Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Episode 268


__ADS_3

Meskipun Zain mengetahui jika Khumairah tidak mengerti dibalik makna dari perayaan ulang tahunnya, namun setidaknya Zain sudah memberikan yang terbaik pada aang istri.


Khumairah bangkit dari duduknya, Ia meraih paper bag tersebut, lalu menyalin pakaiannya dengan hadiah yang baru saja diberikan oleh Zain kepadanya.


Ia tak menduga jika Zain diam-diam membelikan untuknya. Ia merapikan rambutnya dan memperlihatkan kepada suaminya.


"Cantik.. Kamu sangat cantik mengenakannya" puji Zain dengan tulus dan membuat pipi Khumairah bersemu merah.


Lalu Zain datang menghampirinya, dan memeluk sang istri dari arah belakang, Ia membelai perut Khumairah yang membuncit, dan mendapat hadiah tendangan dari sang calon bayi.


Lalu mereka saling pandang dan tertawa mesra saat mendapati sang calon bayi seolah ingin ikut berbahagia dalam perayaan ulang tahun Khumairah.


"Kelahirannya hanya tinggal menunggu hari saja, dan Mas sudah tidak sabar untuk menunggu kehadirannya" ucap Zain yang meletakkan dagunya dipundak Khumairah.


Wanita itu tersenyum bahagia, meski terkadang Ia merasakan nyeri dibagian perutnya, sebab kondisi janin yang melintang karena bentuk rahimnya yang berbeda.


"Sebaiknya kita akan melakukan USG lagi, agar menegetahui kondisi janin kita sehat dan baik-baik saja" ucap Zain sembari membelai perut Khumairah.


Wanita itu menganggukkan kepalanya kembali, dan Ia hanya dapat menyetujui apa yang diucapkan oleh sang suami.


"Tapi Mas dagang keliling dulu, tadi sudah survei sekalian mencari tempat yang cocok untuk berjualan" ucap Zain menjelaskan.


"Semoga laris manis ya, Mas.." Doa Khumairah kepada untuk suaminya.


"Aamiin, terimakasih, Sayang" ucap Zain dengan penuh kebahagiaan dan hatinya penuh kenyamanan.


Dalam hati sang pria sudah bertekad akan membahagiakan istrinya apapun yang diinginkannya dan sebatas kemampuannya.


Sementara itu, Grace mulai dalam penataan hidupnya. Ia meminum rempah sari rapet yang dibeli secara online oleh Tony.


Sesuai petunjuk penggunaan yang diharuskan.


Saat Ia mencoba meminumnya, aromanya sangat menyengat dan itu sangat membuatnya tak nyaman.


Melihat Grace yang hanya memandangi gelas berisi jamunya saja, Tony menghampirinya.


"Kalau tidak mau tak mengapa, jangan dipaksa. Aku hanya mencoba memberikan yang terbaik untuk Kamu agar kondisi rahimmu segera membaik" ucap Tony sembari membelai rambut Grace.

__ADS_1


Mendapatkan perhatian yang biasa, Grace pun mencoba untuk meminumnya.


"Tunggu" cegah Tony kepada Grace.


Wanita itu mengurungkan niatnya dan kembali menatap Tony "Ada apa?" tanya Grace penasaran.


"Tony mengambil gula aren yang Ia beli waktu itu didalam lemari es dan menyisirnya menggunkan pisau, lalu memasukkannya kedalam jamu yang akan diminum oleh wanita itu.


"Minumlah" titahnya.


Grace mengaduknya dan meminumnya saat masih hangat.


"Enak, juga" ucap Grace sesudah meneguknya hingga habis.


"Esok tambahkan lagi asam jawa, pasti lebih enak.." ucap Tony menjelaskan.


"Koq kamu tahu dunia perjamuan?" tanya Grace penasaran.


"Waktu masih bekerja di perusahaan Pak Denny, dulu ada tukang jamu yang sering mangkal diseberang jalan, makanya tahu karena sering ngobrol" jawab Tony dengan gamblang.


Grace menatap pria dengan seksama "Pantas saja kamu kuat di ranjang, ternyata rajin minum jamu" Ucap Grace keceplosan.


Grace mengerutkan kedua alisnya "O.. ternyata ada udang dibalik bakwan" ucap Grace yang akhirnya mengetahui niat pria itu memberikannya jamu tersebut karena ada maunya.


Tony nyengir kuda karena ketahuan belangnya. Namun itu semua juga karena agar Grace segera pulih.


Disisi lain, Zain memasang terpal atau tenda dibak mobilnya. Ini bertujuan agar barang dagangannya tidak basah saat hujan turun tiba-tiba.


Esok Ia akan mencoba singgah ke pasar tradisional untuk mencari ikan segar dan beberapa sayuran dan bumbu dapur untuk dibawa berdagang keliling.


Melihat suaminya yang tampak begitu sangat bertanggung jawab, membuat Khumairah merasa sangat senang.


Setelah selesai dengan pekerjaannya, Zain kembali ke teras rumah kontrakannya dan beristirahat sejenak, lalu Khumiarah membawakan segelas kopi dan camilan.


Disisi lain, seorang intel melaporkan kepada atasannya, jika mobil yang dimiliki oleh Zain kini berpindah tangan dan mereka tidak menemukan Zain dirumah kontrakan lamanya.


"Dia terlalu lihai untuk mengelabui Kita, namun selicin apapun Ia menghindari dan melakukan penyamaran, Kita tetap akan bisa menemukannya. Sebarkan beberapa orang untuk melakukan pengintaian, dan tangkap jika menemukannya dimanapun" Titah sang komandan kepada bawahannya.

__ADS_1


Lalu mereka menganggukkan kepalanya.


Para intel itu melakukan sebaran ke berbagai tempat dan mencoba menemukan keberadaan Zain.


"Mereka harus menangkap Zain karena terbukti terlibat pemicu kerusuhan didalam sel yang mengakibatkan kebakaran dan melarikan diri dari dalam masa tahanan yang masih berlaku.


Para Intel menyamar menjadi orang gila, pemulung, penjahit sepatu, bahkan penjual kasur lipat yang berkeliling kedaerah-daerah pelosok.


Masyarakat tidak akan mencurigai keberadaan mereka jika mereka berprofesi seperti itu ataupun menjadi orang gila.


****


Pagi menjelang, mentari bersinar sangat terang dan cahayanya menghangatkan bumi dan seluruh isinya.


Zain sudah sedari tadi menata barang dagangannya, dan Ia sejak habis subuh sudah berbelanja ke pasar membeli ikan dan sayur mayur serta bahan lainnya yang akan dibawanya berdagang keliling ke daerah yang sedikit jauh dari kota.


"Mas. Makan dulu sarapannya dan ini kopinya" ucap Khumairah mengingatkan. Bahkan Khumairah membawakan bekal makan siang sang suami agar nanti tidak repot membeli makanan.


Zain menghampiri istrinya dan meneguk kopinya, lalu menyantab sarapannya.


"Mas... Ini bekal untuk makan siang dan minum air putihnya" ucap Khumairah sembari menyerahkan bekal makan siang untuk Suaminya.


"Makasih ya, Dik.. Kamu jadi repot memasak pagi-pagi" ucap Zain dengan tulus.


"Gak Apa, Mas.. Kan Mas juga bekerja untuk memenuhi kebutuhan Khumairah dan calon adik bayi" jawab Khumairah dengan senyum yang begitu sangat manis.


Zain merasa bahagia saat melihat senyum itu mengembang diwajah sang istri.


Setelah selesai sarapan dan juga meneguk kopinya, Zain berpamitan untuk berdagang "Doakan dagangan Mas laris manis, Ya" pinta Zain kepada sang istri.


"Tentu, Mas.. Tidak cuma laris manis, tetapi Mas kembali kerumah dengan selamat dan sehat walafiat" jawab Khumiarah dengan tulus.


Seketika Zain merasa mendapatkan kekuatan untuk melakukan tugasnya mencari nafkah.


Zain merasakan doa Khumairah adalah sumber kesuksesannya.


"Ya sudah, Mas berangkat dagang dulu, kunci rumah dari dalam, jangan keluar jiak ada orang yang tidak dikenal mengetuk pintu, apalagi itu laki-laki, dan jika ada sesuatu, segera telefon Mas" Pesan Zain kepada Khumairah.

__ADS_1


Wanita itu mengangguk mengiyakan, dan Zain mengecup ujung kepala istrinya, lalu menuju mobilnya dan akan memulai berdagang hari ini dengan segala harapan dan juga impian untuk mewujudkan rumah idaman yang diinginkan oleh Khumairah dan juga kebutuhan kehidupan lainnya.


Dan semua itu juga untuk menyambut sanga calon buah hati mereka lahir kedunia.


__ADS_2