Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
part 17


__ADS_3

anita dan anak anak nya mengantarkan pak surya pulang kerumah nya. setelah tiba di gerbang rumah pak surya, anita dan anak anak nya kagum melihat rumah yang mewah itu


"kek, ini rumah siapa? " tanya kiki pada pak surya


"ini rumah kakek dan juga rumah kalian" jawab pak surya


"beneran kek ini rumah kami juga" tanya vino


"iya cu kalau kalian mau kalian bisa tingggal disini bersama kakek" jawab pak surya senang


"benarkah itu kek"


"iya sayang, tapi tanyakan dulu pada bunda nya" jawab pak surya


lalu mereka melihat ke arah anita minta persetujuan nya


"kita hanya akan kesini jika ayah kalian tidak ada dirumah dan pada saat hari libur sekolah, gimana, apa kalian setuju" tanya anita pada mereka bertiga


"setuju bunda" jawab mereka


"kakek apa boleh nanti kami main main kesini lagi" tanya rania dengan wajah imut nya


"tentu saja sayang, kakek akan senang dengan kedatangan kalian kemari" pak surya kelihatan bersemangat sekali ketika melihat kelucuan cucu cucunya

__ADS_1


"kapan kamu akan siap menggantikan ayah an" tanya pak surya pada anita saat anak anaknya bermain


" aku harus belajar dulu yah karena banyak yang harus aku pelajari" kata anita melihat kearah ayah nya, ada perasaan lega setelah bisa memaafkan sang ayah


"iya, tapi jangan lama lama ya karena ayah sudah mau pensiun dan menikmati hari tua ayah yang bisa bermain bersama cucu cucu ayah


"iya ayah, anita akan usahain secepat nya" anita tersenyum melihat kebahagiaan di pancaran mata ayah nya


"besok aku akan kerja seperti biasa nya" pernyataan anita membuat pak surya sedih lagi


"kenapa nak? "


"aku akan mengambil alih posisi ayah jika aku sudah siap dan sudah memahami seluk beluk perusahaan ayah" kata anita tegas


"iya ayah"


hari sudah sore anita dan anak nya pamit pulang pada pak surya


"kek kami pulang dulu ya" kata kiki sambil salaman kepada kakek nya di ikuti yang lain nya


"iya sayang"


"apa sebaik nya kalian di antar supir saja" tanya pak suryaa pada anita karena dia merasa khawatir pada putri dan anak anak nya.

__ADS_1


"tidak perlu ayah, kami naik taksi saja" kata anita


"ya sudah kalau itu mau mu" kata pak surya


"hati hati dijalan ya cantik dan sering sering main kesini kakek akan sangat senang jika kamu main kasino dan kakek akan kesepian disini sendiri" kata pak surya pada rania sambil mengambil hati anita supaya mau secepat nya pindah keruma besar itu


"iya kakek rania juga senang main sama kakek, nanti rania akan sering sering datang kasino, ya kan bunda" kata rana minta persetujuan anita


"iya sayang tapi sekarang kita pulang dulu ya,, nanti keburu ayah pulang duluan" kata anita membujuk rania


"iya bunda,"


"kakek rania pamit dulu ya" kata rania pada kakek nya


"iya sayang, hati hati ya" kata pak surya sambil mencium pipi rania dengan gemas


"iya kakek"


didalam taksi anak anak nya tertidur karena kelelahan setelah dari rumah sakit dan bermain di rumah kakek nya


"apa sekarang waktu yang tepat ya jika aku menggantikan posisi ayah,? dan apakah aku harus bilang sama bang bian tentang masalah ini?" batin anita


"tapi jika aku bilang sama bang bian pasti dia tidak akan percaya yang ada juga dia akan menuduh kalau aku selingkuh, aku jadi bingung sendiri memikirkan semua ini"

__ADS_1


"sudahlah lihat nanti aja gimana alur nya" pikir anita


__ADS_2