Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 159


__ADS_3

Sofiana menatap Fairi dan dia juga melihat sekeliling Fairi yang ternyata hampir semua orang yang dia kenal ada bersama dengan Fairi dan mereka terlihat sangat dekat dengan Fairi.


"Kenan, apakah kau tak percaya padaku" Sofiana berkata dan menatap Kenan


"Ku rasa kau sudah tau dan paham dengan situasi saat ini" Kenan tersenyum dan maju untuk memeluk pinggang Fairi.


"Ini adalah akhirnya Sofiana, dan kau harus mendapatkan balasan atas semua perbuatan mu selama ini." Fairi berkata dan dia memegang tangan Kenan yang memeluk pinggangnya.


"Kau, kalian." Sofiana melangkah mundur


"Aku tau kalau kau pasti akan kemari dan aku juga tau kalau kau telah melarikan diri dari tempat itu, karena semua itu ada dalam pengawasan dan pantauan ku, jadi semuanya berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan dari sejak awal."


Fairi berkata dan tersenyum pada Sofina yang terlihat bingung dengan apa yang dikatakan oleh Fairi saat ini. Didepan semua orang Fairi memutar rekaman yang telah direkam dari rumah Sofiana selama ini serta memutar suara percakapan antara Maya dan Sofiana yang direkam oleh Maya saat mereka merencanakan untuk menyakiti Arlan.


"Semua itu adalah bukti dari kejahatan mu" Fairi menatap tajam pada Sofiana.


"Ini, tidak ini bukan suaraku kau pasti telah melakukan kejahatan dengan menyadap rumah orang. Laras kau adalah wanita jahat yang pernah ku kenal selama ini." Sofiana berteriak marah


"Dia tak melakukan apa pun, tapi akulah yang melakukannya dan memasang semua alat perekam itu di rumah mu" Kenan berkata dan menatap Sofiana.


"Apa yang kau katakan Ken, kenapa kau melakukan ini padaku" Sofiana menatap tak percaya pada Kenan.


"Kau pasti masih ingat saat aku kerumah mu dan membawahkan mu makan, saat itulah aku memasang semua alat itu di sana." Kenan


Semua orang yang ada di tempat itu menatap tak percaya termasuk Farid yang selama ini menjauh dari Kenan dan membatasi percakapan dengan Kenan karena menganggap Kenan telah melakukan kesalahan yang sama berulang kali.


"Dan saat kau membawah ku ke hotel ini namun aku memintamu untuk datang ke rumah mu saja, dengan alasan aku mengenal pemiliknya itu semua aku lakukan untuk mengambil semua alat yang aku pasang dan menyimpannya karena ku pikir permainan ini harus segerah diakhiri sebab aku tak ingin lagi jauh dari istriku hanya untuk melancarkan semua rencana kami, dan maaf karena aku memasukkan obat tidur dalam minuman mu malam itu." jelas Kenan


"Apa, jadi selama ini semua itu bohong? Dan kedekatan kita selama ini yang sudah berjalan selama 1 tahun lebih ini semuanya hanyalah tipuan, agar kau bisa menemani istri wanita oplas itu untuk menjebak ku."


"Kau kejam Ken, kenapa kau sangat jahat padaku. Padahal aku mencintaimu Ken, kau jahat"


"Aku sangat mencintaimu Ken, aku kembali ke sini untuk mu. Tapi apa yang telah kau lakukan padaku."


"Kenapa, kenapa?! Kenapa aku kalah dari wanita itu"


Sofiana menangis dan histeris mendengar penuturan Kenan kalau selama ini dia hanya berpura - pura dan tak pernah serius padanya dan hanya mempermainkan perasaannya demi menjebaknya.


"Sudah ku katakan kalau aku tak akan tinggal diam jika ada yang menyakiti istri dan juga anak - anakku, dan aku juga sudah mengatakan dari awal kalau diantara kita sudah berakhir. Tapi kau terlalu memaksakan diri."


"Aku hanya bisa melakukan itu untuk bisa mendapatkan bukti dari semua perbuatan mu yang telah berani menyentuh istri dan anak ku."


Kenan berkata dengan dingin seolah diantara keduanya tak pernah ada perasaan apa pun, padahal mereka berdua adalah mantan kekasih dan Sofiana adalah kekasih yang paling lama dikencani oleh Kenan.


"Tidak.! Aku tidak terima ini, aku akan membalas mu Laras, aku membencimu. Semua karena mu." Sofiana berteriak tak percaya dengan semuanya dan dia merasa sangat putus asah


"Bu Sofia ayo ikut kami." dua orang wanita membawah Sofiana yang ternyata mereka adalah polisi yang sejak awal sudah ada ditempat pesta itu.


"Kenan, kenapa kau melakukan ini padaku. Kenan!!" Sofiana teriak memanggil Kenan.


"Mas" Fairi menatap Kenan


"Sayang, akhirnya semuanya telah selesai." Kenan memeluk Fairi


"Maafkan aku" Fairi menangis karena dia tak tega pada Sofiana yang putus asah karena telah dicurangi, karena Fairi pernah berada di posisinya saat Kenan membawah wanita lain masuk kedalam rumah tangganya dulu.


"Sudah, semua sudah berakhir sayang" Kenan memeluk semakin erat tubuh Fairi yang bergetar.


"Selamat untuk kalian berdua dan juga terima kasih, karena kalian telah menyelamatkan perusahaan ku dari orang yang begitu licik seperti Sofiana." Jhonson mengucapkan terima kasih pada Kenan dan Fairi.


"Sama - sama, kami juga berterima kasih karena kamu membolehkan kami menggunakan hotel mu sebagai tempat untuk mengungkap kejahatan Sofiana." jawab Kenan yang masih memeluk tubuh Fairi.


"Aku tak menyangka setelah melewati banyak hal dan rintangan yang begitu berat akhirnya kalian berdua bersatu juga. Cinta tak bisa dibohongi dan jodoh tak bisa ditipu, bagaimana pun jalannya pasti akan selalu bertemu dan berakhir bersama" Jhonson tersenyum melihat Kenan dan Fairi.


"Terima kasih" Kenan mengusap lembut punggung Fairi yang masih bersembunyi dalam pelukannya.


...💔💔💔...


Beberapa hari kemudian semua orang berkumpul bersama di rumah Fairi untuk mendengarkan cerita dari Kenan dan Fairi atas rencana yang mereka lakukan dalam menjebak sofiana.

__ADS_1


"Jadi maksud mu semuanya hanya pura - pura dan kau cuma bersandiwara saja selama ini" Farid berkatnya tak percaya pada Kenan


Kenan tersenyum dan mengangguk "maafkan aku telah membuatmu salah paham dan marah serta mengabaikan mu selama ini."


"Tidak, bukan begitu, kenapa kau begitu tega dan tak menceritakan apa pun pada ku. Kau bahkan dengan sengaja marah dan membuatku buruk." Farid bangun dan memukul Kenan dengan keras


"Maafkan aku, semua ku lakukan untuk membuat semuanya terlihat meyakinkan" Kenan bangun dan menarik Farid kedalam pelukannya.


"Kau, kau membuatku mengutuk dan terus memaki mu selama ini, maafkan aku" Farid menangis dan menyesal


"Tak apa, aku pantas mendapatkannya dari mu" Kenan menepuk punggung Farid ringan.


"Aku juga ingin dipeluk kak" Melisa bangunan dan mendekati Kenan dan Farid


"Ha tentu, kemarilah." Kenan membuka tangannya dan memeluk Melisa dan Farid bersamaan.


"Anak - anak kita pa." nyonya Tias tersenyum dan terharu melihat Kenan dan Farid berbaikan lagi.


"Jadi kalian hanya bermain sendiri dan tak ada yang cerita padaku, bahkan mas Fahmi yang mengetahuinya juga tak cerita padaku."


"Saat Arlan mengalami masalah juga tak ada satu pun dari kalian yang memberitahu aku, sebenarnya kalian ini menganggap aku sebagai keluarga atau tidak sih."


Amrita berkata dengan kesal pada Fairi yang bungkam dan mengatasi semua masalah mereka sendirian tanpa ada satu pun diantara mereka yang berkumpul saat ini tau.


"Kau bersikap santai dan biasa saja semuanya hanya sandiwara saja, kau sungguh jahat sekali tak mau cerita padaku Fa." Sri juga merasa kesal pada Fairi.


"Iya kami minta maaf karena tak memberi tahu kalian semua, tapi kami melakukannya seperti yang dikatakan oleh mas Kenan, kami ingin semuanya terlihat seperti sebenarnya." Fairi


"Ya allah kalian benar - benar membuat ku khawatir, papa juga tau tapi tak memberitahu mama. Sampai - sampai mama marah pada Kenan." Nyonya Tias


"Bagaimana ceritanya? Apa saat kau di rumah sakit waktu itu rencananya sudah berjalan." Dafid menatap Fairi dan Kenan bergantian


Kedua orang itu tersenyum dan mengangguk bersama, "oh ya ampun kalian sempurna sekali, seharusnya kalian jadi aktris dan aktor saja bukan jadi teman kami" Dafid berkata dan tak percaya karena semuanya terlihat seperti sebenarnya.


"Bagaimana ceritanya?" Farid minta penjelasan lebih dari Kenan setelah dia merasa lebih tenang dan duduk kembali.


Kilas balik


"Aku masih bingung, kenapa kamu tak membiarkan aku dan ayah mengatasi orang - orang yang telah menyakiti putra kita" Kenan


"Tidak, aku punya rencana ku sendiri." Fairi


"Berhati - hatilah, jangan memaksakan diri." Kenan


"Hem, aku tau, karena aku akan membutuhkan bantuanmu pada waktunya nanti." Fairi


"Dengan senang hati sayang." Kenan


keesokan paginya saat sarapan Fairi mengiyakan niatnya pada Kenan, dan terlihat Kenan sangat kaget dengan ide dari istrinya itu.


*Apa kau sudah gila sayang" Kenan


"Tidak, aku masih waras mas. Mas tau sendiri kan kalau Sofiana masih menyukai mas Kenan, itu sebabnya aku ingin mas Kenan mendekatinya lagi dan buat dia jatuh cinta lagi sama mas Kenan." Fairi


"Tidak, aku tak mau" Kenan menolak dengan keras


"Tapi mas, hanya ini caranya untuk bisa mengetahui kalau dia (Sofiana) yang telah menyakiti Bee. Ini demi anak kita" Fairi memohon


"Tapi sayang kau tau kan resikonya" Kenan


"Aku tau, aku memberikan mas Kenan kebebasan melakukan semuanya. Tapi ingat jangan sampai tergoda seperti sebuah, karena jika sampai itu terjadi aku akan pergi jauh meninggalkan mu" Fairi


"Itu sangat menakutkan sayang, tapi aku tak akan tertarik pada siapa pun dan wanita manapun karena aku telah memiliki mu dalam hidupku." Kenan memeluk Fairi dan menciumi leher Fairi.


"Lakukan dengan baik" Fairi


"Em" Kenan hanya bergumam karena dia sedang menikmati leher Fairi dan menyeret Fairi kedalam kamar.


Beberapa hari kemudian setalah kenan mendekati Sofiana sesuai perintah Fairi.

__ADS_1


"Sayang malam ini aku ada acara makan bersama dengan teman - teman ku, kau tak perlu masak dan juga jangan menungguku karena mungkin aku akan pulang terlambat." Kenan


"Baiklah mas, hati - hatilah." Fairi


"Apa kau sudah siap untuk pergi mas." Fairi


"Iya aku siap, dan aku pasti akan sangat merindukanmu" Kenan memeluk Fairi


"Jangan berlebihan kamu mas, kita hanya berpisah beberapa jam saja, dan jangan lupa kamu harus berhasil." Fairi


"Aku tau sayang, aku mencintaimu sayang" Kenan.


"Hati - hati ya." Fairi


"Iya, aku pergi dulu." Kenan


"Hem." Fairi


Setelah beberapa Minggu akhirnya hubungan Kenan dan Sofiana semakin dekat dan mereka terlihat sedang menjalin hubungan, bahkan Kenan sangat ringan tangan untuk merangkul Sofiana agar semuanya terlihat sempurna.


"Ken aku sangat senang kita bisa dekat seperti ini lagi." Sofiana


"Hem, aku juga senang karena setidaknya jika ada apa - apa aku bisa bertanya langsung padamu" Kenan


"Kau benar." Sofiana


"Tunggu aku telepon istriku dulu karena ini sudah lebih dari 2 jam" Kenan


"Halo sayang kau sedang apa?" Kenan


"Mas apa yang kau lakukan?" Fairi


"Menghubungi istriku tercinta kenapa?" Kenan


"Mas bukankah kita bisa bertemu nanti saat di rumah. Jangan membuat permainan kita berantakan" Fairi


"Kau sangat kejam sayang, kau bahkan membiarkan aku bermesraan dengan wanita lain, dan kau tak peduli walau kau melihatku tersiksa." Kenan


"Sudah cepat kembali padanya" Fairi.


"Hem, baiklah." Kenan


Setelah pertemuan bersama dengan Sofiana Kenan pulang dan disambut oleh Fairi dengan hangat dan mereka menghabiskan malam bersama dengan berolahraga ranjang, kemudian setelahnya Fairi meminta Kenan untuk mengawasi rumah sofiana


"Maksudmu apa sayang?" Kenan


"Iya mas, aku ingin kita bisa mengawasi Sofiana bahkan saat dia ada di rumah." Fairi


"Baiklah, aku akan melakukannya nanti" Kenan


Beberapa hari kemudian Kenan berangkat ke rumah Sofiana dan membawahkan makanan untuk Sofiana sebagai alasan untuk bertemu, yang sebenarnya Kenan ingin memasang alat penyadap di rumah Sofiana.


"Oh Ken, ada apa kamu kemari?" Sofiana


"Kenapa, apa kau sedang menunggu seseorang kau terlihat begitu kaget." Kenan


"Oh tidak, bukan begitu aku hanya tak menyangka saja kalau kau akan datang ke rumahku." Sofiana


"Boleh aku masuk, aku membawah makanan" Kenan


"Tentu silakan masuk" Sofiana


"Rumahmu sepi sekali, dimana kamar mandinya" Kenan


"Lurus saja, aku akan menyiapkan makanannya" Sofiana


"Iya" Kenan mengusap kepala Sofiana dan tersenyum lembut yang membuat hati Sofiana berbuah - buah.


Dengan waspada dan cepat Kenan memasang beberapa alat perekam di beberapa sudut rumah Sofiana untuk bisa mengawasi Sofiana selama Kenan dan Fairi ingin mengungkap rencana Sofiana.

__ADS_1


__ADS_2