
Empat hari berlalu. Kini sudah saatnya Khumairah dan juga Amyra akan keluar dari rumah sakit.
Lalu Zain menyiapkan semua perlengkapan yang akan dibawa pulang.
Setalah puteri kecil mereka dinyatakan baik-baik saja dan dapat dibawa pulang, akhirnya mereka sangat bahagia.
Zain memasukkan semua perlengkapan bayi dan Khumairah ke dalalm mobil terlebih dahulu..meskipun badan mobilnya mengalami kerusakan karena insiden tabrakan tempo hari, namun Ia tak mengambil pusing.
Lalu Ia kembali menjemput Khumairah dikamar rawat inap dan Ia mendorong kursi roda untuk Khumairah.
Ia menyusuri ruang koridor rumah sakit, bersama Khumairah yang menggendong puterinya dengan perasaan yang sangat bahagia.
Dan saat bersamaan, Denny juga baru keluar dari ruangan Amyra dirawat dengan membawa kursi roda yang Amyra diatasnya bersama putera kecil mereka.
Lalu tanpa sengaja mereka keduanya bertemu di persimpangan koridor, dan...
Zain tersentak karena terkejut, begitu juga dengan Amyra yang tidak menduga mereka saling bertatapan muka.
Denny mencoba tersenyum kepada Zain yang kini ternyata telah merubah penampilannya yang berbeda saat bertemu waktu itu.
Zain menghampiri Denny, lalu memeluk pria itu dan meminta maaf kepada serta ucapan terimakasih yang begitu sangat besar atas kebesaran hati Denny untuk membebabaskannya.
"Maafkan Aku.. Atas segala apa yang pernah ku lakukan padamu" ucap Zain sembari melepaskan pelukannya.
Denny menganggukkan kepalanya sembari mengulas senyum termanisnya.
"Aku juga meminta maaf padamu. Semua yang kamu lakukan selama ini juga atas salahku, sebab aku mengambil sesuatu yang berharga darimu dengan tanpa sengaja" jawab Denny yang juga merasa bersalah atas segalanya. Sebab Ia juga menyadari jika kesalahan yang diperbuat oleh Zain juga karena merasa tidak rela orang yang Ia cintai direbut olehnya.
Zain tersenyum tipis "Aku mengikhlaskannya untukmu. Jagalah Ia dengan hatimu, dan jangan pernah menyakiti hatinya. Dan kini aku juga akan hidup tanpa mengenang masa lalu, sebab ada masa kini dan masa depan yang menantiku bersama wanitaku yang telah menyadarkanku jika tak selamanya sesuatu itu harus paksakan dan dimiliki.." ucap Zain sembari memandang Khumairah yang kini menatapnya dengan bingung.
Sementara itu, Amyra yang mendengar percakapan ke duanya merasa terharu dengan sikap keduanya yang kini sudah menjadi dewasa bersama beriringnya waktu.
"Aku berjanji pada diriku, dan juga untukmu, akan membuatnya bahagia, dan tak akan ada hati yang tersakiti lagi, antara Aku, Amyra, Kamu dan juga Dia" ucap Denny sembari memandang Khumairah yang dipastikan tidak mengetahui apa sebenatnya yang terjadi.
Zain menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku permisi.." ucap Zain, lalu beranjak menghampir Amyra, dan mengulurkan tangannya untuk meminta maaf dan tersenyum penuh ketulusan.
Amyra menhambutnya dan mencoba membuka hati memaafkan sang mantan kekasih.
Lalu Zain memutar tubuhnya dan membawa khumairah menyusuri koridor rumah sakit dan keluar menuju parkiran.
Lalu Amyra menegadahkan wajahnya menatap Denny yang menatap punggung Zain hingga menghilang diluar pintu rumah sakit.
Lalu Denny menatap Amyra yang menatapnya penuh makna "Ayo, sayang.. Kita pulang ke rumah.. Najma dan Ashraf sudah tak sabar untuk menanti adik barunya kembali ke rumah" ucap Denny nada penuh kebahagiaan.
Amyra menganggukkan kepalanya "Ayo.." jawab Amyra dengan senyum tipis dan penuh makna.
Ia merasa lega, jika akhirnya kini semua berakhir dengan bahagia.
Zain mengemudikan mobilnya menuju sebuah tempat yang berbeda dari arah rumah kontrakannya.
Khumairah yang sibuk dengan menyusui bayinya tidak menyadari Zain membawanya kemana.
Hinngga akhirnya mobil mereka berhenti disebuah padang rumput yang luas. Disana terdapat sebuah rumah kayu berlantai panggung yang sangat mungil namun sangat elegan.
"Ayo, Sayang.. Kita sudah sampai" ucap Zain yang menyadarkan Khumairah dari kesibukannya menyusui sang gadis kecilnya.
Khumairah turun dari mobil dan alangkah terperangahnya Ia saat melihat sebuah rumah dipadang rumput yang menjadi impiannya kini berada didepan matanya.
"Mas.. Apakah ini nyata?" tanya Khumairah yang tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Iya, Sayang.. Ini rumah impian kamu.. Yang mana kamu katakan jika kelak anak-anak kita akan berlarian dengan sangat penuh kebahagiaan dipadang rumput ini" jawab Zain dengan senyum bahagianya.
Lalu Khumairah menyandarkan tubuhnya di pundak Zain yang ternyata benar-benar menjadi sandaran untuknya.
"Ayo, Kita masuk kedalam.. "Ajak Zain, sembari merangkul pundak Khumairah dan mereka berjalan memasuki rumah kayu tersebut.
Khumairah menganggukkan kepalanya dan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah tersebut.
"Sangat indah sekali, Mas.." ucap Kumairah penuh takjub saat memasuki ke dalam rumah yang dibangun dengan cinta dan ketulusan oleh seorang pria yang kini telah menjadi ayah bagi puterinya.
__ADS_1
Zain memeluk Khumairah "Kita akan bahagia hidup dirumah ini, Sayang.. Mas akan berusaha untuk menjadi suami yang baik untuk kamu" ucap Zain dengan penuh ketulusan.
Sementara itu, Denny membawa Amyra pulang kerumah. Renata dan juga Rudy sudah mempersiapkan acara penyambutan bagi sang cucu lelakinya yang kini telah memberikan kelengkapan bagi kebahagiaan mereka.
"Horeee.. Adik Ashraf sudah pulang.." teriak Ashraf dengan penuh kegirangan saat melihat mobil sang papa sudah masuk kedalam perkarangan rumah.
Maka Renata, Rudy, Najma, dan Ashraf bergegas menyambut sang adik baru mereka dengan perasaan yang sangat bahagia.
Mereka masuk kedalam rumah, lalu didalam rumah tampak beberapa anak Yatim dan juga fakir miskin yang sengaja diundang sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran sang cucu baru mereka.
Denny dan juga Amyra merasa terharu saat melihat semua itu.
Lalu anak yatim dan para fakir miskin yang dipimpin oleh seorang ulama yang merupakan imam di mushallah lingkungan mereka, memimpin doa untuk keberkahan yang dan kebahagiaan hidup bagi keluarga Denny dan juga Rudy.
Para anak yatim dan juga fakir miskin itu mendapatkan bingkisan dan juga amplop sebagai rasa syukur mereka.
Setelah acara selesai, Amyra memasuki kamarnya dan untuk beristirahat, sembari memberi ASI eksklusif untuk buah hatinya.
Denny menghampiri Amyra "Makasih, Sayang... Atas segalanya" bisik Denny ditelinga Amyra.
Amyra tersenyum mendengar ucapan Denny "Sama-sama, Sayang" jawab Amyra dengan tulus.
"Mas janji tidak akan pernah menyakiti hati dam perasaan kamu" ucap Denny dengan penuh kesungguhan.
"Myra akan pegang semua ucapan dan janji yang Mas ucapkan" jawab Amyra dengan tatapan penuh harapan.
Denny menganggukkan kepalanya "Tidak akan pernah lagi ada hati yang tersakiti" ucap Denny meyakinkan hati Amyra.
Lalu Denny mengecup lembut ujung kepala Amyra "I Love U" ucap Denny.
"I love U to" balas Amyra dengan harapan yang penuh kebahagiaan untuk menatap masa depan mereka.
Akhirnya Amyra mendapatkan kembali kebahagiaan yang seutuhnya. Dibalik setiap cobaan yang datang, tersimpan sebuah makna dan hikmah yang akan menjadikan sebagai pelajaran, bahwa tidak ada gading yang tak retak, dan setiap kehidupan rumah tangga, tidak ada yang berjalan tanpa ujian, maka kita harus dapat mengendalikan dan mengahadapi setiap cobaan yang datang.
...THE END...
__ADS_1
~terimakasih untuk para reader setia novel 'HATI YANG TERSAKITI' yang telah mengikuti hingga akhir episode. Tanpa kalian Author bukan apa-apa 🥰🥰❤❤.. Ikuti Novel berikutnya 'SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID) yang akan segera author rilis..