
sesampai nya mereka dirumah anita melihat kalau bian sudah pulang duluan dan lagi santai di kursi ruang tamu,
"darimana saja kalian" tanya bian ketika melihat anita dan anak anak mereka masuk ke rumah
"kami diajak bunda jalan jalan tadi yah" jawab kiki berbohong
anita bernafas lega karena anak nya bisa bergerak cepat menjawab pertanyaan ayah nya
"kenapa kamu mengajak anak anak keluar rumah sih, kenapa kamu tidak ajarkan mereka pelajaran sekolah saja, itu lebih bermanfaat dibandingkan jalan jalan yang tidak jelas itu" kata bian
__ADS_1
"tadi mereka merasa bosan jika liburan dirumah aja, maka nya aku ajak mereka untuk jalan jalan" enak saja kamu menyuruh kami tinggal di rumah sedang kan kamu enak enakan keluyuran" pikir anita
"kamu cuma mikirin diri sendiri ya benar kata ibu kalau kamu cuma bisa ngabisin duit aja" sindir bian
"maksud kamu apa bang dengan bilang kalau aku cuma bisa ngabisin duit kamu aja" berang anita
"tuh bukti nya kamu masih bisa pergi jalan jalan yang tentu nya ngabisin banyak duit ditambah lagi kamu pulang nya naik taksi, gimana uang nya bisa cukup kalau kamu pakai nya aja gak bener gini" bian dengan tenang menjelaskan tentang keyakinan nya yang salah
" emang gaji kamu berapa sih, sampai kamu bisa ajak anak anak jalan jalan dan beli mainan yang mahal" bian penasaran karena setahu nya gaji seorang pembantu itu kecil dan juga kerjaan nya sangat berat dan merepotkan, dia tahu itu karena salah satu istri teman nya juga jadi seorang pembantu dan majikan nya itu sangat pelit juga jahat
__ADS_1
"yang jelas gaji ku lebih besar dari uang yang kamu berikan padaku selama ini" kata anita kasar
"kamu sudah berani menghina uang yang ku kasih ke kamu ya, kalau begitu bulan depan aku tidak akan memberimu uang,, semua nya akan aku kasih ke ibu dan kamu pakai aja uang kamu itu untuk memenuhi kebutuhan hidup kita"kata bian sungguh sungguh
"kalau begitu sekalian aja kamu urus surat cerai kita bang" anita sudah tidak tahan lagi dengan semua ini dia sudah benar benar muak dengan tingkah laku bian yang seenak nya sendiri
"jadi kamu sudah berani minta cerai, hah, hanya kerja sebagai pembantu saja lagak mu sudah seperti bos besar saja" bian berbicara sambil menc**** leher anita
anita merasa akan m*** malam ini karena kehabisan nafas di c**** oleh bian, dia terbatuk batuk saat bian melepaskan c****an di leher nya
__ADS_1
"itu akibat nya kalau kamu berani melawan aku, sekali lagi kamu minta cerai maka jangan harap kamu bisa selamat, ngerti kamu" bian berlalu dari hadapan anita dan pergi keluar rumah yang entah kemana tujuan nya
anita bangkit berdiri berpegangan dengan kursi, dia tidak menyangka kalau bian bisa setega itu menyakiti nya bukan hanya dengan kata kata tapi sudah melakukan kekerasan fisik juga.