sih mulutnya? Apa perlu saya tampar baru diam!" ucap Grace kesal.


Security itu nyengir dan wajahnya tampak sumringah.


"Jangan jutek gitu donk, Mbak.. Bagaimanapun saya ini pernah berjasa sama, Mbaknya" ucap Security itu mencoba mengingatkan.


Seketika Grace mengerutkan keningnya "Jasa, jasa.. Enak saja kamu katakan berjasa dengan saya, jasa apa yang sudah kamu perbuat kepada saya?" ucap Grace yang masih tersulut emosinya.


"Ya ampuun, Mbak. lupa ya kalau kita pernah mandi keringat bareng" jawab Security itu tanpa dosa.


Seketika suara tepuk tangan dari arah belakang Grace yang datang tiba-tiba sembari tersenyum mencibir.


"Waw.. Ternyata selain mengobral tubuh denganku yang katanya karyawan rendahan, namun Kamu mengobral tubuh juga dengan security" ucap seorang pria yang tak lain adalah Tony.


Seketika Grace menatap pria itu dengan tatapan sengit dan penuh kebencian.


"Brengsek, Kau..!! Ini semua salahmu, Kau yang memasukkan obat tersebut kedalam minumannku!" hardik Grace dengan nada tinggi.


Namun Tony hanya tertawa mengejek wanita didepannya.

__ADS_1


"Mengapa Kau sangat sangat marah sekali" ucap Tony seolah tak merasa tak bersalah.


Grace seakan terus tersulut emosinya menghadapi orang dikantor Denny.


__ADS_2