Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 55


__ADS_3

"Fairi." Panggil tuan Adi saat melihat Fairi keluar dari ruang kantornya.


"Iya ada apa pak Adi." Fairi menjawab secara formal pada papanya dan itu membuat tuan Adi merasa sedih.


"Datanglah ke ruangan papa sebentar, ada yang ingin papa bicarakan dengan mu." tuan Adi meminta Fairi untuk datang ke kantornya.


"Maaf pak jika tak ada maslah serius dan mendesak saya tak bisa karena saya masih ada keperluan, dan jika anda ingin menyampaikan masalah penting tolong lewat asisten saya saja, karena saya memberikan kepercayaan penuh padanya. Saya permisi dulu." Fairi berkata dengan dingin pada papanya lalu pergi berlalu, karena Fairi tau yang ingin dibicarakan oleh papanya bukan urusan pekerjaan.


Tuan Adi hanya bisa melihat dengan diam dan sedih karena hingga sekian lama putrinya tak bisa menerima dan memaafkan dirinya. Tuan Adi tak bisa berbuat apa - apa untuk kebencian dari Fairi, karena bagi tuan Adi asal Fairi mau bekerja dan menerima pemberiannya itu sudah cukup baginya.


"Tuan, apa tuan tak apa?" Handoko bertanya dengan khawatir pada atasannya, dan tuan Adi hanya mengangguk saja.


"Oh, selamat siang pak Adi, pak Han." sapa Lina yang melihat atasannya dan orang kepercayaannya didepan pintu kantor Fairi.


"Lina, mau pergi kemana pimpinan mu itu, kenapa dia terlihat buru - buru." Tuan Adi bertanya karena merasa penasaran.


"Bu Laras mau menjemput Arman pak, dan mau bersiap - siap untuk berangkat ke Bogor besok pagi." jelas Lina dengan sopan.


"Jadi kau sudah memberitahunya ya, apa besok dia benar - benar akan berangkat sendiri untuk kesana?" Tuan Adi bertanya dan merasa heran.


"Benar pak, karena tadi bu Laras menyuruh saya pulang cepat untuk siap - siap buat besok pak, apakah ada hal penting yang ingin pak Adi sampaikan? Saya akan sampaikan pada Bu Laras nanti pak." Lina berkata dengan sopan pada pak Adi


"Hem, rupanya dia benar - benar memberimu kepercayaan penuh atas dirinya ya." Tuan Adi berkata dan menggelengkan kepalanya.


"Maaf pak." Lina merasa bersalah dengan apa yang baru saja dia katakan pada atasannya ini


"Tak apa, itu bukan salah mu. Baiklah pulang lah kalau pekerjaan mu sudah selesai." Tuan Adi berkata dan tersenyum pada Lina.


"Baik, permisi pak Adi, pak Han" Lina memberikan hormat pada tuan Adi.


"Tunggu Lin, katakan dengan jujur apa kamu sudah bekerja untuknya?" tanya tuan Adi

__ADS_1


"Iya pak, saya sangat suka bekerja sama Bu Laras. Beliau sangat baik dan juga sangat cepat dalam mengambil keputusan, dan setiap keputusannya selalu saja tepat dan saya juga sangat terbantu karena beliau juga sering membantu pekerjaan saya." jelas Lina dengan sangat senang menceritakan hari - harinya selama bekerja bersama Fairi.


"Syukurlah kalau begitu, sekarang pulanglah." tuan Adi merasa bersyukur dan merasa lega mendengar jawaban dari Lina.


...💔💔💔...


"Honey..." Kemal teriak dan berlari menghampiri Fairi dengan sangat senang saat Fairi menjemputnya di sekolah.


"Bagaimana belajarnya hari ini, apakah seru?" Fairi bertanya sambil menggendong kemal menuju ke mobil yang diparkir agak jauh karena sudah ada banyak mobil lain yang parkir.


"Seru, sangat seru." Kemal berkata dengan sangat senang.


"Besok adalah tanggal merah setelah itu besoknya lagi hari minggu ayo kita pergi liburan, apa kamu mau? Karena mama ada pekerjaan yang harus melakukan perjalanan jauh kalau sendirian akan bosen, kamu ikut sama mama ya Boo?" Fairi berkata dengan nada dibuat sedih.


"Baiklah - baiklah, kenapa kamu begitu cengeng, bukankan honey sudah besar kenapa masih begitu manja." Kemal berkata sambil mencium pipi Fairi dan memeluk lehernya.


"Karena kau adalah permata ku jadi aku selalu ingin manja padamu" Fairi balik mencium kemal.


"Kita akan ke Bogor, setelah itu kita ke Surabaya ok." Fairi berkata dengan menyetir mobil dan sesekali menanggapi ucapan Kemal.


...💔💔💔...


"Nenek besok kita akan pergi ke Bogor, kita akan liburan disana." Kemal bercerita dengan sangat senang dan tak sabar menunggu hari esok


"Kita akan berangkat ke Bogor nak Fairi?" Bi Mina bertanya pada Fairi untuk memastikan.


"Iya, besok kita akan berangkat kesana bi, ada pekerjaan disana setelah itu kita langsung ke Surabaya dan liburan 3 hari disana. Bibi siap - siaplah juga kita pergi bersama." Fairi berkata dengan sangat senang karena dia melihat Kemal sedang memilih bajunya dengan sangat semangat.


Keesokan harinya Fairi membawah bi Mina dan Kemal berangkat dan dia bergantian menyetir sama Lina karena dia tak memakai jasa supir. Dan selama perjalanan Kemal terlihat sangat senang, dia juga menghubungi Arumi untuk menceritakan kalau dia sedang dalam perjalanan untuk pergi ke Bogor.


"Apakah pihak mereka sudah berangkat Lin?" Fairi bertanya soal orang yang bekerja sama dengannya dan yang ingin meninjau tempat ladang tehnya.

__ADS_1


"Kayaknya sudah bu, karena kemaren saya sudah menginfokan pada mereka kalau kita akan bertemu disana." jawab Lina dan Fairi yang duduk disamping supir sedang serius membaca berkas - berkas yang dibawahnya, sedangkan Kemal yang ada di bangku belakang sama bi Mina sedang seru bercerita dengan Arumi lewat panggilan telepon.


"Lin apa kamu tak capek? Biar ku gantikan kamu istirahatlah dulu." Fairi bertanya pada Lina dan ingin menggantikan Lina untuk menyetir.


"Honey, apakah masih jauh aku lapar." Kemal bertanya karena dia sudah merasa lapar, sebab pagi tadi dia hanya minum susu dan makan roti saja.


"Baiklah sayang kita berhenti di rest area berikutnya untuk cari makan ok." Fairi berkata dengan menatap kemal dari spion depan.


"Ok honey." Kemal menjawab dengan senang.


"Kita berhenti saat di rest area depan Lin." Fairi berkata pada Lina yang senang menyetir.


Setelah berhenti dan mencari makan juga merilekskan tubuh yang capek karena duduk selama satu setengah jam penuh. Dan mobil Fairi sama mobil Melisa berselisih jalan, saat Melisa melanjutkan perjalanan Fairi baru mau berhenti untuk istirahat.


Setelah puas istirahat Fairi pun melanjutkan lagi perjalanannya, dan kali ini ganti Fairi yang menyetir, sementara Kemal dia sudah merasa kenyang dan ngantuk jadi dia terlelap dalam dekapan bi Mina. Dan setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam dengan waktu istirahat akhirnya Fairi sampai juga ditempat tujuan.


...💔💔💔...


"Boo jangan lari - lari" Fairi berteriak mengejar putranya yang lari diarea perkebunan.


"Kejar aku honey, awas - awas." Kemal terus saja lari dengan semangat.


"Permisi maaf." Fairi melewati 4 orang yang sedang berbincang.


"Mbak Fairi." Seseorang menarik tangan Fairi saat Fairi melintasi dia.


"Kau mengenal honey ku nona?" tanya Kemal.


"Dia...?" Orang itu terkejud melihat kemal "Katakan siapa namamu sayang?" sambung orang itu bertanya pada Kemal sambil jongkok.


"Kemal Armansyah." jawab Kemal dengan lantang dan Fairi yang mendengarkan tersenyum bangga dengan putranya yang selalu berani dan juga tegas.

__ADS_1


"Nama yang sangat indah dan juga dia sangat tampan serta menggemaskan sungguh dia bagaikan boneka, ingin rasanya aku mencubit dan membungkusnya serta membawahnya pulang." orang itu berkata dengan sangat senang melihat Kemal yang menggemaskan.


__ADS_2