
Sesuai dengan janji Danang dalam waktu singkat permasalahan Tyas dengan pihak penyelenggara dan tempatnya bekerja sebagai model telah teratasi, dan Tyas pun pindah ke tempat lain yang direkomendasikan oleh Danang. Yang ternyata itu adalah studio yang dimiliki Danang dan temannya. Kini Tyas bekerja dibawah kepemimpinan Danang, sehingga gerak gerik Tyas bisa kebaca oleh Danang yang dari awal menargetkan dirinya.
Tyas semakin bersinar dalam naungan Danang dan membuat dirinya langsung terkenal dari pada sebelumnya, sehingga hal itu membuat beberapa orang merasa iri dan tak suka padanya karena Tyas terlihat sangat dekat dengan Danang.
"Wah aku tak menyangka kalau kamu bisa jadi top seperti ini, apa yang aku bilang kalau dia adalah pria yang misterius dan juga hebat kan." teman Tyas berkata dan memuji Tyas saat mereka bertemu di bar.
"Hentikan aku ingin menemui seseorang dulu." Tyas berjalan kearah meja bar "Aku datang ingin mencari tau siapa orang yang telah menjebak ku dan membuat aku mengalami kesialan sepeti ini. Aku akan menuntut mereka semuanya." Tyas berkata dengan marah pada pihak pengelola bar yang kebetulan saat itu ada ditempat.
"Non Tyas, tolong jangan marah dulu. Biar aku yang tangani karena aku gak mau kalau nanti video anda keluar lagi di media sosial karena tak ramah pada seorang pegawai." Melinda berkata dan mencegah Tyas untuk marah.
Tyas terlihat menerima tawaran dari Melinda untuk membantunya dan dia pun pergi meninggalkan bar itu dengan cepat. Sedangkan Melinda tersenyum melihat kalau Tyas mempercayainya, Melinda merasa kalau Tyas telah menerima dan mengakuinya.
Seminggu setelahnya Melinda datang ke apartemen Tyas dan menceritakan semuanya serta menunjukkan sebuah video pada Tyas. Terlihat Tyas sangat marah dan kedua tangannya mengepal dengan erat melihat apa yang ada didalam video itu.
"Bagaimana, apa kamu percaya pada ku sekarang?" Melinda berkata dan menatap Tyas serta menggenggam tangan Tyas yang mengepal karena marah
"Dia benar - benar kelewatan, selama ini aku tak pernah berbuat nekat seperti itu padanya walau aku tak suka pada dirinya." Tyas berkata dengan menggertakkan giginya.
Melinda disamping Tyas tersenyum penuh dengan kemenangan melihat amarah Tyas yang meluap dan tak bisa dibendung. Dan hal itu membuat Melinda mulai melancarkan rencananya tapi sebelum dia bicara Tyas telah beranjak dan pergi begitu cepat dengan emosi yang membara. Teriakan Melinda tak dihiraukan oleh Tyas, dan dia langsung melajukan mobilnya dengan sangat cepat.
"Sial. Dia mau pergi kemana sebenarnya, bahkan dia belum mendengarkan apa yang mau aku katakan." Melinda terlihat kesal pada Tyas dan dia kembali pulang.
Selama perjalanan Tyas terus saja mengumpat dan marah - marah tak jelas, bahkan dia terus memukul setir karena saking kesalnya. "Aku ingin mencambuk rambutnya itu, aku benar - benar kesal sekali."
...💔💔💔...
"Bu Laras benar tak ingin saya menemani di sini? Kalau iya saya akan pulang sekarang." Lina bertanya pada Fairi yang sedang lembur sendirian.
__ADS_1
"Tidak usah Lin, sebaiknya kamu pulang saja aku tak apa. Sana pulanglah kamu pasti capek kerja seharian." Fairi meminta Lina untuk segerah pulang dan mendorong Lina keluar dari ruangannya.
"Baiklah, kalau begitu saya benar - benar akan pulang sekarang." Lina menatap Fairi dan Fairi tersenyum sambil mengangguk.
"Selamat malam Fa, aku lihat mobilmu masih ada jadi aku masuk." Lime datang dengan senyuman mengembang.
"Kau paling bisa cari alasan, bukannya tadi kau sudah tanya apa aku lembur." Fairi berkata dan Lime tertawa.
Lina yang masih ada ditempat melihat interaksi Lime dan Fairi dia pun tau kalau Lime sedang mengejar Fairi, karena setiap ada Fairi Lime pasti akan mencari alasan untuk bisa datang. Bahkan alasan Lime keluar dan pindah kerja juga agar dia bisa dekat dengan Fairi sebagai mitra kerja bulan atasan dan bawahan.
"Baiklah, sekarang saya akan benar -benar pergi dan tak akan merasakan anda lagi karena sudah ada pak Lime yang akan menemani. Saya pergi dulu Bu Laras, pak Lime tolong dijaga baik - baik ya nyonya bos saya, bye..." Lina pergi sambil teriak dan melambaikan tangan
"Dia benar - benar ya." Fairi tersenyum dan menatap Lime "apa? Ada yang aneh dengan ku?"
"Tidak kau selalu bagus terlihat di mataku." goda Lime dan Fairi memukul bahu Lime
"Hei, berhenti kerja makan dulu. Aku sudah bawakan beberapa makanan." Lime menata beberapa bungkus makanan di atas meja didepan meja kerja Fairi.
"Kau datang dengan persiapan rupanya." Fairi tersenyum dan ikut bergabung dengan Lime.
"Hem, tentu saja. Oh iya, dimana para asisten mu yang lain kenapa hanya ada Lina." Lime bertanya dan mulai makan.
"Hem, mereka ada pekerjaan dan sedang menyelidiki sesuatu bersama dangas Fahmi." jawab Fairi
Saat ditengah - tengah makan dan obrolan yang menyenangkan tiba - tiba saja handphon Fairi berdering dan saat melihatnya ternyata itu adalah panggilan dari Kenan.
"Kenapa, siapa yang menghubungimu?" tanya Lime yang melihat Fairi cemas.
__ADS_1
"Kenan, maaf Lime aku harus kembali pulang." Fairi menata semua berkas dan masukkan kan dalam tas.
"Hei, tunggu dulu apa yang terjadi sebenarnya. Katakan padaku." Lime menghentikan Fairi dan menatapnya
"Kenan bilang kalau Boo sakit dan dia terus mencari aku jadi aku harus kembali sekarang." jelas Fairi pada Lime
"Baiklah aku antar kamu, jangan bawah mobil sendiri." Lime pun berinisiatif mengantar karena khawatir pada Fairi.
Fairi dan Lime bergegas turun ke parkiran dan ternyata di sana sudah ada Kenan yang menunggu Fairi. "Fa cepat kemari kita harus pergi, Boo sudah menunggu dari tadi."
"Ken, kau? Kenapa kau ada di sini lalu Boo dengan siapa?" Fairi bertanya dengan kaget dan cemas
"Sudah bertanya nya nanti saja cepat masuk kedalam mobil." Kenan membuka mobil dan mengintruksikan pada Fairi untuk segerah masuk.
"Aku bisa mengantarnya." ucap Lime menyela
"Tidak perlu, ini adalah urusan keluarga kami, biar kamu sendiri yang atasi. Cepat masuk mobil Fa." jawab Kenan dengan cepat
"Maaf ya Lime dan terima kasih, aku pergi dulu." Fairi masuk kedalam mobil Kenan dan langsung melaju dengan cepat.
Lime menghela nafas dalam melihat Kenan dan Fairi pergi. Lalu dia masuk kedalam mobilnya dan tersenyum. "Ok, ayo pergi Lime."
"Aku tak akan memaafkan mu Fairi." Tyas yang melihat Fairi dari dalam mobil diseberang jalan menatap dengan kesal dan amarahnya.
"Sungguh bagus sekali, kau merasa dirimu hebat karena direbutkan oleh dua pria sekaligus. Aku akan membuat kamu merasakan apa yang aku rasakan, lihat saja nanti aku akan membalas mu lebih dari apa yang kau berikan padaku."
"Dengar, cari tau siap orang yang aku kirimkan gambarnya tadi pada mu, aku ingin tau dengan segera dan cepat."
__ADS_1
Setelah menghubungi seseorang dan mengirimkan gambar lewat handphonenya Tyas pun pergi melajukan mobilnya kembali ke apartemennya.