
Rombongan Rudy dan keluarga telah sampai ke tanah Air. perjalanan ibadah mereka membawa pada kebahagiaan dan kekeluargaan yang terjalin semakin erat.
Denny kembali masuk bekerja, sebab sudah hampir kurang lebih 15 hari Ia tidak masuk bekerja.
Dwy yang sudah bergabung kembali dengan perusahaannya, menghandle semua pekerjaannya hingga tidak ada satupun yang terbengkalai.
Denny akan melakukan kesepakatan bekerjasama dengan perusahaan Reno. Dimana Reno akan menjadi rekan bisnisnya dalam memasarkan barang produksi mereka.
Dimana kedua perusahaan akan saling menguntungkan satu sama lainnya. Denny sudah terfikirkan akan menjadikan Najma sebagai penerusnya kelak. Meskipun Najma masih sangat Dini untuk digadang-gadang sebagai pemegang presedir berikutnya, namun Denny sudah menyiapkan segala sesuatunya dan akan membekali Najma dengan ilmu yang Ia miliki.
Dimana Najma sudah terlihat memiliki bakat animasi dalam menuruni bakatnya, maka kelak Najma akan memiliki potensi yang berhubungan dengan perusahaan. Sebab produksi barang juga akan berpengaruh penjualannya dengan desain gambar yang terdapat pada suatu produk untuk menarik minat pembeli setelah mengutamakan kualitasnya.
Selain itu promosi produk dengan iklan yang yang berkualitas juga dapat mempengaruhi pemasaran barang yang dan penjualan.
Namun terlepas dari itu semua, Ia juga mempersiapkan Ashraf sebagai CEO yang akan membantu Najma dalam menjalankan perusahaan, dan Denny tinggal menikmati masa tuanya dengan bersantai dirumah, menghabiskan waktu bersama Amyra.
Sementara itu, Reno sudah mempersiapkan Adnan sebagai pemegang perusahaannya. Meskipun Ia melihat Adnan memiliki bakat yang berbeda dan sangat tidak sedikitpun ada bakatnya dalam mengurus perusahaan, namun jika nantinya Ia akan mengajarinya secara perlahan senua akan teratasi.
Sebab Ia melihat jika Adnan anak yang pintar dan mudah dalam menangkap setiap pelajaran yang baru dipelajarinya dengan sangat cepat dan mudah.
Kedua pria itu tampaknya sudah merancang semuanya sedari dini, dan tinggal menunggu ketentuan dari Rabb-Nya dengan berharap jika semuanya akan berjalan dengan sesuai keinginan mereka.
Denny dan Reno bertemu didalam sebuah ruangan meeting dan mereka membahas semua hal tentang perusahaan yang akan menandatangi kerjasama dalam rekan bisnis.
Setelah Denny mempresentasekan tentang produk mereka, akhirnya Reno menyetujui kerjasama mereka.
Kesuksesan presentase Denny tak lepas dari Dwy yang telah mempersiapkan sejak saat si Bos berada di Mekkah melakukan ibadah Umrah.
__ADS_1
"Terimakasih, Dwy.. Atas semua yang kamu lakukan. Nanti saya akan memberikan bonus untuk kamu dan anakmu agar segera cepat kesembuhan untuk sang anaknya.
Dwy tersenyum sumringah, sebab Ia membutuhkan uang untuk biaya sang anak. Meskipun perusahaan menanggung biaya perobatan anaknya, namun biaya susu formula, diapers dan sebagainya juga sangat dibutuhkannya.
Semenjak kepulangannya dari Umrah, Denny semakin memperbaiki diri dan juga ibadahnya. Ia tampak semakin baik terhadap para karyawannya, dan tidak lagi berlaku usil mengerjain kedua sekretarisnya seperti waktu dulu saat Dwy dan Fhytri melakukan sebuah kesalahan.
Denny memanggil Fhytri ke ruangannya. Ia meminta sekretaris ke duanya itu untuk mendata karyawan kantor dan juga security serta OB untuk mendapatkan buah tangan dari tanah suci Mekkah.
Hal itu justru membuat Fhytry merasa senang dan Ia dengan segera mendata jumlah karyawan kantor beserta OB dan security.
Setelah melakukan pendataan, Fhytri menyerahkan semua rekap jumlah karyawan yang diminta oleh Denny, Lalu menyerahkannya kepada si Bos.
Setelah menerima rekap tersebut, Denny menelefon Amyra "Hallo, Sayang.. Mas kirimkan rekap karyawan kantor beserta OB dan juga security ya?" ucap Denny dari seberang yelefon.
"Iya, Sayang.." jawab Amyra selembut mungkin. Lalu telefon berakhir, dan Denny mengirimkan rekap tersebut kepada Amyra.
Ia melihat jumlah karyawan keseluruhan, lalu memesan kotak yang didesain secara mewah dengan nuansa foto Ka'bah dipenutup kotaknya.
Kemudian Ia meminta bantuan mbak Ridha dan kedua Asisten Rumah tangga lainnya untuk membuat buah tangan itu secantik mungkin dan berkesan, agar karyawan dan staf lainnya merasa begitu dihargai.
Setelah menyelesaikannya Amyra menghubungi Denny suaminya untuk mengirimkan supir dan menjemput buah tangan tersebut, yang berisi sajadah bagi yang muslim, dengan tambahan teko kecil berwarna gold, air zam-zam yang dikemas dalam botol dan diberi hiasan pita pada badan botol, lalu berbagai makanan ringan, dan buah Tin.
Sedangkan untuk karyawan yang beragama non Muslim, Hanya makanan ringan dan sebuah teko kecil berwarna gold.
Setelah semuanya sampai di kantor, Fhytri dan Dwy membagikan semua buah tangan itu sesuai nama yang tertera. Dan mereka terlihat sangat senang menerimanya, sebab tampak jika Bos perusahaan mereka menghargai mereka meskipun mereka hanya seorang karyawan rendahan.
Sementara itu, Tony dan Grace sedang berada disebuah pusat perbelanjaan. Mereka tampaknya sedang berbelanja kebutuhan pokok mereka.
__ADS_1
Setelah pernikahan itu, mereka semakin bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan mereka.
"Emm.. Sayang, Aku mau ke toilet sebentar, kamu pegang troli ini ya" ucap Grace sembari menyerahkan keranjang troli kepada Tony.
Pria itu menganggukkan kepalanya dan mengambil alih keranjang troli lalu kembali berbelanja kebutuhan.
Wanita itu tampak tergesah-gesah menuju toilet, Ia sudah tidak tahan lagi untuk menahan rasa sesak pipisnya. Saat menyusuri koridor menuju toilet, Ia tanpa sengaja bertemu sang OB yang dulu pernah bercinta dengannya dengan cara brutal.
OB itu tersenyum dengan nakal "Heii.. Mbak Grace. Apa kabarnya? Wah.. Tambah cantik saja, jadi pengen ne tidur bareng lagi dengan si mbaknya" ucap OB itu dengan berbisik agar tak didengar pengunjung lain, namun Ia membawa seorang temannya dan tampaknya mereka sedang berbelanja.
"Wah, Gila kamu, Bro..!! Diam-diam dah ngerasain cewek secantik ini" teman Si OB menimpali.
"Dasar Brengsek..!!" Maki Grace dengan kesal, lalu ingin segera berlalu dari hadapan keduanya.
Namun OB tersebut mencekal pergelangan tangan Grace "Eh, Mbak.. Jangan buru-buru donk.. Gimana kalau kita main bertiga bareng temanku, pasti asyik tu, Mbak.. tenang deh, kali ini Aku pasti bayar koq" ucap sang OB yang menaikkan satu alisnya.
Dengan cepat Grace menepis cengkraman tangan Sang OB, namun tenaganya kalah kuat.
"Brengsekk, Kau..!! Lepaskan..!! Atau akan aku teriaki sebagai pencuri jika Kau tak melepaskannya" Ancam Grace dengan nada kesal.
OB itu akhirnya melepaskan cengkramannya "Wah.. Makin agresif saja, Mbak.. Saya semakin suka.. Lain kali saya akan memastikan dapat merasakan kembali tubuh Mbak Grace yang aduhai" ucap Si OB sembari meruncingkankan bibirnya dengan kecupan angin.
Grace berusaha tak memperdulikannya dan segera bergegas menuju ke toilet dan berusaha untuk menghindari si pecundang tersebut.
Sementara itu, si OB dan temannya berjalan menuju parkiran "Eh, Bro.. Gila kamu, bisa dapat cewek se bohai itu..!" ucap si teman OB yang membayangkan tubuh Grace yang sangat menggiurkan.
"Hahaha.. Tentu.!" jawab Si OB dengan bangga.
__ADS_1