Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Episode 172


__ADS_3

Reno tak menyangka jika pernikahan keduanya ini begitu membawa berkah dan kemuliaan. Jika pernikahan pertamanya Ia mendapat pengkhianatan, maka dipernikahan keduanya ini, Buah dari kesabarannya dan memaafkan Rania membuatnya mendapatkan balasan yang indah.


Reno seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Seorang bidadari tak bersayap hadir didepannya. Wanita yang tak pernah tersentuh oleh pria manapun.


Nazla masih tertunduk malu, tak mampu memandang suaminya yang kini bagaikan tersihir oleh seorang wanita dihadapannya.


Reno mengangkat dagu Nazla, menatap mata indah itu dengan begitu takjub.


Lalu keduanya mengarungi lautan cinta yang begitu indah. Sebuah biduk dikayuh menuju gelombang asmara yang membuat keduanya terhanyut dalam buaian yang melenakan.


Reno tak henti-hentinya mengucapkan syukur atas apa yang sudah diberikan oleh Rabb-Nya atas keberkahan dari buah kesabarannya.


Malam yang mereka lalui begitu terasa sangat syahdu, dengan cinta yang tak pernah mereka duga hadir dengan tiba-tiba.


Sementara itu, Denny tampak sedang mengotak-ngatik laptopnya. Meskipun Ia sudah menduduki jabatannya kembali sebagai seorang presedir, namun Ia masih tidak meninggalkan hobbynya dalam meneruskan karya animasinya.


Ia mengamati karya Najma yang mulai membaik diusia mudanya. Bakat yang dimiliki oleh Najma kian berkembang dan terus berevolusi.


Amyra menghampiri Denny yang tampak sangat sibuk dengan laptoonya.. "Lagi buat karakter apa, Mas?" tanya Amyra penasaran.


"Seorang wanita tangguh dan memiliki hati seluas samudera" Jawab Denny tanpa menoleh kearah Amyra.


"Sekarang karakternya berhijab, Mas" Tanya Amyra kembali.


"Iya.. Ternyata wanita behijab itu lebih anggun" jawab Denny kembali.


Amyra tersenyum smrik mendengar jawaban Suaminya.


"Benarkah?" tanya Amyra kembali dengan nada menggoda.


Denny meletakkan Mousenya, lalu menatap Amyra dengan tatapan berbeda "Medekatlah.." Titah Denny dengan nada perintah.


Amyra mengerutkan keningnya "Ada apa, Mas?" tanya Amyra penasaran.


"Kemarilah.. Ada sesuatu yang ingin Mas perlihatkan padamu" jawab Denny dengan nada serius.


Amyra mendekati Denny, karena penasaran dengan apa yang ingin diperlihatkan oleh suaminya.

__ADS_1


Saat Amyra mendekatinya, Denny langsung menangkap tubuh ramping itu dengan sangat mudah dan membawanya kedalam pangkuannya.


Amyra terkejut dengan apa yang dibuat oleh suaminya "Mas.. Kamu mau apa?" tanya Denny yang sudah mendekapnya.


"Ini hukuman untuk Kamu yang sudah merusak konsentrasi Mas.." jawab Denny yang menghujani kecupan hampir diseluruh wajah Amyra.


"Iya..iya. Ampun, Mas.." ucap Amyra yang nafasnya sudah tersengal karena perbuatan suaminya.


Denny tak menghiraukan omelan Amyra, Ia mengangkat tubuh ramping itu dengan sangat mudahnya, lalu membawanya keranjang, dan tidak memberi ampun kepada wanita yang telah banyak berkorban untuknya.


"Mas.. Udah, Ah.. Gak capek apa, baru pulang kondangan" omel Amyra yang sudah terkungkung oleh Denny.


"Mereka sedang malam pertama, Maka kita juga malam pertama" jawab Denny dengan konyolnya.


"Haaah?" Amyra menyunginggingkan ujung bibirnya atasnya, yang merasa aneh dengan jawaban Denny. Sebab yang nikah siapa yang malam pertama juga siapa.


"Apa gak bosan, Mas? Tiap malam beginian terus" tanya Amyra ditengah nafasnya yang memburu.


"Kamu semakin lama semakin seperti gadis lagi, membuat Mas jadi candu sama Kamu" bisik Denny yang sudah tak mampu membendung hasratnya hingga melabuhkan semua rasa cintanya yang begitu indah.


Disisi lain, Reno terkapar dengan memeluk istrinya. Ia bagaikan mendapat durian runtuh yang begitu penuh keberuntungan.


Gadis dengan tubuh sempurnah, dan mendapatkan perawan yang sangat terjaga, membuatnya dimabuk kepayang.


Ia menghabiskan malamnya dengan penuh cinta. Nazla membenamkan kepalanya didada kekar sang suami.


Seorang gadis yang tidak pernah tersentuh dan memendam cinta sendirian selama beberapa tahun, akhirnya mendapatkan pria idamannya. Meskipun pria idamannya telah menjadi seorang Duda, namun Ia tidak menyesalinya, sebab Ia mengetahui siapa pria itu sebenarnya.


Dan selama ini Ia selalu memunajatkan doa agar Rabb-Nya mempertemukan Ia dengan pria pujaaannya. Cinta pertama yang bertahta didalam hatinya, Kini benar-benar menjadi pendamping hidupnya.


Sesaat Reno teringat akan Raisa yang berada dikamar sebelah bersama sang baby sister. "Sayang.. Mas menjenguk Raisa sebentar, Ya" ucap Reno lalu beranjak dari ranjangnya, dan memakai pakaian santainya.


Nazla menganggukkan kepalanya, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Reno keluar dari kamar pengantin, lalu mengetuk pintu baby sisiter, dan terdengar suara sahutan.


Reno membuka pintu kamar dan membiarkan pintu kamarbitu terbuka, lalu mengahampiri ranjang tidur puterinya dan melihat puterinya sudah tertidur lelap. Seharian Ia tidak menyentuh gadis kecilnya itu, sebab Ia menjadi pengantin yang terlihat sangat sibuk.

__ADS_1


Reno mengecup ujung kepala puterinya, lalu kembali kekamarnya. Saat memasuki kamar pengantin. Ia melihat Nazla yang masih meringkuk dibalik selimut. Lalu Ia kembali keranjang dan masuk kedalam selimut yamg sama dan kambali bergairah untuk berlayar kelautan cintanya.


Sementara itu, sepertinya Denny juga tak ingin kalah. Ia memberikan pelajaran kepada Amyra yang saat tadi sudah mengganggunya saat bekerja.


Setelah membuat Amyra terkapar tak berdaya, Ia lalu menyudahi aksinya. Denny berbaring sembari memeluk tubuh ramping istrinya. Cintanya yang kian tumbuh dan bersemi membuatnya begitu sangat takut kehilangan istrinya.


Setelah kelelahan, Ia akhirnya membawa Anyra untuk mandi dan membersihkan diri.


Karena mandi malam, Membuat Amyra merasa sangat kedinginan dan Amyra segera menyalin pakaiannya.


Denny kembali duduk dikursi kerjanya dan kembali menggarap proyek pembuatan film animasinya.


Setelah mendapatkan jatah malamnya, Denny kembali bersemangat untuk mengerjakan pekerjaannya. Ia melihat Amyra tertidur dengan lelapnya dan tampak begitu sangat kelelahan.


Denny tersenyum smrik, lalu menghampiri Amyra dan mengecup ujung kepala istrinya dengan penuh cinta. Lalu kembali ke meja kerjanya dan mulai bekerja.


Ditempat berbeda, Adnan yang masih terus fokus dengan hafalannya tampak sangat bersemangat. Berkat bimbingan ustazah Nazla, membuat Adnan semakin lancar tajwidnya.


Adnan tak henti-hentinya terus sibuk dengan hafalannya dan akan menyetorkannya kepada Buya Hasyim, sebab ustazah Nazla masih sibuk dengan urusannya.


Anak cerdas itu terus meningkatkan daya ingatnya untuk terus menyimpan dan melantunkan setiap ayat demi ayat yang akan memenuhi daya ingatanya.


Memandang langit kelam, Adnan mengetahui jika hari sudah hampir tengah malam. Ia harus beristirahat, agar tidak kesiangan untuk shalat subuh dan mengikuti pekajaran dikelasnya esok hari.


Nazla yang masih dalam dekapan Reno tiba-tiba teringat akan Adnan. Ia dapat merasakan jika anak itu akan selalu menantinya diujung lorong untuk menyetorkan hafalannya.


"Mas.. Esok Nazla ijin akan masuk kepesantren.." ucap Nazla dengan lirih yang masih bermandi peluh.


"Kan Kita sedang berbulan madu, Sayang.. Lusa sajalah. " ucap Reno dengan menghiba.


"Tetapi ada seseorang yang sedang menungguku, Mas.. Kasihan dia mas.." jawab Nazla dengan nada memohon.


Reno tiba-tiba mersa sangat cembur dan langsung bertanya "Siapa yang menunggumu?" tanya Rwno tampak mara dan cemburu.


Nazla memandang dengan tenang " Adnan.. Anak Kita, Mas.."jawab Nazla serius.


Reno terperangah mendengar ucapan Nazla yang begitu tulus.

__ADS_1


"Esok Ia akan setoran hafalannya, dan Akubtidak ingin membuatnya kecewa." ucap Nazla dengan tatapan meghiba.


Reno menganggukkan kepalanya dan memberikan persetujuan "Didiklah anak-anakku, seperti anak kamu sendiri" Pinta Reno dengan penuh harap.


__ADS_2