
Grace mengerjapkan kedua matanya. Ia merasakan tubuhnya sangat sakit dan remuk. Kepalanya masih terasa sangat sakit dan saat Ia melihat sisi kirinya, tampak security yang bertugas menjaga diapertemen mereka tinggal sudah terkapar di sisinya.
Grace tersentak. Ia tak menduga sejak kapan pria tanpa bersergam itu sudah berada dikamarnya.
Grace melihat jika Ia sangat berantakan. Lalu wanita itu membangunkan security itu dengan kasar "Heei.. Pak.! Bangun!! Mengapa bapak ada dikamar saya?" tanya Grace bingung.
Seceuryti itu mengerjapkan kedua bola matanya. "Eh, Mbak.. Waduh saya kesiangan.. Habisnya si Mbak minta dilayani terus, kan say jadi kecapekan" ucap Security itu menjelaskan.
Grace melongo mendengarnya, Ia mencoba mengingat peristiwa semalam. Dimana disaat sopir dan security kantor itu pulang mengantarnya, Ia berjalan sempoyongan saat menuju apertemennya, namun setelah berusaha ingin tidur, pengaruh obat itu tak juga hilang dari dirinya, sehingga Ia mencoba mencari seseorang untuk melampiaskannya.
Dan saat bersamaan, Ia melihat security itu berjalan mondar-mondir patroli disetiap koridor, sehingga Grace menariknya kedalam kamar.
Karena sudah pernah memuaskan Grace didalam mobil, maka Security itu tentu saja bergerak cepat melayaninya.
"Siaal..!! Buruan keluar, sebelum ada yang melihat!" ucap Grace dengan kasar.
Lalu security itu nyengir bahagia, Ia tidka perduli jika Grace mengusirnya, yang terpenting baginya Ia sudah dapat menikmati wanita cantik itu secara gratis pula.
Setelah security itu pergi dari apertemennya, Grace menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya. Ia menggerutu karena kesal terhadap Tony. Sebab karena pria itu, Ia bukan hanya bercinta dengan karyawan rendahan seperti Tony, bahkan Ia harus melampiaskan hasrat kepada sopir taksi dan juga security.
"Brengsek Kau, Tony!!" Maki Grace dengan sangat kesal, sembari mengguyur tubuhnya dengan air.
Setelah selesai membersihkan dirinya, Ia berjalan sedikit tertatih, karena merasa ngilu dibagian irgan intinya dan tampak membengkak.
Grace menggunakan pakaian kerjanya dan berdanadan seperti biasanya. Ia membuat roti panggang dan segelas susu diet untuk tetap memepertahankan bentuk tubuhnya.
Setelah selesai sarapan, Ia memesan taksi online dan berangkat ke kantor.
Setelah sampai dikantor, Ia melihat security itu sedang berdiri diambang pintu, dan Ia seperti seolah-olah tak merasa bersalah karena menggarap sang wanita cantik itu.
Grace memasang wajah masam kepada sang security, dan ditanggapi dengan wajah biasa saja "Kenapa pagi-pagi sudah masam saja wajahnya, Mbak?" sapa security itu seakan melecehkannya dari nada bicaranya.
Grace mebgerucutkan bibirnya semabri dengan tatapan kesal.
Lalu Ia memasuki kantor dan melewati ruang utama utama untuk lift.
__ADS_1
Saat Ia berjalan, semua orang memperhatikannya dengan wajah bingung dan juga tatapan tak suka, bahkan ada yang memandangnya dengan kesal dan juga mencibir.
"Mengapa mereka memandangku seperti ini? Apa yang sedang terjadi sebenarnya?" Grace merasa penasaran. Namun Ia tetap melangkah dan mencoba mengabaikannya.
Saat Ia ingin memasuki ruang kerjanya, Ia melihat ruangan itu sedang direnovasi dan juga diperluas. Grace merasa bingung dan juga senang, sebab Denny menaruh perhatian padanya dengan memperbaiki ruangan kerjanya.
"Ruangan kerjaku di renovasi, namun mengapa tidka ada pemeberitahuan?" Guman Grace dalam hatinya, sembari mensedekapkan kedua tangannya dibawah dadanya.
Lalu seorang OB yang sedang mengepel lantai menyapa Grace "Lho, Mbak.. Bukannya Mbak sudah mendapat surat PHK? Kenapa masih berada disini?" ucap OB itu dengan jujur.
Seketika wajah Grace berubah panik dan tersentak terkejut.
Grace menoleh kepada OB tersebut dan menatapnya dengan penuh kecurigaan juga penasaran "Maksud kamu, Apa? Mengapa kamu seorang OB mengetahuinya sedsngkan saya sendiri tidak mengetahuinya?" tanya Grace dengan nada tak sabar.
OB itu tersenyum "Masa sih, Mbak gak tau? Kan Mbaknya baru terlibat skandal dengan pak Tony dan juga mencoba untuk memperkaos pak Denny" ucap OB itu dengan nada bicara merasa tanpa dosa.
"Heii.. Jangan sembrangan kamu, saya bisa tuntut kamu atas pencemaran nama baik" ucap Grace dengan nada sengit.
"Ihhh.. Jangan ngegas donk, Mbak.. Masak Iya saya ngomong sembarangan tanpa bukti" jawab OB itu tak mau kalah.
OB itu juga tersulut emosinya "Eh, Mbak.. Saya memang karyawan rendahan, tapi saya tidak murahan seperti, Mbak, bahkan Mbak itu lebih rendah dari saya karena sudah menjajakan tubuh dengan gratis" balas OB itu dengan nada kasar.
Grace yang tidak terima dengan ucap OB tersebut, menghampiri sang OB dan melayangkan tamparannya sehingga membuat karyawan kanyor lainnya berkerumun dan mencoba melerai.
Saat itu, Fhytri yang baru saja tiba mendengar keributan yang terjadi didekat ruang kerjanya langsung menghampiri dan ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Ada apa ini?" tanya Fhytri mencoba melerai pertengkaran yang terjadi.
Fhytri melihat Grace sedang dipegangi beberapa orang karyawan dan juga seorang OB yang dipeganhi dua orang karyawan.
"Lihatlah OB ini, sudah karyawan rendahan, mencoba menghinaku, pecat saja Dia!!" ucap Grace dengan emosi.
"Heei.. Dasar, wanita murahan!" jawab OB tak mau kalah.
"Tenanglah dulu.. Ini akan kita selesaikan secara baik-baik" ucap Fhytri menengahi.
__ADS_1
Grace semakin panas saat dikatakan murahan oleh OB tersebut, apalagi karyawan lain mulai berkumpul dan mengerumuni mereka.
"Ku pastikan Kau akan dipecat hari ini juga, dasar OB sialan!" ucap Grace semakin sengit.
Lalu Denny melintasi diantara kerumunan itu.
"Eheeem.. Ada apa ini?" ucap Denny, yang membuat semua karyawan terdiam dan merundukkan kepalanya.
"Pecat OB, Pak.. Dia sudah merendahkan saya!" jawab Grace dengan sengit.
Seketika Denny mengerutkan keningnya. Ia menatap Fhytri dengan tajam.
Fhytri, Ikut dengan saya keruangan". Titah Denny dengan nada perintah.
Seketika Fhytri menganggukkan kepalanya dan mengekori Denny keruang kerja san Big Bos.
Sesampainya diruang kerja, Denny yang masih berdiri memutar tubunya, dan menatap Fhytri dengan sorot mata tajam.
"Bukannya kamu sudah saya perintahkan untuk mengirimkan surat pemecatan untuk Grace? Lalu mengapa wanita itu masih berada dikantor ini?" tanya Denny dengan nada tak suka.
Seketika Wajah Fhytri berubah ketakutan "Sa-saya sudah mengirimkannya, Pak.. Mungkin dia yang lupa membacanya" ucap Fhytri menjelaskan.
Denny menghela nafasnya dengan berat "Kalau begitu temui wanita itu, dan katakan padanya jika Ia sudah tidak bergabung lagi diperusahaan ini, berikan hak-haknya dan jangan lagi saya melihatnya berada dikantor ini" ucap Denny dengan nada perintah.
Fhytri menganggukkan kepalanya "Baik, Pak..akan saya laksanakan" Jawab Fhytri dengan merundukkan kepalanya, lalu berpamitan untuk segera keluar dari ruang kerja Denny.
Sementara itu Grace yang masih mengomel dan dengan nada angkuh mencibir sang OB yang Ia pastikan akan segera dipecat hari ini.
Fhytri meminta semua karyawan kembali ke meja kerjanya masing-masing.
"Mas.. Kamu kembali ke dapur bentar, Ya" titah Fhytri kepada OB tersebut.
Lalu OB itu menganggukkan kepalanya dan melirik Grace dengan tatapan penuh dendam.
"Awas saja, Kau..! Akan ku buat Kau menjadi lebih rendah dikemudian hari!" guman sang OB yang menaruh kebencian dengan Grace.
__ADS_1