Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 44


__ADS_3

"berhenti.! Turunkan aku di sini." Tyas teriak pada Agus dengan kesal


"Baik non saya menepi dulu." Agus menepikan mobilnya dan Tyas langsung keluar dengan menutup pintu mobil dengan cara membantingnya sangat keras.


Agus melihat Tyas yang pergi dengan kesal merasa lucu dan Agus tertawa sendiri. "Dia benar - benar nona yang aneh dan juga sangat percaya diri." gumam Agus lalu melajukan mobilnya.


...💔💔💔...


"Selamat malam tuan Kenan, apa mau makan malam dulu tuan?" tanya bi Ningsih saat melihat Kenan baru pulang.


"Tidak usah bi, tadi aku sudah makan. Oh iya apa ada kabar dari orang - orang yang waktu itu aku suruh mencari data Fairi?" tanya Kenan sambil melepas jas dan kancing lengan bajunya.


"Tidak ada tuan, cuma tadi ada non Alika menelepon dan bilang kalau promosi yang diberikan pada non Fairi diberikan oleh atasannya yamg bernama pak Sujono dan beliau katanya adalah om dari teman non Fairi ditempat kerja yang dulu non Wati." jelas bi Ningsih pada Kenan dan terlihat Kenan berfikir.


"Baiklah bi terima kasih, bibi pergilah istirahat." Kenan pergi ke kamarnya.


Setelah selesai mandi dan mengerjakan solat Kenan membuka laptopnya untuk mencari data mengenai pak Sujono nama orang yang diberitahu oleh bi Ningsih tadi. Kenan sangat fokus dengan pencariannya karena dia sangat penasaran dengan orang itu, sebab semua data soal Fairi katanya dipegang oleh dia dan selama ini Kenan tak pernah berhasil menemukan keberadaan Fairi karena semua pencarian tentang Fairi diblok sehingga tak ada yang bisa menemukan keberadaan Fairi dimana.


Kenan menghela nafas dalam setelah menemukan dan membaca data tentang pak Sujono. "Rupanya dia termasuk orang yang berpengaruh juga, kenapa aku baru tau soal dia ya selama ini." gumam Kenan setelah membaca semua data tentang pak Sujono.


"Fairi, bagaimana caranya aku bisa mendapat informasi pada dirinya ya?" Kenan terlihat berfikir keras, sampai akhirnya Kenan tertidur karena lelah.


"Selamat pagi pak." sapa Agus yang sudah berada di rumah Kenan pagi - pagi.


"Kau sudah datang? Sudah sarapan?" Kenan bertanya dengan santai dan berjalan ke arah meja makan.


"Belum pak." jawab Agus langsung.


"Kalau begitu ayo sarapan bersama, bi siapkan 1 set alat makan lagi." Kenan berkata dengan nada biasa, namun Agus jadi merasa canggung dan tak enak pada Kenan.


Kenan menatap Agus asistennya itu tak duduk dan hanya berdiri ditempatnya sambil menunduk. "Gus, kenapa, tak sesuai dengan seleramu?" tanya Kenan bingung


"Oh tidak pak, bukan begitu." Agus tersenyum canggung pada Kenan.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo jangan malu - malu" Kenan tersenyum pada asistennya itu dan dengan perlahan Agus mendekat lalu duduk di meja makan dan makan dengan Kenan.


"Ya ampun tau gitu tadi aku jawab sudah saja kan jadi canggung begini aku karena diajak makan bersama di rumahnya, itu pun satu meja dengannya." gumam Agus dalam hati sambil menikmati sarapannya.


...💔💔💔...


Disebuah mol nyonya Tias yang sedang berjalan - jalan karena ingin menyiapkan kado ulang tahun untuk Farid sedang memilih - milih baju disetiap toko, dengan sangat telaten nyonya Tias melakukannya karena dia ingin memberikan hadiah yang paling bagus untuk Farid di tahun ini.


"Nyonya ini ada stelan jas yang bagus dan juga bahannya bagus serta lembut dan dingin, ini didesain oleh desainer ternama dan hanya keluar 2 buah saja kalau nyonya mau lihat - lihat boleh." seorang pegawai toko memberitahu nyonya Tias dan melayaninya dengan sabar.


"Oh benarkah? Kalau begitu tunjukkan pada ku karena aku ingin melihatnya." Nyonya Tias berkata dengan lembut dan mengikuti pegawai itu untuk melihat koleksi toko mereka yang terbaik


"Lihatlah nyonya, bukankah ini sangat bagus." pegawai toko menunjukan stelan jas itu pada nyonya Tias


"Wah iya benar, ini sungguh sangat bagus. Kalau begitu langsung dibungkus saja dan tolong kirimkan ke alamat ini ya mbak." Nyonya Tias merasa sangat puas dan langsung membayar di kasir.


"Eh, Tante Tias ya?" sapa seorang wanita pada nyonya Tias


"Iya siapa ya?" Nyonya Tias melihat dengan bertanya


"Oh kamu. Iya, baiklah aku duluan." Nyonya Tias berkata dengan cuek dan pergi meninggalkan Tyas yang terlihat masih ingin bicara dengannya


"Tunggu Tante." Tyas lari mengikuti nyonya Tias.


Setelah di ikuti Tyas dari toko terakhir tadi akhirnya nyonya Tias memutuskan untuk mengikuti apa maunya Tyas mengikuti dia dan berusaha untuk sok dekat dengan dirinya. Nyonya Tias membawah Tyas masuk kesebuah restoran dan bertanya disana.


"Sebenarnya kamu mau apa?" Nyonya Tias bertanya dengan dingin pada Tyas saat mereka duduk disebuah restoran yang ada di mol itu.


"Tidak Tan, aku cuma ingin kenal lebih dekat saja sama Tante. Karena jujur aku sangat kagum sama Tante yang begitu hebat dan juga masih terlihat sangat cantik dalam usia lanjut. Dan aku sangat penasaran apa rahasia awet muda dari Tante." Tyas berkata dengan berusaha terlihat baik didepan nyonya Tias karena dia ingin mengambil hati nyonya Tias


"Tak ada rahasia khusus, oh iya aku ingin bertanya mumpung kita bertemu dan berbincang, apa sebenarnya motif dari mu untuk mendekati putraku Kenan, dan apa alasannya kamu mengajukan perjodohan dengannya?" Nyonya Tias bertanya secara langsung tanpa ada yang ditutupi.


"Oh itu, karena ayah menginginkan kerja sama dua perusahaan bekerja sama dengan baik, dan juga karena aku menyukai mas Kenan. Lagi pula bukankah ini adalah sebuah jodoh Tan? Karena nama panggilan kita juga sama - masa Tias. Aku sangat senang." Tyas berkata dengan nada selembut mungkin.

__ADS_1


"Sayang sekali aku sudah memiliki menantu dan sampai kapan pun dia akan menjadi menantuku, dia adalah Fairi." Jelas nyonya Tias "dan juga sayangnya aku tak suka dengan nama panggilan ku ini, aku akan menggantinya nanti. Oh iya, aku tak suka berbasah basi dengan tak jelas seperti ini. Jadi kedepannya jangan sok kenal lagi dengan ku, kamu mengerti." Nyonya Tias berkata langsung kalau dia tak suka dengan Tyas.


"Tapi kenapa Tan? Bukankah cepat atau lambat kita akan jadi keluarga? Dan mengenai Fairi bukankah dia yang pergi meninggalkan mas Kenan, kenapa Tante masih saja menganggap dia sebagai menantu, bukankah yang seperti itu artinya dia tak menghormati keluarga tante." Tyas berkata dengan tak sabar.


"Aku tak berniat untuk menjadi keluarga dengan mu dan lagi menantuku cuma 1 itu tak bisa diganti oleh siapa pun, tak peduli apa yang sudah dia lakukan. Lagian seperti apa cara dia memperlakukan kami itu tak membutuhkan kamu untuk menilainya, permisi." Nyonya Tias berkata dengan dingin dan tak acuh lalu beranjak pergi.


"Sombong sekali, lihat saja saat nanti aku telah berhasil mendapatkan putramu maka orang pertama yang akan ku singkirkan adalah dirimu dasar wanita jahat dan sombong." gumam Tyas saat melihat nyonya Tias pergi.


Dengan hati kesal dan tak sabar nyonya Tias menuju ke kantor Kenan, selama dalam perjalanan nyonya Tias terus saja mengumpat putra tunggalnya itu dan merasa sangat kesal pada putranya yang dianggapnya tak becus dan bodoh dalam segala hal kecuali pekerjaannya.


...💔💔💔...


"Tante" sapa Farid yang melihat nyonya Tias datang ke kantor.


"Dimana bocah tengil itu." Nyonya Tias merasa sangat kesal dan berjalan dengan sangat cepat menuju ke ruangan Kenan "Kenan.!" Nyonya Tias berteriak dengan keras dan Farid yang mengikutinya dari belakang hanya bisa diam menatap Kenan sambil mengangkat kedua bahunya yang tandanya dia tak tau apa - apa


"Mama kenapa datang ada apa?" Kenan bangun dari kursinya berjalan mendekati mamanya


"Kau. Apakah kau tak bisa berbuat baik dan benar hah?!" Nyonya Tias seketika langsung menjewer telinga Kenan


"Aah iya sakit, ada apa sebenarnya?" Kenan bertanya dengan bingung dan mengikuti mamanya sambil memegang telinganya yang dijewer


Agus yang melihat itu merasa lucu, karena bosnya yang terlihat sangat menakutinya saat rapat 15 menit yang lalu sekarang tunduk dan kalah dihadapan sang mama yang selalu benar.


"Apa yang kau lakukan hah?! Dengarkan aku sampai kapan pun aku tak akan menerima wanita manapun sebagai menantu karena menantuku cuma 1 dan itu hanya Fairi seorang, aku tak peduli apa yang harus kamu lakukan singkirkan semua wanita itu apa lagi siapa wanita yang bernama Tyas itu, mama benar - benar tak suka sama dia apa kau paham hah?! Jika kau tak bisa mama akan menyingkirkan mereka dengan cara mama sendiri." Nyonya Tias marah besar pada Kenan


"Iya tau tapi lepaskan dulu ini sakit" Kenan memohon pada mamanya.


"Jika kau masih saja suka bermain wanita maka ku pastikan kau tak akan mendapatkan apa - apa." Nyonya Tias berkata dengan bertolak pinggang


Kenan tersenyum dan merangkul mamanya lalu membawahnya untuk duduk di sofa "Ma, Kenan kan sudah bilang sama mama, kalau Kenan akan membawah kembali menantu mama dan Kenan akan berusaha semampu Kenan, dan sekarang Kenan sedang menyelidiki seseorang yang Kenan curigai, dia sedang menutupi keberadaan Fairi. Jadi mama tenang saja, Kenan tak akan berpaling kepada wanita lain lagi selain Fairi, karena Kenan ingin mendapatkan dia dengan cara yang baik dan benar. Ok, sekarang mama sudah tenang?" Kenan menjelaskan pada mamanya dan meyakinkan sang mama.


"Apa itu benar? Kau tak bohong pada mama kam?" Nyonya Tias bertanya dengan menatap ragu pada Kenan.

__ADS_1


"Hem, Kenan janji. Kenan hanya akan membawah Fairi sebagai menantu mama dan bukan wanita lain. Tapi Kenan minta mama sabar dulu ya." Kenan berkata dengan lembut dan penuh keyakinan.


"Fairi, siapa dia sebenarnya? Aku baru denger nama itu selama bekerja mengikuti bos Kenan. Dan wanita seperti apa dia sampai membuat bos berkata penuh dengan keyakinan begitu." gumam Agus dalam hati dan mulai penasaran dengan keberadaan Fairi.


__ADS_2