
Setelah melakukan aktifitas yang menguras tenaga dan bermandikan keringat, Denny mengajak sang istri membersihkan tubuh dikamar mandi.
Keduanya terus berusaha untuk menjaga hubungan mereka agar tetap dalam satu ikatan dan bathin yang sama.
Setelah selesai dengan mandinya, Denny kembali memeriksa pekerjaannya yang sempat tertunda karena Ia terkurung didalam jeruji besi.
Seketika Ia merasa kaget, sebab ada beberapa investor yang saat peristiwa menimpa dirinya menarik kembali sahamnya, jika Julia sudah jelas telah menarik sahamnya.
Namun Papa Rudy yang telah membuat tuntutan ganti rugi sebesar 1 milyar membuat Julia harus membayarnya.
Denny tampak gelisah. Ia terlihat sangat sedang memikirkan sesuatu.
Uang ganti rugi yang dituntutkan oleh Rudy kepada Julia sebesar 1 milyar sudah ditanamkan ke saham dan untuk biaya produksi produk terbaru mereka.
Denny juga sudah mengeluarkan tabungannya yang berasal dari chanel pribadinya dalam mengelola kontennya untuk membantu perusahaan agar terus berproduksi.
Amyra yang melihat hal tersebut merasa sangat penasaran. Ia menghampiri suaminya tersebut dan mencoba bertanya.
"Ada apa, Mas? Kelihatannya begitu sangat gelisah sekali" ucap Amyra sembari duduk ditepian ranjang.
Denny begitu merasa malu dan sungkan untuk menceritakan segalah permasalahannya. Namun dalam suatu hubungan harus ada saling keterbukaan dan kejujuran satu sama lainnya.
"Mas lagi butuh suntikan dana untuk biaya produksi produk terbaru, hanya perlu sedikit lagi dari dana yang sudah dialokasikan." jawab Denny dengan berusaha tenang.
Bukannya Ia tidak bisa meminta bantuan kepada Papanya, namun hal itu sangatlah membuatnya malu jika terus-terusan meminta bantuan papanya.
"Mas perlu uang berapa?" tanya Amyra kepada Denny.
Pertanyaan itu sangat mengejutkan Denny. Bukannya Ia mencoba meremehkan Amyra, namun uang yang Ia butuhkan itu berjumlah 3 milyar.
"Ti -tiga Milyar.. Jawab Denny lirih" Amyra terdiam sejenak. Lalu kembali tersenyum dengan begitu sangat manis.
"Baiklah.. Myra akan bantu" jawabnya tegas.
Denny terperangah mendengar ucapan sang istri yang tentu begitu sangat mengejutkannya.
"Bagaimana Kamu bisa memiliki uang sebanyak itu?" tanya Denny penasaran.
Amyra tertawa geli mendengar pertanyaan Denny yang terkesan seperti mencurigai.
__ADS_1
"Diberi oleh seseorang setiap bulannya, dan Myra menabungnya" jawab Amyra dengan santai.
Seketika wajah Denny memerah "Kamu memiliki selingkuhan yang memberimu uang setiap bulannya?" cecar Denny dengan raut wajah penuh kecurigaan.
"Bukan selingkuhan, sih.. Tepatnya mantan " jawab Amyra semakin membuat Denny merasa terbakar.
"Ka‐‐kamu..." ucap Denny terbata.
Amyra tertawa melihat wajah lucu Denny saat sedang terbakar cemburu, dengan cepat Ia menyambar bibir sang suami yang tampak manyun.
"Mantan satu jam, lalu dinikahkan tanpa mengenal satu sama lain, dan membuatku mencintainya seumur hidup" jawab Amyra sembari memandang suaminya.
Seketika Denny tersenyum sumringah mendengar jawaban Amyra.
Ya.. Mereka hanya mengenal satu jam saja, dipertemukan saat hari pernikahan yang terkesan dipaksakan dan terburu-buru.
"Bagaimana kamu dapat mengumpulkan uang sebanyak itu?" tanya Denny masih penasaran.
"Mas lupa ya? Myra ini pengusaha meski kecil-kecilan. Laundry yang Myra kelola sudah ada sepuluh cabang. Tiap bulan Mas kasih jatah 100 juta per bulan, dan uang keuntungan saham yang diberikan Papa Rudy sebagai pemegang saham setengah dari milik perusahaan? Bahkan Myra memiliki lebih dari yang Mas minta" jawab Amyra dengan santainya.
Seketika Denny melongo mendengarnya."Jika Kaku memiliki uang sebanyak itu, mengapa Maku tidak pernah membeli tas branded?" tanya Denny yang melihat Amyra hanya berpenampilan biasa saja.
"Sebab uangnya sebagian Myra tanamkan untuk saham dan membangun usaha lainnya. Myra membeli sebidang tanah untuk dibangun kontrakan, menyantuni panti asuhan dan kaum dhuafa setiap bulannya dimesjid sekitar kecamatan tempat kita tinggal dan sekitar perusahaan, agar usaha kita selalu berkah.
Denny menatap wanitanya "Kamu selain cantik dan menggairahkan, juga begitu sangat dermawan.. Bagaimana mungkin berlian seperti Kamu harus Mas lepaskan dalam genggaman" ucap Denny dengan tatapan sendunya.
Ia menarik Amyra kedalam pangkuannya, lalu mendekap wanita itu dengan erat.
"Tapi itu uang Kamu, Mas tidak mungkin menggunkannya" jawab Denny yang meletakkan dagunya di pundak Amyra.
"Adakalanya seorang istri itu ikut membantu kesulitan suaminya.. Oh ya.. Myra tanam saham, ya bukan gratisan, jadi Mas harus bagi keuntungannya" ucap Amyra sembari berkelakar.
Denny semakin mengeratkan pelukannya "Gak salah dengar Mas kalau Ayang menanam saham?" ucap Denny dengan gemas.
"Ih.. Mas lupa ya.. Kan Myra banyak tanam saham diperusahaan, Papa Rudy" Jawab Amyra mengingatkan.
"Mas juga sudah banyak tanam saham sama Kamu.." jawab Denny mengingatkan.
"Saham apaan?" tanya Amyra sembari mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Barusan juga tadi habis tanam saham, sampai 3 kali tanam" jawab Denny dengan tatapan serius.
Amyra membolakan kedua matanya "Mas. Sepertinya Myra telat datang bulan untuk bulan ini" ucapnya terkejut.
"Berarti saham yang Mas tanam sudah berhasil dan siap untuk di petik hasilnya" jawab Denny dengan seenaknya.
Amyra beranjak dari pangkuan Denny untuk mengambil sesuatu. Namun Denny tak melepaskannya.
"Mas.. Lepasin dulu, Myra ada mau ambil sesuatu" ucap Amyra memelas.
"Mau ambil apaan? " tanya Denny yang tak mau melepaskan dekapannya.
"Mau ambil tespack, mau lihat hasilnya" ucap Amyra dengan cepat.
"Denny akhirnya melepaskan dekapannya, karena ingin melihat hasil tanam sahamnya sudah berhasil apa belum.
Amyra menuju meja nakas dan mengambil alat tespack dari laci nakas tersebut.
Ia bergegas ke kamar mandi, lalu mencoba alat tersebut dengan air seninya.
Setelah menunggu beberap detik, benar saja, Ia melihat garis dua terpampang dialat tersebut.
Amyra keluar dari kamar mandi dan memperlihatkan hasil tersebut kepada Denny.
Seketika Denny tersenyum sumringah, lalu dengan cepat menggendong Amyra yang kini telah memberikannya buah hati sebagai hasil tanam sahamnya.
"Kamu sungguh luar biasa sayang... Kamu memberikan kebahagiaan yang begitu sempurnah kepada Mas.." ucapnya dengan sangat bahagia.
Amyra merasa begitu sangat tersanjung saat mendengar ucapan Denny yang tampak begitu memujanya.
"Kita coba cek kedokter kandungan, Ya.. Untuk memastikannya" pinta Denny dengan penuh harap.
Amyra menganggukkan kepalanya, mencoba menyetujui permintaan suaminya.
Sejenak Denny melupakan tentang saham perusahaan yang saat ini sedang dalam masalah.
"Kapan Myra transfer uang tanam saham itu, Mas?" tanya Amyra mencoba mengingatkan Denny.
"Nanti saja saat sudah selesai dari dokter kandungan" jawab Denny dengan sahaja.
__ADS_1
Denny tak henti-hentinya menghujani Amyra dengan kecupan lembut diwajah Amyra.
"Terimakasih sayang.." ucapnha lagi dengan rasa cinta penuh kasih yang begitu sangat menggunung dihatinya.