Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Episode 171


__ADS_3

Adnan terus saja menghafal hafalannya. Meskipun waktu istirahat, Ia terus saja menghafalnya dan ingin menyetorkan hafalannya kepada ustazah Nazla.


Saat melihat Ustazah Nazla berjalan dilorong pesantren. Adnan sudah tak sabar untuk menunggunya.


Nazla yang melihat calon anaknya itu sudah memunggunya, tersenyum dibalik cadarnya.


Ia terlihat sangat begitu senang, ketika melihat calon anaknya itu sangat begitu antusias dengan pelajarannya. Saat ditanya mengapa Ia begitu antusias, Adnan hanya menjawab ingi mmeberikan mahkota kepada Mamanya yang sudah meninggal.


Nazla akhirnya mempercayai jika Reno benar-benar jujur dalam ucapannya jika Ia menjadi duda karena istrinya meninggal bukan karena perceraian.


Nazla mendengarkan hasil setoran Adnan. Ia menganngukkan kepalanya, dan mengusap lembut ujung kepala Adnan, yang membuat Adnan semakin bersemangat dan seperti menemukan seorang ibu.


Saat Nazla akan meninggalkannya, Adnan memanggilnya "Umi.." ucapnya dengan lirih. Lalu Nazlah menoleh kearahanya, dan menghampirinya "Ya.. Ada apa, Adnan?"tanya Nazla dengan penasaran.


"Kalau Umi belum menikah, maukah menjadi Mamaku?" tanya Adnan dengan nada serius yang membuat Nazla tercengang. Lalu Ia mendenguskan nafasnya "Fokus pada hafalanmu, Ya.. Jangan berfikir yamg macam-macam.. Umi sayang sama Kamu.. Jadi jangan berfikir yang lainnya" ucap Nazla dengan lembut, lalu beranjak pergi.


Adnan menatap keprgian Ustazah Nazla dengan hati penuh kebahagiaan, Ia selalu ingin dekat dengan wanita itu.


Sementara itu, Reno berusaha keras untuk menghafal surah Ar-Rahman yang sebagai mana diminta oleh Abah sebagai syarat untuk menikahi Nazla.


Reno menghafal disela-sela waktu senggangnya. Ia terus berusaha sekuatnya agar dapat mengahfal sesuai dengan target waktu yang ditentukan.


Setelah hampir sebulan lamanya, akhirnya Reno mampu menyeselesaikan hafalannya. Ia kembali menghubungi Abah jika Ia sudah mampu menyelesaikan hafalannya dan meminta Abah untuk mendengarkannya.


Setelah Abah mendengarkannya dan mengakui jika Reno sudah berhasil, maka Abah mempersilahkan Reno untuk datang menikahi Nazla.


Reno terlonjak senanang, Ia begitu sangat berbahagia. Lalu Ia mengurus seluruh administrasi untuk pernikahannya dan mengirim seseorang yang akan mempersiapkan segalanya.


Maka hari resepsi ditentukan dan akan digelar dirumah Abah dengan acara yang yang sederhana.


Amyra kembali mendapat orderan untuk mempersiapkan parcel hantaran pernikahan untuk hari resepsi Reno.


Reno mengeluarkan dana yang cukup banyak untuk pernikahannya, dan Amyra terkena ciptratannya.

__ADS_1


Dengan penuh semangat Amyra mengerjakan parcel permintaan Reno, dan tentunya semua barang-barang mewah dan berkualitas.


Hari pernikahan hanya tinggal 2 hari lagi, antara Reno dan juga Nazla juga sama gugupnya.


sementara itu, Adnan adalah satu-satunya keluarga yang tidak diberitahu, sebab Ia sedang melaksanakan ujian dan hafalannya. Mereka sengaja menhembunyikan semua ink dari Adnan agar Adnan lebih fokus belajar dan menghafal.


Adakalanya nanti mereka akan memberitahunya, jika Adnan sudah selesai melewati semua ujiannya.


Hari pernikahan telah tiba, Reno dan rombongannya telah tiba dan mereka disambut dengan sangat ramah.


Lalu Reno melakukan ijab qabul sebagai akad pernikahan dan Ia menyerahkan mahar yang diminta oleh Abah sebagai syarat pernikahannya.


Sementara itu, Adnan menunggu ustazahnya didepan lorong untuk menyerahkan hafalannya. Namun Ustazah itu tak juga tampak.


Adnan masih menunggu dan terus menghafal dan menambah hafalannya. Hingga seorang ustaz tampak menghampirinya "Hari ini Umi Nazla tidak datang, maka Kamu setoran hafalannya dengan Buya saja, Ya" ucap Ustaz yang memanggilkan namanya Buya itu.


Adnan mengangguk lemah, lalu Ia menyetorkan hafalannya. Setelah selesai, Buya itu lalu mengusap lembut ujung kepala Adnan. "Anak pintar, ayo belajar kitab aqidah Akhlak Kita.." ucap Buya kepada Adnan.


"Kemana Umi Nazla, Buya?" tanya Adnan penasaran.


Adnan menganggukkan kepalanya, lalu memasuki kelas dan mengikuti pelajaran Aqidah Akhlak.


Dilain sisi, acara resepsi berjalan dengan sangat lancar dan tampak banyak dihadiri oleh para tamu undangan.


Keluarga Abah tercengang sebab tidak menduga jika tamu undangan yang datang dari pihak Reno berasal dari orang-orang yang memiliki pangkat dan juga pengusaha yang sangat terkenal, sebab selama ini Abah tidak tahu apa pekerjaan Menantunya.


Amyra dan Denny hadir memberikan ucapan selamat kepada Reno, kini Denny tak perlu lagi merasa cemburu akan kehadiran Reno, sebab pria itu sudah melepas masa dudanya.


Reno tampak begitu sangat sumringah dengan pernikahannya. Ia terus saja tersenyum dan Raisa sesekali ikut naik kepelaminan.


Setelah acara resepsi selesai, Nazla yang kini berada didalam kamarnya merasa sangat canggung dan juga gugup


Sebab ini adalah kali pertamanya Ia akan melepas hijab dan cadarnya untuk pria yang kini menjadi suaminya.

__ADS_1


Hal yang sama terhadap Reno juga merasakan sangat penuh debaran. Ia merasa dag dig dug untuk tak sabar melihat bagaimana paras sang istri yang tersembunyi dibalik cadarnya.


Keduanya tampak bingung dan saling gugup satu sama lainnya. Mereka saling menatap dengan penuh debaran.


Reno menghampiri Nazla yang tampak diam duduk ditepian ranjang.


Ia seperti tak mampu untuk menatap bola mata wanita yang sudah sah menjadi istrinya tersebut.


Nazla yang tentunya belum pernah berpacaran, pastinya akan sangat gemetar menghadapi malam pertamanya.


Meskipun Reno bukanlah seorang perjaka, namun menghadapi Nazla Ia bagaikan mati kutu. Sebab Ia sendiri belum pernah melihat wajah asli istrinya.


"Boleh Saya membuka cadarmu?" tanya Reno dengan gugup.


Nazla hanya merundukkan kepalanya dan mengangguk lemah.


Reno yang mendapat persetujuan dari Nazla merasa gemetar saat mencoba membuka tali pengikat cadar Nazla.


Arkma maskulin dari parfum Reno membuat Nazla sedikit tenang. Ia berusaha menjaga degub jantungnya yang bergemuruh.


Reno menarik pengikat cadar itu dan melepaskannya, lalu...


Reno terperangah dengan apa yang dilihatnya. Sosok bidadari tak bersayap yang belum pernah Ia lihat sebelumnya hadir didepan matanya.


Ia tak menduga jika sosok itu begitu nyata. Wajah dan kulit yang selama ini Nazla sembunyikan tampak begitu sangat mengagumkan, dan itu hanya baru wajahnya saja.


Lalu Reno mencoba meminta ijin untuk membuka hijab yang dikenakan oeh Nazla.


Dengan penuh debaran, Nazla kembali menangguk lemah. Hal ini semakin membuat debaran dihati Reno, sebab Ia akan melihat seperti apa rambut Nazla.


Reno kembali memmbuka Hijab berukuran besar itu. Saat Reno menariknya, kembali Reno terpana melihat rambut ikal mayang yang tergerai dengab indah.


"Subhanallah.. Secantik inikah Kamu?" ucap Reno dengan tak berkedip yang membuat Nazla semakin merundukkan kepalanya.

__ADS_1


Hal itu membuat Reno semakin gemas kepada istrinya. Seorang istri cantik dan sholeha yang menjadi idaman bagi semua pria.


"Mimpi apakah Aku bisa menikahimu" ucap Reno lirih, lalu meraih tubuh Nazla dalam pelukannya.


__ADS_2