Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 126


__ADS_3

Setelah sampai rumah Kenan masih tetap tak bicara apa pun pada Fairi dan hal itu tak membuat Fairi merasa terganggu karena Fairi merasa biasa saja dan cuek seperti biasanya, sehingga hal itu membuat Kenan semakin kesal pada Fairi.


Keesokan harinya setelah selesai masak Fairi langsung pergi ke kantor karena dia ada pekerjaan yang sangat mendesak mengenai kontrak dengan pihak yang melakukan kerja sama dengannya dan karena mereka dari luar kota dan melakukan pertemuan di pagi hari, hingga membuat Fairi siap - siap pagi sekali.


"Loh dimana mamamu Boo." Kenan yang baru saja selesai memandikan Arlan dan mendandaninya


"Mama sudah pergi dari tadi, ayo sarapan pa." Kemal mengajak Kenan dan adiknya sarapan.


"Kakak aku gak mau sayur." Arlan mengeluh dan menyisihkan sayuran yang diambilkan oleh Kemal.


"Hei kau mau dipukul hah. Makan sayurnya dan jangan pilih-pilih makanan." Kemal berkata dengan tegas


"Papa.." Arlan menatap Kenan


"Jangan mengadu, dan jangan jadi anak yang cengeng." Kemal lagi-lagi berkata dengan tegas


Dengan terpaksa Arlan pun memakan dan menghabiskan semua makana yang diambilkan oleh kakaknya dengan muka ditekuk dan bibir manyun.


Kenan menatap tersenyum melihat kelakuan kedua anaknya, dan Kenan merasa sangat bangga dengan Kemal yang tumbuh menjadi orang yang sangat baik dan tegas bahkan sama adiknya. Dan Kenan dalam hati memuji cara Fairi membesarkan anaknya dengan baik.


...💔💔💔...


Setelah mengantarkan Kemal dan Arlan ke sekolahnya Kenan langsung menuju kantornya dan mulai sibuk dengan segala pekerjaan dan urusan kontraknya. Terlihat Kenan tak kala sibuknya dengan Fairi hari itu.


"Ken nanti siang ada pertemuan di resto cina dengan tuan Bayu." Farid mengingatkan jadwal Kenan


"Iya, tolong kau siapkan semuanya nanti biar aku pergi sendiri saja dengan Agus, kau tangani yang di sini." jawab Kenan dengan menatap Farid dengan tatapan lelah di matanya.


"Baiklah, tapi jika kau tak bisa tak apa aku bisa atasi." Farid menawarkan diri karena dia melihat Kenan sepertinya sedang lelah


"Tak apa aku lakukan sendiri saja." Kenan berkata dan tersenyum


"Ya sudah aku siapkan semuanya kalau begitu." Farid keluar dari ruangan Kenan

__ADS_1


"Ya Allah..lelah sekali." Kenan meregangkan tubuhnya dan melakukan gerakan olahraga kecil di ruangannya sambil duduk di kursinya.


...💔💔💔...


Saat selesai dengan pertemuannya Kenan meminta Agus untuk mengambil mobil dan Kenan menunggunya di luar resto karena dia terlalu lelah untuk berjalan ke parkiran.


"Fairi, dia dengan siapa? Lina tak bersamanya, apa dia melakukan pertemuan di sini juga ya." Kenan yang melihat Fairi berniat menghampirinya namun langkahnya tertahan dan dia berhenti.


"Fa, kau tau kan kalau aku mencintaimu. Aku sungguh sangat mencintaimu Fa." ucap Lime pada Fairi "selama ini aku sudah cukup untuk menahannya, dan kau pasti tau alasanku keluar dari perusahaan dan memilih perusahaan lain. Semua aku lakukan agar aku bisa dekat dengan mu dan juga pantas untuk mu, karena aku bukan lagi bawahanmu."


Kenan yang mendengarkan pernyataan cinta dari Lime untuk Fairi terhenti dan tak berani untuk mendekati mereka, Kenan merasa sesak dan tak pernah menyangka kalau Lime akan melakukan segalanya demi bisa dekat dengan Fairi.


"Lime." Fairi memanggil nama Lime dengan lembut.


"Ya Fa, aku sungguh sangat mencintaimu dan aku tak peduli mau berubah seperti apa pun dirimu, asalkan itu adalah kamu aku tak masalah, dan aku juga merubah keyakinan ku semua demi kamu Fa, aku ingin bisa menjadi pantas dan layak untuk mu." ungkap Lime lagi dengan serius.


"Jadi dia merubah keyakinannya agar bisa bersama dengan Fairi, dia bahkan terus berusaha untuk menjadi lebih baik dengan segalanya dan itu semua dia lakukan hanya untuk Fairi." Kenan bergumam dan dia pun pergi dengan beban didalam hatinya.


"Tertinggal, ah..ya tak apa ayo kita kembali ke kantor." Kenan berkata seperti orang linglung


"Baik pak." Agus menatap aneh dan heran melihat Kenan yang jadi berbeda dari yang tadi.


Selama perjalanan Agus berkali - kali melihat Kenan dari spion dan terlihat Kenan sangat tenang dan tenggelam dalam pikirannya sangat dalam, bahkan beberapa kali Agus mengajaknya bicara Kenan hanya menjawab dengan singkat dan itu pun harus Agus ulangi berkali - kali juga baru Kenan merespon.


"Ada apa dengan dia sebenarnya ya." gumam Agus dalam hatinya.


...💔💔💔...


"Hei Gus bagaimana hasil pertemuannya." Farid bertanya pada Agus saat dia berpapasan dengan Agus di kantor.


"Oh pak Farid semuanya baik - baik saja dan berjalan lancar, cuma.." kalimat Agus ditahan sehingga membuat Farid mengerutkan keningnya karena penasaran.


"Kenapa." Farid menatap Agus

__ADS_1


"Sepertinya terjadi sesuatu dengan pak Kenan, karena sejak keluar dari resto tiba - tiba saja dia jadi pendiam dan murung, entah apa yang terjadi saya jadi bingung. Karena sebelumnya masih baik - baik saja tapi saat saya kembali dari parkiran pak Kenan sudah murung dan kelihatannya habis bertemu dengan seseorang didalam resto lagi." jelas Agus pada Farid dengan bingung.


"Dengan siapa dia bertemu." Farid pun ikutan bingung dan menggaruk belakang kepalanya.


"Lah itu saya tidak tau, karena saat saya sampai pak Kenan sudah keluar dengan wajah ditekuk dan terlihat cemas." jawab Agus lagi yang membuat Farid semakin bingung.


Didalam ruangannya Kenan terlihat semakin lelah dan dia tidur di sofa dengan kondisi yang berantakan. Saat Farid masuk dan melihat kondisi temannya Farid tak berani untuk mengganggunya, dia hanya bisa bernafas dalam melihat hal itu. Karena Kenan tak lagi mau bicara dengan siapa pun jika ada masalah dan selalu memendamnya sendiri.


"Ada apa dengannya sebenarnya." gumam Farid sebelum pergi dari ruangan Kenan.


...💔💔💔...


"Lin nanti kamu langsung pulang saja setelah mengantarkan aku ke kantor Kenan." Fairi bersiap untuk ke kantor Kenan karena dia ingin pergi menjenguk nyonya Ayu di rumah sakit.


"Baik Bu Laras." Lina mengantarkan Fairi ke kantor Kenan.


"Kemana orang ini, dari tadi tak bisa dihubungi. Apa dia masih repot dan banyak pekerjaan." Fairi bicara dan menatap layar ponselnya karena sejak tadi Kenan tak bisa dihubungi.


"Mungkin masih ada kerjaan Bu, karena terakhir tadi saya hubungi Agus katanya ada pertemuan dengan mitra bisnis di luar kantor Bu." Lina menjawab dan memberitahu Fairi


"Begitu ya, ya sudah langsung saja biar aku tunggu disana." Fairi pun kembali memasukkan ponselnya kedalam tas.


Dalam perjalanan Fairi membaca dokumen yang dia bawah dan dia fokus pada dokumennya sampai tak merasakan kalau handphonenya bergetar dalam tas. Sampai Fairi berhenti didepan kantor Kenan.


"Kamu langsung pulang saja dan jangan lupa besok kamu jemput aku jam 7 pagi, hati - hati dijalan." Fairi turun setelah memberitahu Lina.


Semua orang yang ada di gedung kantor Kenan menatap bertanya pada Fairi yang berjalan sendirian karena biasanya dia akan datang bersama dengan asistennya Lina atau Sabrina.


"Dia jadi sangat cantik ya setelah operasi plastik untuk merubah seluruh wajahnya."


"Benar jadi terlihat lebih muda dan segar."


Semua karyawan Kenan sedang berkasak kusuk membicarakan Fairi yang telah berubah total seolah tak dapat dikenali kalau dia adalah Fairi, karena wajah Fairi telah berubah menjadi wajah orang lain yang terlihat lebih muda dari Fairi sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2